5 research outputs found

    Hubungan antara Flat Foot dengan Keseimbangan Statis menggunakan metode Stand Stork Test pada Anak Usia 6-10 Tahun di SD Negeri Inti Tondo Kota Palu

    No full text
    Hubungan antara Flat Foot dengan Keseimbangan Statis menggunakan metode Stand Stork Test pada Anak Usia 6-10 Tahun di SD Negeri Inti Tondo Kota Palu Pascal Adventra Tandiabang*, Rahma**, Hasanuddin*** *Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Dosen Bagian Pediatri Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako *** Dosen Bagian Cardiovascular Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Masa anak-anak identik dengan masa bermain, dimana mereka belajar mengenal dunia dengan bermain. Dalam melakukan aktivitas, anak membutuhkan keseimbangan. Keseimbangan terdiri atas dua jenis yaitu keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis. Kecenderungan anak masa kini bermain dalam kondisi diam, sehingga dalam hal ini anak cenderung lebih membutuhkan keseimbangan statis. Rendahnya kemampuan keseimbangan pada anak dapat mengakibatkan anak rentan jatuh. Salah satu kondisi yang mempengaruhi keseimbangan adalah flat foot atau kaki datar. Flat foot adalah kelaian pada kaki dimana lengkungan kaki sebelah dalam (arcus medialis) tidak terbentuk atau menghilang saat anak berdiri. Hal ini yang mendasari penulis melakukan penelitian tentang hubungan antara flat foot dengan keseimbangan statis pada anak usia 6-10 tahun di SD Negeri Inti Tondo Kota Palu. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional dengan jenis rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah anak usia 6–10 tahun yang memiliki flat foot di SD Negeri Inti Tondo Kota Palu. Penentuan flat foot menggunakan wetfoot print test. Pengukuran keseimbangan statis menggunakan metode stand stork test. Sampel berjumlah 67 orang yang diperoleh secara purposive sampling berdasarkan pada kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti. Hasil: Flat foot memiliki hubungan dengan keseimbangan statis pada anak usia 6-10 tahun di SD Negeri Inti Tondo, Kota Palu (p=0.024). Semakin tinggi grade flat foot maka semakin rendah tingkat keseimbangan statis pada anak (r=-0.319). Kesimpulan: Flat foot memiliki hubungan dengan keseimbangan statis pada anak usia 6-10 tahun di SD Negeri Inti Tondo, Kota Palu Kata Kunci: Flat foot, Keseimbangan Statis, Stand Stork Test, Wetfoot Print Tes

    Edukasi Anemia bagi Remaja Putri sebagai upaya Pencegahan Dini Stunting

    No full text
    Salah satu faktor yang dapat menyebabkan timbulnya stunting adalah anemia. Untuk mencegah timbulnya stunting maka peningkatan pengetahuan tentang anemia dan stunting perlu dilakukan. Peningkatan pengetahuan masyarakat dapat dilakukan melalui edukasi tentang anemia dalam rangka pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta masyarakat dalam program pencegahan dan deteksi dini stunting pada remaja putri calon ibu. Metode yang dilakukan adalah menilai pengetahuan tentang anemia dan stunting pada siswa remaja putri. Pengetahuan diukur dengan menggunakan pre-test sebelum kegiatan edukasi dan post-test setelah diberikan penyuluhan. Berdasarkan hasil pre-test dan post test yang diikuti oleh 48 responden dapat dinyatakan bahwa hasil pengukuran pengetahuan tentang  anemia dan stunting sebelum penyuluhan dilakukan diketahui sebesar 34 responden (70,83%) pada kategori baik dan sebanyak 14 responden (29,17%) pada kategori kurang dan setelah penyuluhan meningkat 48 responden (100%). Edukasi yang diberikan pada peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan diharapkan meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan agar mampu mencegah timbulnya stunting di masyarakat dengan cara mengatasi timbulnya anemia

    Edukasi Tepat Sasaran sebagai upaya percepatan penurunan insidensi stunting di Desa Meranti, Bone Bolango

    No full text
    Stunting merupakan masalah yang masih menjadi polemik di Desa Meranti kabupaten Bone Bolango, provinsi Gorontalo. Kabupaten Bone Bolango masih memiliki angka stunting sebesar 25,1%, yang mana hal ini masih diatas rerata nasional pada tahun 2022 yaitu 24,4% dan masih diatas angka tolerir WHO yatu dibawah 20%. Berdasarkan hal ini, kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan edukasi pada ibu yang memiliki anak balita, ibu menyusui, ibu hamil dan kader kesehatan yang berada di Desa Meranti. Pemberian edukasi pada kelompok ini merupakan salah satu upaya mempercepat penurunan insidensi stunting di Desa Meranti. Edukasi yang diberikan dapat dipahami dengan baik, hal ini diukur dengan pemberian pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah Edukai. Namun perlu disadari bahwa pemberian edukasi tidak menjadi satu-satunya upaya untuk menurunkan angka stunting di Desa Meranti, dibutuhkan peran lintas sektor dan dukungan pemerintah untuk bersama melawan stuntin

    A medical ethics review of elective orthopaedic surgery management during the pandemic COVID-19 Era

    No full text
    INTRODUCTION: Orthopaedic surgeons may wonder what preparation and recuperation would be like during pandemics. We are concerned about the patient's safety during the operation. All surgical centres have received instructions to discontinue all elective surgery operations, although urgent surgical cases are still being carried out. This procedure should not be delayed in orthopaedic issues such as fracture repositioning surgery, as the unionization process is ongoing. METHODS: We gather review articles from a variety of sources. The keywords “Ethics,” “COVID-19,” “Elective Surgery,” and “Orthopedic Surgery” were used to filter the documents. We found 863 documents and then set the criteria for including documents that we thought eligible for review articles, such as research journals and newspaper pieces from reliable sources, resulting in the discovery of 40 papers that met our requirements. RESULT: We will discuss four basic principles of medical ethics: beneficence, nonmaleficence, autonomy, and justice. Orthopaedic surgeons will face many decisions that will challenge these ethical principles, especially in performing elective surgery during a pandemic. CONCLUSION: Physicians must protect the most vulnerable, but they are under no obligation to administer treatment they believe to be ineffective. In individuals who are positive for COVID-19, orthopaedic surgical procedures have a significant mortality rate. Surgical leaders must remain attentive, and surgical services must be reintroduced gradually and carefully. A good option is to carry out treatment at a different place and time and ensure that the patient has tested negative for COVID-19 before the procedure, thereby creating safety for patients and health workers

    Anatomi Radiologi: Pemahaman Visual dan Klinis melalui Pencitraan Modern

    No full text
    Buku ajar yang berjudul Anatomi Radiologi: Pemahaman Visual dan Klinis melalui Pencitraan Modern adalah buku yang menyajikan anatomi tubuh manusia melalui perspektif radiologi. Buku ini menguraikan bagaimana struktur tulang, organ, otot, serta sistem tubuh divisualisasikan dengan teknologi pencitraan medis, serta bagaimana hasil tersebut digunakan dalam praktik klinis sehari-hari. Buku ini ditujukan untuk masyarakat umum, agar pembaca dapat memahami manfaat pencitraan medis dalam mendeteksi gangguan kesehatan, mendukung perencanaan terapi, dan meningkatkan kualitas perawatan. Di dalamnya juga dijelaskan perkembangan teknologi radiologi modern, interpretasi dasar gambar anatomi, serta peran radiologi dalam menunjang diagnosis yang lebih akurat. Disusun dengan gaya penyampaian yang sistematis dan ramah pembaca, buku ini menjadi panduan visual yang membantu mengenali anatomi tubuh manusia melalui pencitraan medis, sekaligus menegaskan kontribusi radiologi dalam pelayanan kesehatan komprehensif
    corecore