118,587 research outputs found

    PERBANDINGAN JUMLAH RENDEMEN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN IN-VITRO LIKOPEN DARI EKSTRAK KLOROFORM BUAH TOMAT SEGAR DAN PASTA TOMAT (Solanum lycopersicum L.)

    No full text
    Buah tomat (Solanum lycopersicum L.) diketahui mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang memiliki aktifitas antioksidan tinggi. Salah satu senyawa yang terdapat didalam buah tomat yaitu likopen. Pada penelitian ini telah berhasil diperoleh ekstrak kloroform dari buah tomat segar dan pasta tomat yang menunjukkan profil kromatografi lapis tipis yang sama dengan likopen standar. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan rendemen dan aktivitas antioksidan ekstrak kloroform dari buah tomat segar dengan ekstrak kloroform dari pasta tomat. Uji aktivitas antioksidan dilakukan secara in-vitro melalui reaksi penangkapan hidrogen oleh DPPH dan analisis secara spektrofotometer UV-Visibel. Diperoleh rendemen likopen dari ekstrak kloroform tomat segar 0,06 %, dari pasta tomat yang dimasak masing-masing pada 1, 2, dan 3 jam berturut-turut sebesar 0,20 %, 0,13 %, dan 0,11 %. Uji aktivitas antioksidan likopen pada ekstrak kloroform tomat segar diperoleh nilai IC50 sebesar 149,58 mg/L, sedangkan uji antioksidan pasta tomat pada pemanasan 1, 2, dan 3 jam menghasilkan nilai IC50 berturut-turut sebesar 76,32 mg/L, 93,87 mg/L, dan 115,50 mg/L. Sedangkan pada penentuan kadar likopen pada buah tomat segar dan pasta tomat diperoleh nilai kadar berturut-turut sebesar 384,92 mg/kg, 707,70 mg/kg, 557,05 mg/kg, dan 477,00 mg/kg tomat

    MORFOLOGI PERKEMBANGAN HASlL PENYAMBUNGAN TANAMAN KENTANG (Solinum tuberosum L.) DENGAN TANAMAN TOMAT (Solanum Iycoperslcum L.)

    No full text
    Untuk efisiensi lahan pertanian diperlukan suatu metode tanam yang sesuai, salah satu metode tersebut adalah penyambungan (grafting) antar tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profit, persentase keberhasilan, produksi (jumlah dan berat buah serta umbi) dan korelasi (hubungan) profit tanaman terhadap produksi pada penyambungan tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) dengan tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Pada penelitian ini dilakukan penyambungan (grafting) antara tanaman kentang (Solanum luherosum L.) dengan tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) Penclitian ini menggunakan 2 perlakuan yaitu penanaman tanaman kentang dan tanaman tomat secara konvensional (tanpa penyambungan) sebagai kontrol dan ~penyambungan (grafting) tanaman kentan~ dengan tanaman tomat dan setiap perlakuan diulang sebanyak 20 kali. Untuk mengetahui perbedaan hasil produksi antara 2 perlakuan dilakukan uji T pada taraf signifikansi 5% dan untuk mengetahui Korelasi antara profil tanaman terhadap produksi dilakukan uji korelasi Pearson dengan taraf signifikansi 5%, Persentase keberhasilan penyambungan adalah sebesar 65%. Profit tanaman hasi! penyambungan yaitu bagian atas berupa batang tomat serta berbuah tomat dan di dalam tanah terdapat umbi kentang, Dari hasil uji T diperoleh hasil bahwa jumlah buah tom at dari tanaman Pomato lebih banyak dibanding jumlah buah tomat dari tanaman kontrol sebesar 24,49 sedangkan jumlah umbi kentang dari tanaman kontrol lebih banyak dibanding jumlah umbi kentang dari tanaman Pomato, sebesar 5,84. Adapun berat buah tomat dari tanaman Pomato lebih besar dari berat buah tomat dari tanaman kontrol, sebesar 455,38 gram dan berat umbi kentang dari tanaman kontrol lebih besar daripada umbi kentang dari tanaman Pomato sebesar 95,11 gram. Scdangkan melalui uji korelasi Pearson diperoleh hasH yang menyatakan bahwa ada korelasi antara profil tanaman terhadap jumlah, berat buah tomat dan umbi kentang
    corecore