1,723,774 research outputs found

    PERKEMBANGAN KOMIK TATANG SUHENRA (1966-2000)

    Full text link
    Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini yaitu mengenai perkembangan komik Tatang S dalam perkembangan komik di Indonesia (1966 2000). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang komikus Tatang S, serta peran Tatang S dalam perkembangan komik di Indonesia. Penelitian ini dilakukan atas ketertarikan peneliti terhadap perkembangan komik di Indonesia yang mempunyai sejarah cukup panjang dalam perkembangannya. Salah satu tokoh yang mempunyai peran dalam perkembangan komik di Indonesia adalah Tatang S atau Tatang Suhenra. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini merupakan karya-karya dari Tatang S. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan metode historis yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang Tatang S dalam menjadi seorang komikus dipengaruhi oleh komikus senior sebelumnya yaitu R.A Kosasih dan teman-teman seperjuangannya Lan Kelana dan Abuy Ravana. Tatang S membuat komik mulai dari romansa, silat, horor, superhero hingga komedi Petruk Gareng. Tatang S dan karyanya bisa menjadi motivasi dan inspirasi terhadap komikus setelahnya, karena Tatang S bisa tetap eksis ditengah gempuran komik dari Amerika dan Jepang di Indonesia. The main problem studied in this research is the role of Tatang S in the development of comics in Indonesia (1966-2000). It is hoped that this research can provide a deeper understanding of comic artist Tatang S, as well as the role of Tatang S in the development of comics in Indonesia. This research was conducted based on researchers' interest in the development of comics in Indonesia, which has a fairly long history of development. One of the figures who played a role in the development of comics in Indonesia was Tatang S or Tatang Suhenra. The sources used in this research are the works of Tatang S. This research was studied using historical methods consisting of heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results of this research show that Tatang S's background in becoming a comic artist was influenced by previous senior comic artists, namely R.A Kosasih and his comrades in arms, Lan Kelana and Abuy Ravana. Tatang S makes comics ranging from romance, martial arts, horror, superheroes to comedy Petruk Gareng. Tatang S and his work can be a motivation and inspiration for comic artists after him, because Tatang S can continue to exist amidst the onslaught of comics from America and Japan in Indonesia

    KAJIAN GAYA VISUAL STORYTELLING TATANG SUHENRA

    No full text
    Tatang Suhenra adalah salah seorang komikus legendaris Indonesia yangterkenal dengan karya komiknya berupa komik silat, komik cerita Punakawan,dan komik religius. Komik-komik karya Tatang Suhenra menjadi benda koleksiyang bernilai tinggi karena dapat terus dikonsumsi saat komik Indonesia sulitbersaing pada periode 1980-an menjadi daya tarik utama yang menarik untukdikaji lebih dalam. Aspek visual story telling komik Tatang Suhenra dikajimenggunakan teori Scott McCloud. Adapun hasil penelitian ini mengerucut pada pemanfaatan konten dan konteks lokal secara kreatif dari target pembacanya sebagai salah satu ciri kekhasan karya Tatang Suhenra selain pemilihan tokoh serta penokohan yang teliti dan konsisten. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan pembuat komik untuk mengatasi persaingan komik Indonesia dengan komik mancanegara</jats:p

    RUMPAKA MAMAOS KARYA TATANG SETIADI : Ulikan Struktural jeung Romantisme

    Full text link
    ABSTRAK Ieu panalungtikan medar ngeunaan struktur jeung ajén romantik nu nyampak dina rumpaka mamaos karya Tatang Setiadi. Tujuan tina ieu panalungtikan téh nyaéta pikeun nganalisis jeung ngadéskripsikeun: 1) struktur rumpaka mamaos karya Tatang Setiadi; 2) ciri romantisme nu nyangkaruk dina rumpaka mamaos karya Tatang Setiadi. Métode anu digunakeun dina ieu panalungtikan nyaéta métode déskriptif analisis kalawan pamarekan kualitatif. Téhnik anu digunakeun dina ieu panalungtikan nyaéta téhnik taalah pustaka, wawancara, sarta dokuméntasi. Instrumén anu digunakeun dibagi jadi tilu nyaéta instrumén pikeun transkripsi mamaos, instrumén pikeun ngumpulkeun data, jeung instrumén pikeun ngolah data. Tiori anu digunakeun dina ieu panalungtikan nyaéta tiori struktur puisi Alton C. Morris & I.A. Richard, jeung tiori romantisme Aoh K. Hadimadja. Hasil panalungtikan nuduhkeun, struktur puisi anu kapaluruh dina rumpaka mamaos karya Tatang Setiadi téh kawilang variatif jeung silih pakait antar strukturna. Salian ti éta, aya ogé ciri romantisme Ranu kapaluruh dina rumpaka mamaos karya Tatang Setiadi ngawengku mélankolis, primitivisme, séntiméntalisme, individualisme, jeung éksotismé anu nambahan ajén kaéndahan tina rumpakana. Kecap Galeuh: mamaos, romantisme, struktur, Tatang Setiadi. ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang struktur dan nilai romantik yang terkandung dalam lirik mamaos karya Tatang Setiadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan: 1) struktur puisi dalam lirik mamaos karya Tatang Setiadi; 2) ciri romantisme yang terkandung dalam lirik mamaos karya Tatang Setiadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik telaah pustaka, wawancara, serta dokumentasi. Instrumen yang digunakan terbagi menjadi tiga, yaitu instrumen untuk transkripsi mamaos, instrument untuk mengumpulkan data, dan instrumen untuk mengolah data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu struktur puisi Alton C. Morris & I.A. Richard, serta teori romantisme Aoh K. Hadimadja. Hasil dari penelitian menunjukkan, struktur puisi yang terkandung dalam lirik mamaos karya Tatang Setiadi yang variatif dan saling terhubung antar strukturnya. Selain itu, terdapat pula ciri romantisme yang terkandung dalam lirik mamaos karya Tatang Setiadi, yaitu melankolis, primitivisme, sentimentalisme, individualisme, dan eksotisme yang menambah nilai keindahan pada lirik tersebut. Kata Kunci: mamaos, romantisme, struktur, Tatang Setiadi. ABSTRACT This research discusses the structure and romantic value contained in the lyrics of mamaos by Tatang Setiadi. The purpose of this study is to analyze and describe: 1) the structure of poetry in mamaos lyrics by Tatang Setiadi; 2) the romantic characteristics contained in the lyrics of mamaos by Tatang Setiadi. The method used in this study is a descriptive method of analysis with a qualitative approach. The techniques used in this study are literature review techniques, interviews, and documentation.The instruments used are divided into three, namely instruments for transcription of mamaos, instruments for collecting data, and instruments for processing data. The theories used in this study are the poetry structure of Alton C. Morris &; I.A. Richard, and the theory of romanticism of Aoh K. Hadimadja. The results of the study showed that the structure of the poem contained in the lyrics of mamaos by Tatang Setiadi was varied and interconnected between its structures. In addition, there are also romantic characteristics contained in the lyrics of mamaos by Tatang Setiadi, namely melancholy, primitivism, sentimentalism, individualism, and exoticism that add beauty value to the lyrics. Keyword: mamaos, structure, romanticism, Tatang Setiad

    Pourquoi j'écris

    No full text
    Tatang Sontani Utuy. Pourquoi j'écris. In: Archipel, volume 15, 1978. pp. 41-52

    Dinamika komunikasi/ Tatang

    No full text
    286 hal.: ilus.; 24 c

    MUATAN IDEOLOGI DALAM STRUKTUR DAN TEKSTUR DRAMA SAYANG ADA ORANG LAIN KARYA UTUY TATANG SONTANI

    Full text link
    Permasalahan yang dibahas antara lain ialah 1) Biografi dan ideologi Utuy Tatang Sontani dalam naskah Sayang Ada Orang Lain. 2) struktur dan tekstur naskah drama Sayang Ada Orang Lain Karya Utuy Tatang Sontani. Adapun tujuan dari penelitian ini 1) Untuk mengetaui biogragi Utuy Tatang Sontani dan ideologinya terhadap drama Sayang Ada Orang Lain karya Utuy Tatang Sontani. 2)Untuk mengetahui dan menjelaskan struktur dan tekstur drama Sayang Ada Orang Lain karya Utuy Tatan Sontani. Penelitian ini menggunakan teori George R. Kernodlestruktur drama yang terdiri dari plot, tema, dan karakter, sedangkan tekstur terdiri dari dialog, mood, dan spectacle. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil pembahasan Drama Sayang Ada Orang Lain bentuk atau rancangan tertilis dimana Utuy Tatang menuliskan gagasannya melalui kaya sastra yang dihasilkannya. Gagasan itu merupakan ideologi Utuy Ttang Sontani yang dimunculkan melalui struktur dan tekstur. Dari struktur terdiri dari plot, tokoh, tema sedangkan tekstur terdiri dari dialog, mood, dan spektakel

    ULIKAN SOSIOLOGI SASTRA DINA NOVEL-NOVEL SUNDA KARYA TATANG SUMARSONO

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya usaha penelitian karya-karya sastra Sunda, terutama karya dari para sastrawan Sunda yang mumpuni, baik secara kualitas maupun kuantitas. Selain untuk menggali nilai-nilai sastra, juga mengetahui riwayat hidup dan kepengarangannya yang mempengaruhi karyanya, di antaranya adalah novel-novel Sunda karya Tatang Sumarsono. Peneltian ini bertujuan menemukan dan mendeskripsikan aspek-aspek, adalah untuk mendeskripsikan (1) aspek sosiologi pengarang novel Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén Révolusi, dan Mandédurma; (2) aspek sosiologi karya sastra novel Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén Révolusi, dan Mandédurma; dan (3) aspek sosiologi sastra novel Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén Révolusi, dan Mandédurma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk mencari dan mendeskripsikan data-data dengan mengaitkan antara sosiologi sastra dengan teks sastra secara teliti. Teknik yang digunakan adalah teknik studi pustaka dan teknik hermeneutika. Untuk analisis data digunakan studi dokumentasi (documentary study) dan wawancara (interview). Hasil penelitian ini menmukan bahwa dalam aspek sosiologi pengarang yang mempengaruhi karyanya adalah status sosial, ideologi politik, profesi, dan hobi. Dalam aspek sosiologi karya sastra yang mempengaruhi adalah kritik sosial kepada masyarakat yang tidak menghargai nilai tradisi, melanggar aturan, merusak alam, mengabaikan nilai keagamaan (religiusitas), dan pemimpin yang melanggar aturan. Dalam aspek sosiologi sastra, apresiasi masyarakat sastra terhadap lima novel Sunda tersebut sangat baik serta memberi pengaruh sosial kepada masyarakat. Melalui penelitian ini maka anggapan bahwa sastra merupakan cerminan dari kehidupan sosial masarakat, terbukti benar adanya. Kata kunci: novel Sunda, Tatang Sumarsono, sosiologi sastra A STUDY IN THE SOCIOLOGY OF LITERATURE IN SUNDANESE NOVELS BY TATANG SUMARSONO Ari Andriansyah, 2021 ULIKAN SOSIOLOGI SASTRA DINA NOVEL-NOVEL SUNDA KARYA TATANG SUMARSONO Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ARI ANDRIANSYAH ABSTRACT 6 This study was motivated by the need to study Sundanese literary works, especially the work of qualified Sundanese writers, both in quality and quantity. In addition to exploring literary values, also know the life history and authorship that influenced his work, among them were Sundanese novels by Tatang Sumarsono. The purpose of this study were to describe (1) the sociological aspects of the author in Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén Révolusi, and Mandédurma novels; (2) the sociological aspects of the literary works in Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén Révolusi, and Mandédurma novels; and (3) the sociological aspects of literature in Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén Révolusi, and Mandédurma novels. The method used in this study was a descriptive method which aimed to find and describe the data by associating between the sociology of literature and literary texts carefully. While the techniques used were literature review, hermeneutics, data analysis, documentary, and interview techniques. The results of this study showed that in the sociological aspects of the author that influenced his works were social status, political ideology, profession, and hobbies. In the sociological aspects of literary works that influenced his works were social critiques for people which often violated the rules, undermined nature, ignored religious values (religiosity), and leaders who broke the rules. While in the sociological aspects of literature, the appreciation of the literary community towards the five Sundanese novels was very good and it gave social influences for people. Through this study, the assumption that literature was a reflection of the social life, proved true. Keywords: Sundanese novel, Tatang Sumarsono, sociology of literatur

    Perkembangan pemikiran realisme sosialis Utuy Tatang Sontani tahun 1949-1979

    Full text link
    Penelitian ini membahas riwayat hidup dan perkembangan pemikiran Utuy Tatang Sontani. Utuy Tatang Sontani merupakan salah satu sastrawan terkemuka di Indonesia. Sebagai seorang sastrawan besar, ia banyak melahirkan berbagai karya tulis, baik dalam bentuk cerpen, novel, dan naskah drama. Walau pada akhirnya menjadi salah satu sastrawan eksil karena keterlibatannya dengan Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), karya-karyanya telah memberikan kontribusi dalam dunia kesusastraan Indonesia. Tujuan dari materi ini adalah, pertama untuk mengetahui riwayat hidup Utuy Tatang Sontani, kedua untuk mengetahui dan memahami perkembangan pemikiran realisme Utuy Tatang Sontani tahun 1949-1979. Metode yang digunakan dalam penelititan ini adalah metode penelitian sejarah, yaitu penelitian yang memperlajari peristiwa atau kejadian-kejadian di masa lalu berdasarkan jejak-jejak yang dihasilkannya, melalui empat tahap yaitu: pertama heuristik (pengumpulan sumber), kedua kritik (verifikasi) baik intern maupun ekstern, ketiga interpretasi (penapsiran atas sumber) dan keempat historiografi (penulisan sejarah). Utuy Tatag Sontani lahir di Cianjur, Jawa Barat pada tahun 1920. Utuy Tatang Sontani merupakan sastrawan yang produktif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa Utuy Tatang Sontani bersama karya-karyanya dikenal dengan sosok yang menggambarkan invidualis, bahkan juga pesimistis. Namun gejolak politik kebudayaan yang terjadi sekitar pada tahun 1960-an, menghanyutkannya kedalam pusaran sastra realisme sosialis. Setelah keterlibatannya dengan Lekra pada tahun 1959, Utuy tetap menjadi pengarang produktif dan menghasilkan beberapa tulisan maupun drama. Pada Si Sapar, sikap simboliknya masih bertahan meskipun ia berusaha menulis realisme. Sikap yang agak fatalis ini tampak lagi pada karyanya Si Kampeng yang mempertokohkan seorang pemuda yang menolak sikap berpura-pura. Si Kampeng tidak mau menerima kepalsuan, karena kepalsuan merupakan tirani terhadap kebenaran. Dua karya yang ditulis pasca keterlibatannya dengan Lekra itu, tak lain hanya sebuah karya yang termuat propaganda-propaganda dari pemikiran aliran realisme sosiali yang ia kembangkan sesuai pemahamannya. Keterlibatannya dengan Lekra, dan pelbagai aktivitas gerakan kesusastraanya. Bukan karena penawaran dari diri sendirinya yang menyatakan ketertarikan, disamping gejolak politik kebudayaan yang telah terjadi, kedekatan secara personal dengan para pengarang Lekra yang lebih dulu ia kenal sebelumnya-lah yang membawa Utuy terhanyut kedalamnya. Selain Hendra Gunawan yang menjadi sahabatnya, yang telah dahulu tergabung kedalam Lekra, ada juga Aidit dan juga Nyoto yang mengantarkan keindahan tentang komunis, dan memberikan kekaguman bagi Utuy akan sastra realisme sosialis. Walau pada akhirnya, Utuy tetap menentang untuk patuh dan tunduk terhadap partai, sikapnya itupun tetap tertanam dalam karya-karyanya yang cenderung individualistik

    Implementasi Nilai nilai Sufistik KH Tatang Astarudin di Pondok Pesantren Mahasiswa Universal Al Islamy Bandung

    Full text link
    Skripsi ini mengkaji tentang nilai-nilai sufistik Tatang Asrtarudin. Tasawuf merupakan suatu disiplin ilmu yang identik dengan penyucian hati, untuk memperoleh kedekatan dengan Allah SWT maka disinilah terhubungnya kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya. Perilaku hati adalah hal yang mendasar untuk mengkaji tasawuf sehingga hasil yang dikaji dalam tasawuf yaitu mengenal Allah dengan kesucian hati seorang suluk. Selain itu, dengan bertasawuf seorang yang mengamalkan akan mendapatkan kesucian hati sehingga tersikapnya sesuatu masalah dan dapat melihat sesuatu hal yang di luar jangkauan akal orang lain. Maka dari pribadi Tatang Astarudin yang mengedepankan inklusif, empatik, dan toleran yang muatannya penuh dengan nilai-nilai sufistik atau spritual. Dari latar belakang di atas mengerucut beberapa rumusan masalah; Bagaimana profil KH. Tatang Astarudin? Bagaimana nilai-nilai sufistik KH. Tatang Astarudin? Bagaimana implementasi nilai-nilai sufistik di zaman modern? Sedangkan dalam penelitian skripsi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, metode ini dilakukan untuk menggambarkan sistem sosial, hubungan-hubungan sosial, atau kejadian-kejadian sosial, memberikan informasi sebagai latar belakang tentang suatu pokok masalah maupun untuk membangkitkan penjelasan atau eksplanasi. metode pengumpulan data yang digunakan triangulasi berupa wawancara, observasi dan dokumentasi yang diperoleh langsung dari sasaran penelitian berupa catatan, rekaman, dan data-data dari sumber yang terkait dengan penelitian. Dari hasil penelitian tersebut, Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Implementasi nilai-nilai sufistik Tatang Astarudin, selama penelitian berlangsung nilai-nilai sufistik inklusif, empatik, dan toleran sangat berpengaruh bagi keluarga Pondok Pesantren Mahasiswa Universal terkhusus bagi pengasuh dan umumnya bagi santri bahkan bagi khalayak orang banyak. Nilai sufistik yang terdapat dalam diri Tatang Astarudin begitu relevan dalam menjawab kekeringan spritualitas manusia pada masa modern. Sebagai prinsif dasar dalam sufistik Islam yang terlahirnya nilai kebahagiaan yang hakiki. Kedua nilai ukhuwah Islamiyah, maka terlahirlah persaudaraan diantara sesama muslim bahkan non muslim sekalipun. Keterpanggilan dalam sanubari yang paling dalam sehingga terlahirnya kesadaran universal. Salahsatu prinsifnya tidak merasa paling benar dan saling terbuka bagi sesama bahkan dalam umat beragama

    PERSPÉKTIF BIOGRAFIS DINA NOVEL KOLÉBAT KUWUG-KUWUNGAN KINASIH KATUMBIRIAN JEUNG GALURING GENDING KARYA TATANG SUMARSONO: ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA

    Full text link
    Penelitian ini berjudul “Perspéktif Biografis dina Novel Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian jeung Galuring Gending Karya Tatang Sumarsono: Analisis Sosiologi Sastra”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana dan apa saja aspek biografis dalam dua novel Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian dan Galuring Gending.Tujuan yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan dan membandingkan fakta biografis Tatang Sumarsono dengan fakta dalam dua novel tersebut, serta menginterpretasikan beberapa fakta cerita dalam novel Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian dan Galuring Gending yang dianggap erat kaitannya atau identik dengan fakta biografis Tatang Sumarsono. Untuk mencapai tujuan digunakan metode deskriptif-interpretatif untuk mendeskripsikan data-data baik lisan maupun tulisan, serta menafsirkan obyek penelitian berdasarkan data-data tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh gambaran sebagai berikut; 1) Korélasi antara perjalanan hidup Tatang Sumarsono dengan isi dalam dua karyanya 2) adanya kesamaan sifat/karakter, gagasan/ide, pandangan hidup, dan perilaku dalam tokoh utama dengan Tatang Sumarsono 3) erat kaitannya antara isi cerita dengan pengalaman Tatang Sumarsono. Melalui penelitian ini maka anggapan bahwa faktor biografis seorang pengarang sangat berpengaruh terhadap proses berkarya dan isi karyanya, terbukti benar adanya
    corecore