478 research outputs found
Planning of Marketing Strategy based on the Results of Analysis of Profitability Ratios and Activity Ratios (Case Study: PT Semen Indonesia Tbk)
Semen Indonesia (Persero) Tbk is a manufacturing company engaged in cement production. This product is widely used for infrastructure development, so good cement quality is expected. Producers are expected to produce cement in accordance with consumer expectations and needs. The aim is to obtain high sales turnover. To meet sales targets, a good strategy is needed that is based on real conditions in the field. One of them is financial performance. Based on the financial performance report, especially the profit and activity ratios, it will be analyzed and used as a reference in determining sales strategies. The results of the financial performance analysis and SWOT analysis can formulate a sales strategy design
Pendampingan Pengembangan Produksi pada Peternak Ikan Lele dan UMKM Pembuat Kerupuk Turunan Ikan Lele
Peternak ikan lele sebagai pensuply bahan bagi Home Industri krupuk lele didaerah Sidoarjo dalam kegiatan pengabdian dengan dijadikan mtra kegiatan. Dalam menjalankan usahanya, kedua Mitra mengalami permasalahan yang harus diselesaikan baik dalam aspek produksi, keuangan, produk, pemasaran maupun budidaya lele. Permasalahan tersebut adalah keterbatasan modal, menajemen keuangan masih belum terstruktur, waktu proses produksi lama dikarenakan pemotongan krupuk lele mentah dengan pisau dan pembuatan adonan dilakukan manual. Home Industri krupuk lele belum bisa memasarkan produknya ke Toko ternama karena belum mempunyai sertifikat Pangan dan Industri Rumah Tangga dari Dinas Kesehatan. Pengetahuan kedua Mitra mengenai strategi pemasaran khususnya online masih kurang. Pengetahuan Sumber Daya Manusia (SDM) Peternak ikan lele mengenai budidaya ikan lele khususnya pembuatan pakan alternatif masih kurang. Tim mengadakan pendampingan untuk mengatasi permasalahan hanya pada aspek produksi, produk, pemasaran, dan budidaya lele. Hal ini bertujuan agar ada peningkatan kualitas dan pendapatan Mitra. Tim melakukan pengadaan mesin pemotong krupuk lele, mesin pencampur adonan untuk Peternak ikan lele. Tim juga membuatkan desain kemasan dan mengurus sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) ke Dinas Kesehatan Sidoarjo. Tim melakukan pelatihan pemasaran (strategi pemasaran) khususnya online untuk kedua Mitra dan pembuatan blogs dengan alamat www.krupukleleblog.wordpress.com untuk Peternak ikan lele. Tim melakukan pengadaan mesin pembuat pakan seperti pellet untuk Peternak ikan lele. Setelah dilakukan pendampingan tersebut, manfaat yang didapat Mitra antara lain proses produksi lebih cepat, kualitas krupuk lebih bagus, lebih mudah memasarkan, pengetahuan mengenai strategi pemasaran bertambah dan dapat membuat pakan alternatif sendiri sehingga biaya produksi rendah
IPTEK BAGI MASYARAKAT PETANI JAMUR TIRAM DI KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR
Kondisi geografis desa Pintrang kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan sangat mendukung untuk pertumbuhan jamur tiram. Banyak warga yang bertani jamur tiram termasuk pak Dahlan. Ketekunan dan kegigihan pak Dahlan dalam bertani jamur, membuat tim dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo menjadikan mitra dalam kegiatan IbM. Dalam melakukan kegiatan bertani, Pak Dahlan tidak lepas dari permasalahan. Keterbatasan pengetahuan tentang pembuatan baglog, membuat pak Dahlan mendatangkan boglog dari CV Surya Mandiri mushroom (mitra 2) yang meru-pakan produsen baglog. Beberapa permasalahan yang mendapatkan prioritas dalam kegiatan ini adalah aspek sarana prasarana, SDM dan pemasaran. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, pendekatan yang ditawarkan adalah pelatihan dan workshop bagi peningkatan kemampuan dan kualitas SDM dalam bidang budidaya maupun pemasaran, perbaikan/rekayasa dan pengadaan sarana prasarana. Pelatihan yang diberikan adalah pelatihan tentang pembuatan baglog. Saran pemasaran dibuatkan blog. Untuk meningkatkan daya tampung baglog, kumbung mitra 1 dilakukan perbaikan kumbung dengan daya tampung 3000 baglog dan pengadaan alat pengontrol suhu (thermometer, higrometer dan hand sprayier). Musibah yang menimpa mitra 2 dengan meledaknya boiller membuat produksi baglog berhenti total. Perbaikan boiller merupakan hal yang vital bagi proses berlangsungnya produksi baglog. Untuk itu, tim melakukan perbaikan terhadap sisa-sisa boiller yang masih bisa digunakan. Selain itu juga dilakukan pengadaan neon box untuk melakukan pemasaran secara offline. Dengan pendekatan yang dilakukan tim, hasil produksi mitra 1 dapat meningkat dan mitra 2 dapat melakukan produksi
Pengukuran Kinerja Organisasi dengan Menggunakan Integrasi Metode Balanced Scorecard dan Analythical Hierarchy Process
Kebutuhan persyaratan jasa pelayanan di bidang Universitas Perguruan Tinggi setiap tahun terus meningkat menyebabkan sebuah lembaga pendidikan melakukan peningkatan kinerja organisasi, keselarasan tujuan kelompok dan individu dalam organisasi. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo sebagai penyedia jasa pada lembaga pendidikan tentunya merencanakan peningkatan agar menjadi lebih baik dengan menggunakan alternatif pengukuran kinerja. Pada penelitian ini tentang pengukuran kinerja Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo dengan metode BSC (Balanced Scorecard) yang bertujuan untuk menggabungkan antara ukuran kinerja keuangan dan non keuangan. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan periode pengamatan pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2021, tujuan dilakukan penelitian tersebut dengan mengoptimalisasi manajemen pengolahan agar dapat bersaing dengan universitas negeri maupun swasta. Pada penelitian ini membahas bagaimana menjalankan balance scorecard, terdapat beberapa topik yang dibahas diantara lain yaitu menentukan tujuan strategis, ukuran target, inisiatif, dan mengimplementasikan BSC pada lembaga pendidikan. Berdasarkan sistem pengukuran kinerja tersebut dapat menentukan berbagai kebutuhan yang ada dalam mewujudkan suatu peningkatan kinerja pada empat perspektif dalam Balanced Scorecard.
The need for service requirements in the University and Higher Education sector continues to increase yearly, causing educational institutions to improve organizational performance alignment of group and individual goals. Nahdlatul Ulama Sidoarjo University, as a service provider to educational institutions, is planning improvements to enhance it by using alternative performance measurements. This research is about measuring the performance of Nahdlatul Ulama University Sidoarjo using the BSC (Balanced Scorecard) method, which aims to combine financial and non-financial performance measures. The approach to this research uses qualitative research with an observation period from 2019 to 2021. This research seeks to optimize processing management to compete with state and private universities. This research discusses how to run a balanced scorecard; several topics are discussed, including determining strategic goals, target measures, initiatives, and implementing BSC in educational institutions. Based on this performance measurement system, various needs can be selected to increase performance in the four perspectives in the Balanced Scorecard
Peningkatan Pengendalian Kualitas Produk Roti dengan Penerapan Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan FTA (Fault Tree Analysis) di Home Industry
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cacat, penyebabnya dan juga memberikan solusi yang tepat untuk menekan angka kecacatan produksi. Metodologi yang digunakan adalah menggunakan failure mode and effect analysis (FMEA) untuk mengetahui jenis kegagalan, potensi efek kegagalan, penyebab kegagalan, mode deteksi, dan menentukan nilai RPN (Risk Priority Number). Langkah selanjutnya adalah menerapkan fault tree analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar permasalahan produksi, dengan temuan tiga jenis cacat utama: penjamuran (RPN 224), gosong (RPN 180), dan tidak mengembang (RPN 100). Usulan perbaikan meliputi memberikan istirahat yang cukup dan pengawasan pada karyawan, menghitung ulang beban adonan sebelum pengadukan, dan meningkatkan sirkulasi udara di tempat penyimpanan.
This research aims to determine the types of defects and their causes and provide appropriate solutions to reduce the number of production defects. The methodology used is failure mode and effect analysis (FMEA) to determine the type of failure, potential failure effects, causes of failure, detection mode, and the RPN (Risk Priority Number) value. The next step was to apply fault tree analysis (FTA) to identify the root causes of production problems, with the discovery of three main types of defects: moulding (RPN 224), burning (RPN 180), and not expanding (RPN 100). Proposed improvements include providing adequate rest and supervision to employees, recalculating dough loads before mixing, and increasing air circulation in storage area
STRATEGI GREEN PRODUCT GUNA MENINGKATKAN KINERJA USAHA KECIL MENENGAH BERBASIS RAMAH LINGKUNGAN
Small and Medium Enterprises (SME) product innovation in order to support the concept of green products must be able to convince consumers. Product innovations which have been made that are not in accordance with the tastes of consumers, so the goods are less attractive to consumers. SMEs have difficulties in adjusting products that are environmentally friendly and acceptable to consumers. The high cost in innovating also results in SMEs who hesitate to modify the product. This study aimed to determine, describe, and analyze the effect of green products on the performance of SMEs in Sidoarjo. The first stage was to map green product criterias that affect the performance of environmentally-based SMEs, then analyse the effect of green products on the performance of environmentally-based SMEs. The method used in determining this effect was Partial Least Square (PLS). From the results of data processing, there were factors that influence the performance of environmentally friendly SMEs, namely the green product factor. Then a critical success factor analysis was carried out on the green product factor to determine the strategies that must be taken by environmentally friendly SMEs. The results of the analysis obtained strategy recommendations in improving the performance of SMEs were the strategy of selecting raw materials, choosing energy sources, using the amount of raw materials, and choosing product packaging materials. The strategy was in the context of developing environmentally friendly SMEs so they can improve SME competitiveness
Risk-Based Waste Control in Warehouses using FMEA and FTA Methods (Case Study on CV. Roda Lintas Equator Sidoarjo)
Companiesthat have good management are companies that can manage risks that can occur so that the level of risk that occurs can be reduced or even eliminated. The risks that may occur can be managed by tracing beforehand so that information is obtained about the causes of these risks, and the analysis of risk assessment in the company serves as loss mitigation which will later be able to find out about the risks that will occur, the causes of the risks, the impact of these risks. as well as repair solutions to reduce waste in the warehouse. The risk assessment or risk assessment is carried out by the management, especially the head of the warehouse. The data obtained were then analyzed using the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method and the Fault Tree Analysis (FTA) method. The analysis generates the value of the risk level (TR), and Risk Priority Number (RPN) and details the causes of a Top Event to a root cause failure. The results of the analysis obtained 25 risks for the entire process failure with the largest RPN value, namely the damaged network connection with a value of 40.74 while the smallest RPN value, namely the risk of lack of light intensity with a value of 4.89, the risk of damage to hardware with a value of 4.89
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN AKADEMIK TERHADAP LOYALITAS MAHASISWA UNUSIDA DENGAN PENDEKATAN PARTIAL LEAST SQUARE (PLS)
University does not only provide graduates in quantity but also concern about the quality and high discipline,capable of being dinamisator, innovator, motivator and agent of change and to thread high quality of human resources for the various types and levels of expertise. University should care to students’ service quality. University of Nahdlatul Ulama Sidoarjo is a new university in Sidoarjo. This University insists to improve the service quality. Service improvement is expected to affect the students’ satisfaction and trust. So it will be impected on students’ loyalty. The purpose of this study is to identifythe impact of satisfaction level of service quality and trust which are expected to affect the students’ loyalty. The method used in this study is Partial Least Square (PLS), SmartPLS 2.0. The analysis results of existing models shows that service quality has an important role in keeping the students’ loyalty. For students, excellent service will give satisfaction and trust so the loyalty can be risen.
Keywords: Service quality, Customer loyalty, Partial Least Square (PLS).
 
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN AKADEMIK TERHADAP LOYALITAS MAHASISWA UNUSIDA DENGAN PENDEKATAN PARTIAL LEAST SQUARE (PLS)
ABSTRAK
Perguruan tinggi bukan hanya menyediakan lulusan dalam jumlah banyak tetapi juga berkualitas dan disiplin tinggi, mampu menjadi dinamisator, inovator, motivator dan penggerak pembangunan serta menghasilkan SDM yang berkualitas untuk berbagai jenis dan tingkatan keahlian. Perguruan tinggi harus memperhatikan kualitas pelayanan terhadap mahasiswa. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo yang merupakan Institusi Pendidikan Tinggi baru di Sidoarjo bertekad untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Peningkatan pelayanan diharapkan akan berpengaruh terhadap kepuasan dan kepercayaan mahasiswa yang akan berdampak pada loyalitas mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh kualitas pelayanan akademik dengan tingkat kepuasan dan tingkat kepercayaan yang diharapkan akan berpengaruh juga terhadap loyalitas mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square (PLS) dengan menggunakan software SmartPLS 2.0. Hasil analisis model yang ada adalah bahwa kualitas pelayanan mempunyai peran penting dalam menjaga loyalitas mahasiswa. Dengan pelayanan yang prima maka mahasiswa mendapatkan kepuasan dan mempunyai kepercayaan pada universitas sehingga loyalitas pada universitas dapat terbangun.
Kata kunci : kualitas pelayanan, loyalitas pelanggan, partial least square(PLS
- …
