432 research outputs found
Proses Berpikir Mahasiswa Program Studi Matematika IAIN Bukittinggi dalam Memecahkan Masalah Geometri Ditinjau dari Perbedaan Gender
This study aims to describe the thinking process of students in solving geometry problems in terms of gender. This research is qualitative-descriptive. The subject of this research is the Semester V student of Bukittinggi IAIN Mathematics Education. The instruments used are tests and interviews. the thinking process of Bukittinggi IAIN PMTK students in geometry problem solving tends to be different in the stages of processing information on men and women. In planning and resolving problems in female subjects more analytical in completing compared to male subjects. But the subject of men is more able to describe the problem. Male subjects can see with a different perspective. But this depends on the questions given and the understanding of concepts and experiences that have existed in the previous subject related to the questions givenPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa laki laki dan perempuan dalam memecahkan masalah geometri. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif. Subjek pada penilitian ini adalah satu mahasiswa laki laki dan satu mahasiswa perempuan Pendidikan Matematika IAIN Bukittinggi yang memiliki kemampuan matematika yang setara dan komunikatif. Adapun instrumen yang digunakan adalah tes pemecahan masalah geometri dan wawancara. Proses berpikir mahasiswa dalam memecahan masalah geometri cenderung berbeda pada tahapan mengolah informasi pada laki laki dan perempuan. Dalam merencanakan dan menyelesaikan masalah pada subjek perempuan lebih analitis dalam menyelesaikan dibandingkan dengan subjek laki laki. Namun subjek laki laki lebih bisa menggambarkan dan mengabstrakkan permasalahan. Subjek laki laki bisa melihat dengan sudut pandang yang berbeda. Namun hal ini tergantung pada soal yang diberikan serta pemahaman konsep dan pengalaman yang telah ada pada subjek sebelumnya terkait soal yang diberikan
KIPRAH BASUKI RAHMAT DALAM BIDANG MILITER TAHUN 1945-1966
ABSTRAK
Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Basuki Rahmat dalam Bidang Militer Tahun 1945-1966” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya yaitu mengenai latar belakang kehidupan Basuki Rahmat, faktor yang memengaruhi keputusan Basuki Rahmat untuk berkecimpung ke dalam bidang militer, dan kontribusi Basuki Rahmat terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1945-1966. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas dan tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau disebut juga sebagai metode historis yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Basuki Rahmat merupakan seorang prajurit yang lahir pada 4 November 1921 di Tuban, Jawa Timur. Pendudukan Jepang dan kondisi Indonesia menjelang kemerdekaan menjadi faktor Basuki Rahmat berkecimpung dalam bidang militer. Kontribusi Basuki Rahmat melalui bidang militer dimulai pada tahun 1945 dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kecakapan militer yang dimilikinya, Basuki Rahmat selalu ikut andil dalam berbagai peristiwa di Indonesia dari tahun 1945-1966, mulai dari perang kemerdekaan saat melawan Belanda, berbagai pemberontakan dalam negeri, operasi Irian Barat, Gerakan 30 September 1965, dan peristiwa paling bersejarah pada tahun 1966 mengenai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Basuki Rahmat sebagai seorang pemimpin yang bertanggungjawab atas prajurit-prajurit di bawahnya memiliki sifat yang tenang, namun tetap tegas dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga ia seringkali dipercaya untuk mengemban jabatan dengan tanggungjawab yang besar dalam bidang militer.
Kata Kunci: Basuki Rahmat, Perjuangan, Militer
ABSTRACT
In this research entitled “The Gait of Basuki Rahmat in the Military Field in 1945-1966” there are several problems studied, including the background of Basuki Rahmat’s life, the factors that influenced Basuki Rahmat’s decision to engage in the military field, and Basuki Rahmat’s contribution to the Indonesian state through the military field in 1945-1965. The purpose of this research is to obtain clear and precise information about the problems studied. In this research, the author uses historical research methods or also known as historical methods which consist of four stages, these include heuristics, source critism, interpretation, and historiography. Based on the result of the research, Basuki Rahmat was a soldier who was born on 4th November 1921 in Tuban, East Java. The Japanese occupation and the condition of Indonesia before independence became a factor in Basuki Rahmat’s involvement in the military. Basuki Rahmat contribution through the military began in 1945 in an effort to defend Indonesia’s independence. Through his military skills, Basuki Rahmat always took part in various events in Indonesia from 1945-1966, starting from the war of independence against the Dutch, various domestic rebellions, the West Irian operation, The 30 September 1965 Movement, and the most historic event in 1966 about the 11 March Order (Supersemar). Basuki Rahmat as a leader who was responsible for the soldiers under him had a calm nature, but was still firm in addressing a problem so that he was often trusted to take positions with great responsibility in the military.
Keywords: Basuki Rahmat, Struggle, Militar
PROSES KREATIF MAMAT RAHMAT DALAM KENDANG TARI TRADISI SUNDA
ABSTRAKMamat Rahmat adalah sosok pengendang tari tradisi Sunda yang pada saat ini masih konsisten dalam bidangnya sebagai pengendang. Kemampuannya dalam kendang tari tradisi Sunda banyak didedikasikan untuk ISBI Bandung karena telah memberikan penghidupan bagi dirinya. Di sisi lain, kemampuannya pun banyak diminta oleh sanggar sanggar tari yang ada di kota Bandung seperti Studio tari Indra, Pusbitari, dan sebagainya. Sebagai pengendang tari tradisi Sunda, ia mampu memberikan pengungkapan karakter dalam tari tradisi Sunda melalui tepakan kendangnya. Maka[PO1] tidaklah berlebihan dan sepantasnya apabila ia menyandang gelar sebagai maestro kendang tari. Dalam tulisan ini akan diungkap bagaimana proses kreatif Mamat Rahmat dalam mencapai kompetensinya sebagai pengendang tari Tradisi Sunda. Penulis akan mengupas pembahasannya melalui metode observasi dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Mamat Rahmat mampu menjadi seorang pengendang tari Sunda yang kreatif, karena ditunjang oleh faktor keturunan (genetik), keterampilan, pengalaman, kepribadian, dan juga bisa menari.Kata Kunci: Mamat Rahmat, Proses Kreatif, Kendang Tari Sunda. ABSTRACTA Creative Process of Mamat Rahmat in Sundanese Traditional Dance Kendang, June 2020. Mamat Rahmat is a figure of drummer of Sundanese traditional dance who is still consistent in his field as a drummer. His skill in Sundanese traditional dance drums (kendang) is mostly dedicated to ISBI Bandung because he has been given his livelihood here. On the other hand, his skill has been much demanded by many dance studios in Bandung such as Indra dance studios, Pusbitari, and so on. As a drummer of Sundanese traditional dance, he is able to provide the expression of character in Sundanese traditional dance through his drum beat. So it is not excessive and appropriate if he bears the title as a maestro of dance kendang. In this paper, it will be revealed how is the creative process of Mamat Rahmat in achieving his competence as a drummer of Sundanese traditional dance. The author will explore the discussion through the method of observation and interviews. The result of this study shows that Mamat Rahmat is able to become a creativeSundanese dance drummer because he is supported by heredity (genetic), skills, experience, personality, and dancing ability.Keywords: Mamat Rahmat, Creative Process, Sundanese Dance Kendang. [PO1]Oleh sebab itu
Analysis of the Accuracy and Completeness of SINTA Author Data Extraction
The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems.The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems
ANALISIS PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA STUDI KASUS PADA KANWIL KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI SUMATERA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana penatausahaan barang milik negara pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat dan sejauh mana telah mengikuti pedoman pelaksanaan yang ada, (2) Apa saja kendala yang ada dalam pelaksanaan penatausahaan barang milik negara pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif, sebagai unit analisis dalam penelitian ini adalah satuan kerja Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat. Data penelitian diperoleh dari hasil wawancara dengan penanggung jawab dan petugas pelaksana penatausahaan barang milik negara, selain itu dari sumber tertulis baik berupa dokumen-dokumen yang tersedia di unit analisis maupun berupa literatur-literatur terkait penatausahaan BMN.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penatausahaan barang milik negara pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat telah berjalan dengan baik serta dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada. Dari hasil analisis tingkat kesesuaian penatausahaan barang milik negara yang terdiri dari analisis prosedur penatausahaan, analisis dokumen hasil penatausahaan (KIB) serta analisis pelaksanaan rekonsiliasi dan konsolidasi laporan BMN diperoleh persentase tingkat kesesuaian rata-rata sebesar 78% yang berarti penatausahaan BMN pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat memenuhi kriteria sesuai dengan pedoman pelaksanaan yang ada, yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.06/2007 serta Peraturan Dirjen Kekayaan Negara Nomor PER-07/KN/2009 dan PER-1/KN/2014.
Kendala-kendala yang ada dalam penatausahaan barang milik negara pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM), kurangnya koordinasi pihak-pihak yang terlibat dalam penatausahaan BMN, kurangnya keadilan dalam pemberian kompensasi, kurangnya pemahaman dan perhatian dari pimpinan, serta proses rekonsiliasi yang belum berjalan secara optimal.
Kata Kunci : Barang Milik Negara, Penatausahaan BM
Perbandingan Premi Asuransi Jangka Panjang Dengan Model Markov Untuk Lansia Di Provinsi Sumatera Barat dan D. I. Yogyakarta
Perawatan Jangka Panjang (LTC) untuk lansia dimodelkan dengan model markov multi status. Pada kasus ini akan dibahas tentang perbandingan antara premi asurasi jangka panjang untuk lansia di Provinsi Sumatera Barat dengan lansia di D I Yogyakarta. Karena data pada dua daerah ini sangat dipengaruhi oleh tren demografis. Kerangka yangdipakai multi status dengan model waktu kontinu
Literasi Menulis Sekolah Dasar (Studi Kasus di SD Plus Rahmat Kota Kediri)
Research Purpose. The research conducted by the author aims to describe the stages of wiritng liletacy in SD Plus Rahmat Kediri. Methods. This study uses a qualitative method, with the type of case study research at the 4-6 grade level at SD Plus Rahmat Kota Kediri. The number of informants was 8 people consisting of teachers, students, librarians, and school principals using the purposive sampling technique. Data collection techniques are carried out by observation, Interview and Documentation. Data Analysis. The data analysis technique uses the concept of Miles and Huberman: Reduction, Presentation and Drawing Conclusions. Result and Discussion. The results of the study show that there are 3 stages in writing literacy, namely (1) the Habituation Stage, where students get used to resuming books they have read by writing the author's name, title, and contents. (2) Development Stage, availability of reading spots in the school environment. (3) Learning Stage, literacy classes are provided which are directly given by librarians who teach about writing
Pengaruh Locus of Control terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa di Kelas VIII MTsN 6 Agam
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar matematika siswa masih banyak yang rendah, diduga hasil belajar matematika siswa dipengaruhi oleh locus of control. Hal ini dapat dilihat dari keyakinan pada diri siswa masih rendah, seperti pada saat guru memberikan tugas, banyak hal yang dilakukan siswa seperti mencari jawaban sendiri, ada yang mudah menyerah, ada yang hanya menunggu jawaban dari teman, dan ada yang mencari jawaban di internet tanpa mempelajarinya terlebih dahulu. serta beberapa siswa memiliki locus of control tinggi sedangkan hasil belajar rendah, dan locus of control rendah dan hasil belajar tinggi. Jenis penelitian ini adalah korelasi dengan sifat penelitian Ex post facto. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN 6 AGAM yang terdiri dari 8 kelas yang berjumlah 277 orang siswa. Dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan sampel 20%, jadi jumlah sampel penelitian berjumlah 55 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner atau angket untuk mengetahui locus of control, sedangkan hasil belajar diperoleh dari nilai ulangan harian siswa kelas VIII MTsN 6 AGAM. Hasil penelitian ini diperoleh persamaan regresi antara locus of control terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTsN 6 AGAM Y = 0,943X - 25,5536, nilai koefisien korelasi sebesar rxy = 0,589 dan nilai koefisien determinasi sebesar KD = 34,692%. Dari pengujian hipotesis, untuk pengaruh signifikan locus of control terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTsN 6 AGAM diperoleh thitung = 6,5658 dan ttabel = 1,67 jadi thitung > ttabel, maka hipotesis penelitian diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan locus of control terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTsN 6 AGAM
Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Terhadap Hasil Belajar Dan Kemandirian Belajar Matematika
Penelitian ini dilatarbelakangi karena permasalahan yang ditemukan bahwa rendahnya hasil belajar matematika peserta didik dan kemandirian belajar peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar matematika peserta didik pada nilai UH semester I masih banyak nilai peserta didik yang berada di bawah KKM yaitu 75. Salah satu alternatif pembelajaran yang diduga dapat mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V MIM Kota Bukittinggi. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (Random Sampling) dengan terlebih dahulu melakukan uji normalitas, uji homogenitas serta uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V.A sebagai kelas eksperimen dan kelas V.B sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar matematika diperoleh dari tes akhir. Berdasarkan analisis data tes akhir yang dianalisis dengan menggunakan uji-t pada taraf nyata ? = 0.05. Diperoleh harga thitung > ttabel yaitu 1,7582 > 1,67109, serta dengan menggunakan Software Minitab diperoleh p_value= 0.039. Karena p_value< 0.05, yaitu 0.039 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. dan analisis data kemandirian belajar matematika peserta didik dengan menggunakan uji-t dan Sofware Minitab taraf nyata ? = 0,05, diperoleh harga thitung > ttabel yaitu 2, 4413 > 1,67109 dan P-value = 0,009 Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika peserta didik dan kemandirian belajar peserta didik yang mengikuti model pembelajaran Reciprocal Teaching lebih baik dari pada hasil belajar peserta didik yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas V MIN Kota Bukittingg
Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Hollywood Squares Terhadap Hasil Belajar dalam Pembelajaran Matematika Kelas VIII SMPN 02 Tanjung Raya Tahun Pelajaran 2019/2020
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa, hal ini terlihat dari rata-rata nilai ulangan harian 1 di kelas VIII SMP Negeri 02 Tanjung Raya berada dibawah KKM yaitu 60. Masalah lainnya adalah proses pembelajaran masih banyak yang berpusat pada guru, dimana kegiatan belajar mengajar didominasi oleh guru dan siswa hanya mendengar, mencatat dan mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru dan jarangnya guru memberikan kesimpulan diakhir pembelajaran. Salah satu upaya yang diduga dapat mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Hollywood Squares dalam pembelajaran matematika. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah hasil belajar matematika siswa menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Hollywood Squares lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas VIII SMP Negeri 02 Tanjung Raya Tahun Pembelajaran 2019/2020. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Hollywood Squares lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan pembelajaran pembelajaran konvensional kelas VIII SMP Negei 02 Tanjung Raya tahun pelajaran 2019/2020”. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian Randomized Countrol Group Only Design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 02 Tanjung Raya tahun pembelajaran 2019/2020 yang berjumlah 67 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.3 sebagai kelas eksperiment dan kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh dari tes hasil belajar matematika siswa. Dari analisis data, hasil tes akhir belajar matematika yang dihitung dengan menggunakan uji-t. Dengan hasil dan pada taraf nyata diperoleh . Dengan demikian , sehingga ditolak dan diterima. Serta dengan menggunakan Software Minitab diperoleh pada taraf nyata . Karena nilai , yaitu 0,048 maka ditolak dan terima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Hollywood Squares lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional kelas VIII SMP Negeri 02 Tanjung Raya tahun pembelajaran 2019/2020”
- …
