7 research outputs found

    Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Penyandang Disabilitas Ditinjau Dari Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

    No full text
    A. Nama : Dharu Baskara Deddy Satya Suprapto Waney Putra B. NIM : 1740050065 C. Judul Skripsi : Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Penyandang Disabilitas Ditinjau dari Undang - Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan D. Kata Kunci : Pekerja Penyandang Disabilitas, Perlindungan Hukum, Diskriminasi, Kesempatan Kerja, Ketenagakerjaan. E. Program Kekhususan : Hukum Administrasi Negara F. Halaman : xii + 75 halaman G. Daftar Bacaan : Buku, Jurnal, Perundang-undangan dan internet H. Ringkasan Isi : Penyandang disabilitas masih mendapat perlakuan diskriminasi dalam hal mencari pekerjaan. Hal ini disebabkan oleh karena masih banyak yang beranggapan bahwa kondisi fisik yang tidak sempurna dapat mengurangi kualitas kerja, sedangkan kenyataannya pekerja penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan dibidangnya memiliki potensi untuk bekerja di bidang formal dan bahkan dapat bersaing dengan pekerja non-disabilitas. Peraturan perundang-undangan telah mengatur mengenai kedudukan dan hak penyandang disabilitas untuk dapat bekerja, contohnya Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Penyandang Disabilitas sebagai bentuk perlindungan hukum bagi pekerja penyandang disabilitas. Metode penelitian yang akan digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan melalui analisis yang akan penulis lakukan terkait perlindugnan hukum terhadap pekerja penyandang disabilitas dari Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang No. 8 Tahun 2013 tentang Penyandang Disabilitas. Penelitian ini juga didukung melalui pengkajian regulasi dan literatur yang berkaitan dengan isu hukum yang penulis teliti. Hasil yang penulis dapatkan dari penelitian ini antara lain bentuk perlindungan hukum dalam pemenuhan hak-hak pekerja penyandang disabilitas menurut UU No. 13 Tahun 2003. Dan kedudukan pekerja penyandang disabilitas dalam dunia kerja menurut UU No. 13 Tahun 2003. I. Dosen Pembimbing :1) Ibu I. Dewa Ayu W, S.H., M.H. 2) Ibu L. Elly AM Pandiangan, S.H., M.H./ A. Name :Dharu Baskara Deddy Satya Suprapto Waney Putra B. NIM : 1740050065 C. Thesis Title : Review of Legal Protection Against Workers with Disabilities Viewed from Law Number 13 Year 2003 concerning Manpower D. Keywords : Workers with Disabilities, Legal Protection, Discrimination, Job Opportunities, Employment. E. Specialization Program : Administrative Law F. Pages : xii + 75 pages G. Reading List : Books, Journals, Laws and Regulations and the Internet H. Content Summary: Persons with disabilities still receive discrimination in looking for work. This is because there are still many who think that imperfect physical conditions can reduce the quality of work, even though workers with disabilities who have the ability in their fields have the potential to work in the formal sector and can even compete with non-disabled people. workers. Legislation has regulated the position and rights of persons with disabilities to be able to work, for example the Manpower Law and the Law on Persons with Disabilities as a form of legal protection for workers with disabilities. The research method that will be used is normative juridical research with a statutory approach through analysis that the author will carry out regarding legal protection for workers with disabilities from Law Number 13 of 2003 concerning Manpower and Law Number 8 of 2013 concerning Persons with Disabilities. . This research is also supported through a review of regulations and literature related to legal issues that the author studied. The results obtained by the authors from this study include the form of legal protection in fulfilling the rights of workers with disabilities according to Law Number 13 of 2003. And the position of workers with disabilities in the world of work according to Law Number 13 of 2003. I. Advisor : 1) Mrs. I. Dewa Ayu W, S.H., M.H. 2) Mrs. L. Elly AM Pandiangan, S.H., M.H

    Implementation of Police Duties to Support the Implementation of Health Protocols During the Covid-19 Pandemic in Order The Realization of a Conducive Kamtibmas Atmosphere (baubau city case study)

    Get PDF
    Police responsibility is very complex ranging from in public service to supporting security against the security of the State. Seeing or studying the task of the Police to the scale of the Police then  the author wants to describe the duties and responsibilities of the National Police  mandated by law in carrying out its duties and responsibilities  by taking samples, namely baubau city police in controlling the mandate of the Law and  information related to the handling of the Covid-19 Pandemic where the city of Baubau was not spared the impact of the pandemic. The purpose of this study is to understand the role of the police in the implementation of kamtibmas during the Covid 19 pandemic in Baubau City. The types of data used in the study are primary and secondary data collected from the interview process and literature studies,  which will then be analyzed qualitatively with the steps that have reduced the data. The results of this study concluded the role of Bhabinkamtibmas and Intelkam is very basic and supports all police duties in maintaining public order and looking for basic information about people who do not comply with the recommendations of health protocols in the community during the Current Covid-19 Pandemic and provide input to the community to prevent the emergence of new perpetrators of crimes due to the Covid-19 pandemic by giving input on what should be done by the community

    Desain Aplikasi Pembelajaran Tarian Legu Salai Berbasis Android

    No full text
    Negara Indonesia memiliki keragaman budaya tari-tarian yang perlu dilestarikan. Tarian Legu Salai berasal dari Halmahera Barat dan merupakan tarian perayaan kegembiraan masyarakat saat panen padi. Penelitian ini membahas tentang desain aplikasi pembelajaran tarian Legu Salai berbasis Android yang dijalankan di smartphone, sebagai media alternatif pengenalan maupun pembelajaran tarian Legu Salai. Desain penelitian menggunakan model Waterfall sedangkan pemodelan fungsionalitas aplikasi menggunakan Unified Modeling System yang terdiri atas use case diagram, class diagram, sequence diagram, dan activity diagram. Selain pemodelan dengan UML, perancangan interface aplikasi juga dibuat. Menu dalam aplikasi terdiri atas tutorial tarian, video tarian, sejarah tarian, sejarah daerah dan peta. Tutorial tarian, sejarah tarian, dan sejarah daerah dibuat dengan format teks dan gambar. Peta daerah ditampilkan dengan format gambar sedangkan video tarian dengan format audio video. User dapat mengakses aplikasi melalui Android smarphone dengan memilih menu yang tersedia. Untuk pembelajaran tarian Legu Salai, user dapat mengakses menu tutorial tarian.  Kata kunci: desain, aplikasi pembelajaran, Android, tarian, Legu Salai

    Discourse of Faḍâ’il al-Qur’an: Muhammad Shadiq's Presentation of the Quran's Privileges in the Book of Qalb al-Qur’an

    No full text
    The purpose of this article is to explain Muhammad Shadiq's Qalb al-Qur'an in his work, faḍâ’il al-Qur'an. The inquiries are as follows: What Qur'anic verses are contained in Qalb al-Qur'an? How do the faḍâ’il al-Qur'an forms in Surah al-Fâ'tiḥah verses 4-5 illustrate receiving privileges from the Qur'an? The book of Qalb al-Qur'an by Muhammad Shadiq has a representation of faḍâ’il al-Qur'an that has about 56 features, according to qualitative-descriptive methodologies, informative, and performative approaches from Sam D. Gill. These features consist of a combination of one or two verses that make up the 114 surahs of the Qur'an's qalb (heart). The author shows the fourth and fifth verses in Surah al-Fâ’tiḥah as qalb based on several interpretations as evidence of its specialty study. While the fifth verse discusses the responsibilities of a servant who must worship only Allah and always seek His help, the fourth verse discusses Allah's power in the cosmos and how He has the right to reward and hold each of His servants accountable in the hereafter. These two verses are regarded as the qalb in Surah al-Fâ’tiḥah because they have a much deeper, more distinctive, and all-encompassing meaning than the other verse

    Interbank Lending Decisions in an Economic Downturn: an Agent-Based Approach

    Get PDF
    Interbank lending is one mechanism that can make shock, which is accepted by one bank spread to other banks (contagion). There are several researchers that focused their research on analyzing the effect of interbank lending to systemic risk. However, there is a few research that analyzed the effect of banks' decision maker's behavior, especially on the bank interbank lending to the systemic risk. In this research, the author creates an agent-based simulation of the banking system to analyze the effect of banks' decision maker's behavior to systemic risk in economic downturn condition. The preliminary result from this research is for an economic downturn in a long time period, the banking system with a low net worth to the asset's ratio threshold will produce more default bank than the banking system with a high net worth to the asset's ratio threshold. However, for an economic downturn in small time period, banking system which all bank in their system has the higher net worth to assets ratio threshold will have the default bank first than the banking system which has the lower net worth to the asset's ratio threshold

    Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2011 Universitas Bakrie terhadap Lion Air Setelah Membaca Thread Lion Air Delay pada Kaskus.co.id

    Get PDF
    Dalam penelitian tugas akhir ini, penulis ingin memberikan gambaran terhadap bagaimana persepsi pembaca, khususnya mahasiwa Ilmu Komunikasi 2011 Universitas Bakrie terhadap Lion Air setelah membaca thread Lion Air Delay pada Kaskus.co.id. teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pembentukan persepsi yang dimulai dari stimulus, pemprosesan informasi oleh individu dan kemudian menghasilkan respon terhadap obyek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan FGD (Focus Group Discussion) untuk mendapatkan informasi yang beragam dari sudut pandang yang berbeda pada satu waktu dan kesempatan. Peserta FGD adalah mahasiwa aktif Ilmu Komunikasi angkatan terakhir agar mendapat analisis yang lebih mendalam. Hasil dari penelitian ini adalah semakin kokohnya persepsi negatif mahasiswa Ilmu Komunikasi 2011 Universitas Bakrie terhadap Lion Air setelah membaca thread Lion Air Delay pada Kaskus.co.id. hal ini bisa menjadi referensi bahwa forum online dapat mempengaruhi pandangan individu terhadap sebuah Perusahaan. sehingga ke depannya, Perusahaan-Perusahaan dapat mengoptimalkan peran forum online dalam mendukung aktivitas Perusahaan, terkait dengan persepsi masyarakat. Kata Kunci : Forum, Terpaan Informasi, Persepsi, Thread Kaskus.co.id In this research, author would like to describe how perception readers, especially Bakrie University Communication Science 2011 Student about Lion Air after read thread Lion Air Delay at Kaskus.co.id The theory used in this research is perception theory that begins from stimulus, processing of information by individual and then generates a response to the object. This study used qualitative methods with FGD (Focus Group Discussion) to obtain diverse information from different viewpoints at same time and opportunity. For the participant, Author used last student active student Communication Science in the interest of got the deepest analyze. The result of this research are stronger the negative perception of Bakrie University communication Science student about Lion Air after read thread Lion Air Delay at Kaskus.co.id, this situation proved online forum could affect people perception to organization. Because of that, organization could optimize forum online adventage for increased benefit of organization, related with people perception Key word:Forum, information explosure,perception, thread at kaskus.co.id Ardianto, Elvinaro. 2011. Metodologi Penelitian untuk Public Relations Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung : Simbiosa Rekatama MediaArdianto, E dan Komala. 2004. Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Azwar, Saifuddin. 2004. Metode Penelitian. Yogyakarta. Pustaka Pelajar Baran, Stanley J. 2011. Pengantar Komunikasi Massa: Literasi Media dan Budaya. Jakarta: Salemba Empat Humanika. Biagi, Shirley. 2010. Media/Impact: Pengantar Media Massa. Jakarta: Salemba Empat Humanika. Bungin, Burhan. 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif, Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arag Penguasaan Model Aplikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. . 2010. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.Bungin, Burhan. 2011. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta : Kencana. Cutlip, M. Scott., Center, H. Allen., Broom, M. Glen. 2007. Effective Public Relations, Edisi 9. Jakarta: Kencana Durham, Meenakshi Gigi, Kellner, Douglas M. 2006. Media and Cultural Studies. Malden: Blackwell Publishing Effendy, Onong Uchjana, 2008. Dinamika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. , 2011. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remadja Karya Offset. Eriyanto. 2001. Analisis Wacana, Pengantar Analisis Isi Media. Yogyakarta : LKIS Jefkins, Frank. 2004. Public Relations, Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga. Griffin, Emory A. 2012. A First Look at Communication Theory. New York: McGraw-Hill. Hartley, John. 2010. Communication, Cultural, & Media Studies. Yogyakarta: Jalasutra. Herdiansyah, H. 2011. Metode Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika. Husein Umar. 2007, Metode Penelitian Untuk Skripsi Dan Tesis Bisnis, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Irwanto. 2006. Focused Group Discussion (FGD): Sebuah Pengantar Praktis. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia Kasali, Rhenald. 2006. Manajemen Public Relations. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Kriyantono, Rachmat.2007 Public Relations Writing: Teknik Produksi Media Public Relations, Prenada Media Group, Jakarta, . 2010. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Prenada Media Group. Liliweri, A. 2007. Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Mulyana, Deddy.2000. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung:PT.Remaja Rosdakarya. Onggo, Bob Julius. 2004. Cyber Public Relations. Jakarta: PT. Media ElexKomputindo.Onno W. Purbo. 2002. Buku Pintar Internet TCP/IP. Jakarta:PT Elex Media Komputindo. Rakhmat, Jalaludin. 2005. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdikarya. Ruslan, Rosady. 2010. Manajemen Public Relations&Media Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Severin, W.J dan J.W Tankard. 2007. Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, dan terapan di dalam Media Massa. Jakarta:Kencana. Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia. Silalahi, Ubler. 2010. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Refika Aditama Sutisna. 2001, Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung:Penerbit PT Remaja Rosdakarya. Thurlow, Crispin, Lengel, Laura, and Tomic, Alice. 2005. Computer Mediated Communication: Social Interaction and the Internet. London: Sage Publications. Walgito, Bimo. 2003. Psikologi Sosial. Yogyakarta: Andi Yogyakarta Widjaja, H.A.W. 2008. Komunikasi: Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. Jakarta: Bumi Aksara. Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grasindo. Wood, Julia T. 2011. Communication Mosaics: An Introduction to the Field of Communication. Boston: Cengage Learning. Sumber Skripsi: Prayudhi, Dhani. 2011. Persepsi Mahasiswa Tentang Tingkat Akurasi Pemberitaan Media Online Detik.com. Banten:Universitas Ageng Tirtayasa. Sujadi, Eko. 2010. Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau terhadap Penggunaan Facebook. Riau:Universitas Riau Putri, Mentari Delita. 2011. Pengaruh Trust dan Service Quality serta Perceived Risk terhadap keputusan membeli Konsumen online Kaskus pada mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara. Tangerang:Universitas Multimedia Nusantara Prasilika, Tiara. 2007. Studi Persepsi Resiko Keselamatan Berkendara Serta Hubungan Dengan Locus Of Control Pada Mahasiswa FKM UI yang mengendarai Motor Tahun 2007. Depok: Universitas Indonesia Internet: Kaskus.co.i

    ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI ASET TETAP SESUAI PP NOMOR 71 TAHUN 2010 PSAP NO. 07 PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD) BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK DAN KELUARGA BERENCANA (BP3AKB) PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    No full text
    ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI ASET TETAP SESUAI PP NOMOR 71 TAHUN 2010 PSAP NO. 07 PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD) BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK DAN KELUARGA BERENCANA (BP3AKB) PROVINSI KALIMANTAN BARAT Rendy Pratama Jurusan S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Abstrak :   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) No.07 mengenai aset tetap pada Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinisi Kalimantan Barat dengan cara mengetahui tingkat penerapan klasifikasi, pengakuan, pengukuran aset, penilaian awal.Penelitian ini menggunakan  metode deskriptif kualitatif. Penulis menggunakan teknik studi kepustakaan,studi lapangan berupa wawancara. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis kesesuaiannya dengan PSAP No. 07 PP No. 71 tahun 2010 dan Bultek 05.Hasil dari penelitian ini dengan menunjukkan seberapa besar tingkat penerapan aset tetap berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) No.07 bahwa belum sepenuhnya menerapkan dengan disertai tingkat pengendalian internal dan tingkat pemahaman yaitu kurang efektif dan efesien. Kata Kunci : Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) No. 07, Klasifikasi Aset Tetap, Pengakuan Aset Tetap, Pengukuran Aset Tetap, Penilaian Awal Aset Tetap Abstract :This study aimed to analyze the implementation of Government Accounting Standard (PSAP) No.07 on fixed assets for Women Empowerment, Child Protection and Family Planning (BP3AKB) province ranked West Kalimantan That is the way to know the level of implementation of the classification, recognition, measurement of the assets, an initial assessment.This study used descriptive qualitative method. The author uses the technique of literature studies, field studies in the form of interviews. Data were collected and analyzed for compliance with the PSAP No. 07 PP 71 in 2010 and Bultek 05. The results of this study to show how big the fixed assets implementation by the Government Accounting Standards (PSAP) No.07 that has not been fully implemented, accompanied by the level of internal controls and the level of understanding that is less effective and efficient. Keywords: Government Accounting Standard (PSAP) No. 07, Classification of Fixed Assets, Fixed Assets Recognition, Measurement of Fixed Assets, Fixed Assets Initial Assessment. 1. Latar Belakang Dalam mewujudkan pemerintahan yang baik (Good Government Governance).Kepemerintahan yang baik (Good Government governance) setidaknya ditandai dengan adanya tiga elemen yaitu transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas.Dalam memasuki era reformasi dibidang keuangan Negara, dilakukannya perubahan perubahan diantaranya merubah sistem sentralisasi menjadi sistem desentralisasi yang diharapkan mampu membuat otonomi didaerah masing masing jadi lebih baik lagi guna mewujudkan Good Government Governance. Dalam hal ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah dituntut untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.Dalam akuntansi, suatu data akuntansi dapat memberikan infomasi tentang transaksi transaksi keuangan yang menyakut dalam organisasi pemerintahan.Pentingnya ruang lingkup dan aktivitas organisasi pemerintah, maka diperlukannya akuntansi tersendiri sebagai aktivitas layanan yang dapat menyediakan informasi dalam pengelolaan keuangan negara oleh pemerintah (Bastian, 2010:6-7). Dengan perkembangan Good Government Governance pada saat ini khususnya dibidang akuntansi telah terjadi perubahan yang signifikan, salah satu perubahan yang terjadi adalah perubahan dalam akuntansi pemerintahan.Perubahan dibidang akuntansi yang diinginkan adalah dengan adanya standar akuntansi pemerintahan. Penyusunan laporan keuangan yang berpedoman pada standar akuntansi pemerintahan sesungguhmya ialah untuk meningkatkan laporan keuangan sehingga laporan keuangan yang dimaksud dapat meningkatkan kredibelitas dan akan mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolahan keuangan pemerintah daerah. Dan salah satu bagian yang terdapat dilaporan keuangan tersebut adalah aktiva tetap.Dalam PSAK 16 bahwa aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau di bangun terlebih dahulu yang digunakan dalam operasi perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Sesuai dengan standar akuntansi yang telah dibuat yang dijadikan sebagai pedoman untuk mempertanggungjawabkan keuangan pemerintah, dimana telah dituangkan dalam Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) yang ditetapkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 yang terdiri atas sebelas (11) pernyataan, kemudian diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 yang terdiri dari dua belas (12) pernyataan, yang merupakan salah satu alasan dalam akuntansi keuangan pemerintah dari akuntansi berbasis kas menuju akrual menjadi akuntansi berbasis akrual penuh.Sesuai dengan standar akuntansi yang telah dibuat yang dijadikan sebagai pedoman untuk mempertanggungjawabkan keuangan pemerintah, dimana telah dituangkan dalam Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) yang ditetapkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 yang terdiri atas sebelas (11) pernyataan, kemudian diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 yang terdiri dari dua belas (12) pernyataan, yang merupakan salah satu alasan dalam akuntansi keuangan pemerintah dari akuntansi berbasis kas menuju akrual menjadi akuntansi berbasis akrual penuh. Tabel 1.1 Daftar Aset Tetap Per 31 DesemberTahun 2013 dan 2014 No Kelompok Barang 31 Desember 2013 31 Desember 2014 Unit Jumlah Unit Jumlah I Tanah   12.070.734.001 - 19.435.396.000 1 Tanah Untuk Bangunan Gedung - 0 - 19.435.396.000 2 Tanah Bangunan Kantor Pemerintah - 11.339.746.000 - 0 3 Tanah Perumahan - 730.988.001 - 0 II Peralatan dan Mesin - 1.453.520.184 - 2.018.190.920 1 Alat-alat Bantu - 0 2 53.326.800 2 Alat Angkutan Darat Bermotor 7 397.308.500 6 856.870.500 3 Alat Kantor - 0 41 152.083.005 4 Alat Rumah Tangga 19 77.727.000 240 498.540.834 5 Komputer 64 278.640.200 51 334.524.031 6 Meja dan Kursi Kerja/Rapat Pejabat 270 277.185.684 38 51.051.250 7 Alat Studio 11 64.641.500 14 51.703.200 8 Alat Komunikasi 2 18.347.800 6 20.361.300 9 Peralatan Pemancar - 0 - 0 III Gedung dan Bangunan - 624.973.150 - 2.286.983.504 1 Bagunan Gedung Tempat Kerja - 525.794.150   2.286.983.504 2 Gedung dan Bangunan Lainnya - 99.179.000   0 IV Jalan, Irigasi dan Jaringan - 18.785.390 - 0 1 Instalasi Listrik dan Telepon 164 13.754.190 - 0 2 Penerangan Jalan, Taman dan Hutan Kota 1 5.031.200 - 0 V Konstruksi Dalam Pengerjaan - 269.628.964 - 0 1 Konstruksi Dalam Pengerjaan - 269.628.964 - 0   Total Aset Tetap 583 14.437.641.689 398 23.740.570.424   Dari tabel dapat dilihat permasalahannya, nilai aset per unit barang pada akhir tahun 2013 dan 2014 adalah sama, jika terjadi perubahan itu dikarenakan adanya penambahan dan pengurangan unit barang. Nilai yang mengalami perubahan adalah nilai keseluruhan per kelompok barang, sedangkan di dalam tabel diatas nilai keseluruhan per kelompok barang tidak berubah atau sama. Jadi dapat disimpulkan bahwa kantor BP3AKB belum menerapkan metode penyusutan sesuai dengan PSAP No.07. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka penulis ingin membahas penelitian tentang “Analisis Penerapan Akuntansi Aset Tetap Sesuai PP Nomor 71  Tahun 2010 PSAP No. 07 Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Kalimantan Barat”. 2. Tinjauan Pustaka 2.1 Landasan Teori dan Kajian Empiris 2.1.1    Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah pelaksanaan fungsi eksekutif yang harus berkoordinasi agar penyelenggaraan pemerintah berjalan dengan baik. Dasar hukum yang berkalu sejak tahun 2004 untuk pembentukan SKPD adalah UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Secara umum Satuan Kerja Perangkat Daerah bertugas untuk membantu dalam menyusun  kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan yang menjadi urusan daerah.   2.1.2 Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Kalimantan Barat BadanPemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik di bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, melaksanakan tugas dekonsentrasi dan tugas lainnya yang diserahkan oleh Gubernur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah. 2.1.3 Pengertian Akuntansi Pemerintah Ada beberapa pengertian tentang akuntansi yang dapat diungkapkan oleh penulis dalam penelitian ini untuk menambah pemahaman tentang akuntansi sebelum lebih jauh membahas mengenai akuntansi pemerintah, diantaranya adalah menurut Accounting Principle Board (APB) dalam Halim dan Kusufi (2012:36) bahwa “Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa, fungsinya menyediakan informasi kuantitatif, terutama bersifat keuangan tentang entitas ekonomi yang dimaksudkan agar berguna dalam pengambilan keputusan ekonomik dalam membuat pilihan-pilihan yang nalar diantara alternatif arah dan tindakan.” Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 71 Tahun 2010 pasal 1 ayat 2 menyatakan “Akuntansi adalah proses identifikasi, pencatatan, pengukuran, pengklasifikasian, pengikhtisaran transaksi dan kejadian keuangan, penyajian laporan, serta penginterprestasian atas hasilnya“. 2.1.4 Pengertian Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 pasal 1 ayat 3 menyatakan Standar Akuntasi Pemerintah, yang selanjutnya disingkat SAP, adalah prinsip-prinsip akuntasi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah serta didalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 pasal 1 ayat 4 menyatakan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan, yang selanjutnya disingkat PSAP, adalah Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) yang diberi judul, nomor, dan tanggal efektif. Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) No. 07 atau biasa disingkat PSAP No. 07 adalah mengenai aset tetap.Tujuannya adalah mengatur perlakuan akuntansi untuk aset tetap, yang meliputi pengakuan, penentuan nilai tercatat, serta penentuan dan perlakuan akuntansi atas penilaian kembali dan penurunan nilai tercatat aset tetap dan lainnya.PSAP No. 07 ini diterapkan keseluruh lembaga atau organisasi pemerintah dalam menyajikan laporan keuangan untuk tujuan umum dan perlakuan akuntansinya diantaranya pengakuan, penilaian, penyajian, dan pengungkapan yang diperlukan.   2.1.5    Definisi Aset Menurut Halim (2010:111) pengertian aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial dimasa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk menyediakan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Menurut Peraturan Menteri keuangan RI No. 238/PMK.05/2011 tentang pedoman umum Sistem Akuntansi Keuangan. 2.1.6    Definisi Aset Tetap PSAP No. 07 Secara umum pengertian aset tetap pemerintah adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum.Menurut PSAP No. 07 paragraf 5 mengartikan aset sebagai sumber daya ekonomi yang dikuasai dan dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. 2.1.6.1 Klasifikasi Aset Tetap Dalam PSAP 07, aset tetap dineraca diklasifikasikan menjadi enam akun sebagaimana dirinci dalam penjelasan berikut ini: a. Tanah, dikelompokkan dalam aset tetap ialah tanah yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah yang digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan dalam kondisi siap digunakan. b. Gedung dan bangunan mencakup seluruh gedung dan bangunan yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai. c. Peralatan dan mesin mencakup mesin-mesin dan kendaraan bermotor, alat elektonik, dan seluruh inventaris kantor, dan peralatan lainnya yang nilainya signifikan dan masa manfaatnya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan dalam kondisi siap pakai dalam kegiatan pemerintahan atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. d. Jalan, irigasi, irigasi, dan jaringan yang dibangun oleh pemerintah serta dimiliki dan/atau dikuasai oleh pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai yang digunakan manfaatkan oleh pemerintah ataupun masyarakat umum. e. Aset tetap lainnya mencakup aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam kelompok aset tetap di atas, yang diperoleh dan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai. f. Konstruksi dalam pengerjaan mencakup aset tetap yang sedang dalam proses pembangunan namun pada tanggal laporan keuangan belum selesai seluruhnya. 2.1.6.2 Pengakuan Aset Tetap Untuk dapat diakui sebagai aset tetap merupakan aset berwujud, harus dipenuhi kriteria sebagai berikut : Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan;Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal;Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas;Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan. Saat pengakuan aset akan dapat diandalkan apabila terdapat bukti bahwa telah terjadi perpindahan hak kepemilikan dan/atau penguasaan secara hukum, misalnya sertifikat tanah dan bukti kepemilikan kendaraan bermotor. 2.1.6.3 Pengukuran Aset Tetap Aset tetap dinilai dengan biaya perolehan.Apabila penilaian aset tetap dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan. Biaya perolehan aset tetap yang dibangun dengan cara swakelola meliputi biaya langsung untuk tenaga kerja, bahan baku, dan biaya tidak langsung termasuk biaya perencanaan dan pengawasan, perlengkapan, tenaga listrik, sewa peralatan, dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset tetap tersebut. 2.1.6.4 Penilaian Awal Aset Tetap Pada PSAP No. 07 paragraf 24-25 dinyatakan bahwa Barang berwujud yang memenuhi kualifikasi sebagai suatu aset tetap pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan.Barang berwujud yang memenuhi kualifikasi sebagai suatu aset tetap pada awalnya harus diukur beradsarkan biaya perolehan.Penilaian kembali ada hubungannya dengan PSAP No. 07 pada paragraf 58 bahwa pada penilaian pelaporan selanjutnya bukan pada saat perolehan awal.Jika aset tetap yang tidak diketahui harga perolehannya, pemerintah dapat menggunakan nilai wajar pada saat perolehan.Untuk penyusunan neraca awal suatu entitas, biaya perolehan aset tetap adalah nilai wajar pada saat neraca awal tersebut disusun.Sementara untuk periode selanjutnya setelah tanggal neraca awal, perolehan atas aset tetap baru, suatu entitas menggunakan biaya perolehan atau harga wajar bila biaya perolehan tidak ada. 2.1.7 Penyajian Aset Tetap Informasi yang harus di ungkapkan dalam penyajian aset tetap menurut (Deddy & Hertianti, 2011:244): Kebijakan akuntansi untuk aset tetapDasar penilaian yang digunakan untuk mencatat aset tetapRekonsiliasi jumlah yang tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan penambahan, pelepasan, akumulasi penyusutan, dan mutasi aset tetap lainnya.Informasi penyusutan yang meliputi: nilai penyusutan, metode penyusutan yang digunakan, nilai manfaat, atau tarif penyusutan yang di gunakan. 2.1.8 Penyusutan Aset Tetap Penyusutan adalah pengalokasian harga perolehan aset tetap menjadi beban ke dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat dari aset tetap tersebut (Riahi, 2012). Penyebab penyusutan menurut Horngren & Harrison, (2007) Kecuali tanah, semua aktiva akan usang. Untuk beberapa aktiva tetap kerusakan dan arus merupakan penyebab penyusutan. Penyusutan bukan merupakan proses penilaian. Perusahaan tidak mencatat penyusutan berdasarkan nilai pasar  (jual) aktiva.Penyusutan bukan berarti bahwa perusahaan menyisihkan kas untuk mengganti aktiva ketika sudah habis masa pakainya. Penyusutan tidak ada hubungannya dengan kas. Penyesuaian nilai aset tetap dilakukan dengan berbagai metode yang sistematis sesuai dengan masa manfaat. Metode penyusutan yang digunakan harus dapat menggambarkan manfaat ekonomik atau kemungkinan jasa (service potential) yang akan mengalir ke pemerintah. Nilai penyusutan untuk masing-masing periode 2.1.9    Penetapan Nilai Yang Dapat Disusutkan Seluruh nilai aset tetap menyusut dianggap dapat disusutkan, tanpa memperhitungkan nilai residu.Seluruh nilai aset tetap menyusut menjadi nilai yang dapat disusutkan. Berdasarkan PSAP No. 07 paragraf 57 menyatakan metode penyusutan yang dapat dipergunakan oleh pemerintah sebagai berikut : a. Metode garis lurus (straight line method) Penyusutan      = Harga Perolehan – Nilai Sisa   Masa Manfaat b. Metode saldo menurun ganda (double declining balance method) Penyusutan      = 1 x  100%  x  2   Umur Ekonomis Metode unit produksi (unit of production method) Penyusutan        = Harga Perolehan – Nilai SisaTafsian Hasil Produksi (unit) 2.1.10  Penyajian Penyusutan Tanah                                            xxx                                                                        xxx Peralatan dan Mesin            xxx                                           xxx Gedung dan Bangunan        xxx                                          xxx Jalan, Irigasi dan Jaringan   xxx                                           xxx Aset tetap lainnya               xxx                                           xxx Akumulasi Penyusutan(xxx) (xxx) Nilai Buku Aset                             xxx                                              xxx Konstruksi dalam Pengerjaanxxx xxx Nilai Aset (Bersih)                  xxx                                              xxx 2.2       Kerangka Pemikiran Skema Kerangka Pemikiran  Good Goverment Governance Pengelolaan dan Pencatatan Aset Tetap Penerapan Kepatuhan PSAP No. 07   Laporan Aset Tetap 3. Metode Penelitian 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. 3.2 Sumber Data Data Primer Data yang diperoleh langsung dari lapangan melalui wawancara dengan menemui kepala bagian keuangan dan aset kantor BP3AKB. Data Sekunder Data Sekunder, yaitu data yang bersumber dari berbagai referensi berupa literatur atau buku dan studi kepustakaan dengan mebaca literatur yang berkaitan dengan materi yang diteliti. 3.2.1 Cara Pengumpulan Data Berdasarkan dari metode deskriptif kualitatif diatas, maka teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis terdiri dari: Teknik Wawancara(interview) Wawancara yang dilakukan  oleh penulis yaitu tanya jawab secara langsung dengan kepala bagian keuangan dan aset kantor BP3AKB. Studi Dokumenter Mempelajari dokumen-dokumen atau bahan yang tertulis yang diberikan oleh pihak kantor bagian keuangan dan aset yaitu berupa Peraturan Gubernur.   Studi Kepustakaan Penelitian ini meliputi penelitian terhadap beberapa literatur yang ada, yang dapat memberikan dasar teori bagi penulisan  ini antara lain berupa SAP, modul pelatihan SAP, PP Nomor 71 Tahun 2010, Undang-undang yang berhubungan dan dokumen lain yang diperlukan.   3.2.2 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini bertempat di Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana(BP3AKB) Provinsi Kalimantan Barat dengan pertimbangan bahwa BP3AKB Provinsi Kalimantan Barat. Letak lokasi Kantor BP3AKB Provinsi Kalimantan Barat berada di Jalan Sutan Syahrir. 3.3 Tahapan Penelitian Tahapan-tahapan analisis data dalam penelitian ini sesuai dengan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2010:91), yaitu sebagai berikut: Pengumpulan data, yaitu peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan data yang diperoleh dari pihak yang terkait.Reduksi data, yaitu memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian.Penyajian data, yaitu sekumpulan informasi yang tersusun yang memungkinkan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Pengambilan keputusan atau verifikasi, berarti bahwa setelah data disajikan, maka dilakukan penarikan kesimpulan atau verifikasi. 1.3.1 Teknik Analisis Data Dalam Penelitian ini digunakan analisis data dengan metode deskriptif.Alat yang digunakan oleh penulis yaitu; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2010’ Lampiran Kedua ;Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP Nomor 07 tentang Akuntansi Aset TetapBulletin Teknis Standar Akuntansi Pemerintah Nomor 05 tentang Akuntansi Penyusutan.   4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1      Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) No. 07 Pada Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Kalimantan Barat Selain berlandaskan penerapan pada Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) No. 07 pembahasan ini juga mengikuti Buletin Teknis No. 05 Tentang Akuntansi Penyusutan dan Buletin Teknis No. 09 Tentang Akuntansi Aset Tetap yang disusun berdasarkan urutan topik dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) No. 07 yan
    corecore