1,720,959 research outputs found
Karakteristik Biopelet Karbonisasi Berbahan Campuran Tongkol Jagung, Batang Jagung, dan Daun Jati dengan Perekat Tanah Liat
Bahan bakar minyak atau lebih dikenal dengan sebutan BBM semakin meningkat harganya, hal ini disebabkan oleh ketersediaan bahan bakar fosil yang semakin langka. Agar bisa mengurangi konsumsi bahan bakar minyak maka diperlukan sumber energi alternatif. Salah satu sumber energi alternatif adalah energi biomassa. Limbah pertanian dari tongkol jagung, batang jagung, dan daun jati adalah salah satu sumber biomassa yang dapat diolah menjadi biopelet. Biopelet merupakan bahan bakar padat yang memanfaatkan biomassa sebagai bahan baku dengan tambahan sedikit perekat. Penggunaan perekat tanah liat dikarenakan harga lebih murah dan mudah didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biopelet yang terbuat dari limbah tongkol jagung, batang jagung, dan daun jati dengan perekat tanah liat sebagai bahan bakar alternatif.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi perlakuan sebanyak 9 variasi percobaan. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali sehingga mendapatkan 27 unit percobaan. Faktor perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah komposisi bahan baku (K1 = tongkol jagung 50%; batang jagung 20%; dan 30% daun jati, K2 = tongkol jagung 60%; batang jagung 15%; dan daun jati 25%; dan K3 = tongkol jagung 70%; batang jagung 10%; dan daun jati 20%) dan persentase perekat tanah liat (P1 = 10% perekat, P2 = 20% perekat, dan P3 = 30% perekat). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kerapatan, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, laju pembakaran, dan daya tahan biopelet karbonisasi. Hasil data dianalisis dengan menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik biopelet karbonisasi berbahan campuran tongkol jagung, batang jagung, dan daun jati dengan perekat tanah liat yaitu kerapatan 0,49-0,56 g/cm3, kadar air 5,34-6,82%, kadar abu 20,38-34,24%, kadar zat terbang 66,82-79,88%, laju pembakaran 0,03-0,05 g/menit, dan daya tahan 43,72-55,03%. Komposisi bahan baku memberikan pengaruh sangat nyata untuk parameter kerapatan, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang dan berpengaruh tidak nyata untuk parameter laju pembakaran serta daya tahan biopelet karbonisasi. Parameter perekat memberikan pengaruh sangat nyata untuk semua perlakuan, kecuali daya tahan hanya berpengaruh nyata. Hasil biopelet karbonisasi berbahan baku tongkol jagung, batang jagung, dan daun jati dengan perekat tanah liat untuk parameter kadar zat terbang dan kadar air sudah memenuhi acuan standar SNI 8021:2014, sedangkan parameter kerapatan dan kadar abu belum memenuhi standar
„‟Meningkatkan Kemampuan Motorik KasarMelalui Media Lempar Tangkap Bola di Taman Kanak-Kanak Kasih Bunda Kabupaten Bungo”
Pengembangan motorik kasar merupakan kemampuan gerak yang baik
pada anak yang amat diperlukan dalam melakukan kegiatan apa saja. Apabila hal
ini kurang dikembangkan anak-anak menjadi tidak mandiri dan menjadi kurang
percaya diri dalam lingkungan sosialnya, setiap anak mampu mencapai tahap
perkembangan motorik kasar asal mendapatkan stimulasi yang optimal dan tepat.
Melalui kegiatan bermain lempar tangkap bola dalam pengembangkan motorik
kasar sehingga anak sudah mulai bisa melakukangerakan yang mengkordinasikan
antara tangan dan kaki secara sederhana dan dapat mengordinasikan otot otot
badan. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan motorik kasar anak melalui
kegiatan lempar tangkap kedalam yang sudah di siapkan pada anak usia 5-6 tahun
di taman kanak-kanak Kasih Bunda, Kabupaten Bungo.
Metode penelitian ini adalah penelitian PTK Yang bertujuan untuk
mengetahui bagaimana mengembangkan kemampuan motorikkasar anak melalui
bermain lempar tangkap bola di TK Kasih Bunda Kabupaten Bungo.Penelitian ini
melibatkan 1orang guru dan 15 peserta didik. Tekhnik pengumpulan data
mengunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, Tekhnik Analisis Data yang
dilakukanadalahreduksi data, displaydata dan menarik kesimpulan.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa pengembangan kemampuan motorik
kasar rmelalui permainan lempar tangkap bola dapat dilihat dari perubahan
perkembangan motorik kasar anak.perkembangan berkembang dari sebelumnya.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa pengembangan kemampuan motorik kasar
melalui permainan lempar tangkap bola dapat dilihat dari perubahan
perkembangan motorik kasar anak. perkembangan berkembang dari sebelumnya.
Pada hasil observasi dalam penerapan bermain lempar tangkap bola mengunakan
langkah-langkah sebagai berikut:(1).Menunjukan alat bermain yang akan
digunakan kepada anak yaitu bola,(2).membagi anak menjadi 2
barisan(3).Melakukan Pemanasan terlebih dahulu lalu mendemonstrasikan
bermain lempar tangkap bola ini, masing- masing peserta didik mendapatkan
giliran saat melakukan pemanasan dan membentuk barisan, mulai bermain lempar
tangkap bola secara bergantian dan berurutan,masing-masing pasangan dapat
melempar dan menangkap bola sebanyak 2 kali.
Kata kunci:Motorik Kasar,Bermain LemparTangka
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT MELAUI STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING PADA PESERTA DIDIK
Masalah  penelitian ini adalah â€Bagaimanakah meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot setelah diterapkannya Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing peserta didik kelas XII IPA 2 SMA Negeri 8 Palembang?â€. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan menulis teks anekdot setelah  diterapkannya Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing peserta didik kelas XII IPA 2 SMA Negeri 8 Palembang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing dapat meningkatkan kemampuan menulis anekdot dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik dalam setiap siklus, yaitu pra siklus (43,59%,), siklus I (69,23%,), siklus II (97,44%) dan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik yang ditunjukan dengan hasil observasi serta peserta didik tertarik terhadap penggunaan Strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.Kata kunci: anekdot, Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing, SMAN 8 Palemban
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
