287 research outputs found

    Does decentralization foster a good trade and investment climate? early lessons from Indonesian decentralization

    No full text
    By Rina Oktaviani and Tony Irawan This policy brief reviews the role of decentralization as a possible approach to foster a good trade and investment environment. The policy brief focuses on Indonesia's decentralization experience and draws implications from it

    ebook - Hidrogeologi Pertanian

    No full text
    ebook - Hidrogeologi Pertanian. Author: Aris Rinaldi. Editor: Dasapta Erwin Irawan. Published as OA book by ITB Press.s

    Mobilitas penduduk desa-kota dan dampaknya terhadap daerah asal: studi kasus di tiga desa di kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.

    No full text
    Dalam rangka penyususan kebijakan mengenai mobilitas penduduk sebagai penunjang pembangunan (nasional, regional dan pedesaan), pengetahuan tentang pola dan perilaku mobilitas penduduk di berbagai daerah di Indonesia khususnya Propinsi Jawa Barat perlu diketahui, karena gejala sosial ini semakin meningkat di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola mobilitas penduduk yang terjadi masyarakat pedesaan menurut daerah tujuan serta sifat mobilitas penduduk, faktor-faktor ayang mempengaruhi penduduk pedesaan untuk melakukan mobilitas, pengaruh mobilitas penduduk terhadap perkembangan daerah asal (pedesaan)serta merumuskan rekomendasi kebijakan pengembangan kawasan pedesaan di tiga desa kasus di Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang sebagai daerah asal mover dikaitkan dengan karakteristik mobilitas penduduk yang terjadi.Lokasi penelitian ditentukan menggunakan metode purposive, yaitu tiga desa kasus (Desa Cipandanwangi, Cisarua dan Kebonkelapa) dikecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Pengumpulan data dilakukan melalui survey lapangan, dengan menggunakan kuesioner dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan pola mobilitas penduduk nion permanen dan di dalam ruang lingkup propinsi, merupakan ciri utama mobilitas penduduk pada masyarakat pedesaan. Proporsi rumah tangga mover dibandingkan rumah tangga petani ketiga desa kasus menunjukkan angka 81,67 % Desa yang paling tinggi, yaitu Desa Kebonkelapa sebesar 87,50 %, kemudian Desa Cisarua sebesar 82,50 % dan Desa Cipandanwangi 75 %.Tingkat pendapatan petani di sektor pertanian dan luas lahan yang dimiliki berpengaruh nyata terhadap tingkat mobilitas penduduk di dua desa kasus Yang berarti, semakin rendah tingkat pendapatan petani di sektor pertanian dan semakin tingkat pemilikan lahan pertanian, semakin tinggi tingkat mobilitas penduduk untuk masing-masing desa kasus. Variabel ada /tidaknya teman/saudara ditempat tujuan dan peluang bekerja di luar sektor pertanian di pedesaan berpengaruh terhadap tingkat mobilitas penduduk untuk masing-masing desa kasus.Hal ini menunjukkan adanya teman/saudara di tempat tujuan dan peluang bekerja di luar sektor pertanian di pedesaan merupakan variabel-variabel yang ikut menentukan penduduk dalam memutuskan untuk melakukan mobilitas penduduk.Variabel tingkat pendidikan rumah tangga petani belum tampak pengaruhnya di semua desa kasus.Dampak mobilitas penduduk terhadap rumah tangga petani dan pembangunan di Tiga desa kasus sebagai daerah asal pada umumnya positif. Dampak tersebut dapat dilihat dari penggunaan remitan (kiriman barang atau uang) oleh rumah tangga mover di desa, sumbangan pendapatan dari kegiatan mobilitas penduduk terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga petani, mempercepat proses penerimaan ide-ide baru dan pembukaan lapangan kerja baru dan pada akhirnya mengakibatkan perubahan sosial ekonomi pada masyarakat pedesaan.Mobilitas penduduk dari desa ke kota, baik gerak komutasi, sirkulasi, migrasi semi permanen, maupun migrasi permanen, mengandung nilai-nilai tertent

    Mobilitas penduduk desa-kota dan dampaknya terhadap daerah asal: studi kasus di tiga desa di kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.

    No full text
    Dalam rangka penyususan kebijakan mengenai mobilitas penduduk sebagai penunjang pembangunan (nasional, regional dan pedesaan), pengetahuan tentang pola dan perilaku mobilitas penduduk di berbagai daerah di Indonesia khususnya Propinsi Jawa Barat perlu diketahui, karena gejala sosial ini semakin meningkat di daerah tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola mobilitas penduduk yang terjadi masyarakat pedesaan menurut daerah tujuan serta sifat mobilitas penduduk, faktor-faktor ayang mempengaruhi penduduk pedesaan untuk melakukan mobilitas, pengaruh mobilitas penduduk terhadap perkembangan daerah asal (pedesaan)serta merumuskan rekomendasi kebijakan pengembangan kawasan pedesaan di tiga desa kasus di Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang sebagai daerah asal mover dikaitkan dengan karakteristik mobilitas penduduk yang terjadi.Lokasi penelitian ditentukan menggunakan metode purposive, yaitu tiga desa kasus (Desa Cipandanwangi, Cisarua dan Kebonkelapa) dikecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Pengumpulan data dilakukan melalui survey lapangan, dengan menggunakan kuesioner dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan pola mobilitas penduduk nion permanen dan di dalam ruang lingkup propinsi, merupakan ciri utama mobilitas penduduk pada masyarakat pedesaan. Proporsi rumah tangga mover dibandingkan rumah tangga petani ketiga desa kasus menunjukkan angka 81,67 % Desa yang paling tinggi, yaitu Desa Kebonkelapa sebesar 87,50 %, kemudian Desa Cisarua sebesar 82,50 % dan Desa Cipandanwangi 75 %. Tingkat pendapatan petani di sektor pertanian dan luas lahan yang dimiliki berpengaruh nyata terhadap tingkat mobilitas penduduk di dua desa kasus Yang berarti, semakin rendah tingkat pendapatan petani di sektor pertanian dan semakin tingkat pemilikan lahan pertanian, semakin tinggi tingkat mobilitas penduduk untuk masing-masing desa kasus. Variabel ada /tidaknya teman/saudara ditempat tujuan dan peluang bekerja di luar sektor pertanian di pedesaan berpengaruh terhadap tingkat mobilitas penduduk untuk masing-masing desa kasus.Hal ini menunjukkan adanya teman/saudara di tempat tujuan dan peluang bekerja di luar sektor pertanian di pedesaan merupakan variabel-variabel yang ikut menentukan penduduk dalam memutuskan untuk melakukan mobilitas penduduk.Variabel tingkat pendidikan rumah tangga petani belum tampak pengaruhnya di semua desa kasus.Dampak mobilitas penduduk terhadap rumah tangga petani dan pembangunan di Tiga desa kasus sebagai daerah asal pada umumnya positif. Dampak tersebut dapat dilihat dari penggunaan remitan (kiriman barang atau uang) oleh rumah tangga mover di desa, sumbangan pendapatan dari kegiatan mobilitas penduduk terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga petani, mempercepat proses penerimaan ide-ide baru dan pembukaan lapangan kerja baru dan pada akhirnya mengakibatkan perubahan sosial ekonomi pada masyarakat pedesaan.Mobilitas penduduk dari desa ke kota, baik gerak komutasi, sirkulasi, migrasi semi permanen, maupun migrasi permanen, mengandung nilai-nilai tertentuYang kiranya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melaksanakan kebijakan kebijakan pembangunan regional dan pedesaan. Apabila dilihat dari damp ak mobilitas penduduk yang posistif terhadap pedesaan sebagai daerah asal, kebijakan yang diambil adalah membiarkan kegiatan mobilitas penduduk yang terjadi di tiga desa kasus sampai pada skala tertentu. Namun, apabila terjadi keadaan involusi tahap kedua (yang diistilahkan LP3S) khususnya yang terjadi di pedesaan, konsep pengembangan industri pedesaan yang berskala kecil dan menengah, dengan menggunakan bahan baku lokal merupakan kebijakan yang relevan dilakukan dikaitkan dengan karakteristik mobilitas penduduk yang terjadi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan asumsi sektor tersebut didukung dengan potensi pertanian lahan kering yang secara kontinyu, aksebilitas transportasi yang relatif baik sehingga mudah ke pasar, alokasi dana dari sumbangan mobilitas penduduk terhadap usaha yang produktif dan yang paling penting adalah dukungan Pemerintah Daerah terhadap kegiatan tersebut baik dari aspek teknologi, permodalan dan pemasarannya. Semakin berkembang faktor industri tersebut, dalam hal ini dapat membuka lapangan kerja baru dengan tingkat upah yang relatif lebih baik dibandingkan sektor pertanian dan secara tidak langsung dimungkinkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa

    A3PG Project: Formation and meteoric water

    No full text
    Subject: An R project to separate formation and meteoric water Event: The 9th International Conference on Petroleum Geochemistry in the Africa-Asia Region Bandung, Indonesia, 15-17 November 2016 Paper title: Formation vs meteoric water: characterization using principal component analysis Author: Dasapta Erwin Irawan and Prana Ugi Affiliation: Institut Teknologi Bandung and Universitas Sumatra Utar

    A3PG Project: Formation and meteoric water

    No full text
    Subject: An R project to separate formation and meteoric water Event: The 9th International Conference on Petroleum Geochemistry in the Africa-Asia Region Bandung, Indonesia, 15-17 November 2016 Paper title: Formation vs meteoric water: characterization using principal component analysis Author: Dasapta Erwin Irawan and Prana Ugi Affiliation: Institut Teknologi Bandung and Universitas Sumatra Utar

    Pengaruh Foreign Direct Investment Terhadap Produktivitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT): Analisis Data Panel di Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika produktivitas, serta pengaruh adanya FDI dan FDI Spillover terhadap produktivitas industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemodelan menggunakan analisis data panel Fixed Effect Model (FEM) dengan perbaikan asumsi klasik, sehingga model akhir yang dipakai adalah model Generalized Least Square (GLS). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data perusahaan industri TPT yang di ambil dari survei industri Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi operasional variabel yang digunakan dalam model penelitian ini antara lain adalah total factor productivity (TFP) untuk variabel dependennya, sedangkan untuk variabel independennya menggunakan foreign direct investment (FDI), spillover Horizontal, backward, forward, intensitas kapital, dan tingkat pengeluaran untuk riset dan pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel FDI, spillover backward, dan tingkat pengeluaran untuk riset dan pengembangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produktivitas industri TPT di Indonesia, sedangkan variabel spillover FDI Horizontal, forward, dan intensitas kapital berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas industri TPT di Indonesia

    Pengaruh Foreign Direct Investment Terhadap Produktivitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT): Analisis Data Panel di Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika produktivitas, serta pengaruh adanya FDI dan FDI Spillover terhadap produktivitas industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemodelan menggunakan analisis data panel Fixed Effect Model (FEM) dengan perbaikan asumsi klasik, sehingga model akhir yang dipakai adalah model Generalized Least Square (GLS). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data perusahaan industri TPT yang di ambil dari survei industri Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi operasional variabel yang digunakan dalam model penelitian ini antara lain adalah total factor productivity (TFP) untuk variabel dependennya, sedangkan untuk variabel independennya menggunakan foreign direct investment (FDI), spillover Horizontal, backward, forward, intensitas kapital, dan tingkat pengeluaran untuk riset dan pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel FDI, spillover backward, dan tingkat pengeluaran untuk riset dan pengembangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produktivitas industri TPT di Indonesia, sedangkan variabel spillover FDI Horizontal, forward, dan intensitas kapital berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas industri TPT di Indonesia

    Analisis Pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) terhadap Produktivitas Perusahaan Industri Bahan Kimia di Indonesia

    No full text
    Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia merupakan industri yang memiliki prospek pada pasar domestik dan global. Permintaan produk industri kimia yang terus meningkat mendorong perusahaan pada industri tersebut melakukan peningkatan produktivitas melalui Foreign Direct Investment (FDI). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis Total Factor Productivity (TFP) perusahaan industri kimia di Indonesia serta pengaruh dari adanya FDI pada produktivitas perusahaan industri kimia. Metode yang digunakan adalah Levinshon Petrin dan regresi data panel Fixed Effect Model (FEM). Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah TFP untuk variabel dependennya, sedangkan untuk variabel independennya menggunakan FDI, horizontal, backward, forward, intensitas modal, RnD, dan market share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel FDI, intensitas modal, dan RnD berpengaruh signifikan terhadap produktivitas perusahaan industri kimia sedangkan variabel horizontal, backward, forward dan market share tidak memiliki pengaruh terhadap produktivitas industri kimia

    Analisis Pengaruh Foreign Direct Investment Terhadap Produktivitas Industri Information and Communication Technology di Indonesia

    No full text
    Foreign Direct Investment (FDI) adalah salah satu komponen aliran modal masuk yang dianggap relatif stabil dan mempunyai risiko yang kecil serta dipercaya dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi, proses alih teknologi dan manajemen dan meningkatkan produktivitas kegiatan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh FDI terhadap produktivitas industri Information and Communication Technology (ICT) di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan Regresi Linier Berganda ditemukan bahwa kehadiran FDI dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan pada industri ICT di Indonesia. Selain itu, peningkatan kapital, tenaga kerja, dan penggunaan bahan baku produksi dan energi listrik dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan. Saran dari penelitian ini ialah agar pemerintah memberikan dukungan aktif dan selektif bagi perusahaan dalam industri ICT. Dukungan aktif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas iklim investasi yang lebih baik untuk menarik minat investor asing. Dukungan selektif yang bertujuan meningkatkan kemampuan pekerja industri ICT dalam mengidentifikasi dan menggunakan teknologi modern. Hal tersebut dapat menjadi unsur yang penting dalam paket kebijakan untuk memaksimalkan eksternalitas teknologi dari hadirnya FDI
    corecore