1,720,967 research outputs found

    ANALISIS TEUN A. VAN DJIK DALAM KAJIAN WACANA TEKS DAKWAH DI MEDIA MASSA

    No full text
    Mass media construd dakwah discourses in text forms. The texts of dakwah discourses in mass media need to be analyzed and discourse analysis can reveal the discourse of dakwah texls in mass media. The discourse analysis of Teun A. Van Djik covers: 1) text analysis, that is, how to analyze texf structures by applying linguistic analysis to explain and get the meaning of a text; 2) social cognition analysis, that is how a text was created by the author; and 3) social analysis, that is how a text is related to social strudure and knowledge of the society

    DIFUSI ISLAM MELALUI MEDIA CETAK

    No full text
    Diffussion of Islam through printed media (da’wah bi al-qalam, bi al-kitabah) is anintegrated part of the study of Islamic preaching (da’wah). It is one of da’wah media or channels.One of the main criteria of da’wah media is its effectiveness and efficiency.Printed media is an alternative of da’wah media that is effective and efficient enough. Thediffussion of Islam through printed media can be found in the form of articles, features, and bookreviews. The texts in mass media represent the various kinds of da’wah which are developingrecently.</jats:p

    Kajian Dinamika Pendidikan - Diskursus Pendidikan Islam dalam Perspektif Pembebasan Hegemoni Kaum Perempuan

    No full text
    Educations are classic problems and increased on dynamics of civilization. Problems of Education become to draw when related to imaging of someone, that is power hegemony, debased woman image, and exaggerated men image. Therefore, study of woman image especially hit unfair of gender, situated behind and woman rights become more important. Go together is situated behind of woman clan, there are some different view and opinion in solution of situated behind and, woman rights, such as: functionalism Structural Stream, Conflict Sociology Stream, Feminism of Marxist, Feminism of Socialism, and Feminism of Theology’s.</jats:p

    Kajian Dinamika Pendidikan - Diskursus Pendidikan Islam dalam Perspektif Pembebasan Hegemoni Kaum Perempuan

    No full text
    Educations are classic problems and increased on dynamics of civilization. Problems of Education become to draw when related to imaging of someone, that is power hegemony, debased woman image, and exaggerated men image. Therefore, study of woman image especially hit unfair of gender, situated behind and woman rights become more important. Go together is situated behind of woman clan, there are some different view and opinion in solution of situated behind and, woman rights, such as: functionalism Structural Stream, Conflict Sociology Stream, Feminism of Marxist, Feminism of Socialism, and Feminism of Theology’s

    MEMBEDAH REALITAS KOMUNIKASI LINTAS AGAMA DI MEDIA MASSA (Critical Discourse AnalisysterhadapKompastahun 2015)

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh keberadaanIndonesia sebagai bangsa yang majemuk, dengan perbedaan ras, suku bangsa, budaya dan agamaserta perbedaan strata sosial berdasarkan faktor ekonomi dan politik.Konsekuensi dari masyarakat majemuk adalah konflik sosial. Sikap yang dapat menstimulan konflik adalah eksklusifisme, primordialisme kesukuan, ras dan agama. Keberadaan komunikasilintas agama tidak dapat dipisahkan dari media massa. Di mana media massa merupakan alat atau mediator yang efektif dalam publikasi ideologi dalam taraf memenangkan dukungan publik. Oleh karena itu, bagaimana media mengkonstruksi sebuah wacana perlu dibedahrealitasnya secara ilmiah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan analisis wacana kritis. Hasil penelitian ini adalah Dari segi tematik,pemberitaan di Kompas tentangkomunikasilintas agama terkaitberitaperayaanharibesar agama-agama lebih banyak mengambil tema semangatkeselamatandanpersatuanbangsa, keseimbanganantara ego denganvisikebersamaan, menguatkanharmonimasyarakatmajemuk, kesejahteraan, perdamaian, realisasinilai-nilailuhur agama, kembalikepadafitrah, kebinekaandanukhuwah, dantoleransiantarumatberagama. Dalam aspek skematik, Kompas mempunyai skema yang sistematis dari mulai judul, lead dan body saling berkesinambungan. Dari sisi semantik (makna yang inging ditekankan), Kompas dalam pemberitaannyamenekankanpentingnyamembangundanmelaksanakankomunikasilintas agama dalamkehidupanmasyarakat Indonesia yang majemukyaitusikapkebersamaan, toleransi, persatuan, kerukunandansemangatnilai-nilai universal agama. Dari aspek sintaksis, Kompas memakai bentuk, susunankalimatdenganbanyakmenggunakanelemenkoherensi, yaitudenganmenggunakan kata penghubunguntukmenunjukkanbahwasikaptoleran, kerukunan, visikemanusiaan, salingmenghormatidanmenghargaiadalahlandasankomunikasilintas agama.Dari aspek stilistik (pemilihan kata) Kompas menggunakan kata-kata yang universal, humanistis dan tidak kering. Dalam aspek retoris, gaya penekanan yang dilakukan Kompas menggunakan elemen grafis untuk menonjolkan atau menekankan yang dianggap penting dengan menggunakan foto atau gambar menaruh berita tentangperayaanharibesar agama-agama dalam headline. Dari aspek kognisi sosial, Jurnalis Kompas mengusung ideologi humanistik. idealisme jurnalis demi tercapainya misi Kompas yaitu Ámanat Hati Nurani Rakyat”.Visi Kompas yang mengutamakan visi humanisme transendental menjadikan Kompas menggunakan bahasa humanistis dalam menyajikan fakta kepada pembaca. Dalam berbahasa, Kompas tidak memakai bahasa yang kering, tetapi yang menyangkut perasaan intuisi, dan emosi manusia. Dari aspek Analisis sosial,ada dua poin yang penting yaitu kekuasaan (power) dan akses (acces).Kekuasaan adalahkepemilikan yang dimiliki oleh suatu kelompok atau anggotanya, dalam hal ini yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi wacana komunikasi lintas agama adalah tokoh atau pemuka-pemuka agama, wartawan, dan redaksi Kompas. Setiap agama mempunya akses masing-masing dalam menyebarluaskan ajaran agama baik melalui media massa cetak maupun elektronik. Kata kunci:komunikasilintas agama, media, analisis wacana

    MENGUAK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI MEDIA MASSA (Discourse Analysis Pemberdayaan Perempuan dalam Rubrik “Sosok” Harian Kompas Tahun 2016)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa setiap masyarakat memiliki daya (potensi) yang dapat dikembangkan. Realitanya, pemberdayaan perempuan tidak bisa dipisahkan dari media massa. Media sangat berperan dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat di samping faktor orang-orang yang secara fisik ada, biaya yang secara fisik tampak, dan program yang secara sistematis terbaca sebagai motor dari sebuah pemberdayaan. Tidak dapat ditolak bahwa media menjadi faktor yang berperan dalam perubahan sosial masyarakat.Oleh karena itu, bagaimana pemberdayaan masyarakat (perempuan) di media massa perlu diteliti secara ilmiah. Pendekatan yang digunakan adalah analisis wacana Teun Van Dijk yang mencakup analisis teks, kognisi sosial dan analisis sosial. Hasil penelitian ini adalah dari segi tematik, pemberitaan di Kompas tentang pemberdayaan masyarakat perempuan lebih banyak mengambil tema semangat pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah menjadi barang berharga dan bernilai ekonomi tinggi, semangat pendidikan untuk masyarakat perempuan desa, pendidkan untuk anak-anak pemulung dan bisnis dengan memberdayakan warga. Dalam aspek skematik, Kompas mempunyai skema yang sistematis dari mulai judul, lead dan body saling berkesinambungan. Dari sisi semantik (makna yang inging ditekankan), Kompas dalam pemberitaannya menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat. Tokoh-tokoh yang diangkat dalam rubric “sosok” adalah tokoh inspiratif dianggap “penting” dan menarik. Dari aspek sintaksis, Kompas memakai bentuk, susunan kalimat dengan banyak menggunakan elemen koherensi, yaitu dengan menggunakan kata penghubung untuk menunjukkan bahwa sikap telaten, tekun, tidak mudah putus asa dan sensitivitas social yang tinggi adalah landasan pemberdayaan masyarakat. Dari aspek stilistik (pemilihan kata) Kompas menggunakan kata-kata yang universal, humanistis dan tidak kering. Dalam aspek retoris, gaya penekanan yang dilakukan Kompas menggunakan elemen grafis untuk menonjolkan atau menekankan yang dianggap penting dengan menggunakan foto atau gambar full color dlengkapi biodata lengkap. Dari aspek analisis Kognisi Sosial, dapat dibedah bahwa realitas ideology Jurnalis Kompas mengusung ideologi humanistik. idealisme jurnalis demi tercapainya misi Kompas yaitu Ámanat Hati Nurani Rakyat”. Visi Kompas yang mengutamakan visi humanisme transendental menjadikan Kompas menggunakan bahasa humanistis dalam menyajikan fakta kepada pembaca. Dalam berbahasa, Kompas tidak memakai bahasa yang kering, formal, abstrak dan rasional, tetapi yang menyangkut perasaan intuisi, dan emosi manusia. Dari aspek Analisis sosial, bahwakepemilikan yang dimiliki oleh suatu kelompok atau anggotanya, dalam hal ini yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi wacana pemberdayaan masyarakat adalah tokoh atau sosok, wartawan, dan redaksi Kompas. Dari sisi akses (acces) setiap kelompok pemberdaya mempunyai akses masing-masing dalam menyebarluaskan pemberdayaan masyarakat baik melalui media massa cetak maupun elektroni

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI MEDIA MASSA (DISCOURSE ANALYSIS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM RUBRIK “SOSOK” HARIAN KOMPAS TAHUN 2016)

    No full text
    This research is motivated by the fact that every society has the power that can be empowered. In reality, women’s empowerment can not be separated from the mass media. Media plays an important role in community development activities in addition to those factors that physically exists, the costs that are physically visible, and a program that systematically reads as a motor of an empowerment. Can not be denied that the media be a factor that plays a role in social change. The metodology used is a discourse analysis of Teun Van Dijk that include text analysis, social cognition and social analysis. The results of this study are in terms of thematic, news in Kompas on community empowerment more women are taking the theme of the spirit of environmental conservation, the management of waste into valuable goods and high economic value, the spirit of education for the rural women, education for the children of scavengers and businesses by empowering residents. In the schematic aspect, Kompas has a systematic scheme from the start the title, lead and mutually continuous body. In terms of semantics (meaning that will be emphasized), Kompas in its message emphasizing the importance of community empowerment. The characters are raised in rubric “sosok” is the inspiring figures are considered “essential” and interesting. From the aspect of syntax, Kompas taking shape, sentence structure with many uses elements of coherence, namely by using conjunctions to show that the attitude of painstaking, diligent, not easily discouraged and high social sensitivity is the foundation of community empowerment. From the stylistic aspects (choice of words) Kompas uses words that are universal, humanistic and not dry. In the aspect of rhetorical style repression by Kompas uses graphic elements to highlight or emphasize deemed important by using a full color photo or image be equiped complete biodata. From the aspect of the analysis of Social Cognition, can be dissected that reality carries the ideology of Journalists Kompas humanistic ideology. idealism Kompas journalist for the achievement of the mission that the mandate of the People’s Conscience. Kompas vision that promotes the vision of making transcendental humanism humanistic Kompas use language in presenting the facts to the reader. In speaking, Kompas does not use language that dry, formal, abstract and rational, but that involves feelings of intuition, and human emotions. From the aspect of social analysis, that ownership is held by a group or its members, in this case that directly or indirectly affect the discourse of empowerment is a character or figure, journalist, and editor of Kompas. In terms of “akses” (access) each group has access enabler respectively in disseminating the empowerment of communities through printed and electronic mass media.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa setiap masyarakat memiliki daya (potensi) yang dapat diberdayakan. Realitanya, pemberdayaan masyarakat perempuan tidak dapat dipisahkan dari media massa. Media sangat berperan dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat di samping faktor orang-orang yang secara fisik ada, biaya yang secara fisik tampak, dan program yang secara sistematis terbaca sebagai motor dari sebuah pemberdayaan. Tidak dapat ditolak bahwa media menjadi faktor yang berperan dalam perubahan sosial masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana Teun Van Dijk yang mencakup analisis teks, kognisi sosial dan analisis sosial. Hasil penelitian ini adalah dari segi tematik, pemberitaan di Kompas tentang pemberdayaan masyarakat perempuan lebih banyak mengambil tema semangat pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah menjadi barang berharga dan bernilai ekonomi tinggi, semangat pendidikan untuk masyarakat perempuan desa, pendidkan untuk anak-anak pemulung dan bisnis dengan memberdayakan warga. Dalam aspek skematik, Kompas mempunyai skema yang sistematis dari mulai judul, lead dan body saling berkesinambungan. Dari sisi semantik (makna yang ingin ditekankan), Kompas dalam pemberitaannya menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat. Tokoh-tokoh yang diangkat dalam rubrik “sosok” adalah tokoh inspiratif dianggap “penting” dan menarik. Dari aspek sintaksis, Kompas memakai bentuk, susunan kalimat dengan banyak menggunakan elemen koherensi, yaitu dengan menggunakan kata penghubung untuk menunjukkan bahwa sikap telaten, tekun, tidak mudah putus asa dan sensitivitas sosial yang tinggi adalah landasan pemberdayaan masyarakat. Dari aspek stilistik (pemilihan kata) Kompas menggunakan kata-kata yang universal, humanistis dan tidak kering. Dalam aspek retoris, gaya penekanan yang dilakukan Kompas menggunakan elemen grafis untuk menonjolkan atau menekankan yang dianggap penting dengan menggunakan foto atau gambar full color  dilengkapi biodata lengkap. Dari aspek analisis Kognisi Sosial, dapat dibedah bahwa realitas ideologi Jurnalis Kompas mengusung ideologi humanistik. Idealisme jurnalis demi tercapainya misi Kompas yaitu “Amanat Hati Nurani Rakyat”. Visi Kompas yang mengutamakan visi humanisme transendental menjadikan Kompas menggunakan bahasa humanistis dalam menyajikan fakta kepada pembaca. Dalam berbahasa, Kompas tidak memakai bahasa yang kering, formal, abstrak dan rasional, tetapi yang menyangkut perasaan intuisi, dan emosi manusia. Dari aspek Analisis sosial, bahwa kepemilikan yang dimiliki oleh suatu kelompok atau anggotanya, dalam hal ini yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi wacana pemberdayaan masyarakat adalah tokoh atau sosok, wartawan, dan redaksi Kompas. Dari sisi akses (access) setiap kelompok pemberdaya mempunyai akses masing-masing dalam menyebarluaskan pemberdayaan masyarakat, baik melalui media massa cetak maupun elektronik

    MENGUAK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI MEDIA MASSA (Discourse Analysis Pemberdayaan Perempuan dalam Rubrik “Sosok” Harian Kompas Tahun 2016)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa setiap masyarakat memiliki daya (potensi) yang dapat dikembangkan. Realitanya, pemberdayaan perempuan tidak bisa dipisahkan dari media massa. Media sangat berperan dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat di samping faktor orang-orang yang secara fisik ada, biaya yang secara fisik tampak, dan program yang secara sistematis terbaca sebagai motor dari sebuah pemberdayaan. Tidak dapat ditolak bahwa media menjadi faktor yang berperan dalam perubahan sosial masyarakat.Oleh karena itu, bagaimana pemberdayaan masyarakat (perempuan) di media massa perlu diteliti secara ilmiah. Pendekatan yang digunakan adalah analisis wacana Teun Van Dijk yang mencakup analisis teks, kognisi sosial dan analisis sosial. Hasil penelitian ini adalah dari segi tematik, pemberitaan di Kompas tentang pemberdayaan masyarakat perempuan lebih banyak mengambil tema semangat pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah menjadi barang berharga dan bernilai ekonomi tinggi, semangat pendidikan untuk masyarakat perempuan desa, pendidkan untuk anak-anak pemulung dan bisnis dengan memberdayakan warga. Dalam aspek skematik, Kompas mempunyai skema yang sistematis dari mulai judul, lead dan body saling berkesinambungan. Dari sisi semantik (makna yang inging ditekankan), Kompas dalam pemberitaannya menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat. Tokoh-tokoh yang diangkat dalam rubric “sosok” adalah tokoh inspiratif dianggap “penting” dan menarik. Dari aspek sintaksis, Kompas memakai bentuk, susunan kalimat dengan banyak menggunakan elemen koherensi, yaitu dengan menggunakan kata penghubung untuk menunjukkan bahwa sikap telaten, tekun, tidak mudah putus asa dan sensitivitas social yang tinggi adalah landasan pemberdayaan masyarakat. Dari aspek stilistik (pemilihan kata) Kompas menggunakan kata-kata yang universal, humanistis dan tidak kering. Dalam aspek retoris, gaya penekanan yang dilakukan Kompas menggunakan elemen grafis untuk menonjolkan atau menekankan yang dianggap penting dengan menggunakan foto atau gambar full color dlengkapi biodata lengkap. Dari aspek analisis Kognisi Sosial, dapat dibedah bahwa realitas ideology Jurnalis Kompas mengusung ideologi humanistik. idealisme jurnalis demi tercapainya misi Kompas yaitu Ámanat Hati Nurani Rakyat”. Visi Kompas yang mengutamakan visi humanisme transendental menjadikan Kompas menggunakan bahasa humanistis dalam menyajikan fakta kepada pembaca. Dalam berbahasa, Kompas tidak memakai bahasa yang kering, formal, abstrak dan rasional, tetapi yang menyangkut perasaan intuisi, dan emosi manusia. Dari aspek Analisis sosial, bahwakepemilikan yang dimiliki oleh suatu kelompok atau anggotanya, dalam hal ini yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi wacana pemberdayaan masyarakat adalah tokoh atau sosok, wartawan, dan redaksi Kompas. Dari sisi akses (acces) setiap kelompok pemberdaya mempunyai akses masing-masing dalam menyebarluaskan pemberdayaan masyarakat baik melalui media massa cetak maupun elektronik

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore