1,720,963 research outputs found
Kontribusi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Membangun Komunikasi Masyarakat Muslim dengan Umat Beragama Lain di Kota Gorontalo
Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek yang dilakukan dan sangat mendukung aktivitas sehari-hari umat muslim dan masyarakat umat beragama lain Kota Gorontalo, dan sekaligus berperan
sangat besar terhadap terlaksananya kontribusi nilai-nilai pendidikan Islam. Adapun kontribusi nilai-nilai pendidikan Islam yang paling tampak realisasinya pada masyarakat umat muslim dan umat beragama lain di antaranya adalah: a)
Pelaksanaan Huyula, b) Pelaksanaan Pemasangan Tombilatohe dan c) Pelaksanaan Ketupat Lebaran. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut, nuansa komunikasi antara umat muslim dan umat beragama lain diwarnai dengan nuansa pendidikan, dan kondisi seperti ini, bersumber dan telah berakar dari aspek peranan pendidikan Islam dalam keluarga
Kinerja Guru dalam Pembinaan Akhlak Peserta didik di SDN No. 61 Kota Gorontalo
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan kinerja guru dalam pembinaan akhlak peserta didik di SDN No. 61 Kota Gorontalo. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan naturalistic. Sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan teknik observsasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data dan penyajian data serta kesimpulan. Pengecekan keabsahan data adalah triangulasi baik sumber maupun teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja guru dalam pembinaan akhlak peserta didik di SDN No. 61 Kota Gorontalo cukup baik, dalam hal melaksanakan tugas berkaitan tanggungjawabnya menyelenggarakan pendidikan dalam pembinaan akhlak peserta didik. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya perilaku yang menunjukkan kualitas mengajar, ketepatan dan kecepatan melaksanakan tugas, inisiatif dalam mengajar, kemampuan dalam mengajar, dan komunikasi yang efektif dalam menjalin hubungan baik khususnya dalam pembinaan akhlak peserta didik. Implikasi kinerja guru dalam pembinaan akhlak peserta didik di SDN No. 61 Kota Gorontalo ditunjukkan dari perkataan dan perbuatan guru. Perkataan yang selalu terucap dari peserta didik yaitu berkata jujur, berkata baik, berkata sopan, dan berkata manis. Implikasi lainnya yaitu baik peserta didik maupun guru menampilkan perbuatan baik, aktif, kreatif, dan interaktif di dalam kelas maupun di luar kelas. Hanya saja sebagai manusia biasa guru maupun peserta didik memiliki berbagai kelemahan dan kekurangan sehingga belum sepenuhnya melakukan perbuatan baik yang dianjurkan ajaran agamany
Sumber Daya Manusia Dalam Persfektif Pendidikan Islam
Diturunkannya agama Islam merupakan suatu babak baru dalam perbaikan sumber daya manusia, yang selama ini diketahui bahwa pada zaman jahiliyah semua kondisi masyarakat sangat terbelakang, baik dari aspek hubungannya dengan penciptanya maupun hubungannya dengan sesama manusia lainnya. Pemahaman kita kepada Islam adalah pemahaman yang terbuka, yang ka- rena keterbukaannya itu ia bersikap inklusif dan mampu menjadi rakhmat bagi alam semesta. Kondisi ini merupakan suatu kemenangan Islam yang merupakan kebahagiaan setiap manusia dan juga semua makhluk-Nya. Dengan berpegang dan menjadikan acuan pendidikan Islam dalam berakti- fitas, maka dapat dipastikan bahwa kualitas sumber daya manusia sebagaimana yang telah digambarkan di dalam Al-Qur’an dan Hadis, terlihat dengan jelas jika di implementasikan sebagaimana petunjuk-Ny
URGENSI PENINGKATAN PENDIDIKAN DAN PENGABDIAN MAHASISWA PPL PADA MASYARAKAT DESA TERTINGGAL
Kehidupan manusia yang berperadaban tinggi ditandai oleh tingkat pendidikan manusia yang semakin maju dan modern. Dengan kemajuan intelektualitas manusia, dapat menciptakan berbagai fasilitas untuk mempermudah kehidupan manusia. Kini aktualitas pendidikan semakin dinamis dalam mengembangkan bakat dan minat anak didik sehingga pengembangan pendidikan dikaitkan secara langsung dengan kebutuhan hidup manusia meskipun pada daerah yang sangat tertinggal. Oleh karenanya jika pendidikan dikaitkan secara langsung dengan kebutuhan manusia maka bentuk pengabdian pada masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat yang lebih manusiawi agar kualitas kehidupannya selevel dengan masyarakat lainnya yang telah mapang kehidupannya. Maka dengan demikian, dimana tujuan yang diharapkan dalam peningkatan pendidikan dan pengabdian pada masyarakat agar pendidikan selalu siap untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan manusia meskipun kondisinya termasuk Desa tertinggal selama yang bersangkutan berusaha sekuat tenaga, karena sejalan misi agama Islam yang diturunkan Allah kepada manusia, proses pendidikan Islam berusaha merealisasikan misi itu dalam tiap pribadi manusia, yaitu pendidikan menjadikan manusia sejahtera dan bahagia. Karena kesejahteraan dan kebahagiaan tergantung individunya menyikapi situasi kebutuhannya, artinya, dia menentukan keberhasilannya, dan nasibnya sangat ditentukan dari usahanya untuk mendapatkan dan meraih keinginannya melalui pendidikan
Kontribusi Nila-nilai Pendidikan Islam dalam Membangun Komunikasi Masyarakat Muslim dengan Umat Beragama Lain di Kota Gorontalo
Mengacu pada data yang diperoleh melalui pelaksanaan observasi maupun data
wawancara terhadap Konstribusi Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Membangun
Komunikasi Masyarakat Muslim dengan Umat Beragama Lain di Kota Gorontalo, maka secara sederhana penulis mendapatkan empat temuan yang sangat berharga dalam wujud nilai-nilai pendidikan Islam yang hidup dan dibangun oleh masyarakat Muslim. Wujud ini tergambar pada kesantunan, disamping itu aktivitas masyarakat kental dengan nuansa ajaran agama, dan selanjutnya nilai kearifan lokal dijadikan sandaran untuk beraktivitas yang berwujud adat bersendikan sara, sara bersendikan kitabullah
Prospek Kelanjutan Pendidikan Formal Anak Jalanan di Kota Gorontalo
Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan penulis terhadap gambaran masa depan kelanjutan pendidikan formal anak jalanan di Kota Gorontalo Tahun 2015. Eksistensi penelitian ini, menggali secara dalam kondisi pendidikan formal bagi anak bangsa yang pada dasarnya merupakan bekal sebagai pelanjut kelangsungan perputaran generasi. Urgensi pendidikan terhadap anak bangsa saat ini sangat terasa pengaruhnya baik dalam keluarga maupun masyarakat luas pada umumnya. Oleh karena itu pendidikan harus hadir pada setiap individu, karena tidak ada satupun alat yang dipergunakan manusia untuk dapat mengangkat kualitas sumber daya manusia kecuali dengan pendidikan, keutamaan dari tujuan utama pendidikan Islam ialah pembentukan akhlak dan budi pekerti (karakter) yang sanggup menghasilkan orang orang yang bermoral, laki-laki maupun wanita, memiliki jiwa yang bersih, kamauan keras, cita-cita yang benar dan akhlak yang tinggi, mengetahui arti kewajian dan pelaksanaannya, menghormati hak-hak manusia, mengetahui perbedaan buruk dengan baik, memilih satu fadhilah karena cinta pada fadhilah, menghindari suatu perbuatan yang tercela, dan mengingat Tuhan dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan. Semua hal ini dapat terjadi jika pendidikan sudah tertanam dalam sanubari setiap generasi sebagai pelanjut kelangsungan bangsa yang kita cintai bersama saat ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan yang tersebar di Kota Gorontalo terbagi tiga kategori yakni, kategori anak jalanan, anak jalanan lintas Provinsi dan anak jalanan lintas Kabupaten. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa anak jalanan di Kota Gorontalo (asli penduduk kota Gorontalo) masih tergolong kategori anak jalanan, karena hanya kondisi dan situasi tertentu melakukan meminta minta. Selanjutnya anak jalanan lintas Provinsi dan Kabupaten merupakan mata pencahariannya sehari-hari yang kondisi anak jalanan ini yang sibuk menghiasi Kota Gorontalo yang dengan sendirinya jika tidak dicermati dan dikonfirmasi maka anak jalanan ini terlihat seperti penduduk asli Kota Gorontalo
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
