1,720,961 research outputs found
Penilaian Kinerja Daerah Irigasi Cikunten I Kabupaten Tasikmalaya
Di Cikunten I di Kabupaten Tasikmalaya beroperasi sejak dibangun pada tahun 1991. Seiring waktu berjalanmaka fungsi pelayanannya mengalami penurunan sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja jaringanirigasi ini. Penilaian dimulai dengan melakukan inventarisasi kondisi dan fungsi prasarana fisik sepertibangunan dan saluran, juga aspek lainnya seperti produktivitas tanam, sarana penunjang, organisasi,dokumentasi, dan kelembagaan agar diketahui tingkat kinerjanya. Dengan diketahuinya tingkat kinerja irigasiakan menjadi rekomendasi dalam penanganannya.Dari hasil penilaian kinerja didapatkan bahwa daerah irigasi Cikunten I memiliki nilai indeks kinerja 72,38%. Dengan demikian daerah irigasi Cikunten I masuk kategori kinerja baik (70 – 79). Adapun urutan indekskinerja pada masing-masing aspek penilaian antara lain : 1) Kondisi prasarana fisik 79,09%; ProduktivitasTanam 79,85%; Sarana Penunjang 30,5%; Organisasi Personalia 82%; Dokumentasi 52%; dan KelembagaanP3A 55 %.Maka berdasarkan hasil tersebut program penanganan prioritas meliputi antara lain a) Ketersediaan Saranadan Prasarana OP terpenuhi, b) Mengaktifkan kembali lembaga P3A dalam menunjang kegiatan OP, c)Ketersediaan data D.I. terpenuhi, d) Meningkatkan luas fungsional daerah irigasi sesuai luas baku, e) PetugasOP meningkatkan pemahaman kegiatan terhadap OP, dan f) Perbaikan pada prasarana fisi
Usulan Penanganan Banjir Cileuncang Di Jalan Arief Rahman Hakim Kota Sukabumi
Jalan Arief Rahman Hakim Kota Sukabumi selalu mengalami banjir ‘cileuncang’ sampai ketinggian lebihdari 50 cm saat hujan besar turun. Banjir yang terjadi di wilayah ini berasal dari limpasan aliran air hujan daripermukiman di sekitarnya yang mengalir melalui saluran samping jalan menuju saluran alam (sungai),sementara sungai tersebut juga menampung sejumlah air buangan dan mengalirkan mulai dari hulu sampai ketitik dimana banjir kerap terjadi. Kondisi tersebut memerlukan penanganan yang komprehensif supayakondisi banjir tidak terjadi lagi dan infrastruktur jalan tidak mengalami kerusakan seperti saat ini.Metode perhitungan menggunakan analisis debit banjir dan analisis frekuensi curah hujan sebagai curahhujan rancangan pada periode ulang sesuai kebutuhan perencanaan. Perhitungan debit banjir rancanganmenggunakan Metode Rasional dengan hasil 19,671m3/detik pada saluran/ sungai dan 3,268 m3/detik padasaluran samping jalan. Hasil analisis menyatakan bahwa saluran samping jalan masih mampu menampungdebit banjir rencana. Adapun banjir disebabkan arus balik air saluran samping yang tertahan aliran air darisungai. Alternatif solusi yang dapat dilakukan adalah melakukan sodetan saluran samping menuju sungaidengan menutup saluran samping jalan agar tidak menabrak saluran anak sungai serta dilakukanpembangunan gorong-gorong untuk memperkecil gerusan air
Evaluasi Perkerasan Jalan Serta Perencanaan Lapis Tambah (Overlay
Jalan memiliki fungsi untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari baik
untuk kendaraan ataupun non-kendaraan. Dalam menunjang pertumbuhan
ekonomi disuatu wilayah jalan berperan sangat penting bagi pengguna
transportasi sehingga harus diperhatikan kelayakan dan kenyamanan jalan
tersebut supaya berfungi sampai batas umur yang telah direncanakan.
Sukabumi berada di Provinsi Jawa Barat yang berbatasan dengan Kota
Cianjur sebelah barat dan berbatasan dengan kota Bogor di bagian Timur.
Karena Sukabumi merupakan kota yang cukup padat dengan transportasi,
maka dibangunlah jalan Jalur Lingkar Selatan dengan tujuan mengurangi
kemacetan di jalan raya tersebut. Banyak orang melewati jalan itu setiap hari.
Sejumlah titik di ruas Jalan Jalur Lingkar Selatan mengalami kerusakan, antara
lain amblas, retak, dan kerusakan lainnya, akibat banyaknya jenis kendaraan
yang melewati ruas ini antara lain truk besar dan sepeda motor. Maka dari itu
perlu di lakukan perbaikan sehingga ruas jalan tersebut tetap nyaman dan bisa
dipergunakan sampai dengan umur rencana yang telah ditentukan. Rencana
lapis tambah (Overlay) dengan menggunakan Laston (MS 744) dengan tebal
6.00 cm pada tahap ke 1 diperoleh biaya sebesar Rp. 96.666.666,23, dengan
tebal 8.50 cm pada tahap ke 2 diperoleh biaya sebesar Rp. 41.907.545.558,06.
1. Pendahu
DIGITALISASI DESAIN GEDUNG MELALUI PEMODELAN 3D BERBASIS BIM PADA GEDUNG ASRAMA X DI KOTA JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemodelan 3D berbasis Building Information Modeling (BIM) menggunakan Autodesk Revit dalam proyek konstruksi Gedung Asrama X di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, berfokus pada kemampuan Revit dalam menciptakan model 3D yang akurat untuk perencanaan dan estimasi biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Revit mampu memodelkan elemen struktur (pondasi, kolom, balok, pelat lantai) dan arsitektur (dinding, pintu, jendela, tangga) secara presisi dengan fitur parametrik yang memudahkan modifikasi desain. Integrasi model struktur dan arsitektur dalam satu platform juga membantu mendeteksi konflik desain sejak tahap awal, mengurangi risiko kesalahan selama konstruksi. Manfaat utama yang diperoleh meliputi peningkatan koordinasi tim, efisiensi waktu, dokumentasi otomatis, serta visualisasi realistis bagi pemangku kepentingan. Tantangan implementasi BIM di Indonesia, seperti kebutuhan sumber daya manusia terampil dan biaya tinggi, turut dibahas. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pengetahuan tentang penerapan BIM dalam industri konstruksi Indonesia
CALCULATION OF COST ESTIMATION BASED ON BUILDING INFORMATION MODELING IN CONSTRUCTION PROJECTS
BIM (Building Information Modeling) is currently a concept that can include important information in planning. This study aims Kosmetika Global Helath Indonesia, Ejip Area, Cikarang. In this research, 3D modeling of steel structures was carried out based on shop drawing documents from the research location. Next, calculate the quantity take-off for the estimated cost of steel structure work using Autodesk Revit software. It can be concluded that using Auusingit software can optimize the 2D modeling process into the 3D form so that the quantity take-off calculations can be more detailed and accurate and reduce material waste. It also already supports BIM 5D to help calculate estimated costs. The results of calculating estimated costs using Autodesk Revit software are 3.45% smaller than conventional calculations. It is because conventional methods are calculated manually based on 2D images, which allow for differences due to lack of detail
Karakteristik Susut Beton Dengan Alwa Murni
Shringkage is one of the important concrete properties which, decreasingdurability of concrete and causeing concrete cracking. The shrinkage willdepend on aggregate selected. In this researd used a pute alwa aggregate whichmade from expanded clay burned in rotary kiln at high temperature (>6000C).Alwa has a rough surface shape, high absorption that allows aggregate to storewater needed for concrete hydration which can be removed from the shrinkage.This analysis uses experimental methods, and uses mortar specimens with 5x5x5cm cubes. Mixed mortar design using the DoE method and for testing in test arecompressive strength, porosity, and shrinkage of concrete. The results show that concrete mortar using alwa enough effective to reduceshrinkage with optimum addition of 18% for 20 - 30% percent did not meet thecompressive strength of the planned
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Pemanfaatan Pasir Kuarsa dan Fly Ash pada Campuran Laston AC-BC
Laston AC-BC merupakan salah satu jenis perkerasan lentur dengan campuran aspal keras dan agregat yang bergradasi menerus (well graded) yang dihamparkan dan dipadatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu. Jenis agregat yang digunakan terdiri dari agregat kasar, agregat halus dan filler, dengan aspal sebagai bahan pengikat. Dalam rangka memanfaatkan material lokal, Kabupaten Sukabumi memiliki ketersediaan bahan agregat lain yang cukup untuk digunakan dalam pembuatan campuran laston ac-bc, salah satunya agregat halus pasir kuarsa yang memiliki kandungan silika yang cukup tinggi. Ketersediaan pasir kuarsa yang cukup banyak maka perlu dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan pasir kuarsa sebagai agregat halus dan fly ash sebagai filler pada laston ac-bc. Dan penelitian menggunakan metoda eksperimen dengan kadar aspal yang digunakan yaitu pada 6%, 6,5%, 7% dan 7,5% untuk kemudian diteliti karakteristik Marshall nya. Hasil penelitian ini menunjukkan campuran Laston AC-BC dengan menggunakan pasir kuarsa dan fly ash hasil menunjukkan stabilitas dan flow nya lebih baik dan lebih unggul peningkatannya dibandingkan dengan yang normal. Itu berarti penggunaan pasir kuarsa dan fly ash berpengaruh terhadap campuran Laston AC-BC dan optimum pada campuran 7,5%
- …
