86 research outputs found

    ANALISIS SENYAWA FLAVONOID, ALKALOID DAN DAYA ANTIOKSIDAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) YANG TUMBUH PADA KETINGGIAN BERBEDA SEBAGAI PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF

    No full text
    ABSTRAK MUTAMMIMUL ULA, Analisis Senyawa Flavonoid, Alkaloid dan Daya Antioksidan Daun Kelor (Moringa oleifea) yang Tumbuh Pada Ketinggian Berbeda Sebagai Pencegahan Penyakit Degeneratif (dibimbing oleh Ibu Ariani SKM., M.Gz). Kondisi kesehatan masyarakat di Negara Indonesia terus mengalami peningkatan seperti penyakit degeneratif salah satunya disebabkan oleh peningkatan konsentrasi radikal bebas didalam tubuh. Salah satu tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekuder dan dapat dijadikan sebagai obat-obatan adalah Kelor (Moringa oleifera). Namun, kandungan metabolit sekunder pada tanaman sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satunya adalah ketinggian tempat tumbuh tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavonoid, alkaloid dan daya antioksidan pada daun Kelor (Moringa oleifera) yang tumbuh di ketinggian berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif berbasis uji laboratorium. Variabel yang dianalisis pada penelitian ini adalah flavonoid, alkaloid dan daya antioksidan dari daun Kelor pada dataran tinggi dan dataran rendah. Pengolahan data dilakukan dengan perhitungan hasil penetapan kadar flavonoid total dengan metode kolorimetri, penentuan kadar alkaloid total dengan Spektrofotometri UV-Vis dengan pembuatan kurva kalibrasi kafein dan pada analisis daya antioksidan dilakukan dengan pengukuran nilai absorbansi sampel yang telah diinkubasi menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Uji statistik yang digunakan untuk analisis kadar flavonoid, alkaloid dan daya antioksidan adalah uji One Way Anova karena data yang diperoleh berdistribusi normal. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan kandungan flavonoid daun Kelor dataran tinggi dan dataran rendah (p > 0,05), pada kandungan alkaloid terdapat perbedaan yang signifikan pada daun Kelor (p < 0,05) dengan kandungan alkaloid tertinggi pada daun Kelor dataran tinggi (0,942 g/100g ekstrak) dan terdapat perbedaan yang signifikan daya antioksidan pada daun Kelor dataran tinggi dan dataran rendah (p < 0,05) dengan nilai absorbansi IC50 paling rendah terdapat pada daun kelor dataran rendah (66,7 ppm) yang tergolong kategori aktivitas antioksidan kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan kadar alkaloid dan daya antioksidan pada daun kelor dataran tinggi dan dataran rendah. Sehingga perlu untuk mengkonsumsi daun Kelor di ketinggian yang berbeda untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar. Kata Kunci : Alkaloid, Daya antioksidan, Flavonoid, Kelor, Ketinggian berbed

    KONSTITUSI DASAR” PERHIMPUNAN REGIONAL ASEAN

    No full text
    ASEAN adalah perhimpunan Regional dari negara-negara merdeka di kawasan Asia Tenggara yang didirikan di Bangkok. 8 Agustus 1967 berdasarkan suatu deklarasi yang kemudian dikenal dengan Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok. Timbulnya ASEAN sebagai sebuah perhimpunan regional (regional cooperation) sesuai dan sejalan dengan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Charter) yang menyangkut tentang "regional arrangement", khususnya pasal 33, 52, 53 dan 54. Pasal-pasal tersebut kemudian dijadikan landasan hukum bagi berbagai organisasi internasional regional, termasuk di dalamnya organisasi regional ASEAN </jats:p

    ASEAN dan Penyelesaian Damai Sengketa Internasional

    No full text
    Organisasi Regional diakui oleh PBB sebagai faktor penting dalam memelihara dan menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Pada awalnya organisasi Regional berfungsi sebagaisalah satu sarana untuk menyelesaikan secara damai persengketaan internasional (as a means of pacific settlement of international disputes) di samping sarana-sarana lain yang dikenal dalamhukum internasional seperti tersebut dalam Pasal 33 Piagam PBB)</jats:p

    Realistic Texturing pada Objek 3-dimensi Menggunakan Model Tehnik Texture Mapping

    Full text link
    Abstrak Tekstur merupakan karakteristik penting dari penampilan objek dalam pemandangan alam, dan merupakan syarat kuat dalam persepsi visual. Pemahaman tekstur merupakan bagian penting dari memahami visi manusia. Pada  objek 3-dimensi pemberian tekstur merupakan hal yang harus dilakukan agar objek terlihat lebih realistis. Maps berwujud gambar tekstur 2D dituangkan ke permukaan geometri/objek untuk membuat penampilan objek tersebut tampak halus untuk detail permukaannya. Pada pengembangan grafik realisme tingkat tinggi diperlukan lebih banyak lapisan tekstur, agar hasil mapping mendekati kesempurnaan. Sebuah tekstur maps yang diterapkan (dipetakan) biasanya dipakai untuk permukaan bentuk objek polygon, proses ini mirip dengan menerapkan texture pada kertas berpola kotak putih yang polo. Pada penelitian ini proses pemberian teksture pada objek 3-dimensi meliputi lantai, furniture dan gedung. Tekture yang digunakan didapat dari mengambil dari photo objek tersebut dalam dunia nyata.Kata Kunci: texturing, texture mapping,3-dimens

    Mengawal penegakan hukum

    No full text
    166 hal.; ill.; 19 c

    PENERAPAN MACHINE LEARNING REKAM MEDIS POLI ANAK DENGAN MODEL K-MEANS DALAM MELIHAT PENDATA PASIEN

    Full text link
    The application of machine learning in information technology has a big impact and change, especially in the health sector. Pukesmas Muara Satu North Aceh District is an implementing unit or assistant in Health under the Ministry of Health. Pukesmas Muara Satu has several polys where each poly has its own patient data, the children's polyclinic is currently one of the polyclinics with the most absences so it requires efficient medical record data collection, currently patient data recording still uses a manual system and the application of machine learning systems can complete the distribution of patient patterns in areas in the city of Lhokseumawe. The results of this study can manage patient data for the Children's Polyclinic at the Muara Satu Health Center and can make it easier for staff to record medical records for the Children's Polyclinic at the Health Center. The results of the pattern distribution can be seen in the name of the village of Blang Panyang. The number of patients is 92, C1 is 40.46488 and C2 is 2.151047, the Padang Sakti area is the number of patients is 109, male patients are 64 for a C1 value of 2.50038 and C2 is 2.151047. The final result of the k-means calculation value is Meuria Paloh, 37.9645, Blang Pulo 37.9645, East Batuphat 37.9645

    APLIKASI SISTEM INFORMASI DALAM TATA KELOLA DATA PERBAIKAN HARDWARE

    Full text link
    Pengelolaan data merupakan aktifitas atau kegiatan rutin yang dilakukan sebuah perusahaan, perkantoran maupun sebuah organisasi. Pengelolaan data tersebut juga dilakukan oleh departemen IT Kantor Direksi PT First Resources dalam melakukan pengelolaan data perbaikan hardware. Sistem pengelolaan data perbaikan hardware yang ada saat ini masih menggunakan system manual dalam pengoprasiannya dan pengelolaan jadi tidak efisien. Untuk itu penulis melihat kekurangan yang ada saat ini pada departemen IT Kantor Direksi PT First Resources dan penulis merasa perlu merancang sebuah sistem informasi aplikasi data perbaikan hardware yang dirancang. Hasil yang akan didapatkan dalam pembuatan sistem ini adalah menciptakan sistem informasi yang mudah digunakan dan efektif dan bertujuan untuk dapat membantu pegawai pada Kantor Direksi PT First Resources Regional Riau dalam pengelolaan data perbaikan hardware

    Penerapan Model Cased Based Reasoning Dalam Mendeteksi Gejala Kerusakan Mesin Mobil

    Full text link
    Penerapan model cased based reasoning dalam mendeteksi gejala kerusakan mesin mobil dapat terjadi setiap waktu. hal ini diakibatkan karena keadaan mobil kurang terawat, tidak pernah service rutin dan berkala. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem dalam melihat kerusakan mobil dan gejala-gejala yang menyebabkan mobil tersebut rusak. sistem dapat menampilkan hasil diagnosa yang terdapat pada gejala-gejala yang di timbulkan. Tujuan penelitian ini adalah dapat mendeteksi kerusakan mobil dan memberikan memberikan alternatif solusi untuk pemilik mobil dalam melakukan pengecekan kerusakan mesin  beserta cara penangangannya. adapun gejalan yang digunakan dalam deteksi kerusakan mobil adalah sistem pengapian, sistem bahan bakar, sistem pendingin, sistem pelumasan, sistem pembuangan kemudian hasil nya terdeteksi tingkat kerusakan tertinggi menjadi solusi dalam penangannya. kerusakan terjadi pada sistem pengapian terdiri dari bahan bakar boros, mesin tersendat-sendat, idling rusak, akselerasi buru dan mesin susah hidup, berdasarkan diagnosa kerusakan terjadi kesalahan pada busi mobil dan solusi nya adalah Melakukan penggantian busi sesuai buku panduan perbaikan  dan penggunaan bahan bakar bebas timbal (pertamax). sistem pengapian nilai kasus nya 0,565217391, sistem bahan bakar nilai 1, sistem pendingin nilai nya 0,5, sistem pelumasan nilai nya 0,56, sistem pembuangan nilai nya 0,7 Nilai Kasus Tertinggi adalah 1 dengan solusi ganti busi. Hasil dari penelitian ini dapat menganalisis diagnosa kerusakan pada mesin mobil dan pemilik mobil dapat mengetahui solusi terhadap kerusakan, seperti kerusakan pada mesin mulai dari jenis kerusakan, gejala awal, ciri kerusakan, diagnosa serta solusi atau cara perbaikan</jats:p

    SISTEM PENCARIAN RUTE TERPENDEK PENDISTRIBUSIAN PRODUK MENGGUNAKAN ALGORITMA HILL CLIMBING SEARCH di CV DUTA EXPRESS

    Full text link
    Dalam pemilihan rute terpendek, metode pemilihan rute yang umum digunakanadalah jarak terpendek yaitu jarak minimum yang diperlukan oleh suatu alattransportasi untuk mencapai suatu tempat dari tempat tertentu dan kembali ketempat asal yang didasarkan pada jarak terpendek, biaya termurah dan waktutercepat. Penelitian ini pencarian rute terpendek menggunakan Algoritma HillClimbing, karena pada dasarnya Algoritma Hill Climbing mencari penyelesaiansecara menyeluruh bukan per point saja. Disini Algoritma Climbing akanmenyelesaikan permasalahan secara menyeluruh, dengan demikian diharapkandiperoleh hasil yang seoptimal mungkin. Dari permasalahan ini bagaimanamenentukan rute yang tepat sehingga pendistribusian tersebut dapat sampai ketempat tujuan dalam waktu yang singkat dan efisien dan bagaimanamengimplementasikan dan mencari solusi optimasi pendistribusian Produkberdasarkan Algoritma Hill Climbing Search. Sistem ini bertujuan Untukmemberikan informasi jalur terpendek pendistribusian produk di CV DutaExpress, dan dapat dipergunakan secara mudah oleh pihak-pihak yangberkepentingan dengan sistem ini.Kata kunci : Jalur, algoritma Hill Climbing, Rute Terpende
    corecore