20 research outputs found

    Bertani organik dengan teknologi biofob

    No full text
    Buku ini ditulis dengan tujuan memperkenalkan teknologi yan gmenggunakan kerja mikroorganisme untuk mengurangi atau menggantikan kerja dari pupuk atau pestisida kimiawi. Buku ini mencoba berbagi pengetahuan tentang pertanian organik dengan memanfaatkan mikroorganisme yang disebut bio-fob. Sebagian besar bab-bab dalam buku ini menyajikan tentang bagaimana implementasi teknologi bio-fob ini mulai dari pembibitan hingga pertanaman di lapanga

    Kompos biopestisida

    No full text
    67 Hal. : Ilus. ; 21 c

    Penyakit Busuk Akar pada Tanaman Pyrethrum (Chrysanthemum cinerariaefolium)

    No full text
    Observasi mengenai gejala busuk pada tanaman pyrethrum(Chrysanthemum cinerariaefolium) dilakukan di Laboratorium Penyakit Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor pada bulan Juni sampai Agustus 1991. Contoh tanaman diperoleh dari Kebun Percobaan manoko, Lembang, Bandung. Hasil isolasi mikroorganisme dari jaringan tanaman ditemukan Rhizoetonia sp., secara konsisten. Uji postulat Koch menunjukkan bahwa jamur diduga sebagai penyebab utama busuk akar pyrethrum tujuh hari setelah inokulasi. Sedangkan hasil pengujian penanggulangan dengan beberapa jenis fungisida secara in vitro menunjukkan bahwa benomyl, mankozeb + karbuforan, iprodion dan metal tolklofos mempunyai daya efektifitas yang tinggi dalam menghambat pertumbuhan Rhizoetonia sp

    Patogenisitas Rhizoctonia Solani Kuhn. Terhadap Beberapa Varietas Mentha

    No full text
    Pathogenicity of Rhizoctonia solani Kuhn, on some varieties of peppermint.This experiment was carried out at the Phytopathology laboratory and glass house of the Research Institute for Spice and Medicinal Crops, from May to December 1993. The aim of the experiment was to evaluate the response some varieties of peppermints on pathogenicity of Rhizoctonia solani Kuhn, the casual agent of stem rot desease. The treatments were arranged in a Complete Randomized Design with five treatments and four replicates. The applied treatment were four varieties of Mentha arvenses, i.e. Jombang, Tempaku, Ryokubi, Taiwan and M. spicata species. The result showed that all Mentha varieties were infected by R. solani, under experimental condition. The most severe damage were observed on M. spicata and M. arvensis vat. Ryokubi, followed by  M. arvensis var. Taiwan, M. arvensis var. Tempaku and M. arvensis var. Jombang respectively. The growth of R. solani on M. spicata  leaf extract medium was faster, and thicker than leaf extracts of M. arvensis

    Pengaruh Temperatur, Kelembaban dan Cahaya Terhadap Pertumbuhan In Vitro Rhizoctonia Solani KUHN. Asal Tanaman Mentha Piperita

    No full text
    Telah dilakukan penelitian pengaruh temperatur, kelembaban dan cahaya terhadap pertumbuhan in vitro Rhizoctoniasolani Kuhn., penyebab penyakit busuk pangkal batang tanaman menthe. Isolat R.solani yang di gunakan berasal dari tanaman menthasakit di kebun percobaan di Gunung Putri. Perlakuanyang di uji adalah temperatur.Kelembaban dan cahaya dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Penelitian dilaku-kan di laboratorium penyakit, Balai Penelitian Tanaman Repah dan Obat, Bogor. Hasil perobaan menunjukkan bahwa R.solaniI dapat   tumbuh pada temperatur  13sampai dengan 30o C, optimum pada temparatur  25oC. pada temperatur 13 dan 20oC pertumbuhan jamur tertekan, temperatur  35oC jamur tidak tumbuh tetapidapat bertahan dan pada temperature 40oC menyebabkan kematian jamur. Pada kelembaban 100% dan cahaya yangterus menerus pertumbuhan jamur lebih baik

    Bertani organik dengan teknologi biofob

    No full text
    Bibliografi 117-118iv, 116 hlm. : il. ; 21 cm

    Bertani organik dengan teknologi biofob

    No full text
    iv, 121 hlm. : ilus. ; tab. ; 21 cm
    corecore