1,720,963 research outputs found
VIDEO PROMOSI
Buku ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang video promosi, tantangan yang dihadapi dalam produksinya, dan peluang yang tersedia untuk pengembangannya di masa depan. Kami berharap materi ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi mereka yang terkait dengan dunia pemasaran.
Perkembangan teknologi dan internet telah membuka peluang besar bagi perusahaan untuk memasarkan produk dan jasanya melalui video promosi. Dalam era digital saat ini, video promosi telah menjadi alat pemasaran yang sangat efektif untuk menjangkau konsumen. Tidak hanya memberikan informasi yang lebih jelas tentang produk atau jasa, video promosi juga dapat meningkatkan kesadaran merek dan menciptakan ikatan emosional dengan konsumen.
Saat ini, pemasaran tidak hanya dilakukan dengan metode konvensional seperti iklan di media cetak atau siaran televisi, tetapi juga melalui media digital seperti video promosi di platform YouTube, Instagram, Facebook, dan lain sebagainya. Video promosi menjadi media yang sangat populer dalam pemasaran karena dapat menjangkau audiens dengan cara yang lebih menarik dan efektif.
Mengingat pentingnya video promosi dalam pemasaran, maka tidaklah mengherankan jika banyak perusahaan yang mulai mengembangkan strategi pemasaran mereka dengan memanfaatkan video promosi. Namun, seperti halnya strategi pemasaran lainnya, produksi video promosi juga memiliki tantangan dan peluang yang harus dihadapi dan dimanfaatkan.
Dalam pembuatan video promosi, terdapat tantangan yang harus dihadapi oleh para pembuatnya. Kualitas video yang buruk atau tidak menarik dapat membuat konsumen kehilangan minat dan bahkan bisa merusak reputasi merek. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang tepat untuk memastikan bahwa video promosi mereka sukses dalam menarik perhatian konsumen.
Namun, di tengah-tengah tantangan, terdapat peluang besar untuk mengembangkan video promosi yang lebih menarik dan efektif di masa depan. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi terus berkembang dan membuka peluang baru untuk mengembangkan video promosi yang lebih interaktif dan menarik, seperti augmented reality dan video 360 derajat
Makna Simbolik Motif-Hias Ukir Toraja
ABSTRACT
The study on the symbolic meaning of the Toraja ornamental design was
conducted in a traditional wood-carver community at Tonga, Kesu District of
North-Toraja Regency. The study question was stimulated by the fact that,
nowadays, there are no more wood-carver teachers with tomanarang status
(expert in Toraja culture) at Tonga and surrounding areas as there were
happened in the past. The method of this study was survey by using indeptinterviews technique. The interview was conducted with the traditional woodcarvers at Tonga. The result of study explained that the traditional wood-carvers
at Tonga have a meager understanding on the symbolic meaning of the Toraja
ornamental-designs. This lack of understanding is caused by the traditional woodcarvers’ view that it is not neccessary to understand the symbolic meaning of the
toraja ornamental designs. For them, technical skills in wood-carving are more
important to be mastered. The results of the research indicate the occurence of
value orientation changes of Toraja wood-carvers.
Key words: Wood-carving, symbolic meanings, Toraja ornamental design
PEMBUATAN KERAJINAN DENGAN MOTIF BUNGA DARI LIMBAH BOTOL PLASTIK OLEH WARGA DESA BAJIMINASA KECAMATAN GANTARANG KEKE KABUPATEN BANTAENG
ABSTRAKWIWI SUKARSIH, 2020. Pembuatan Kerajinana dengan Motif Bunga dari Limbah Botol Plastik oleh Warga Desa Bajiminasa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Skripsi; Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Sofyan Salam dan Tangsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan dan hasil karya kerajinan dengan motif bunga dari limbah botol plastik oleh warga Desa Bajiminasa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengrajin. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pembuatan kerajinan dengan motif bunga dari limbah botol plastik menggunakan bahan dan alat, dimana bahannya yaitu botol plastik ukuran besar dan kecil dari berbagai bentuk, cat, pasir, semen dan air, sedangkan alat yang digunakan adalah gunting, pisau pemotong (cutter), kuas, gergaji, pipa, pot, ember dan sendok semen. Proses pembuatan kerajinan dari limbah botol plastik melalui beberapa tahap yaitu peroleh bahan, pengolahan bahan, proses pembuatan batang dan tahap akhir (finishing). kerajinan dengan motif bunga dari limbah botol plastik oleh warga Desa Bajiminasa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng adalah salah satu contoh proses dari daur ulang palstik (recycle) yang bertujuan untuk mengubah penggunaan barang plastik supaya tetap bermanfaat. Proses pembuatannya dikerjakan dengan tangan serta menggunakan alat-alat yang sederhana dan melakukan usaha-usaha produktif dengan prinsip kebersamaan. Hasil karya kerajinan dengan motif bunga dari limbah botol plastik oleh warga Desa Bajiminasa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng ini merupakan benda hias yang kreatif. Secara visual produk ini berbentuk dasar bunga dengan berbagai pola dan ukuran yang berbeda. Warna-warna yang digunakan cerah dan menarik perhatian seperti warna merah, kuning, biru, merah jambu dan kuning emas, polanya ada yang bergelombang seperti daun dan juga lancip. Motifnya ada yang berbentuk lingkaran kecil dan garis. Karya kerajinan ini selain memiliki nilai keindahan juga nilai ekonomis
SISTEM MAGANG PADA KELOMPOK PERAJIN GERABAH DI KABUPATEN TAKALAR (STUDI PADA LIMA KELOMPOK PERAJIN)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui model pelaksanaan pemagangan pembuatan
gerabah di Kabupaten Takalar (2) Mengetahui hal-hal apa saja yang diajarkan dalam pemagangan
pembuatan gerabah di Kabupaten Takalar (3) Mengetahuai faktor penghambat dan pendukung dalam
pembuatan gerabah pada kelompok perajin gerabah di Kabupaten Takalar. Penelitian ini merupakan
penelitian survei yang bersifat deskriftif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara
dengan instruktur dan pemagang dan dokumentasi . Subjek penelitian yaitu lima kelompok perajin
gerabah di Lingkungan Sandi. Objek penelitian, yaitu: (1) model pelatih memberikan materi yang
digarap dan kendala-kendala yang dihadapi kelompok perajin (2) materi yang diajarkan kepada peserta
magang di kelompok perajin gerabah (3) kendala yang dihadapi kelompok perajin gerabah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model pemagangan pada kelompok perajin gerabah
di Takalar adalah; (a) cara perekrutan peserta magang (b) metode pembelajaran (c) waktu belajar (d)
tata tertib peserta (e) lama pemagangan (f) acara-acara ritual pada saat penerimaan dan penamatan (2)
Hal-hal yang diajarkan dalam pemagangan kelompok perajin gerabah adalah: (a) pengenalan alat dan
bahan (b) cara pengolahan tanah (c) prosedur pembuatan gerabah (d) teknik pembuatan gerabah yang
antara lain: teknik lempeng (slabing), teknik pijat (piching), teknik piling (coiling), teknik putar
(throwing), teknik cetak tekan (pres) dan teknik cor (tuang) (3) Faktor pendukung dan penghambat
dalam pembelajaran pembuatan gerabah pada kelompok perajin gerabah di Kabupaten Takalar adalah:
(a) faktor pendukung antara lain: motivasi pekerja, faktor lingkungan dan tenaga pengajar (b) faktor
penghambat antara lain: faktor pemasaran dan faktor cuaca
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
