1,720,959 research outputs found
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
Candi Borobudur merupakan bangunan warisan budaya bangsa Indonesia yang memiliki fungsi dan nilai, masyarakat Indonesia sebagai pewaris budaya memiliki tanggung jawab dalam pelestarian Candi Borobudur. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan fungsi dan nilai Candi Borobudur di era globalisasi. Metode penelitian yang digunakan diskriptif holistik. Hasil penelitian menyatakan keberadaan Candi Borobudur di era globalisasi sebagai ikon agama dan negara, Candi Borobudur menjadi spirit umat Buddha dan menjadi landasan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi masyarakat Indonesia. Candi Borobudur sebagai identitas budaya bangsa memiliki tiga fungsi, pertama, Candi Borobudur sebagai wahana spiritual, umat Buddha melihat Candi Borobudur sebagai tempat suci yang sakral dan bernilai religius, kedua, Candi Borobudur digunakan sebagai media edukasi, struktur dan sistem tanda pada ornamen Candi Borobudur tersirat nilai-nilai kehidupan moralitas yang digunakan sebagai media pembelajaran, dan ketiga, Candi Borobudur sebagai tempat wisata religi, nilai estetika dan seni Candi Borobudur memiliki nilai jual sebagai komoditas. Candi Borobudur sebagai simbol budaya bangsa mengandung nilai-nilai luhur yang dijadikan pedoman moralitas di era globalisasi. Nilai-nilai Candi Borobudur di era globalisasi meliputi nilai spiritual, nilai intelektual, dan nilai komersial
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
BENTUK KEMITRAAN LEMBAGA SOSIAL KEAGAMAAN DI SURAKARTA
Kemitraan antar pemeluk agama merupakan salah satu modal pembangunan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk kemitraan pada majelis agama di Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tempat penelitian di Surakarta dengan alasan terdapat keunikan pada model kemitraan majelis agama Buddha melalui Forum Vihara Surakarta (Forviska). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa bentuk kemitraan majelis agama Buddha di Surakarta antara lain Sharing Dhamma, Wedangan Dhamma, Komunitas media sosial, seminar, dan peringatan hari raya keagamaan Buddha yang dilakukan secara bersama-sama dalam satu komunitas tanpa membedakan majelis dan sekte.
 
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KETUHANAN YANG MAHA ESA DALAM ASPEK SPIRITUAL DAN SOSIAL (KAJIAN FEMINISME PADA WANITA BUDDHIS KABUPATEN JEPARA)
Wanita Buddhis Jepara berinteraksi dengan lingkungan berpedoman pada nilai-nilai agama dan norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mendiskripsikan bentuk perilaku spiritual dan sosial wanita Buddhis Kabupaten Jepara, dan 2) Untuk mendiskripsikan implementasi perilaku spiritual dan sosial wanita Buddhis Jepara dengan nilai-nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan trianggulasi. Hasil penelitian adalah (1) Bentuk perilaku spiritual dan sosial diantaranya uppidana, pujabakti, meditasi, retret, pabbaja anak-anak, attasila, dhammayatra, pattidana, pradaksina, anjangsana, saling mendukung kegiatan keagamaan, dan saling menghormati hari raya. (2) Implementasi perilaku spiritual wanita Buddhis Jepara telah membentuk pola perilaku dalam bentuk saddha, yakni berlindung pada Buddha Dharma Sangha yang tercermin dalam pikiran, sikap, dan perbuatan dengan memancarkan cinta kasih kepada semua makhluk, implementasi sosial membentuk pola perilaku saling hormat menghormati sesama pemeluk agama tanpa didasari rasa permusuhan satu dengan lainnya, sehingga terbentuk kebahagiaan hidup bertoleransi dan kedamaian di lingkungan wanita Buddhis tinggal.Wanita Buddhis Jepara berinteraksi dengan lingkungan berpedoman pada nilai-nilai agama dan norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mendiskripsikan bentuk perilaku spiritual dan sosial wanita Buddhis Kabupaten Jepara, dan 2) Untuk mendiskripsikan implementasi perilaku spiritual dan sosial wanita Buddhis Jepara dengan nilai-nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan trianggulasi. Hasil penelitian adalah (1) Bentuk perilaku spiritual dan sosial diantaranya uppidana, pujabakti, meditasi, retret, pabbaja anak-anak, attasila, dhammayatra, pattidana, pradaksina, anjangsana, saling mendukung kegiatan keagamaan, dan saling menghormati hari raya. (2) Implementasi perilaku spiritual wanita Buddhis Jepara telah membentuk pola perilaku dalam bentuk saddha, yakni berlindung pada Buddha Dharma Sangha yang tercermin dalam pikiran, sikap, dan perbuatan dengan memancarkan cinta kasih kepada semua makhluk, implementasi sosial membentuk pola perilaku saling hormat menghormati sesama pemeluk agama tanpa didasari rasa permusuhan satu dengan lainnya, sehingga terbentuk kebahagiaan hidup bertoleransi dan kedamaian di lingkungan wanita Buddhis tinggal.
 
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
CANDI BOROBUDUR SEBAGAI FENOMENA SAKRAL PROFAN Agama dan Pariwisata Perspektif Strukturalisme Levi Strauss
Dualisme fungsi Candi Borobudur sebagai salah satu dampak modernitas. Candi Borobudur sebagai tempat praktik keagamaan sekaligus pariwisata. Hal ini menjadi fenomena sosial budaya dalam konteks sakral profan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui fenomena Candi Borobudur dalam praktik keagamaan dan pariwisata perspektif strukturalisme Levi Strauss. Metode penelitian menggunakan analisis struktural. Analisis struktural Levi Strauss tidak hanya mengungkap makna yang terkandung dalam simbol, namun juga mengungkapkan logika dibalik makna. Hasil penelitian menyatakan bahwa: lembaga keagamaan dan pariwisata dalam melihat Candi Borobudur dalam perspektif yang berbeda, baik dari segi aktor, langue, parole, mytheme, oposisi biner, order, paradigmati, sintagmatik, dan tranformasi. Dualisme fungsi Candi Borobudur yaitu candi memiliki sistem tanda masing-masing, yakni dalam ruang lingkup spiritual maupaun keduniawian. Candi Borobudur bagi umat Buddha sebagai tempat melaksanakan praktik keagamaan, seperti ritual keagamaan dan dhammayatra. Bagi wisatawan Candi Borobudur sebagai ruang rekreasi yang mengutamakan pemuasan napsu selera, dan bagi industri pariwisata Candi Borobudur sebagai ruang ekonomi
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
