186,246 research outputs found
Penerapan Model Pembelajaran Treffinger dan Ketrampilan Berpikir Divergen Mahasiswa
Model pembelajaran Treffinger merupakan salah satu dari sekian banyak model pembelajaran yang secara khusus mengembangkan kemampuan berpikir divergen. Dalam penelitian ini, model pembelajaran Treffinger digunakan dalam pembelajaran melalui teknik-teknik kreatif. Mulai dari teknik yang sederhana pada tingkat pertama hingga yang majemuk melalui pemecahan masalah kreatif pada tingkat ketiga. Kreativitas bagi mahasiswa merupakan salah satu sarana untuk aktualisasi diri. Berpikir divergen bersifat luas yang mencirikan kelancaran, keluwesan, dan kebaruan.
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir divergen mahasiswa. Penelitian dilakukan di Program Studi S1 Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Tahun 2016/2017 pada matakuliah Geografi Sosial. Yang menjadi subjek penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2016 kelas G sebagai kelas eksperimen dan kelas H sebagai kelas kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian posttest Control Group Design. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah berpikir divergen dan variabel bebasnya model pembelajaran Treffinger. Instrumen pengukuran kemampuan berpikir divergen menggunakan tes essay. Hasil pengukuran dianalisis menggunakan t-test dengan bantuan program SPSS 21.0 for Windows. Berdasarkan hasil analisis, rata-rata kemampuan berpikir divergen mahasiswa kelas eksperimen lebih tinggi dengan skor 80,72 dibandingkan dengan kelas kontrol dengan skor 75,73. Hasil analisis uji-t menggunakan independen sample t-test diperoleh data p-level lebih kecil dari 0,05 (p<0,05) yaitu 0,002. Hasil perhitungan ini membuktikan bahwa model pembelajaran Treffinger berpengaruh terhadap kemampuan berpikir divergen mahasiswa. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Treffinger berpengaruh terhadap kemampuan berpikir divergen mahasiswa Geografi FIS Universitas Negeri Malang.
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um17v23i12018p03
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA
ABSTRAK
FEBRIANTI A P N, (2020) : PengaruhPenerapan Model Pembelajaran
TREFFINGER Terhadap Hasil Belajar Siswa
pada Materi Kesetimbangan Kimia.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar siswa
pada materi kesetimbangan kimia. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi
eksperimen dengan desain pretest dan posttest. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran TREFFINGER terhadap
hasil belajar pada materi kesetimbangan kimia kelas XI IPA MA AL IHSAN
BOARDING SCHOOL PEKANBARU. Sampel terdiri dari dua kelas yang
diambil dengan teknik simple random sampling yaitu kelas XI AK FARABI
sebagai kelas kontrol dan kelas XI AL KINDI sebagai kelas eksperimen. Teknik
pengumpulan data menggunakan metode tes dalam bentuk uji homogenitas
sebagai data awal, pretest dan posttest sebagai data akhir, dan dokumentasi.
Selanjutnya data hasil belajar dianalisis dengan menggunakan teknik uji t dengan
taraf 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh penerapan
model pembelajaran TREFFINGER terhadap hasil belajar di kelas XI AL KINDI
MA AL IHSAN BOARDING SCHOOL PEKANBARU pada materi
kesetimbangan kimia. Nilai thitung 2,08 dan nilai ttabel pada taraf signifikan 0,05 =
1,99 dan menunjukkan thitung>ttabel, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, dengan
koefisien pengaruh sebesar 7%.
Kata kunci: Model Pembelajaran TREFFINGER, H
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Treffinger berbantuan lembar kerja siswa (LKS) dapat meningkatakan hasil belajar siswa SMA pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Model pembelajaran Treffinger berbantuan LKS membantu siswa lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan desain posttest only control design. Hasil posttest kelas eksperimen memperoleh rata-rata 80,72 sedangkan pada kelas kontrol memperoleh rata-rata 71,17. Dari data tersebut diperoleh persentase ketuntasan klasikal pada kelas eksperimen sebesar 87,5 % dan pada kelas kontrol sebesar 40,63 %. Kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan klasikal tetapi pada kelas kontrol belum mencapai ketuntasan klasikal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran Treffinger berbantuan lembar kerja siswa dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMA pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Model pembelajaran Treffinger berbantuan LKS tidak hanya meningkatkan hasil belajar aspek kognitif saja, tetapi aspek afektif dan psikomotorik juga meningkat.This study aims to determine the effectiveness of the learning model Treffinger aided student worksheet to high school students to get greater learning outcomes on material solubility and solubility product. Treffinger assisted student worksheet help students to be more active and creative in learning. This research is an experimental research and the sampling technique used was purposive sampling. This study used a posttest only design control design. Posttest results of the experimental group gained an average of 80.72, while the control group gained an average of 71.17. These data showed the gain percentage of classical completeness in the experimental group is 87.5% and in the control group is 40.63%. Experimental group has reached classical completeness, but not yet the control group. The conclusion of this study is Treffinger model aided student worksheet can increase student learning outcomes on the material solubility and solubility product. The learning model Treffinger aided student worksheet not only improve learning outcomes on cognitive aspects, but also in affective and psychomotor aspects.</p
Pengaruh Model Treffinger terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Treffinger merupakan pembelajaran konstruktivistik yang dapat melatih kemampuan berpikir kreatif. Model Treffinger dalam penelitian ini digunakan untuk melatih mahasiswa berpikir kreatif melalui tahapan-tahapan kreatif. Mulai dari tahapan yang sederhana pada tingkat pertama hingga yang majemuk melalui pemecahan masalah kreatif (PMK) pada tingkat ketiga. Kemampuan kreatif bagi mahasiswa sebagai salah satu sarana untuk aktualisasi diri. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Penelitian dilakukan di Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Bahasa dan Sains Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tahun ajaran 2018/2019. Subjek penelitian merupakan ma-hasiswa angkatan 2018 kelas A sebagai kelas eksperimen Subjek penelitian ditentukan berdasarkan kemiripan nilai rata-rata ujian tengah semester. Penelitian dilakukan pada mata kuliah pendidikan IPS di SD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian One Design. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu berpikir kreatif dan variabel bebasnya adalah model pembelajaran Treffinger. Instrumen penelitian ini menggunakan tes essay. Hasil pengukuran berupa data yang selanjutnya dianalisis menggunakan t-test dengan bantuan program SPSS 22.0 for Windows. Berdasarkan selisih nilai pre test dan post test, gain score 29.26. Hasil perhitungan analisis uji t menggunakan independen sample t test diperoleh data p-level lebih kecil dari 0,05 (p<0,05) yaitu 0,00. Hasil perhitungan ini membuktikan bahwa model pembelajaran Treffinger berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Treffinger berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Improving ability mathematic literacy, self-efficacy and reducing mathematical anxiety with learning Treffinger model at senior high school students
This study is a Quasi Experimental study with the design of The Pretest-Post-Test Non-Equivalent Group Design. Population in this research is all student of class X SHS in South Jakarta. Sampling is done by purposive sampling, to obtain an experimental class and control class. In the experimental class, students learn with Treffinger learning model and control, class learning with conventional learning. This study is also to examine the differences of self-efficacy improvement and students literacy skills, and decreased students' mathematical anxiety. Also, this study also examines the relevance of early mathematical abilities (high, medium, low) with improving students' math literacy skills. The instrument used in this research is literacy skill test, self-efficacy scale, mathematical anxiety scale, observation sheet, and student interview. Data were analyzed by t-test, one-way ANOVA, and two lines. From the results of the data, it is found that: (1) The improvement of literacy ability of students who are learned with Treffinger model learning is not significantly higher than students who learn with conventional. (2) The self-efficacy of students who learning with the Treffinger model learning is better than the student that is learning by conventional. (3) The mathematical anxiety of students learning with Treffinger model learning reduces better than students learning with conventional. (4) There is a difference in the improvement of students' mathematical literacy skills learning by learning the Treffinger model and students learning with conventional learning based on early mathematical abilities. (5) Student response to Treffinger model learning is better than students learning with conventional learning. Therefore, learning model Treffinger can be an alternative model of learning to improve students' mathematical literacy skills, and self-efficacy students, and able to reduce mathematical anxiety
HUBUNGAN PEMAHAMAN KONSEP DENGAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER PADA MATA KULIAH FISIKA DASAR
Salah satu model alternatif untuk memfasilitasi mahasiswa mencapai pemahaman dan keterampilan berpikir kritis yakni menerapkan model pembelajaran Treffinger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemahaman konsep dengan keterampilan berpikir kritis mahasiswa melalui model pembelajaran Treffinger. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Pendidikan IPA FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mulai bulan September-November 2012.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one shot case study. Penelitian dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan analisis data. Hasil penelitian keterlaksanaan model pembelajaran Treffinger materi pokok fluida statis dilihat berdasarkan aktivitas dosen selama proses pembelajaran. Aktivitas dosen dan keterlaksanaan pembelajaran pada setiap pertemuannya kategori sangat baik. Aktivitas mahasiswa termasuk dalam kategori sangat baik. Pemahaman konsep mahasiswa melalui model pembelajaran Treffinger pada sub materi pokok fluida statis dilihat dari nilai rata-rata tes hasil belajar yaitu sebesar 6,35 berada pada kategori cukup. Keterampilan berpikir kritis mahasiswa melalui model pembelajaran Treffinger pada sub materi pokok fluida statis dilihat dari nilai rata-rata tes keterampilan berpikir kritis yaitu sebesar 6,57 berada pada kategori cukup. Terdapat hubungan pemahaman konsep dengan keterampilan berpikir kritis mahasiswa melalui model pembelajaran Treffinger pada sub materi pokok fluida statis berdasarkan hasil perhitungan koefisien korelasi menunjukan hubungan signifikan dengan kategori korelasi sedang.</p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MAHASISWA UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG
Model pembelajaran Treffinger digunakan untuk membelajarkan mahasiswa
berpikir kritis dan kreatif melalui teknik divergen, analogi, hingga melalui pemecahan
masalah kreatif.Keunggulan utama model ini terletak pada bagaimana model ini
memadukan antara proses berpikir konvergen (kritis) dan divergen (kreatif). Adanya
perpaduan kedua tipe berpikir tersebut membuat model ini efektif dalam membuat
kemampuan berpikir kritis dan kreatif berkembang. Tujuan penelitian ini yaitu menguji
pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif
mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semudengan desain Non
Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan kemiripan
nilai rata-rata ujian tengah semester mahasiswa dan instrumen pengukurannya
menggunakan tes essay. Hasil pengukuran berpikir kritis dan kreatif berupa data yang
selanjutnya dianalisis menggunakan t-test dengan bantuan program SPSS 16.0 for
Windows.Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh rata-rata gain score kemampuan
berpikir kritis pada kelas eksperimen yaitu sebesar 30,9 sedangkan pada kelas kontrol
sebesar 15,2. Rata-rata gain score kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen sebesar
30,3 sedangkan kelas kontrol sebesar 17,2. Selanjutnya hasil analisis uji t independen
sample t test menunjukkan bahwa pada model pembelajaran Treffinger diperoleh p-level
0,00 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti Ho ditolak dan H1 diterima sehingga ada
pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis dan
kreatif
Creativity and the computer nerd: an exploration of attitudes
This study arises from our concern that many of our best art and design students are failing to make the most of the opportunities provided by IT because of their fear or dislike of computers. This not only deprives them of useful skills, but, even more importantly, deprives many IT based developments of their input. In this paper we investigate the relationship between attitudes to creativity and to computers among students. We quickly discard an approach based on theories of personality types as philosophically and educationally problematic. An approach based on the self-concept of artists and designers, in relation to their own creativity and to their feelings about computers, offers more hope of progress. This means that we do not try to define the attributes of "creative people". Rather, we ask what creativity means to students of art and design and relate these responses to their attitudes to computers. Self-concept depends on how the subjects see themselves within society and culture, and is liable to change as culture changes. One major instrument of cultural change at the present time is the growth of IT itself. We then describe a first attempt at using a psychological method - Kelly's Repertory Grids - to investigate the self-concept of artists and designers. It is hoped to continue with this approach in further studies over the next few years
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Berbantuan Media Gambar terhadap Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Peredaran Darah
Penelitian ini bertolak dari pembelajaran konvesional berpusat pada guru yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran treffinger berbantuan media gambar terhadap hasil belajar, mendeskripsikan kreativitas siswa, serta keterterapannya. Penelitian kuantitatif ini dengan jenis quasi eksperimen, dan dilakukan di suatu SMP Negeri Palangka Raya pada materi sistem peredaran darah. Purposive sampling merupakan teknik pengembilan sampel sehingga sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh pembelajaran treffinger berbantuan media gambar terhadap hasil belajar siswa. Hal ini disimpulkan dari hasil analisis data menggunakan independent samples t-test bahwa p-value=0,000<0,05=α. Hasil analisis data kreativitas siswa kelompok pembelajaran treffinger berbantuan media gambar bahwa keseluruhan nilainya sebesar 78% sehingga persentase tersebut termasuk dalam kriteria sedang. Keterterapan model pembelajaran treffinger berbantuan media gambar termasuk dalam kriteria sangat baik dengan nilai pertemuan pertama 84,25% dan pertemuan kedua 97,5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran treffinger berbantuan media gambar terhadap hasil belajar dan kreativitas siswa
- …
