5 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUP DR. M DJAMIL PADANG TAHUN 2012

    Get PDF
    Abstract From Residensi result it was obtained that there was a low working satisfaction of staff nurse of RSUP.Dr.M.Djamil Padang conected to leadership (65,05%), insentive (52,5%), , promotion (47,56%)and supervision, where all of those affect staff nurse in giving their service . The goal of this study is find some factors connected with staff nurses working satisfaction in Dr. M. Djamil hospital, Padang. Design study was cross sectional study. The population was all staff nurses in inpatient ward of Dr. M. Djamil with 78 person sampling taken by simple random. The research was conducted in the wards comprising Instalation Surgery, Non-Surgical, Pediatric and Ambun Pagi Instalation.Research conducted March go to Agustus 2012. Data collection by questionaire, analyzing the data with the frequency distribution, chi-square test and logistic regression tests. Result of study show 61,5% leadership is good, 52,6% insentive is good, 52,6% working environment is not good, 53,8% promotion is good, 73,1% supervision is good and 50% satisfied with the working. Bivariat result found a significant association between job satisfaction and promotion there was no correlation between leadership, incentive, working invironment condition and supervisionof nurse practitioner job satisfaction. Multivariate result obtained relate to the promotion of nurse practitioner job satisfaction. It was sugested to hospital management to increase promotion activity mainly considering advanced education and nursing training. Keywords : leadership, insentive, promotion, supervision, working satisfactio

    HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN PRE-EKLAMPSIA

    Get PDF
    Angka kejadian pre-eklampsia pada tahun 2013 di RSUP Dr. M. Djamil Padang mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebanyak 211 orang, sedangkan pada tahun 2015 kejadian pre-eklampsia mengalami penurunan hingga 50% dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 112 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur dan paritas ibu bersalin  dengan kejadian pre-eklampsia diruang kebidanan Rsup. Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini survei analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan juli 2016. Populasi ini sebanyak 33 orang, sampel diambil secara total sampling dengan batasan waktu sepuluh hari. Dengan cara pengambilan data dengan melihat  rekam medik menggunakan data secara univariat dengan distribusi frekuensi dan secara bivariat dengan  uji chi-square.Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari separuh 20 0rang (60,6%) ibu hamil mengalami pre-eklampsia ringan dibandingkan dengan pre-eklampsia berat kurang dari separuh 13 orang (39,4%). Dan lebih dari separuh 16 orang (48,5%) ibu hamil dengan umur tidak beresiko dibandingkan dengan umur ibu hamil beresiko kurang dari separuh 4 orang (12,1%). Dan lebih dari separuh 17 orang (51,5%) ibu hamil dengan paritas tidak beresiko dibandingkan dengan umur ibu hamil dengan paritas beresiko 3 orang (9,1%). Terdapat hubungan yang bermakna antara umur dan paritas dengan kejadian pre-eklampsia (p = value < 0,05)Kesimpulan penelitian ini yaitu umur dan paritas berpengaruh terhadap kejadian pre-eklampsia. Untuk itu disarankan kepada pasangan usia subur untuk dapat memeperhatikan umur dan jumlah paritas untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pre-eklampsia

    KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN KEPERAWATAN: PENDEKATAN BERDASARKAN EVIDENCE BASED UNTUK PERAWAT KLINIS

    No full text
    Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan adalah dua konsep yang saling berkaitan dalam pengelolaan pelayanan kesehatan di bidang keperawatan dan memegang peranan penting dalam tatanan layanan kesehatan. Perawat sebagai tenaga kesehatan terbesar dalam sebuah layanan klinis seperti Rumah Sakit dan Puskesmas memiliki andil besar dalam Citra Layanan. Populasi yang besar ini harus terkelola dengan baik agar dapat memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Manajer keperawatan bertanggung jawab untuk mengelola kegiatan di bidang keperawatan dan mengawasi anggota perawat yang ada di bawahnya agar dapat bekerja sesuai dengan tugas dan kewenangan sehingga dapat mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan keperawatan melibatkan kemampuan seorang manajer keperawatan untuk memengaruhi, mengarahkan, dan menginspirasi individu atau tim. Pemimpin keperawatan tidak hanya bertanggung jawab atas hasil kerja tim tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang mendukung perkembangan profesional, kolaborasi, dan kualitas layanan yang tinggi. Peningkatkan perawatan pasien dapat dimulai dengan memberdayakan perawat yang merawat pasien tersebut dengan menciptakan budaya kerja yang memanfaatkan evidence based terkini dalam pengambilan keputusan dan pengembangan organisasi untuk mencapai tujuan bersama

    HUBUNGAN PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN

    Get PDF
    Therapeutic communication includes interpersonal communication with the starting point of mutual understanding between nurses and patients. The average data obtained from several hospitals in Indonesia shows 67% of patients who complain of dissatisfaction in the acceptance of health services, Based on the initial survey that researchers have done on October 20, 2016 at RSUD dr. Rasidin padang by interview 10 patients 4 people said friendly nurse, 6 people said normal because nurses do not explain to the patient what the purpose of the actions performed, nurses do not smile, do not introduce themselves and nurses do not Reminded to seek treatment again.The research design used is descriptive analytic. The study was conducted in October 2016 until August 2017 in the internal ward of RSUD dr. Rasidin Padang in 228 populations with 76 samples. Samples are taken by accidental sampling. The data were processed univariate using frequency distribution and bivariate by using chi square.  The results showed that more than half of 64% of patients were dissatisfied with the implementation of therapeutic communication nurses. More than half of 74% of nurses lacked therapeutic communication to patients. So there is a significant relationship between patient satisfaction with the implementation of therapeutic communication nurse in inpatient ward of RSUD dr. Rasidi Padang in 2017 (p = 0.003).The conclusion of the study that there was a significant relationship between the implementation of therapeutic communication with patient satisfaction in the internal ward of RSUD dr. Rasidi Padang in 2017. Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antar perawat dengan pasien. Rata-rata hasil data yang didapatkan dari beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukan 67% pasien mengeluh adanya ketidakpuasan dalam penerimaan pelayanan kesehatan, terutama dalam hal komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penerapan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap interne RSUD dr. Rasidin Padang 2017.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Penelitian telah dilakukan pada bulan Oktober 2016 sampai dengan Agustus 2017 di ruang rawat inap interne RSUD dr. Rasidin Padang dengan 228 populasi dan 70 orang sampel. Sampel diambil secara accidental sampling. Data diolah secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan secara bivariat dengan menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separoh yaitu 64% pasien tidak puas dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat. Lebih dari separoh yaitu 74% perawat kurang melakukan komunikasi terapeutik terhadap pasien. Jadi terdapat hubungan yang bermakna antara kepuasan pasien dengan pelaksanan komunikasi terapeutik perawat di ruang rawat inap interne RSUD dr. Rasidi Padang tahun 2017 (p= 0,003 (< 0,05). Simpulan penelitian bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara penerapan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap interne RSUD dr. Rasidi Padang tahun 2017.
    corecore