1,725,350 research outputs found
ANALISIS TRIWULAN II - 2014
Perekonomian Indonesia pada triwulan II 2014 menunjukkan bahwa proses penyesuaian struktur perekonomian ke arah yang lebih seimbang masih terus berlangsung dengan ditopang oleh stabilitas makro ekonomi yang tetap terjaga. Kondisi ini tercermin dari permintaan domestik yang terkendali dan inflasi yang berada dalam tren menurun, meskipun defisit transaksi berjalan meningkat antara lain karena pola musiman triwulan II 2014. Walaupun mengalami peningkatan defisit dibanding triwulan sebelumnya akibat pola musiman, kinerja transaksi berjalan triwulan II 2014 lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, stabilitas sistem keuangan masih solid ditopang oleh ketahanan sistem perbankan dan relatif terjaganya kinerja pasar keuangan. Di sisi lain, sistem pembayaran juga berjalan lancar dalam menopang perekonomia
ANALISIS TRIWULAN III - 2013
Pertumbuhan ekonomi triwulan III 2013 melambat sesuai dengan prakiraan sebelumnya. Perekonomian Indonesia pada triwulan III 2013 tumbuh 5,6% (yoy), lebih lambat dibandingkan dengan triwulan II 2013 sebesar 5,8% (yoy). Perlambatan ekonomi terutama tercatat pada sisi investasi dengan menurunnya investasi bangunan dan rendahnya pertumbuhan investasi non bangunan. Kinerja ekspor secara riil mengalami perbaikan meskipun diikuti dengan impor total yang meningkat. Sementara itu, konsumsi baik konsumsi rumah tangga maupun konsumsi pemerintah menunjukkan peningkatan...
Sinyal Pertumbuhan Laba Bersih: Apakah Triwulan-Triwulan Sebelumnya Menentukan Kinerja Akhir Tahun?
Penelitian ini mengkaji mengenai pengaruh pertumbuhan laba bersih triwulan sebelumnya terhadap pertumbuhan laba bersih triwulan IV pada industri batu bara. Harga batu bara yang fluktuatif memengaruhi profitabilitas perusahaan dan menjadi perhatian bagi investor yang menggunakan laporan keuangan sebagai acuan untuk prediksi keuntungan masa depan. Data penelitian meliputi 35 perusahaan batu bara dari tahun 2019 hingga 2023. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pertumbuhan laba bersih triwulan II memiliki pengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan laba bersih triwulan IV, sedangkan triwulan I dan II tidak berpengaruh signifikan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kinerja laba bersih pada triwulan III merupakan indikator penting bagi kinerja akhir tahun di industri batu bara. Temuan ini memberikan kontribusi bagi investor dalam mempertimbangkan pembelian saham lebih awal berdasarkan kinerja triwulan II, sehingga dapat memanfaatkan informasi sebelum laporan keuangan triwulan IV dirilis. Penelitian ini diharapkan memperkaya kajian terkait penggunaan informasi masa lalu untuk memprediksi kinerja masa depan serta membuka peluang bagi penelitian lanjutan di sektor industri lain dengan karakteristik siklus bisnis yang berbeda
ANALISIS TRIWULAN II - 2013
Perekonomian nasional menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dari triwulan I 2013 sebagai dampak dari perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi di dalam negeri. Setelah mencatat pertumbuhan 6,0% (yoy) pada triwulan I 2013, ekonomi Indonesia tumbuh melambat menjadi 5,8% (yoy) pada triwulan II-2013. Ekspor, meskipun telah tumbuh positif, masih belum cukup kuat menopang pertumbuhan ekonomi akibat masih lemahnya permintaan ekonomi global. Ekspor yang belum kuat serta melemahnya daya beli akibat inflasi yang meningkat berpengaruh kepada perlambatan konsumsi rumah tangga dan juga investasi non-bangunan....
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR KOMODITI TEH DI PT.PERKEBUNAN NUSANTARA VIII PERIODE TRIWULAN 1 1998-TRIWULAN IV 2004
Salah satu komoditi yang menjadi unggulan di PTPN VIII adalah teh. Untuk beberapa tahun komoditi ini selalu menduduki posisi 10 besar dalam kontribusinya terhadap penghasilan devisa negara. Dalam perkembangannya, ekspor komoditi teh PTPN VIII selama periode triwulan I 1998 triwulan IV 2004. mengalami fluktuasi yang cenderung menumn. Hal ini disebabkan karena terjadinya kelebihan pasok pada pasar teh dunia, akibat produksi negara-negara produsen teh pada tahun 1998 meningkat sehingga tidak seluruhnya dapat diserap. Tahun 2000 masih diwarnai dengan terjadinya berbagai gejolak sosial, politik, dan keamanan yang mengganggu kegiatan usaha dan menghambat pernulihan ekonomi yang diharapkan. Kondisi yang kurang menguntungkan ini secara langsung berpengaruh terhadap penerimaan dari penjualan perusahaan. Pen_elitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ekspor komoditi teh PTPN VIII selama periode triwulan I 1998 triwulan IV 2004.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanatory. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan untuk pengujian hipotesis menggunakan model statistik regresi linear, serta menggunakan uji t dan uji F.
Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa secara simultan pada derajat kepercayaan 5 % ekspor komoditi teh PTPN VIII selama periode triwulan I 1998 — triwulan IV 2004 dipengaruhi oleh harga jual FOB, biaya produksi, dan nilai tukar. Sedangkan secara parsial yang signifikan mempengaruhi ekspor komoditi teh PTPN VIII selama periode triwulan I 1998 — triwulan IV 2004 hanya variabel biaya produksi dan nilai tukar. Sedangkan harga jual FOB tidak mempengaruhi ekspor komoditi teh PTPN VIII. Adapun yang menjadi rekomendasi dalam penelitian ini adalah pihak perusahaan harus bisa meningkatkan daya saing dengan meningkatkan mutu serta kualitas sehingga harga bisa bersaing dipasaran luar negeri
PERKEMBANGAN MONETER, PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN TRIWULAN III – 2003
Sampai dengan triwulan III-2003, kondisi perekonomian Indonesia masih mengindikasikan bahwa proses pemulihan ekonomi terus berlangsung dengan indikator makroekonomi yang semakin membaik. Pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2003 diperkirakan membaik hingga mencapai 4,14%(yoy). Meningkatnya kinerja ekspor dan investasi memberikan sumbangan yang positif terhadap pertumbuhan PDB triwulan III-2003. Secara sektoral, pertumbuhan positif terjadi di seluruh sektor ekonomi, dengan sumbangan terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, dan sektor pengangkutan
PERKEMBANGAN MONETER, PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN, TRIWULAN IV - 2014
Perekonomian Indonesia pada triwulan IV 2014 menunjukkan bahwa stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan yang terjaga. Kondisi ini tercermin pada defisit transaksi berjalan yang menurun dan inflasi yang terkendali. Sementara itu, ekonomi domestik tumbuh meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, meskipun secara keseluruhan 2014 melambat. Kinerja transaksi berjalan triwulan IV 2014 membaik terutama didukung oleh surplus neraca perdagangan nonmigas dan menurunnya defisit neraca perdagangan migas. Di sisi lain, stabilitas sistem keuangan tetap solid ditopang oleh ketahanan sistem perbankan dan relatif terjaganya kinerja pasar keuanga
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
ANALISIS TRIWULAN IV - 2013: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran
Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV 2013 lebih baik dari perkiraan Bank Indonesia disertai dengan struktur yang lebih berimbang. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan dari 5,63% pada triwulan III 2013, menjadi 5,72% pada triwulan IV 2013 ini (yoy). Hal ini ditopang oleh membaiknya ekspor riil sejalan dengan kenaikan permintaan mitra dagang negara-negara maju. Pada sisi lain, pertumbuhan permintaan domestik mengalami pertumbuhan yang moderat, ditandai oleh melambatnya konsumsi rumah tangga dan investasi, khususnya investasi non-bangunan. Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk keseluruhan tahun 2013 tercatat sebesar 5,78%
- …
