1,721,078 research outputs found
KONSEP TAWA DALAM BUKU TERAPI TAWA ALA RASULULLAH KARYA THAYIB AL-BAIHAQI MENURUT PERSPEKTIF AKHLAK TASAWUF
Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi karena mengingat pentingnya
keluhuran akhlak yang harus dimiliki seorang manusia di atas segalanya. Terlebih
tidak semua orang yang berakhlak, mempunyai pusat tujuan terakhir kepada
Tuhan-Nya. Fokus penelitian ini adalah menawarkan kepada seluruh umat muslim
dunia untuk mengamalkan konsep tawa dari buku Terapi Tawa Ala Rasulullah
karya Thayib Al-Baihaqi menggunakan perspektif ilmu akhlak dan tasawuf untuk
mengetahui yang mana kategori akhlak mahmudah dan yang mana akhlak
madzmumah sehingga ketika konsep yang diinginkan sudah mencapai tujuan,
maka konsep tawa ini juga digunakan sebagai wasilah ketuhanan seorang hamba
untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulnya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, yang mana data yang
diambil untuk penelitian ini digali dari buku-buku dan literatur lainnya yang
berkenaan dengan permasalahan yang diteliti. Teknik analisis data dalam
penelitian ini menggunakan metode analisis isi eksplanatif, yaitu analisis yang di
dalamnya terdapat pengujian hipotesis tertentu, juga mencoba membuat hubungan
antara satu variabel dan variabel lain dengan rumusan bagaimana konsep tawa
dalam buku Terapi Tawa Ala Rasulullah yang ditulis oleh Thayib Al-Baihaqi dan
bagaimana konsep tawa dalam buku Terapi Tawa Ala Rasulullah karya Thayib
Al-Baihaqi menurut pandangan Akhlak dan Tasawuf.
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa tertawa merupakan hal
alami yang berada pada lahiriah manusia. Tertawa bisa dijadikan sebagai suatu
yang berkualitas dan penuh manfaat jika difungsikan sesuai dengan aturan yang
berlaku dalam agama Islam, yakni dengan memberlakukannya sesuai porsi dan
batasan yang dijelaskan dalam al-Qur’an dan Hadits, salah satunya adalah
berpegang pada konsep tawa yang dipraktikkan oleh Nabi kita Muhammad Saw.
Dari buku Terapi Tawa Ala Rasulullah ini, peneliti telah mengambil
beberapa pokok pembahasan yang menjadi dasar analisis dengan menggunakan
perspektif akhlak dan tasawuf. Mengingat banyaknya keindahan akhlak yang bisa
kita lihat dari teladan Nabi Muhammad saw dan nilai tasawuf yang berperan
penting dalam proses perjalanan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada
Allah swt. Perspektif akhlak tasawuf adalah dua visi misi yang tidak dapat
dipisahkan, semuanya saling berhubungan dan berjalan beriringan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
