28 research outputs found

    Analisis Harmonisa pada Sistem Kelistrikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Surabaya

    Get PDF
    Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 merupakan sekolah teknik yang di dalamnya banyak terdapat alat-alat praktik di setiap laboratoriumnya dan memiliki banyak beban non-linear seperti komputer, charger, perangkat elektronika daya, dan lain sebagainya. Salah satu laboratorium yang sering mengalami kerusakan, seperti perangkat CPU dan UPS adalah laboratorium komputer. Dari hasil pengukuran, didapatkan bahwa nilai harmonisa pada laboratorium komputer cukup tinggi, yaitu sebesar 90,76% yang sudah melebihi batas standar IEEE STD 519-2014, yaitu 5%. Jika nilai harmonisa dibiarkan terus-menerus, akan menimbulkan masalah pada peralatan listrik lainnya, seperti pada transformator. Yang terjadi ialah dayanya menurun dan bertambahnya losses, rusaknya peralatan listrik karena umur dari alat tersebut berkurang, dan terbakarnya kabel. Oleh karena itu, perlu dilakukan peredaman harmonisa dengan mendesain simulasi filter pasif single tuned yang dipasang pada bus laboratorium komputer sehingga dapat mengurangi nilai harmonisa yang ditimbulkan dan memenuhi standar 5%

    Analisa dan Rancang Single Tuned Passive Filter Untuk Mereduksi Harmonisa Dari Dampak Penggunaan Variable Frequency Drive (VFD)

    Get PDF
    Penggunaan Variable Frequency Drive (VFD) dapat menyebabkan timbulnya harmonisa dalam suatu sistem kelistrikan dan apabila diabaikan secara terus menerus akan menimbulkan masalah pada peralatan listrik seperti meningkatnya rugi-rugi pada kawat konduktor, suhu kumparan primer dan sekunder pada transformer, memperpendek masa pakai peralatan elektronik. Salah satu cara untuk mereduksi harmonisa adalah dengan melakukan pemasangan Single Tuned Passive Filter. Pada penelitian ini sebelum dilakukan pemasangan filter, nilai awal THDV pada bus 8, 9, dan 10 masing-masing bernilai 5.00 %, 5.13 %, dan 5.14 %. Namun setelah pemasangan filter yang dituning pada orde ke-5 didapatkan nilai THDV mengalami penurunan sebesar 4.11 %, 4.21 %, dan 4.22 % dan pada orde ke-7 nilai THDV sebesar 4.19 %, 4.30 %, dan 4.31 %

    ANALISA OPTIMASI MANAJEMEN ENERGI LISTRIK CHILLER PADA CENTRAL AIR CONDITIONING PLAN DI MALL MARVELL CITY – SURABAYA

    Get PDF
    Dewasa ini kebutuhan akan energi listrik untuk keperluan rumah tangga, gedung maupun industri semakin meningkat dan tidak bisa di remehkan lagi. Kebutuhan ini akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Dengan banyaknya penggunaan energi listrik ini, tentu perlu dilakukan efisiensi terhadap penggunaannya. Mall merupakan salah satu pengguna energi listrik yang besar, khususnya pemakaian energi listrik di sisi sistem pendingin. Oleh karena itu perlu dilakukan penghematan energi pada suatu mall tersebut. Mall Marvell City – Surabaya adalah salah satu Mall besar yang baru dibuka dan kondisi mall masih relatif sepi karena masih belum banyak tenant yang masuk, maka dari itu Mall Marvell City memerlukan penghematan energi karena konsumsi energi yang kurang efisien. Usaha penghematan energi pada mall ini dilakukan pada sistem HVAC, khususnya pada sisi water chiller dengan mengoptimasi manajemen pemakaian energi listrik dan menghitung besar nilai Coefficient Of Performance (COP) water chiller tersebut. Dari hasil analisa didapatkan kenaikan COP sebesar 0.584, dimana nilai sebelum optimasi sebesar 6.181. dengan kenaikan COP akan memperbaiki performa mesin chiller tersebut. Efisiensi energi listrik water chiller setelah optimasi sebesar 138,82 kWh/Hari

    Analisa Studi Keandalan Sistem Distribusi 20 KV di PT. PLN (PERSERO) UPJ Mojokerto Menggunakan Metode FMEA (FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS)

    Get PDF
    ABSTRAK - Keandalan sistem distribusi merupakan kemampuan sistem untuk memberikan suatu pasokan tenaga listrik yang cukup dengan kualitas memuaskan. Peningkatan kebutuhan tenaga listrik, menuntut tingkat keandalan yang lebih tinggi dalam penyediaan dan penyaluran dayanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung tingkat keandalan sistem distribusi 20 kV pada UPJ Mojokerto dengan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA), di mana nilai dari indeks kegagalan dari setiap peralatan utama sistem distribusi diperhitungkan untuk mencari nilai indeks keandalan sistem secara menyeluruh. Studi kasus dilakukan di PT. PLN (persero) UPJ Mojokerto guna melihat pengaruh dari jumlah serta lokasi penempatan sectionalizer di sepanjang jaringan terhadap indeks keandalan sistem. Hasil analisa pada penyulang Gading didapatkan nilai SAIFI berdasarkan metode FMEA adalah 3,80237 dan simulasi sebesar 3,8174 sedangkan untuk nilai SAIDI adalah 11,9697 dan 12,1197. Dan untuk penyulang Bangsal nilai SAIFI berdasarkan metode FMEA sebesar 6,82974 dan simulasi sebesar  6,4743 sedangkan nilai SAIDI adalah 13,9370443 dan 14,5671. Nilai SAIFI dan SAIDI pada penyulang Gading dan Bangsal  belum mencapai nilai standart yang di tetapkan oleh PT. PLN (persero), maka perlu di tingkatkan guna mencapai keandalan sistem distribusi yang baik. Kata Kunci : Keandalan, Sistem Distribusi, SAIDI, SAIFI, FMEA ABSTRACT - Reliability of a distribution system is the ability of the system to provide a sufficient supply of electric power with satisfactory quality. Increased demand for electricity, demands a higher level of reliability in the supply and distribution of power. The purpose of this study was to calculate the reliability level of the 20 kV distribution system at UPJ Mojokerto using the Failure Mode Effect Analysis (FMEA) method, where the value of the failure index of each major equipment distribution system was calculated to find the overall system reliability index value. Case studies conducted at PT. PLN (Persero) UPJ Mojokerto to see the effect of the number and location of the placement of sectionalizers along the network against the system reliability index. The results of analysis on Ivory feeders obtained SAIFI values based on the FMEA method were 3.80237 and the simulation was 3.8174 while those for SAIDI values were 11.9697 and 12.1197. And for Bangsal feeders, the SAIFI value based on the FMEA method is 6.82974 and the simulation is 6.4743 while the SAIDI values are 13.9370443 and 14.5671. The value of SAIFI and SAIDI for Ivory feeders and Bangsal has not yet reached the standard value set by PT. PLN (Persero), it needs to be improved in order to achieve good distribution system reliability. Keywords: Reliability, Distribution System, SAIDI, SAIFI, F

    Mengevaluasi Rugi-Rugi Daya Akibat Jatuh Tegangan Pada Saluran Transmisi 150 Kv

    Get PDF
    Pada sistem tenaga listrik, sistem transmisi merupakan jalur untuk mengirimkan energi listrik dari pembangkit ke gardu induk ataupun dari gardu induk ke gardu induk lain. Sehingga sangat memungkinkan terjadi rugi-rugi daya dan jatuh tegangan yang besar apabila panjang saluran transmisi relatif jauh dan beban lebih, hal itu akan sangat mempengaruhi keandalan pada sistem transmisi tersebut. Analisa perhitungan rugi-rugi daya dan jatuh tegangan pada sistem transmisi tegangan 150 kV pada Gardu Induk New Sidoarjo. Analisis dilakukan dengan malakukan survey di lokasi penelitian, pengambilan data beban tegangan dan arus pada pukul 08.00 dan 13.00 WIB dalam 10 hari terahir pada bulan Desember. Metode penelitian dengan melakukan analisa dan simulasi menggunakan ETAP, menghasilkan nilai rugi-rugi daya sebesar 2.14 kW dan 206.6 kW, nilai jatuh tegangan mencapai 6,97% dan 6,49% masih dalam batas toleransi yang ditetapkan oleh standar SPLN No.72 tahun 1987 maksimal +5% minimal -10%. Sedangkan jumlah kerugian secara ekonomis mencapai Rp. 22.874.753,00, hal ini dikarenakan PT.PLN (persero) mengalami kerugian sebesar 21.421,19 kWh

    Analisa Setting Over Current Relay (Ocr) Dan Ground Fault Relay (GFR) Pada Trafo 60 MVA Di GIS 150 KV Simpang

    Get PDF
    Permasalahan yang terjadi pada GIS 150 KV Simpang adalah adanya beban lebih sebesar 1218,5 A atau 84% dari arus nominal 1443 A pada trafo 2 yang membuat kinerja trafo kurang maksimal. Oleh sebab itu akan ada penggantian trafo baru dari kapasitas 50 MVA menjadi 60 MVA agar daya yang dihasilkan cukup untuk memenuhi beban yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa setting relay arus lebih (OCR) dan relay gangguan tanah (GFR) yang digunakan sebagai pengaman trafo baru dan dibandingkan dengan hasil simulasi. Dari hasil analisa didapatkan setting relay OCR dan GFR pada sisi penyulang Hanamasa adalah 0,175 detik dan 0,137 detik,sisi incoming GFR = 0,345 detik dan OCR,semua penyulang nilainya sama 0,198 detik. Untuk sisi penyulang Galaxy setting OCR = 0,190 detik, GFR = 0,115 detik dan sisi incoming GFR = 0,292 detik. Untuk sisi penyulang Tunjungan Plaza setting OCR = 0,179 detik, GFR = 0,123 detik dan sisi incoming GFR = 0,312 detik. Untuk sisi penyulang BRI Tower setting OCR = 0,184 detik, GFR = 0,123 detik dan sisi incoming GFR = 0,311 detik. Untuk sisi penyulang Kalimantan setting OCR = 0,183 detik, GFR = 0,135 detik dan sisi incoming GFR = 0,341 detik dan untuk sisi penyulang Sogo setting OCR = 0,184 detik, GFR = 0,120 detik dan sisi incoming GFR = 0,305 detik. Berdasarkan hasil perbandingan dari analisa dengan hasil simulasi diketahui bahwa persentase error dari kedua nilai tersebut rata – rata dibawah 10%, dimana nilai hasil analisa tidak terlalu jauh besarnya dengan nilai hasil simulasi

    PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PROTEKSI TERHADAP GANGGUAN TEGANGAN LEBIH BERBASIS MIKROKONTROLER

    Get PDF
    Pada instalasi kelistrikan rumah daya 1300 VA merupakan instalasi sederhana yang menggunakan tegangan 1 phasa 220 Volt. Toleransi tegangan pelayanan  PLN terhadap kenaikkan dan penurunnan tegangan adalah +5% dan -10% dari tegangan kerja. Namun ada kalanya tegangan yang sampai di titik pemakaian pelanggan melebihi ataupun juga kurang dari batas tegangan pelayanan tersebut. Sehingga akan mengakibatkan kerusakan langsung pada peralatan yang dimiliki oleh pelanggan. Bagi pelanggan Jaringan Tegangan Rendah, belum ada alat proteksi untuk mengatasi gangguan tersebut. Sehingga tujuan penelitian ini adalah merancang alat proteksi untuk tegangan lebih pada instalasi rumah daya 1300 VA. Alat tersebut digunakan untuk mendeteksi tegangan lebih pada sistem tegangan 1 phasa. Tegangan kerja dibaca menggunakan transformator non CT 1A. Keluaran transformator diolah menggunakan pengkondisi sinyal untuk menghasilkan output digital. Output digital ini dijadikan masukan mikrokontroler. Mikrokontroler akan memutuskan apakah tegangan normal atau lebih. Saat tegangan lebih terdeteksi, mikrokontroler memutus kontaktor beban sehingga beban peralatan aman dari gangguan tegangan lebih. Hasil penelitian ini adalah sistem mampu memutus koneksi beban jika mendeteksi tegangan diatas 242 volt selama lebih dari 5 detik

    Rancang Bangun Converter Tipe Cuk sebagai Penstabil Tegangan pada Panel Surya

    Get PDF
    Panel surya merupakan alat yang di gunakan untuk menyerap energi matahari dan di rubah menjadi energi listrik dengan menggunakan metode photovoltaic, namun kekurangannya adalah tegangan output tidak stabil sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan elektronik. Untuk itu dalam penelitian ini digunakan cuk converter yang berfungsi mengontrol tegangan output dengan cara merubah nilai duty cycle. Pengujian yang dilakukan selama 3 hari mulai pukul jam 8:00 – 16:00 dengan pengambilan data dilakukan setiap satu jam sekali. Tegangan output dari panel surya rata – rata 20 Volt, namun setelah di konversikan kedalam cuk converter tegangan keluaran tersebut berubah menjadi 14 Volt. Dari hasil pengujian cuk converter dengan merubah duty cicle pwm mulai dari 5 – 50%

    Kemampuan Isolasi Terhadap Tegangan Lebih Akibat Sambaran Petir pada Saluran Transmisi 150 kV di Gardu Induk Surabaya Selatan

    Get PDF
    Sambaran petir merupakan gangguan pada transformator daya yang menimbulkan tegangan lebih yang  akan merusak peralatan. Dalam penelitian ini  dengan memasang  lightning arrester yang berfungsi  mengalirkan   tegangan lebih  ke tanah. dengan  metode diagram tangga dan  pemodelan rangkaian sistem uji arrester  dengan PSCAD, masing-masing  diperoleh hasil untuk  skenario 1 dan 2 sebesar 954,639 kV dan 944,237 kV, rating arus petir 5 kA, 10 kA, 15 kA dan 5 kA, 10 kA yang semuanya dikategorikan baik. Namun untuk rating arus petir 15-50 kA melebihi standar BIL.
    corecore