1,720,999 research outputs found

    Homeschooling: Menyiapkan Pendidikan Anak dalam Menghadapi Tantangan MEA

    Full text link
    Sekolah rumah merupakan alternative pendidikan Indonesia yang dapat membelajarkan anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya. Tentu dengan kebebasan pembelajaran tersebut dapat menodorng kualitas pendidikan Indonesai pada umumyaa. Oleh karena itu masuknya Foreign Direct Investment (FDI) melalui integarasi MEA dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi di satu sisi dan menimbulkan defesit di sisi lain. Tentu melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia (human capital) dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia harus menjadi peluang bagi masyarakat kita. Pada Homeschooling anak adalah subjek belajar, dapat menyusun dan menciptakan atau menyesuaian sendiri kurikumlum yang sesuai dengan zaman. Anak diberi ruang untuk menentukan materi yang akan dipelajari bakhan sampai kepada gaya belajar. Objek yang dipelajari sangat luas dan nyata, homeschooling dapat memberbaskan keinganan belajar apa dan dimana. Selain itu Homeschooling memberikan kemudahan belajar. Pembelajaran anak tidak monoton dan variatif, sehingga anak lebih kreatif dan inovatif. Anak yang didik di rumah akan berkembang dan tumbuh dengan wajar dan bahagia. Mereka tidak memiliki persoalan perkelahian remaja, narkoda, dan berbagai bentuk penyimpangan social lainnya. Dengan demikian anak yang berhasil dalam mencapai kualitas pendidikan akan mampu bersaing dengan bangsa lain, bahkan bangsa Negara majupun akan siap dihadapinya. Pasar kerja yang bebas bagi masyarakat Asean bukan menjadi momok bagi anak Home schooling, namun menjadi peluang dalam menguji kompetensi yang dimiliki. Tahap-tahap kesiapan yang perlu dilakukan dalam mengahdapi MEA, adalah; (1) Menyiapkan kurikulum yang fleksibel; (2) memberikan metode belajar yang variatif; (3) membawa pembelajaran anak yang tida terbatas pada ruang tertentu; (4) menyiapkan penilaian yang autentik. Kata Kunci: homeschooling, anak belajar, bakat dan minat, ME

    Terapkan kedisiplinan dalam bekerja

    Full text link
    Terapkan kedisiplinan dalam bekerj

    Kelompok Strategis Dalam Masyarakat

    No full text

    Pelaksanaan Pembelajaran Homeschooling Di Kota Makassar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untukmengetahui (1) latar belakang keluarga memilih homeschooling; (2), bentuk pelaksanaanhomeschooling dan (3) tantangan dan kendala yang dihadapi keluarga dalam melaksanakan homeschoolimg.Penelitian dilakukan secara kualitatif melaluitehnik snowball. Data dikumpulkan melalui observasi pada 8 keluarga, namun hanya 5 yang menjadi fokus dan dilanjutkan dengan wawancaran dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang keluarga memilih homeschoolingadalah dorongan internal dan eksternal dalam keluarga. Secara internal keluarga ingin memperkuat moral dan karakter anak sedangkan eksternal kondisi sekolah formal yang kurang membelajarkan anak. Sistem pelaksanaanhomeschooling, didasarkan pada pilihan kurikulum, metode dan evaluasi yang di lakukan keluarga. Dalam memilih kurikulum, ada yang terstruktur dan mengikuti kurikulum nasional dan ada pula yang tidak terstruktur dan mereka sekadar belajar saja. Metode yang dipraktikkan adalah school at home, unit studi, Charlotte Masson, Montessori dan unschooling. Sistem evaluasi yang dilakukan keluarga homeschoolingjuga terbagi dua, yaitu yang tidak ketat dan kualitatif, dan yang terstruktur melalui sejumlah cara termasuk memberi ulangan. Tantangan yang dihadapi keluarga homeschooling terbagi menjadi dua, yaitu tantangan internal yang berasaldari orangtua dan anak itu sendiri dan tantangan eksternal dari masyarakat atau keluarga lainnya. Secara internal, tantangan homeschoolingadalah menjalankan secara konsisten prinsip homeschooling. Sedangkan secara eksternal, tantangan homeschooling bersumber pada pandangan skeptis masyarakat atau keluarga lainnya bahwa pendidikan hanya melalui sekolah dan anak yang tinggal di rumah tidak memiliki masa depan yang baik. Kata Kunci : Homeschooling, Kurikulum, Metode, Evaluasi, dan Tantanga

    Solidaritas Sosial Masyarakat Di Perkotaan Dan Pengaruh industrialisasi

    Full text link
    Ikatan yang mempersatukan inidividu pada solidaritas mekanik adalah adanya kesadaran kolektif. Kepribadian inidividu diserap sebagai kepribadian kolektif sehingga individu saling menyerupai satu sama lain. Pada Solidaritas organik, ditandai oleh heterogenitas dan individualitas yang semakin tinggi, bahwa individu berbeda satu sama lain. Masing-masing pribadi mempunyai ruang gerak tersendiri untuk dirinya, dimana solidaritas organik mengakui adanya kepribadian yang berbeda dari masing-masing orang. Karena sudah terspesialisasi dan bersifat individualistis, amak kesadaran kolektif semakin kurang. Integrasi sosial akan terancam jika kepentingan-kepentingan individu atau kelompok merugikan masyarakat secara keseluruhan dan kemungkinan konflik dapat terjadi. Kata kunci : Solidaritas Mekanik, Solidaritas Organi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    OPTIMALISASI PEMENUHAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN MAMASA SULAWESI BARAT

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Untuk memperoleh gambaran pemenuhan Standar Pelayanan minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten Mamasa, dan 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong dan menghambat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal pendidikan Dasar di Kabupaten Mamasa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripsi tentang penyelenggaran pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) pada pendidikan dasar di Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling dengan kriteria kepala sekolah, guru, staf diknas, dan tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data melalui; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan reduksi data, model data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Gambaran pemenuhan standar pelayanan minimal pendidikan dasar (SPM-Dikdas) di Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat dengan 27 indikator pencapaian (IP) hanya IP-1, IP-5, IP-13 yang tingkat pencapaiannya hingga 100%, sedangkan yang lainnya masih terdapat gap atau kekurangan-kekurangan. Kata kunci: Optimalisasi SPM-Dikdas, faktor penghambat, dan faktor pendoron
    corecore