1,721,079 research outputs found
Pemanfaatan Tepung Tempe Kedelai untuk Penghambatan Kanker Kelenjar Mammae Pada Mencit Strain C3H
Kanker payudara atau kanker kelenjar mammae merupakan tumor ganas pada jaringan payudara atau mammae, yang terjadi
akibat pertumbuhan sel kelenjar mammae yang tidak terkontrol karena terjadi perubahan abnormal pada gen yang berperan
dalam pembelahan sel. Di Indonesia, kanker payudara merupakan penyebab kematian terbesar kedua pada wanita setelah
kanker serviks. Tempe kedelai mengandung isoflavon yang bersifat sebagai antikanker dan nontoksik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis tepung tempe kedelai yang efektif untuk menghambat pertumbuhan kanker
kelenjar mammae mencit C3H. Pengamatan penghambatan kanker kelenjar mammae dilakukan dengan pemberian tepung
tempe kedelai dengan beberapa variasi konsentrasi yaitu 0,8 g, 1,6 g, 2,4 g, dan 3,2 g kemudian hewan uji diinokulasi sel
adenocarcinoma mammae. Pengukuran diameter tumor dilakukan untuk mengetahui adanya pertumbuhan sel kanker. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung tempe kedelai sampai dengan dosis perlakuan 3,2 g tidak berpengaruh
dalam menghambat pertumbuhan kanker kelenjar mammae pada mencit C3H. Namun pemberian tepung tempe kedelai
memiliki kecenderungan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker yang dibuktikan dengan ukuran diameter tumor yang
lebih kecil dibandingkan dengan kontrol
Efek Diuretik Ekstrak Etanol Kulit Buah Labu Siam (Sechium Edule (Jacq.) Swartz) Terhadap Histologi Ginjal Tikus Putih Jantan (Rattus SP.)
Diuretik merupakan senyawa atau zat yang berperan dalam meningkatkan laju ekskresi air dan ion-ion elektrolit. Senyawa diuretik banyak digunakan oleh masyarakat dalam bentuk diuretik sintetik. Diuretik sintetik yang dikonsumsi masyarakat dalam jangka panjang dan melebihi dosis dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan elektrolit. Efek negatif dari diuretik sintetik dapat diminimalisasi dengan menggunakan bahan diuretik yang bersifat alami. Bahan diuretik yang bersifat alami salah satu contohnya adalah kulit buah labu siam. Labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) merupakan tanaman subtropis yang termasuk ke dalam famili cucurbitaceae. Kulit buah labu siam diduga mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, dan tanin
Pengaruh Pemberian Tepung Tempe Kedelai Terhadap Proliferasi Sel Pada Tumor Kelenjar Mammae Mencit Strain C3H
Di Indonesia, kanker payudara merupakan salah satu kanker yang sering menyebabkan kematian pada wanita setelah kanker
serviks. Kanker payudara umumnya berasal dari sel-sel epitel yang mengalami mutasi genetik yang menyebabkan proliferasi
sel kanker tidak terkendali. Penghambatan kanker payudara dapat melalui konsumsi bahan alami yang mengandung
isoflavon, salah satunya konsumsi tempe kedelai. Senyawa isoflavon yang berpotensi sebagai antikanker adalah genistein.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung tempe kedelai terhadap proliferasi sel tumor kelenjar
mammae pada mencit strain C3H. Salah satu cara pengamatan proliferasi sel tumor dapat dilakukan dengan pengecatan
AgNOR dengan membagi mencit strain C3H menjadi 6 kelompok yaitu kelompok K-, K+, kelompok D1, D2, D3, dan D4.
Parameter pengamatan diutamakan pada mAgNOR dan pAgNOR. Semua hasil data dianalisis menggunakan uji One Way
ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
pemberian tepung tempe kedelai pada dosis 0,8 gram sudah dapat menghambat proliferasi sel tumor kelenjar mammae
mencit C3H, dengan penghambatan paling tinggi terjadi pada dosis 1,6 gram
Uji Diuretik Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica Papaya), Biji Salak (Salacca Zalacca) Dan Kulit Labu Siam (Sechium Edule) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus SP.)
Diuretik merupakan suatu senyawa yang dapat meningkatkan laju pengeluaran volume urin serta meningkatkan ekskresi garam mineral dalam urin. Diuretik secara umum bekerja dengan cara menurunkan reabsorpsi elektrolit di tubulus ginjal dengan cara meningkatkan ekskresi elektrolit yang disertai dengan peningkatan ekskresi air sehingga mencapai keseimbangan osmotik. Diuretik digunakan untuk mengatasi penyakit gagal jantung kongesti, sindrom nefritis, sirosis, gagal ginjal, hipertensi, toksemia kebuntingan, oedema, diabetes, batu ginjal dan hiperkalsemia. Tanaman yang berperan sebagai diuretik antara lain biji pepaya (Carica papaya), biji salak (Salacca zalacca) dan kulit labu siam (Sechium edule) karena mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan tanin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek diuretik ekstrak biji pepaya, biji salak dan kulit labu siam pada tikus putih jantan selama 12 jam
Pengaruh Pemberian Tepung Tempe Kedelai Terhadap Proliferasi Sel Pada Tumor Kelenjar Mammae Mencit Strain C3H
Di Indonesia, kanker payudara merupakan salah satu kanker yang sering menyebabkan kematian pada wanita setelah kanker
serviks. Kanker payudara umumnya berasal dari sel-sel epitel yang mengalami mutasi genetik yang menyebabkan proliferasi
sel kanker tidak terkendali. Penghambatan kanker payudara dapat melalui konsumsi bahan alami yang mengandung
isoflavon, salah satunya konsumsi tempe kedelai. Senyawa isoflavon yang berpotensi sebagai antikanker adalah genistein.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung tempe kedelai terhadap proliferasi sel tumor kelenjar
mammae pada mencit strain C3H. Salah satu cara pengamatan proliferasi sel tumor dapat dilakukan dengan pengecatan
AgNOR dengan membagi mencit strain C3H menjadi 6 kelompok yaitu kelompok K-, K+, kelompok D1, D2, D3, dan D4.
Parameter pengamatan diutamakan pada mAgNOR dan pAgNOR. Semua hasil data dianalisis menggunakan uji One Way
ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
pemberian tepung tempe kedelai pada dosis 0,8 gram sudah dapat menghambat proliferasi sel tumor kelenjar mammae
mencit C3H, dengan penghambatan paling tinggi terjadi pada dosis 1,6 gram
Pemanfaatan Tepung Tempe Kedelai untuk Penghambatan Kanker Kelenjar Mammae Pada Mencit Strain C3H
Kanker payudara atau kanker kelenjar mammae merupakan tumor ganas pada jaringan payudara atau mammae, yang terjadi
akibat pertumbuhan sel kelenjar mammae yang tidak terkontrol karena terjadi perubahan abnormal pada gen yang berperan
dalam pembelahan sel. Di Indonesia, kanker payudara merupakan penyebab kematian terbesar kedua pada wanita setelah
kanker serviks. Tempe kedelai mengandung isoflavon yang bersifat sebagai antikanker dan nontoksik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis tepung tempe kedelai yang efektif untuk menghambat pertumbuhan kanker
kelenjar mammae mencit C3H. Pengamatan penghambatan kanker kelenjar mammae dilakukan dengan pemberian tepung
tempe kedelai dengan beberapa variasi konsentrasi yaitu 0,8 g, 1,6 g, 2,4 g, dan 3,2 g kemudian hewan uji diinokulasi sel
adenocarcinoma mammae. Pengukuran diameter tumor dilakukan untuk mengetahui adanya pertumbuhan sel kanker. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung tempe kedelai sampai dengan dosis perlakuan 3,2 g tidak berpengaruh
dalam menghambat pertumbuhan kanker kelenjar mammae pada mencit C3H. Namun pemberian tepung tempe kedelai
memiliki kecenderungan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker yang dibuktikan dengan ukuran diameter tumor yang
lebih kecil dibandingkan dengan kontrol
Struktur Histologi Ginjal dan Kadar Kalsium Darah Mencit (Mus musculus) Strain Swiss Webster Ovariektomi pasca Pemberian Ekstrak Tepung Tempe Kedelai”
Ginjal disusun oleh unit fungsional (nefron) yang berperan dalam proses
osmoregulasi dan ekskresi. Beberapa proses yang terjadi dalam ginjal dipengaruhi
oleh estrogen. Rendahnya hormon estrogen dapat meningkatkan inflamasi glomerulus
ginjal karena berkurangnya inhibitor TGF-β1 serta menurunkan proses reabsorpsi
kalsium dan meningkatkan ekskresi kalsium melalui ginjal. Penelitian tentang
fitoestrogen telah banyak dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang disebabkan
oleh rendahnya kadar estrogen. Tempe berpotensi sebagai pengganti estrogen
endogen karena mengandung fitoestrogen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
pengaruh ekstrak tepung tempe kedelai terhadap struktur histologi ginjal dan kadar
kalsium darah mencit (Mus musculus) strain Swiss Webster yang diovariektom
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SMP NEGERI 2 YOGYAKARTA
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mengenal serta menghayati seluk beluk lembaga pendidikan dengan segenap permasalahannya. Baik yang berkaitan dengan proses pembelajaran maupun kegiatan administrasi pendidikan. Melalui PPL mahasiswa dapat menerapkan disiplin ilmu yang diperoleh di kampus untuk diterapkan ke dalam lingkungan pendidikan, baik formal maupun nonformal. PPL juga berfungsi sebagai salah satu cara melatih mental mahasiswa di depan dan di luar kelas. Selain itu, PPL dapat menambah pengalaman dan wawasan dalam proses KBM, agar nantinya mahasiswa mempunyai bekal untuk terjun ke dalam dunia pendidikan sebagai tenaga pendidik.
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) tujuannya adalah memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk lebih mendapat bekal mengajar secara operasional di sekolah, sehinggga tidak hanya teoritis saja. Kegiatan PPL yang dilaksanakan di sekolah mulai tanggal 1 Juli sampai 17 September 2013 di SMP Negeri 2 Yogyakarta akan lebih menguntungkan semua pihak, bagi sekolah, perguruan tinggi, dan mahasiswa. Program utama pelaksanaan PPL meliputi praktik mengajar terbimbing dan praktik mengajar mandiri, membuat RPP, memberikan tugas siswa, serta pelaksanaan Ulangan Harian.
Dalam kegiatan PPL di SMP Negeri 2 Yogyakarta, penyusun mendapat kesempatan praktik mengajar di jenjang kelas VII sebanyak 2 kelas yaitu kelas VII D, dan VII E. Masing-masing kelas berkesempatan mengajar sebanyak 7 dan 5 kali pertemuan, sehingga dalam dua kelas tersebut melaksanakan praktik mengajar sebanyak 12 kali. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PPL yaitu mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata berkaitan dengan perencanaan, penulisan perangkat pembelajaran, proses pembelajaran dan pengelolaan kelas. Mahasiswa telah dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu serta ketrampilan yang dimiliki sesuai dengan program studi masing-masing
- …
