197 research outputs found

    TAFSIR NILAI-NILAI MELALUI PANTUN DENDANG SUKU SERAWAI DI KOTA MANNA BENGKULU SELATAN

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul “Tafsir Nilai-Nilai Melalui Pantun Dendang Suku Serawai di Kota Manna Bengkulu Selatan”. Dengan mengkaji tafsir nilai-nilai yang terkandung di dalam pesan pantun Dendang, peneliti mempunyai harapan agar nilai-nilai tersebut menjadi salah satu cara pembekalan diri nilai-nilai lokal genius (local wisdom). Alwasilah (2009:51) mendefinisikan kearifan lokal adalah koleksi fakta, konsep, kepercayaan, dan persepsi masyarakat ihwal dunia sekitar. Dengan ciri kearifan lokal yaitu: (1) berdasarkan pengalaman, (2) teruji setelah digunakan berabad-abad, (3) dapat diadaptasi dengan kultur kini, (4) padu dalam praktek keseharian masyarakat dan lembaga, (5) lazim dilakukan oleh individu atau masyarakat secara keseluruhan, (6) bersifat dinamis dan terus berubah, dan (7) sangat terkait dengan sistem kepercayaan. Nilai-nilai tersebut dapat dijadikan pondasi untuk membentengi dari nilai-nilai modernisasi yang tidak sesuai dengan tatanan adat-istiadat yang berlaku pada masyarakat suku Serawai yang berdampak pada perubahan sikap, tingkah laku dan moral.Peneliti mendeskripsikan adat istiadat, hubungan pantun, tari dan musik Dendang yang berlaku pada masyarakat suku Serawai kabupaten Bengkulu Selatan. Peneliti memilih teori estetika paradoks, hermeneutika dan teori antropologi untuk mendeskripsikan hubungan adat-istiadat suku Serawai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan terus-menerus dari awal hingga akhir penelitian, secara deskriptif kualitatif dan interpretatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik lingkaran spiral, dengan asumsi bahwa peneliti tidak akan melepaskan diri dari permasalahan. Pengetahuan dan wawasan yang luas tentang permasalahan akan memberi pemahaman yang lebih dalam tentang permasalahan tersebut. Adapun hasilnya dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, dalam upacara perkawinan suku Serawai di desa Gunung Ayu kota Manna Bengkulu Selatan, mempunyai tahap-tahap upacara perkawinan sebagai berikut; (1) peminangan, (2) memadu rasan, (3). uang antaran, (4) duduak betunangan, dan dilanjutkan pada acara perkawinan suku Serawai sebagai berikut; (1) akad nikah, (2) memecah nasi, (3) malam inai curi, (4) mengangkat bimbang, (5) acara becampur/duduak besanding. Kedua, jenis pantun pada masyarakat suku Serawai berdasarkan isinya dapat dikelompokkan sebagai berikut; (1) pantun nasihat, (2) pantun muda-mudi/berkasih-kasih, (3) pantun beriba hati dan (4) pantun jenaka. Pantun Dendang suku Serawai terdiri dari empat baris, dua baris sampiran dan dua baris isi. Sampiran adalah dua baris pertama, biasanya tentang alam (makrokosmos) dan mempunyai hubungan dengan isi yaitu manusia (mikrokosmos). Ketiga, tafsir nilai-nilai yang terkandung pada pantun Dendang suku Serawai pada upacara perkawinan adalah sebagai berikut: (1) nilai pendidikan, (2) nilai moralitas, (3) nilai estetis, dan (4) nilai sosial

    FUNGSI KESENIAN DENDANG DALAM UPACARA ADAT PERKAWINAN DI DE SA GUNUNG AYU KOTA MANNA BENGKULU SELATAN

    No full text
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah ap a fun gsi keseni an dend ang d a lam upac ara perkawinan ad at di des a Gunung A yu kota M anna Kabup aten B eng kulu S elatan. Tujuan peneli ti an ini adalah menemukan dan mengetahui fungsi kesenian dendang dalam upac ara perk awi nan adat di d esa Gun ung A yu kota Mann a Kabupaten B engkulu S elatan. Teo ri yang dip akai untuk m enganali sis tentang m as alah di at as adalah teori dari Allan P . Merram yait u tentang p enggunaan dan fungsi musi k dalam kehidupan mas yar akat dan teori fungsi ya ng di kemukakan S oed ar sono. J enis peneli ti an adalah ku ali tatif dengan metode d eskri pti f anali sis . Objek penel it ian adalah kesenian d endang d alam upaca ra p erk awinan ada t. Teknik pengumpul an data melalui studi kepust akaan, obse r vasi, wawan ca ra, p erek a m dan pemot er etan. Tek nik anali sis data dengan c ara k erja anali sis , data ya ng te rkumpul dikl asifikasikan, dii nterprestasikan dan dit abulasikan sesuai de ngan unsur ya ng dian ali sis . Hasil peneli ti an dit emukan ba hwa kesenian d endang d alam upaca ra p erkawin a n adat di desa Gunung A yu kota Man na kabupaten B engkulu S elatan (1) S ebagai sa rana upa car a R it ual, (2) sebagai saran a komuni kasi (3) sebagai sarana hiburan, (4) seb agai saran a int egrasi m as ya r akat

    ANALISIS MUSIK LAGU “KHINDU DI HATI” DALAM REJUNG BENGKULU SELATAN

    Get PDF
    Tujuan penelitian adalah menemukan dan mendefinisikan Analisis Musik  dilihat dari Konteks dalam musik Rejung  “Khindu di Hati” kabupaten Bengkulu Selatan. Teori yang digunakan dari Allan P. Merram yaitu tentang penggunaan dan fungsi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif analisis.  Hasil penelitian  ditemukan bahwa Birama pada Rejung “Khindu di Hati” adalah 4/4, tekstur pada lagu ini Monopohny dan mempunyai dua bagian lagu yaitu A dan B. Bagian A terdiri dari (a, a’), a  adalah antecedens atau kalimat tanya sedangkan a’ adalah consequens atau kalimat jawab. Bigian B (b=b). maksud dari b sama dengan b adalah Pengulangan atau Repetisi

    Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Mahasiswa

    Get PDF
    This study aims to improve the kinesthetic intelligence of students of the PGSD FKIP University of Bengkulu study program through learning the Basic Concepts of Dance. The research method used is action research conducted in 2 cycles. The research subjects were 38 students of the VC semester. The data collection technique used was observation with a scale of 1-4 for 19 indicators of kinesthetic intelligence and processed by the percentage technique. Based on the results of the study, students' kinesthetic intelligence increased in each cycle. Indicators in categories 1 (poor) and 2 (adequate) decreased in each cycle and indicators in categories 3 (good) and 4 (very good) increased in each cycle. Students are enthusiastic about participating in the lecture process. Kinesthetic intelligence can increase because the exercise is carried out continuously and directed.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik mahasiswa program studi PGSD FKIP Universitas Bengkulu melalui pembelajaran Konsep Dasar Seni Tari. Metode penelitian yang digunakan adalah action research yang dilakukan sebanyak 2 siklus. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester VC yang berjumlah 38 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan skala 1-4 untuk 19 indikator kecerdasan kinestetik dan diolah dengan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian, kecerdasan kinestetik mahasiswa meningkat pada tiap siklusnya. Indikator pada kategori 1 (kurang) dan 2 (cukup) berkurang pada tiap siklus dan indikator pada kategori 3 (baik) dan 4 (sangat baik) meningkat pada tiap siklus. Mahasiswa antusias mengikuti proses perkuliahan. Kecerdasan kinestetik dapat meningkat karena latihan dilakukan secara terus menerus dan terarah

    DESA RINDU HATI SEBAGAI KELOMPOK DESA BERPERADABAN MELALUI PEMBERDAYAAN PROGRAM WASH "Water Sanitation and Hygiene” DAN GERMAS "Gerakan Masyarakat Sehat”

    Get PDF
    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman pengetahuan melalui pelatihan berupa workshop pemberdayaan warga desa rindu hati melalui program WASH (Water Sanitation and Hygiene) dan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat), memberikan pendampingan melalui program WASH (Water Sanitation and Hygiene) dan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat), sebagai upaya mewujudkan kelompok desa rindu hati yang berperadaban: (1) Moral yaitu nilai-nilai dalam masyarakat yang hubungannya dengan kesusilaan, (2) Norma yaitu aturan, ukuran atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu yang baik atau salah. (3) Etika yaitu nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi pegangan dalam mengatur tingksh laku manusia. (4) Estetika yaitu berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan, kesatuan, keselarasan dan kebalikan. Bentuk kegiatan ini berupa pendampingan/ pelatihan dan Tindakan Lanjut. Dari hasil pengabdian dalam kegiatan workshop pendampingan pemahaman program WASH (Water Sanitation and Hygine) dan GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) respon warga desa rindu hati dari 3 dusun sangat positif dimana warga mengikuti dan menyerap materi yang diberikan oleh pakarnya dengan baik, kemudian pada kegiatan implementasi tindak lanjut melalui perlombaan dusun terbersih menunjukkan hasil angket dari ke 3 dusun tersebut hampir seluruh warga desa rindu hati mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan dan dapat ditindakanjuti untuk program pengabdian berikutnya

    Studi Kasus Pembiasaan Menyanyi Studi Kasus Pembiasaan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Pada Awal Pembelajaran Siswa Kelas IV SD Negeri Kota Bengkulu: Pembiasaan, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

    No full text
    This research aimed to describe the form of habituation, the implementation of habituation and the impact of habituation of singing the national anthem; Indonesia Raya at the beginning of class for fourth grader students in elementary school in Bengkulu. This researchused case study approach as a type of qualitative research. The subjects in this study were principals, fourth grade teachers and fourth grader students. The instrument in this study were the researcher using observation sheets, interviews and documentation. The collecting data techniques used observation, interviews and documentation. The data analysis technique used an interactive model from Miles and Huberman, like collecting the data, condensing the data, presenting the data and stating the conclusions. The results showed that the form of habituation of singing the national anthem Indonesia Raya at the beginning of learning had been carried out through a form of routine habituation. In the implementation of habituation includes planning, facilities and infrastructure, implementation stage and implementation process. In addition, it was also found that the impact of the habit of singing the national anthem Indonesia Raya at the beginning of learning was the spirit of singing and the spirit of student learning. Based on the results of the study, it can be concluded that there is an effort from the principal and class teacher so that students sing the national anthem Indonesia Raya at the beginning of learning through the habituation method.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pembiasaan, pelaksanaan pembiasaan dan dampak pembiasaan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada awal pembelajaran siswa kelas IV SD Negeri Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini Kepala Sekolah, guru kelas IV dan siswa kelas IV. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pembiasaan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada awal pembelajaran sudah dilakukan melalui bentuk pembiasaan rutin. Dalam pelaksanaan pembiasaan meliputi perencanaan, sarana dan prasarana, tahap pelaksanaan dan proses pelaksanaan. Selain itu ditemukan juga dampak pembiasaan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada awal pembelajaran yaitu adanya semangat bernyanyi dan semangat belajar siswa.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya upaya dari kepala sekolah dan guru kelas agar siswa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada awal pembelajaran melalui metode pembiasaan

    PELATIHAN PEMBUATAN KARYA SENI RUPA MELALUI TEKNIK KOLASE, MONTASE DAN MOZAIK PADA GURUDI SDN 67 KOTA BENGKULU

    Get PDF
    This training is motivated by the needs of the 2013 curriculum for thematic teaching practices which contain subjects of SBDP in the field of fine arts at primary school level. This activity aims to improve the competence of classroom teachers both theoretically and practically in makingof artwork using collage, montage and mosaic techniques. The method used is training and mentoring. Data collection techniques are observations to describe the process of collage, montage, and mosaic works and the implementation of collage, montage and mosaic learning in the classroom and tests to measure teacher knowledge (pretest and posttest). The results of this activity show that teachers can follow the process of training and practice, and the results of pretest and post-test show an increase only 17.65% of teachers who can get value of ? 60 during the pretest, then increase to 73.53% of teachers are able to get value of ? 60 at post-test. The conclusion is this activity can increase the knowledge of the target teacher in terms of both theoretical and practice.Keywords: artwork, collage, mosaic, montag

    STUDI DESKRIPTIF PENERAPAN ALAT MUSIK PIANIKA PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN (SBK) SISWA KELAS V SDN 35 KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan alat musik pianika terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 35 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dengan metode penelitiannya adalah deskriptif. Instrumen penelitiannya menggunakan lembar observasi yang dilakukan didalam kelas dengan menggambarkan hasil pengamatan. Selain obeservasi terdapat pula wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V A SDN 35 Kota Bengkulu. Penyajian data menggunakan teknik analisis data yang meliputi : data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil peneltian ini didapat bahwa penerapan alat musik pianika sangat baik dalam pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Dari 30 orang siswa didapat 12 orang yang mendapat nilai hasil belajar yang baik. Dimana 12 orang siswa tersebut memahami dalam teknik bermain pianika. Cara bermain pianika diantaranya Cara Memegang; Cara Meniup; Penjarian; dan Wilayah Nada/ Solmisasi. Selanjutnya penelitian ini melihat cara bermain pianika siswa sesuai dengan teknik yang diajarkan, sehingga didapatlah hasil dari 30 orang yang menjadi objek penelitian ini terjaring 12 orang siswa dengan nilai berada pada rentang 12 – 16. Siswa yang mencapai batas nilai inilah dapat dikatakan berhasil dengan jumlah 12 orang dan siswa yang mendapat nilai dibawah standar tersebut masih belum berhasil dengan jumlah 18 orang. Kata kunci : alat musik pianika, hasil belajar, Seni Budaya dan Keterampilan (SBK)

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VA SDN 74 KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas VA SDN 74 Kota Bengkulu dengan menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray. Subjek penelitian adalah siswa kelas VA SDN 74 Kota Bengkulu. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan lembar tes. Teknik analisis data observasi menggunakan rumus rata-rata skor, skor tertinggi, skor terendah, selisih skor dan kisaran nilai untuk setiap kriteria. Data tes dianalisis menggunakan rumus rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar klasikal. Untuk membandingkan hasil antar siklus I dan siklus II digunakan uji hipotesis (uji-t). Hasil uji-t menunjukkan t0 > ttabel yang berarti menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas VA SDN 74 Kota Bengkulu. Kata kunci: Model Two Stay Two Stray, Keaktifan, Prestasi Belaja
    corecore