1,721,008 research outputs found

    Tenas Effendy punggawa Melayu

    Full text link
    Buku ini mengisahkan tentang seorang tokoh tersohor di Riau, yaitu Tenas Effendy. Tenas Effendy adalah seorang kurator yang teliti, peneliti yang tunak, dan budayawan yang jenius. Ia adalah seorang maestro yang mengukuhkan pancang Melayu, tidak hanya di Riau dan Kepulauan Riau, tetapi juga di negeri tetangga. Semasa hidupnya, Tenas telah mendedikasikan diri untuk mengumpulkan berbagai kearifan Melayu. Semua yang terserak dalam ungkapan, pantun, syair, nasihat orang tua, keputusan dan kebijakan kepala adat, serta berbagai sastra lisan lainnya dirangkum oleh Tenas dalam catatan yang bisa dikatakan lengkap

    STILE KEPENGARANGAN TENAS EFFENDY DALAM TUNJUK AJAR MELAYU

    Full text link
    Literary works are classified as works of imagination in the form of fictional or imaginary experiences. The messages to be conveyed through literary works must be creative so that they appear attractive to read and listen to, so it is necessary to have a stile from the authorship itself to make his work beautiful and attractive. There are many ways to enjoy, understand and appreciate the work of the author Tenas Effendy, one of which is by studying the Stile of Tenas Effendy's authorship in Tunjuk Ajar Melayu. This study aims to analyze and interpret Tenas Effendy's stile authorship in Tunjuk Ajar Melayu. This needs to be examined because the existence of a literary work can be seen from how the author packs his work so that he can create his own stile from the author's side. The method used in this research is content analysis method. The source of data in this research is Tunjuk Ajar Melayu Karya Tenas Effendy in 2013 which has been recorded. The data collection technique is done by applying the hermeneutic technique. After the author of the analysis, Tunjuk Ajar Melayu by Tenas Effendy has a unique and distinctive authorship stile seen from the stylistic aspect, namely the stile as a pack of thoughts, the stile as a deviation from linguistic norms and the stile as a collection of personal characteristics

    Analisis Gaya Bahasa dan Makna Syair Nasib Melayu Karya H. Tenas Effendy

    Full text link
    Poetry is an old poem, each verse consists of four lines and each end ends with the same, poetry as a form of written oral literature that contains a lot of teaching in it. The title of this research is "Analysis of Language Style and Meaning of the Poetry of Malay Fate by H Tenas Effendy". The problem of this research is 1. what style of language is found in Malay Poetry of H Tenas Effendy H 2. What are the meanings contained in the Malay Poetry of H Tenas Effendy. 2. to find out the meaning contained in the Poetry of Malay Fate H Tenas Effendy. The theory used to analyze the problem of this research is the Tarigan Theory (2013), Djajasudarma (1993). This research method is descriptive method. The results of the study are that there are six (6) verse verses that are included in the Comparison language style including three (3) types of parable language styles; two (2) types of personification language styles; one (1) type of pleonasm and tautology language style; one (1) type of periphrasis language style. The author also found nine (9) interrelated linguistic styles contained in H Tennas effendy poetry texts including; one (1) type of sinekdok language style; one (1) type of epithetic language style; two (2) types of parallelism language styles; one (1) type of ellipsis language style; one (1) type of grading language style; (2) types of erotic language styles; one (1) type of polysindeton language style. The author also finds meaning in the text of Poem H Tenas Effendy among; Nineteen (19) connotative meanings. So the total amount of data that the authors found was 19 comparative language styles, 8 interrelated language styles and 19 connotative meanings

    Kajian Stilistika Dalam Buku Ejekan Dan Pantangan Teerhadap Orang Melayu Karya H. Tenas Effendy

    Full text link
    Stilistika merupakan kajian terhadap pemilihan bentuk bahasa terutama yang berkaitan dengan aspek ketepatan dan efek keindahan. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah makna leksikal dalam buku Ejekan dan Pantangan terhadap orang Melayu Karya H. Tenas Effendy?, (2) bagaimanakah bahasa figuratif dalam buku Ejekan dan Pantangan terhadap orang Melayu Karya H. Tenas Effendy?. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan, menganalisis, dan menyimpulkan makna leksikal dalam buku Ejekan dan Pantangan terhadap orang Melayu Karya H. Tenas Effendy; (2) mendeskripsikan, menganalisis, dan menyimpulkan bahasa figuratif dalam buku Ejekan dan Pantangan terhadap orang Melayu Karya H. Tenas Effendy. Teori yang digunakan adalah Burhan Nurgiyantoro (2014). Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik hermeneutik. Sumber data dan data pada penelitian ini yaitu isi buku Ejekan dan Pantangan terhadap orang Melayu Karya H. Tenas Effendy tahun 2004. Hasil penelitian dilihat dari makna leksikal dan bahasa figuratif yang digunakan dalam buku ejekan dan pantangan terhadap orang Melayu Karya H. Tenas Effendy terdapat 83 makna leksikal, bahasa figuratif simile berjumlah 5 bait, bahasa figuratif metafora 35 bait, bahasa figuratif personafikasi 2 bait, bahasa figuratif alegori 8 bait, dan bahasa figuratif sinekdoke berjumlah 11 bait. Kata Kunci : Stilistika, makna leksikal, bahasa figuratif

    Nilai-nilai Budaya Dalam Pantun Nasehat Karya Tenas Effendy

    Full text link
    Research on Cultural Values ​​in Tenas Counsel of Tenas Effendy is research related to cultural values. Discussion the problem in this research is how cultural values ​​are contained in Pantun N Advice by Tenas Effendy. The aim of this study to find out the cultural values ​​contained in the book Pantun N advice by Tenas Effendy. The theory used in this research is theory Koentjoroningrat (2009) as well as opinions relevant to this research problem. This research method uses descriptive method, this type of research using library research, the approach used is the approach qualitative. This research data collection technique uses reading techniques, take notes, and conclude. The data collected in this study were 45 Tenun Effendy's Pantun Advice with 20 elements of language, there are 5 rhymes having phonological aspects, 5 rhymes have aspects morphology, 5 pantun have semantic aspects, and 5 pantun have semantic aspects. Elements of the knowledge system amounted to 11 pantun, there are 4 pieces rhymes have elements of the knowledge system related to the human body, and 7 rhymes relating to the qualities and behavior of others human. There are 7 elements of social organization relating to social relations between relatives. There are 7 religious elements in the religious system relating to the people who perform and lead the ceremon

    NILAI-NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI DALAM TUNJUK AJAR MELAYU KARYA TENAS EFFENDY

    Full text link
    FATIMAH AZZAHRA (2024):NILAI-NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI DALAM TUNJUK AJAR MELAYU KARYA TENAS EFFENDY Penelitian ini pertama bertujuan untuk mengetahui Nilai-nilai gama dan moral Anak Usia Dini dalam Tunjuk Ajar Melayu Karya Tenas Effendy. Kedua, penelitian ini bertujuan untuk memunculkan kembali karya-karya Tenas Effendy yang hampir hilang ditelan masa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Nilai-nilai agama dan moral anak usia dini dalam Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy,berisikan butiran-butiran syair Tunjuk Ajar Melayu yang memuat nilai-nilai agama dan moral anak usia dini terutama berkaitan dengan ketuhanan, diri sendiri, sesama manusia dan alam lingkungan. Oleh karena itu, Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy ini mampu digunakan sebagai acuan/ pedoman pembentukan agama dan moral anak usia dini dalam proses pendidikan anak usia dini. Kata kunci: Nilai agama dan moral, anak usia dini, Tunjuk Ajar Melayu

    Analisis Stilistika dalam Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy

    Full text link
    Tunjuk Ajar Melayu (TAM) is very important for Malay people, especially in the past trying after all their power to disseminate, bequeath and perpetuate the teaching values ​​referred to through literature (both oral and written). Understanding and living a literary work, one of which is through the study of stylistics. Stylistics as one of the sub-sciences in literature plays a large role in the study of literature because it examines the way the writer uses elements and language rules by looking for the effects caused by the use of language, examining the characteristics of the use of language in literature. Stylistics studied the use of the figure of speeches in its function. In this study, the researcher formulated the research problems, what was the comparative and linkage figure of speeches in TAM by Tenas Effendy?. Therefore, this research was conducted to describe, analyze, and interpret the comparative and linkage figure of speeches contained in TAM by Tenas Effendy. This research used the content analysis method. The data was collected through documentation and hermeneutic techniques. The data was documented by reading, taking notes, then summarizing and grouping according to the type of work. The results of this study were comparative figure of speeches in TAM by Tenas Effendy consisting of simile, personification, metaphor, and allegory. The linkage figure of speech in TAM by Tenas Efendy consisted of synecdoche figure of speech of tutom pro parte category. &nbsp

    Kohesi Teks Syair dalam Tunjuk Ajar Melayu Karya Tenas Effendy

    Full text link
    Research on the cohesion of poetical text in Tunjuk Ajar Melayu by Tenas Effendy which viewed from the aspect of language. The role of cohesion is necessary in a text to support the linkage between the stanza with the stanza and the array with the array in a poem. With the cohesion will make it easier to read understand the author's intent. Cohesion can also affect the level of appreciation and understanding of the reader or the listener. Therefore, this study aims to know the cohesion between the lines in one line and antarbait in the text of the teachings of the teachings of Tenas Effendy Malay. The theory used Tarigan (1993), Effendy (2013), Tarigan (2009) and other supporting theories. Writing research this is descriptive-analitik with qualitative descriptive method. The data of this research are sourced Tunjuk Ajar Melayu by Tenas Effendy in 2013. Based on the research findings, there are several cohesion tools used in the text of lecture of Tenas Effendy's Malay teaching, among others, pronouncement, substitution, conjunction and lexical cohesion. There are several ways of lexical used are repetition, synonym and antonym and so on

    Nilai moral dalam pantun nasehat karya Tenas Effendy dan relevansinya sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMP

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukan nilai pendidikan dalam Pantun Nasehat karya Tenas Effendy yang memiliki relevansi dengan pembentukan karakter sehingga perlu dikaji dengan kajian Hermeneutika paul Ricoeur. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu: (1) mendeskripsikan nilai pendidikan dalam Pantun Nasehat karya Tenas Effendy sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMP dan (2) mendeskripskan Pantun Nasehat karya Tenas Effendy sebagai alternatif bahan ajar di SMP. Jenis penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Subjeknya adalah pantun nasihat. Sedangkan objeknya adalah nilai pendidikan yang terdapat dalam buku Pantun Nasehat karya Tenas Effendy. Penelitian ini menggunakan kajian Hermeneutika Paul Ricoeur dan juga dikaitkan sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMP. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak dan teknik catat. Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data dalah peneliti sendiri yang berperan sebagai human instrument dengan bantuan perlengkapan yang berbentuk kartu informasi/data dan tabulasi data. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah teknik analisi deskripstif kualitatif dengan kajian Hermeneutika Paul Ricoeur. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. Pertama, nilai pendidikan yang ditemukan dalam buku Pantun Nasehat karya Tenas Effendy ditemukan sebanyak 201 data pantun. Nilai pendidikan tersebut terbagi menjadi dua kategori yaitu agama dan moral. Dengan demikian, dapat disimpulkan dari dua kategori pantun tersebut menyatakan bahwa masyarakat Melayu sangat menjunjung tinggi religuisitas dan moralitas. Kedua, Pantun Nasehat karya Tenas Effendy sesuai sebagai alternatif bahan ajar berdasarkan aspek bahasa, psikologi, dan latar belakang budaya

    REKONSTRUKSI PENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA: ANALISIS FILOSOFIS TERHADAP TUNJUK AJAR MELAYU (BUTIR-BUTIR BUDAYA MELAYU RIAU KARYA TENAS EFFENDY)

    Full text link
    Tunjuk Ajar Melayu yang ditulis oleh Tenas Effendy merupakan karya gemilang yang mengandung berbagai nilai mutiara pendidikan dalam arti luas. Jika nilai tersebut diaktualisasikan dalam konsep-konsep pendidikan, maka akan dihasilkan suatu bentuk atau format yang bermutu dalam penyusunan konsep pendidikan. Salah satu nilai yang paling urgen dalam Tnjuk ajar Melayu adalah nilai karakter. Berdasarkan kajian terhadap muatan karakter dalam Kurikulum 2013 dan nilai-nilai karakter dalam Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy, penulis melihat ada kesamaan dan titik temu dari kedua aspek tersebut. Namun demikian, nilai karakter dalam Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy jauh lebih luas dan mendalam serta menyentuh langsung ke dasar budaya masyarakat. Nilai-nilai ini apabila dikemas secara apik dalam Kurikulum akan menghasilkan dampak yang sangat positif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional saat ini. Untuk mengkaji lebih dalam nilai karakter dalam Tunjuk Ajar Melayu, penulis memfokuskan pada tiga persoalan utama yakni: a) Apa bentuk nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy?, b) Bagaimana bentuk konstruksi pendidikan karakter berdasarkan Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy?, dan c) Di mana posisi pemikiran Tenas Effendy dalam Tunjuk Ajar Melayu dilihat dari konstelasi pendidikan barat dan Islam ?. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy mengandung makna yang sangat komprehensif meliputi inti ajaran dasar agama Islam yang merupakan sumber pendidikan karakter. Bentuk pendidikan karakter dalam Tunjuk Ajar Melayu lebih komprehensif dibanding konsep pendidikan karakter yang ada\ud karena Tunjuk Ajar Melayu menawarkan bukan hanya sekedar konsep, tetapi sampai kepada teknis yang tertuang dalam berbagai ungkapan yang mudah dipahami dan bisa dilaksanakan secara langsung oleh siapapun juga. Selanjutnya, berdasarkan analisis terhadap bentuk pendidikan karakter dalam Tunjuk Ajar Melayu, maka dapat dibuat konstruksi pendidikan karakter berdasarkan unsur-unsur yang terdapat dalam pendidikan yakni tujuan pendidikan, pendidik, anak didik, materi/kurikulum, metode, dan lingkungan pendidikan. Hal yang khusus dari pendidikan karakter perspektif Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy bekenaan dengan sumber dimana Tunjuk Ajar Melayu bersumber dari nilai-nilai asas budaya Melayu Riau dan nilai nilai-nilai luhur budaya Melayu. Nilai-nilai itulah yang menjadi dasar membangun peradaban Melayu yang islami
    corecore