1,721,636 research outputs found
A Fekete-tenger
Mintha a „világ végén” lenne ez az erősen szennyezett zárt tenger, pedig, valójában az átalakuló stratégiai erőviszonyok kellős közepén helyezkedik el
Question XIV, (posée par M. Guitard). Rapports de la musique avec la pharmacie
Ludy-Tenger , Assmus Richard. Question XIV, (posée par M. Guitard). Rapports de la musique avec la pharmacie . In: Revue d'histoire de la pharmacie, 40ᵉ année, n°132, 1952. pp. 329-331
Question XIV, (posée par M. Guitard). Rapports de la musique avec la pharmacie
Ludy-Tenger , Assmus Richard. Question XIV, (posée par M. Guitard). Rapports de la musique avec la pharmacie . In: Revue d'histoire de la pharmacie, 40ᵉ année, n°132, 1952. pp. 329-331
A Földközi-tenger szerepe a Római Birodalom gazdaságában, kereskedelmében, élelmiszereiben
A Földközi-tenger szerepe a Római Birodalom gazdaságában, kereskedelmében, élelmiszereiben. Hajózás, navigáció, kereskedelem, halételek, haltenyésztés, halászati technikák.BKTörténelemMSc/M
A Földközi-tenger műanyag-szennyezettsége és a környezeti kommunikáció
A műanyag mára teljesen nélkülözhetetlenné vált mindennapi életünkhöz, azonban gyakran elsiklunk afelett, hogy milyen káros hatásokat gyakorol környezetünkre és ránk. A szakdolgozat a Földközi-tenger műanyag-szennyezettségét, valamint a környezeti kommunikációt mutatja be Olaszország helyzetére összpontosítva.Romanisztika - OlaszBSc/B
Konsep tahapan-tahapan spiritual Ki Ageng Suryomentaram : dari manungso kromodongso menuju manungso tanpo tenger
Dalam tradisi lokal nusantara dikenal Ki Ageng Suryomentaram yang membawa ajaran Kawruh jiwa dalam rangka untuk mengenal diri (pengawikan pribadi). Dengan menggunakan ajaran Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram, maka manusia dapat mengatasi krisis spiritual dengan cara mengevolusikan si manungso kromodongso menuju manungso tanpo tenger. Ketika manungso tanpo tenger ini tumbuh dalam jiwa seseorang, maka ia akan menjadi manusia yang dapat memahami dirinya, ketika ia dapat mengerti siapa dirinya maka ia dapat mengenali pengalaman-pengalamannya, ketika ia dapat mengenali pengalamannya maka ia akan dapat mengenali lingkungannya, jika ia dapat mengenali lingkungannya maka ia akan dengan mudah mengenali Tuhannya.
Masalah dalam penelitian tersebut dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan: (1) Bagaimana konsep tahapan-tahapan spiritual Ki Ageng Suryomentaram? (2) Bagaimana mentransformasi manungso kromodongso menuju manungso tanpo tenger? Tujuan dalam penulisan ini untuk mengetahui konsep tahapan-tahapan spiritual Ki Ageng Suryomentaram. Jenis penelitian tersebut menggunakan library research (penulisan perpustakaan). Analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan analisis konten.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsep tahapan spiritual Ki Ageng Suryomentaram adalah konsep tahapan spiritual yang mengevolusikan dari manungso kromodongso (Dimensi III) menuju manusia tanpo tenger (Dimensi IV). Dilakukan dengan cara mentransformasi ke-aku-an: dari aku kromodongso menuju aku sejati dan melarutkan 11 catatan kromodongso sebagai sumber rasa hidupnya. Dengan mengevolusikan manungso kromodongso menuju manusia tanpo tenger, manusia dapat mencapai kondisi manusia seutuhnya, yaitu manusia merdeka yang tidak dicirikan oleh catatan-catatannya, manusia yang dapat mengenali diri, pengalaman, lingkungan dan Tuhannya. Serta manusia yang mengalami kebahagiaan sejati, kebahagiaan yang tidak tergantung pada waktu, tempat, dan keadaan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Bernard Tenger, Die Verschuldung im römischen Ägypten (1.-2. Jh. n. Chr.)
Straus Jean A. Bernard Tenger, Die Verschuldung im römischen Ägypten (1.-2. Jh. n. Chr.). In: L'antiquité classique, Tome 64, 1995. pp. 493-494
Kai Ruffing & Bernhard Tenger (Ed.), Miscellanea oeconomica. Studien zur antiken Wirtschaftsgeschichte
Raepsaet Georges. Kai Ruffing & Bernhard Tenger (Ed.), Miscellanea oeconomica. Studien zur antiken Wirtschaftsgeschichte. In: L'antiquité classique, Tome 68, 1999. pp. 570-571
- …
