1,720,958 research outputs found
Assessing the Physical Aspect of Smart Environment Implementation in Phase II of BSD City
As one of the countries with the largest population in the world, urban issues in Indonesia are linearly proportional to the needs of fulfilling the lives of its people so that the problems are quite complex and in solving them requires the role of various parties, such as experts, the government, builders and managers. the city, to the community itself. In urban problems, of course it is closely related to the need for a good environment to facilitate the survival of the community. Keeping up with the times and the needs of society which need to be met instantly because movement is always fast, without forgetting continuity with urban nature, demands development and management of cities that are also efficient and effective. Smart Environment is one of the dimensions in the application of the Smart City concept which can be a reference in creating a smart city environment by focusing on knowledge-based environmental protection and management efforts supported by Technology, Information and Communication (ICT). Smart Environment is a dimension of Smart City that is very close in scope to the realm of architecture. In this research, Smart Environment will be reviewed from several theories and precedents both in how the concept is applied and how to evaluate it. Meanwhile, the case study taken in this research was in BSD City Phase II as material for evaluating the implementation of Smart Environment in sub-urban areas
Pemberdayaan Masyarakat dalam Misi Keberlanjutan Lingkungan
Perumahan Akasia Valley Cluster adalah sebuah kompleks perumahan berukuran sedang yang terletak di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Perumahan ini berdiri di atas lahan yang dulunya merupakan kawasan hutan atau vegetasi non produktif, yang kemudian dibuka seiring dengan berkembangnya pembangunan di Kota Tangerang Selatan. Dikarenakan kurangnya keterjangkauan pelayanan PDAM, seluruh rumah yang berada di Akasia Valley Cluster hingga saat ini masih mengandalkan air tanah untuk konsumsi sehari-hari. Penyedotan air tanah secara terus menerus, ditambah dengan semakin berkurangnya lahan resapan air di perumahan membuat banyak rumah mengalami kekurangan air bersih di musim kemarau dan mulai timbulnya genangan air di musim hujan. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif, tim pengabdi menjalankan program pengabdian pada masyarakat untuk mencoba mengurangi dampak negatif berkembangnya rumah tangga pada lingkungan perumahan, dan meningkatkan pengetahuan warga tentang keberlanjutan lingkungan dan produktivitas masyarakat di dalam perumahan. Tim pengabdi telah menjalankan program penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga, dan secara bertahap akan menjalankan program pembuatan lubang biopori pada ruang-ruang terbuka hijau yang masih ada pada perumahan. Dengan adanya program ini, warga diharapkan menjadi lebih memahami dan mengimplementasikan cara-cara mudah yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan hidup bersama
Belajar dari Masa Depan: Aplikasi Teknologi pada Tipologi dan Morfologi Urban Cyberpunk
Salah satu faktor pendorong terbesar dalam perkembangan teknologi sejatinya adalah perubahan gaya hidup dan kebutuhan manusia, misalnya munculnya teknologi kereta cepat yang didorong oleh kebutuhan transportasi massal yang lebih efektif dan efisien. Di era internet of things, ubiquitous computing dan meningkatnya taraf interaksi manusia, komputer, dan bangunan adalah diskursus yang dianggap penting. Perkembangan teknologi dalam ranah ini sering diimajinasikan dalam karya fiksi ilmiah bertema Cyberpunk, seperti yang digambarkan pada film Blade Runner dan permainan komputer Cyberpunk 2077. Penelitian ini menelaah tipologi dan morfologi kota-kota yang menjadi latar belakang pada film Blade Runner dan permainan komputer Cyberpunk 2077 untuk mempelajari bagaiman kedua kota ini mengintegrasikan teknologi-teknologi inovatif dalam perancangan dan pengelolaan kota. Dari observasi yang dilakukan, film Blade Runner dan permainan komputer Cyberpunk 2077 mampu mengintegrasikan perkembangan teknologi pada tipologi dan morfologi kota masing-masing, terutama pada bagian ruang terbuka. Integrasi teknologi ini penting untuk dipelajari karena dapat menjadi referensi bagi inovasi perancangan kota di masa depan
The Implementation of Virtual Reality as a Representation Medium of Architectural Space
In the practice of architecture, representation is one of the fundamental things to be noted, as it acts as the medium to present the design. To establish a significant and memorable architectural space, the knowledge of spatial relationships from plans, sections, and elevations is needed. However, most of the time, those representations can not tell the designed spatial experience intended. This study incorporates the uses of virtual reality as a representation medium to investigate the effectiveness of virtual reality in conveying the architects’ designed spatial narrative. This study employs qualitative methods with data collected through literature studies, virtual reality simulation, observation, and interviews. The data obtained were analyzed through a comparative study and interpreted based on existing theories. Based on data, it can be concluded that virtual reality succeeded in conveying a designed spatial narrative and establishing a similar spatial experience for several users.
Mengkaji Dampak Aktivitas Sosial Ekonomi Pada Struktur Ruang Kawasan Glodok
Kawasan Glodok di Jakarta Barat adalah sebuah wilayah yang sangat kuat identitasnya sebagai Kawasan perdagangan dan jasa. Meskipun begitu, pada awalnya, daerah Glodok adalah wilayah permukiman biasa yang dihuni oleh masyarakat keturuan Tionghoa. Hunian ini secara perlahan berkembang menjadi deretan ruko mengikuti pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan kebutuhan ekonomi masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat berdampak pada struktur Kawasan Glodok, terutama karena penghuni Kawasan Glodok memiliki ikatan budaya dan sejarah yang kuat dan berbeda dengan daerah lain di sekitarnya. Selain memetakan kondisi fisik terkini di wilayah Glodok dan mengobservasi pola aktivitas sosial ekonomi masyarakatnya, penelitian ini juga melakukan wawancara terstruktur dengan beberapa informan kunci mengenai perkembangan Kawasan Glodok, baik secara fisik maupun non fisik. Penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika dan fluktuasi aktivitas sosial ekonomi masyarakat Glodok sangat mempengaruhi kondisi fisik wilayah, terutama dalam konteks struktur keruangan Kawasan
Kajian Fenomena Gentrifikasi dan Aktivitas Penduduk di Permukiman Terdampak
Dalam perspektif rancang kota, fenomena gentrifikasi dapat secara drastis mengubah kondisi sebuah kawasan, baik secara fisik maupun non-fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan-perubahan fisik maupun non fisik yang terjadi pada kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, sejak dibangunnya Bintaro Plaza Residence, sebuah kawasan hunian vertikal yang dipasarkan untuk penduduk kelas menengah ke atas. Bintaro Plaza Residence dibangun pada tahun 2014 dengan sistem keaman satu pintu, berdampingan dengan area perkampungan yang sudah lebih dulu bermukim di wilayah tersebut. Penelitian ini memetakan dan mengobservasi aktivitas masyarakat yang terdampak pembangunan Bintaro Plaza Residence secara langsung, terutama menyorot pola aktivitas dan mobilitas. Berdasarkan data yang didapatkan, munculnya kawasan Bintaro Plaza Residence dapat dipahami sebagai pemantik terjadinya gentrifikasi di kawasan Pondok Aren dan dalam prosesnya telah mengubah kondisi jalan, sirkulasi keluar dan masuk wilayah perkampungan, dan membangun fasilitas-fasilitas penunjang lainnya, yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pergerakan manusia di kawasan sekitarnya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
