1,720,979 research outputs found
Bahasa Indonesia: buku guru SMP/MTs kelas VIII
Buku teks mata pelajaran Bahasa Indonesia ditulis dengan tujuan agar para siswa memiliki kompetensi berbahasa Indonesia untuk berbagai keperluan sebagai kegiatan sosial. Kegiatan yang dirancang dalam buku diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan kompetensi berbahasa yang dibutuhkan dalam kehidupan yang sesungguhnya. Konsep utama pengembangan buku teks adalah berbasis-genre. Genre dimaknai sebagai kegiatan sosial yang memiliki jenis yang berbeda sesuai dengan tujuan kegiatan sosial dan tujuan komunikatifnya. Masingmasing jenis genre memiliki kekhasan cara pengungkapan (struktur retorika teks) dan kekhasan unsur kebahasaan. Inilah cara pandang baru tentang bahasa. Jika Kurikulum 2006 menekankan pendekatan komunikatif, Kurikulum 2013 justru menajamkan efek komunikasi dan dampak fungsi sosialnya. Pada Kurikulum 2006 siswa diajarkan menulis surat dengan format standar yang tidak menekankan isi surat. Pada Kurikulum 2013, surat yang ditulis siswa harus berdampak sosial, seperti mampu menunjukkan kepribadian dalam surat lamaran kerja dan atau surat untuk meyakinkan orang lain. Bahasa dan isi menjadi dua hal yang saling menunjang. Ini sejalan dengan perkembangan teori pengajaran bahasa di Eropa dan Amerika, yaitu Content Language Integrated Learning (CLIL). CLIL menonjolkan empat unsur penting sebagai penajaman pengertian kompetensi berbahasa, yaitu isi (content), bahasa/komunikasi (communication), kognisi (cognition), dan budaya (culture)
Bahasa Indonesia SMP/MTs kelas VIII
Buku teks mata pelajaran Bahasa Indonesia ditulis dengan tujuan agar para siswa memiliki kompetensi berbahasa Indonesia untuk berbagai keperluan sebagai kegiatan sosial. Kegiatan yang dirancang dalam buku diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan kompetensi berbahasa yang dibutuhkan dalam kehidupan yang sesungguhnya. Konsep utama pengembangan buku teks adalah berbasis genre. Genre dimaknai sebagai kegiatan sosial yang memiliki jenis yang berbeda sesuai dengan tujuan kegiatan sosial dan tujuan komunikatifnya. Setiap jenis genre memiliki kekhasan cara pengungkapan (struktur retorika teks) dan kekhasan unsur kebahasaan. Inilah cara pandang baru tentang bahasa. Jika Kurikulum 2006 menekankan pendekatan komunikatif, Kurikulum 2013 justru menajamkan efek komunikasi dan dampak fungsi sosialnya. Pada Kurikulum 2006 siswa diajarkan menulis surat dengan format standar yang tidak menekankan isi surat. Pada Kurikulum 2013, surat yang ditulis siswa harus berdampak sosial, seperti mampu menunjukkan kepribadian dalam surat lamaran kerja dan atau surat untuk meyakinkan orang lain. Bahasa dan isi menjadi dua hal yang saling menunjang. Ini sejalan dengan perkembangan teori pengajaran bahasa di Eropa dan Amerika, yaitu Content Language Integrated Learning (CLIL). CLIL menonjolkan empat unsur penting sebagai penajaman pengertian kompetensi berbahasa, yaitu isi (content), bahasa/komunikasi (communication), kognisi (cognition), dan budaya (culture)
Bahasa Indonesia: buku guru SMP/MTs Kelas VII
Buku Guru ini hadir sebagai panduan penting dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Buku Guru berisi petunjuk umum dan petunjuk khusus membelajarkan Bahasa Indonesia dengan media Buku Siswa. Petunjuk umum berisi penjelasan karakteristik pembelajaran Bahasa Indonesia, karakteristik organisasi kompetensi dasar pembelajaran Bahasa Indonesia, karakteristik penilaian autentik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Petunjuk khusus pada tiap bab berisi contoh pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan media buku siswa. Pada setiap bab terdapat contoh indikator, contoh materi, contoh tema yang bisa digunakan sebagai bahan pengembangan materi, contoh pengalokasian waktu pada stiap bab, contoh langkah pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan contoh rubrik penilaian autentik. Karena bersifat contoh, guru sangat diharapkan untuk bisa memvariasikan dan menyesuaikan isi Buku Guru dengan konteks daerah, konteks waktu, konteks budaya lokal, dan konteks karakteristik sekolah. Penilaian pengetahuan belum banyak diberikan pada Buku Guru dan guru diharapkan dapat menyusun penilaian pengetahuan yang sesuai. Buku Guru ini penting dibaca oleh guru yang akan membelajarkan Bahasa Indonesia, terutama kelas VII. Buku Guru ini berfungsi memandu guru dalam menggunakan Buku Siswa untuk mencapai hasil secara maksimal. Pemahaman Buku Guru dan Buku Siswa secara terintegrasi merupakan sebuah keharusan untuk mencapai hasil secara gemilang. Materi dalam buku siswa dan perencanaan pembelajaran dalam Buku Guru hanyalah contoh dan sangat terbuka untuk divariasikan sesuai konteks
Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Dengan buku siswa ini diharapkan siswa memiliki kompetensi dalam mendengar, membaca, menulis, menyajikan secara lisan, memiliki pengetahuan yang memadai tentang penggunaan bahasa Indonesia secara efektif pada ragam sastra maupun nonsastra. Lebih penting dari itu, dengan mempelajari Buku Siswa Bahasa Indonesia generasi Indonesia memiliki minat baca dan minat menulis yang tinggi. Cara penyajian buku secara induktif dan berbasis tugas. Buku Siswa membelajarkan siswa untuk bisa menemukan dan belajar berpikir tingkat tinggi. Kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, nasionalisme, dan kecerdasan sosial ditumbuhkan secara tidak langsung melalui kegiatan-kegiatan kreatif pada Buku Siswa Bahasa ini. Siswa berlatih menyongsong dunia literasi dengan penumbuhan minat baca melalui jurnal membaca yang dirancang terintegrasi dalam pembelajaran. Pada tiap bab Buku Siswa ini terdapat bagian-bagian yang mencakup (a) pengantar berisi fenomena komunikasi terkait dengan jenis teks yang dipelajari, (b) pemodelan teks diikuti kotak info untuk meningkatkan pengetahuan tentang ciri umum teks, (c) membaca/ menyimak intensif untuk melatih keterampilan reseptif sesuai teks yang dipelajari, (d) menelaah struktur dan bahasa teks untuk menajamkan penemuan prinsip-prinsip penciptaan teks dan latihan terbimbing menghasilkan bagian-bagian teks sebagai bekal mencipta teks secara mandiri, dan (e) latihan mencipta atau menyajikan teks secara kreatif dan kontekstual dalam berbagai bentuk baik lisan/ tertulis. Gurumu akan membimbing dan mendampingi dengan penuh semangat. Berproseslah dengan penuh ketekunan dan kegairahan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
