1,720,965 research outputs found

    Analisis framing kasus kekerasan anak panti asuhan samuel pada harian kompas

    Full text link
    Penelitian terhadap kasus kekerasan anak pada Panti Asuhan Samuel ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Harian Kompas mengkonstruksi pemberitaan terhadap kasus tersebut. Untuk mendukung penelitian tersebut, penulis menggunakan teori konstruksi sosial media massa untuk memahami bagaimana proses konstruksi Harian Kompas terhadap peristiwa tersebut. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode penelitian analisis isi kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling untuk mengumpulkan data primer dan studi dokumen untuk mengumpulkan data sekunder. Penulis menggunakan teknik analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki untuk membagi elemen framing menjadi empat struktur utama yaitu unsur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil penelitian yang didapatkan oleh penulis adalah terdapat pembingkaian yang dilakukan oleh Harian Kompas terkait kasus kekerasan anak Panti Asuhan Samuel. Dalam membingkai kasus tersebut, Harian Kompas melihat kasus Panti Asuhan Samuel sebagai kasus pelanggaran dalam berbagai aspek, terutama pada aspek hukum dan kemanusiaan

    Proses alur kerja jurnalistik di majalah girlfriend indonesia

    Full text link
    Meskipun keberadaan media massa elektronik dan media online di Indonesia mulai mendapatkan perhatian banyak orang, media cetak tetap menunjukkan eksistensinya dengan makin bertumbuhnya media massa cetak, salah satunya adalah majalah. Untuk bisa mengetahui dan mempelajari lebih banyak mengenai hal yang terkait dengan majalah dan manajemennya, penulis memilih untuk melakukan praktik kerja magang di majalah. Tempat magang yang dipilih oleh penulis adalah majalah Girlfriend Indonesia yang berlokasi di Jln. Pangeran Antasari No. 53, Jakarta Selatan. Proses kerja magang dilaksanakan selama dua bulan mulai dari tanggal 3 September 2013 sampai dengan tanggal 3 November 2013. Dalam kurun waktu dua bulan tersebut penulis belajar mengenai proses alur kerja redaksi majalah Girlfriend Indonesia. Mulai dari tahap penugasan, proses liputan, pengambilan foto, pencarian narasumber, pengumpulan data, penulisan artikel dapat diselesaikan dengan baik selama penulis menjalani kerja magang. Ilmu yang diberikan saat menjalani perkuliahan di Universitas Multimedia Nusantara dapat diterapkan dengan baik sehingga membantu jalannya proses kerja magang

    Skrining Fitokimia, Kapasitas Total Antioksidan Dan Toksisitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum X Africanum Lour)

    No full text
    Penulis : Timotius Judul : Skrining Fitokimia, Kapasitas Total Antioksidan, dan Uji Toksisitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum x africanum Lour) Tingkat polutan yang tinggi telah menyebabkan peningkatan penyakit yang berkorelasi dengan Reactive Oxygen Species melalui suatu kondisi yaitu stress oksidatif. Stress oksidatif dapat distabilkan dengan antioksidan melalui penstabilan radikal yang aktif dan tidak stabil menjadi inaktif dan stabil. Daun kemangi (Ocimum x africanum lour) dikenal memiliki kandungan antioksidan sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antioksidan dan toksisitas daun kemangi. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi eksperimental in vitro dan bioassay. Ekstraksi penelitian ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut methanol. Uji yang dilakukan berupa uji fitokimia untuk menentukan kandungan metabolit sekunder, uji kapasitas antioksidan menggunakan metode DPPH, uji toksisitas dengan metode BSLT pada ekstrak Daun Kemangi. Pada uji fitokimia ekstrak daun kemangi didapatkan positif senyawa metabolit sekunder alkaloid, antosianin, cardio glikosida, coumarins, glikosida, fenol, quinones, saponin, terpenoid dan tannin. Pada ekstrak daun kemangi, uji kapasitas antioksidan didapatkan IC50 sebesar 174,04 μg/mL, uji kadar fenolik 1087,92 μg/mL, uji kadar alkaloid 8,15 μg/mL, uji toksisitas didapatkan LC50 sebesar 158,36 μg/mL. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daun kemangi mengandung antioksidan namun tidak sebesar dibandingkan vitamin C, daun kemangi juga memiliki aktivitas sitotoksisitas sehingga memiliki potensi sebagai anti karsinogen

    Skrining Fitokimia, Kapasitas Total Antioksidan Dan Toksisitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum X Africanum Lour)

    No full text
    Penulis : Timotius Judul : Skrining Fitokimia, Kapasitas Total Antioksidan, dan Uji Toksisitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum x africanum Lour) Tingkat polutan yang tinggi telah menyebabkan peningkatan penyakit yang berkorelasi dengan Reactive Oxygen Species melalui suatu kondisi yaitu stress oksidatif. Stress oksidatif dapat distabilkan dengan antioksidan melalui penstabilan radikal yang aktif dan tidak stabil menjadi inaktif dan stabil. Daun kemangi (Ocimum x africanum lour) dikenal memiliki kandungan antioksidan sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antioksidan dan toksisitas daun kemangi. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi eksperimental in vitro dan bioassay. Ekstraksi penelitian ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut methanol. Uji yang dilakukan berupa uji fitokimia untuk menentukan kandungan metabolit sekunder, uji kapasitas antioksidan menggunakan metode DPPH, uji toksisitas dengan metode BSLT pada ekstrak Daun Kemangi. Pada uji fitokimia ekstrak daun kemangi didapatkan positif senyawa metabolit sekunder alkaloid, antosianin, cardio glikosida, coumarins, glikosida, fenol, quinones, saponin, terpenoid dan tannin. Pada ekstrak daun kemangi, uji kapasitas antioksidan didapatkan IC50 sebesar 174,04 μg/mL, uji kadar fenolik 1087,92 μg/mL, uji kadar alkaloid 8,15 μg/mL, uji toksisitas didapatkan LC50 sebesar 158,36 μg/mL. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daun kemangi mengandung antioksidan namun tidak sebesar dibandingkan vitamin C, daun kemangi juga memiliki aktivitas sitotoksisitas sehingga memiliki potensi sebagai anti karsinogen

    Pembuatan Komik Web Pemanasan Global: Bumi Kita Semakin Panas

    Full text link
    Memiliki gaya yang menghibur, komik tidak selalu membawakan hal fiksi. Komik menjadi salah satu pilihan bagi jurnalis dalam mengemas suatu isu, sehingga komik tidak membawakan cerita fiksi melainkan fakta. Kendati demikian, Hasbi Ilman, pemimpin redaksi Jurnaliskomik.com, mengatakan genre jurnalisme masih belum terlalu banyak diminati oleh media di Indonesia. Selain komik, penulis juga melihat potensi pengemasan cerita dengan gaya scrollytelling. Pengemasan gaya ini membuat cerita dalam web dikemas secara interaktif, dengan menggunakan berbagai elemen seperti tulisan, video, audio, dan lainnya. Penulis melihat adanya penggabungan kedua potensi tadi untuk dijadikan produk jurnalistik. Dalam membuat komik web, penulis menggunakan konsep manajemen proyek. Konsep ini membagi proses pembuatan komik web menjadi tiga tahap, yaitu pra produksi, produksi, pasca produksi. Pembuatan komik juga akan didasari dengan teori pembuatan komik seperti gaya dan elemen komik yang dibuat oleh Indiria Maharsi dan Scott McCloud. Untuk isu yang akan diangkat, penulis akan menyoroti isu pemanasan global. Berdasarkan data yang dimuat pada Rencana Strategi Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2015-2019, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Indonesia masih tergolong rendah yaitu berada pada angka 63. Dalam Rencana strategi PPI tersebut, pemerintah melihat bahwa Indonesia membuang emisi gas rumah kaca dalam skala besar. Hal tersebut membuat Indonesia menjadi negara yang rentan terhadap perubahan iklim. Nantinya, produk jurnalistik berupa komik web yang digabungkan dengan format scrollytelling. Penggabungan yang dimaksud adalah komik web yang dikemas dengan menghadirkan unsur interaktif di dalamnya, seperti penggunaan transisi saat membaca. Dengan demikian, diharapkan komik web ini dapat menjadi salah satu bentuk baru pengemasan jurnalisme, juga menjadi sarana informasi masyarakat terkait isu pemanasan global

    Meningkatkan Kreativitas Anak melalui Kegiatan Menggambar dan Mewarnai

    Full text link
    Kurangnya kreativitas anak di era digital menjadi alasan utama diadakannya kegiatan menggambar dan mewarnai di TBM Bersaudara RW 07 di BSD. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak-anak agar lebih siap menghadapi tantangan zaman sekarang. Artikel ini menggunakan teknik analisis deskriptif untuk menjelaskan proses kegiatan dan metode action research untuk merancangnya. Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini melibatkan anak-anak dalam kegiatan praktis menggambar dan mewarnai dengan panduan untuk meningkatkan kemampuan kreatif mereka. Tujuan utamanya adalah agar kegiatan ini memberikan motivasi kepada anak-anak untuk mengaktifkan kreativitas mereka lebih lanjut dan mampu mengaplikasikan apa yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih baik

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore