1,720,961 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU MEMILIH PEMILIH PEMULA KOTA PADANG PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA PADANG TAHUN 2018

    Get PDF
    ABSTRAK Nina Novita, 1510832032, Skripsi dengan judul Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Memilih Pemilih Pemula Kota Padang Pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Padang Tahun 2018. Sebagai Pembimbing I Dr. Tengku Rika Valentina, S.IP, MA dan Pembimbing II Rinaldi, M.I.Kom. Skripsi ini dilatar belakangi dari fenomena penggunaan media sosial yang meningkat dan sebagian besarnya adalah pemilih pemula. Skripsi ini membahas apakah pemilih pemula sebagai pengguna media sosial yang aktif dalam bermedia sosial dapat mempengaruhi pilihan pemilih pemula dalam pemilihan umum. Penelitian ini menggunakan teori uses and gratification dengan tiga variabel bebas, yaitu penggunaan media sosial collaborative project ((X1), penggunaan media sosial Blog and Microblogging dan Social Network (X2), dan penggunaan media sosial Content Communities (X3) dengan variabel terikat yakni perilaku memilih pemilih pemula pada pemilihan Kepala Daerah Kota Padang tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survey, tipe penelitian ini adalah explanatory research (penelitian penjelasan). Data dikumpulkan dengan pembagian kuesioner, responden dipilih menggunakan metode probability sampling yaitu, stratified random sampling dan simple random sampling serta menggunakan angka acak dalam menentukan responden. Sedangkan analisis menggunakan program SPSS 16 dengan analisis tabel frekuensi dan pengujian hipotesis menggunakan Chi-Square dan Coefficient Contingency. Temuan data di lapangan memperlihatkan bahwa penggunaan media sosial collaborative project (X1), penggunaan media sosial Blog and Microblogging dan Social Network (X2), dan penggunaan media sosial Content Communities X3) dengan nilai Asymp. Sig > 0,05 X1; 0,658, X2; 0,150, dan X3; 0,164. tidak mempengaruhi perilaku memilih pemilih pemula, Artinya, Ha ditolak dan H0 diterima. Kata Kunci : Perilaku Memilih, Pemilih Pemula, Media Sosia

    UPAYA KPU KABUPATEN SOLOK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH DALAM PEMILIHAN UMUM DPR/DPD/DPRD 2014

    No full text
    Qentari Florencia Zude, 1010832027, Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, 2014. Upaya KPUD Kabupaten Solok Dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih Dalam Pemilihan Umum DPR/DPD/DPRD 2014. Dibimbing oleh pembimbing I Dr. Asrinaldi, S.Sos, M.Si dan pembimbing II Tengku Rika Valentina, S.IP, MA. Halaman i-xvi, 109. Referensi 1 Skripsi, 15 Buku, 1 Jurnal, 4 Undang-Undang dan 6 website. Pemilihan Umum Legislatif di Kabupaten Solok dari periode ke periode cenderung menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya KPU Kabupaten Solok dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih Kabupaten Solok dalam Pemilihan Umum DPR/DPD/DPRD tahun 2014 karena mengalami penurunan pada periode sebelumnya. Untuk menganalisa data yang ditemukan, peneliti menggunakan konsep sosialisasi politik Mohtar Mas‟oed dan Colin MacAndrews, dan konsep diseminasi informasi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dalam sosialisasinya, KPU Kabupaten Solok melakukan sosialisasi dengan cara tatap muka, doorprize, kerja sama dengan pemerintah daerah, melalui media cetak, melalui media elektronik, relawan demokrasi, MoU dengan Departemen Agama, penyebaran brosur, leaflet, baliho, pamflet, gantungan kunci, dialog interaktif, deklarasi kampanye pemilu damai dan karnaval. Dimana melalui upaya-upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum DPR/DPD/DPRD 2014, KPU Kabupaten Solok berhasil dalam meningkatkan Partisipasi Pemilih menjadi sebesar 70%

    Budaya Politik Masyarakat Kecamatan Koto Tangah Dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang Tahun 2018

    Get PDF
    ABSTRAK Rafi Mahendra, 1210833019. Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik, Universitas Andalas, Dengan Judul Skripsi “Budaya Politik Masyarakat Koto Tangah Dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang Tahun 2018. Dibimbing Oleh: Dr. Tengku Rika Valentina S.IP, MA. Budaya politik adalah aspek politik dari sistem nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat, kelurahan Padang Sarai terletak tidak jauh dari perbatasan Kota Padang dengan Kabupaten Padang Pariaman, menjadikan salah satu sasaran para masyarakat pendatang untuk tinggal di kelurahan Padang Sarai, menjadikan mereka mengalami interaksi yang intensif dengan masyarakat pendatang. Terjadinya hubungan itu telah menimbulkan masuknya nilai-nilai baru dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat kelurahan Padang Sarai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui budaya politik masyarakat kelurahan Padang Sarai di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang dalam pemilukada pada tahun 2018. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teori budaya politik oleh Almond dan Verba, dimana teori tersebut terdiri dari tiga(3) bagian yaitu budaya politik parokial, budaya politik kaula dan budaya politik partisipan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Dalam pemilihan informan penelitian, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian adalah budaya politik masyarakat kelurahan Padang Sarai adalah budaya politik partisipatif yang lebih dominan dari pada budaya politik kaula, dimana tingkat partisipasi masyarakatnya nya terbilang tinggi, dan pengetahuan masyarakat kelurahan Padang Sarai terhadap pilkada 2018 cukup baik. Budaya politik yang berkembang dalam masyarakat kelurahan Padang Sarai adalah di lapau, segala informasi dan berita diselingi canda dan cerita berputar diantara mereka. Kata kunci: Budaya Politik, Pemilukada, Partisipasi Masyarakat ABSTRACT Rafi Mahendra, 1210833019. Department of Political Science, Faculty of Social Science and Political Science, Andalas University, With Study Title "Political Culture of Koto Tangah Society in The Selection Mayor and Deputy Mayor of Padang City in 2018”. Advisor by: Dr. Tengku Rika Valentina S.IP, MA. Political culture is the political aspect of a system values that develops in society, Padang Sarai village is located not far from border of Padang City with Padang Pariaman Regency, cause one of targets immigrant society to live in the Padang Sarai village, make they experienced intensive interactions with immigrant society. The occurrence relations between them has led inclusion of new values in social and cultural life of Padang Sarai village society. This study aims to determine political culture of Padang Sarai village society in Koto Tangah District, Padang City in regional head elections in 2018. Theories used in this research are Almond and Verba theory, this theory consists of three (3) parts parochial political culture, kaula political culture and participants political culture. The method that is used in this study is qualitative method. The techiques of data collection conducted in this research are interview and documentation. In selection of research informants, the writer uses purposive sampling technical. The result shows that political culture of Padang Sarai village society is a participatory political culture that is more dominant than kaula political culture, with a high level of public participation, and knowledge of Padang Sarai village society regarding in 2018 regional election was quite good. Culture that developed in Padang Sarai society was sitting together in lapau, all information and news are interspersed with jokes and stories present between them. Keywords: Political Culture, Pemilukada, Public participatio

    Implementasi Otonomi Daerah di Daerah Otonomi Baru (DOB) Tahun 2008-2011 Studi Kasus: Kota Pariaman

    No full text
    Muhammad Irvan, 07193045, Jurusan llmu Politik, Fakultas llmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Andalas Padang. Dengan Judul Skripsi: "Implementasi Otonomi Daerah di Daerah Otonomi Baru (DOB) Tahun 2008-2011 Studi Kasus : Kota Pariaman". Dibimbing oleh: DR. Asrinaldi, M.Si dan Tengku Rika Valentina, S.Ip., MA. Skripsi ini terdiri dari 92 halaman dengan referensi 3 buku teori, 8 buku metode, 2 jurnal, 2 skripsi, 3 Undang-undang dan 5 situs internet. Dalam penelitian ini penulls mendeskripsikan tentang Implementasi Otonomi Daerah di Kota Pariaman sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia sejak diberlakukannya UU No 22 Tahun 1999. Melalui UU tersebut berdampak kepada Pemekaran wilayah termasuk Kota Pariaman karena tidak di atur lagi tentang Kota Administratif. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Sementara teknik keabsahan data yang digunakan peneliti yaitu triangulasi sumber. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini mengacu pada konsep otonomi daerah dan dampak negatif pelaksanaan otoda. Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti menarik kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan otonomi daerah di Kota Pariaman telah membawa dampak poisiti dan negatif kepada tujuan awal pelaksanaan otonomi daerah. Implementasi Otonomi daerah di Kota Pariaman dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan meningkatkan pelayanan terhadap publik yang lebih baik karena semakin berkembangnya infiastruktur seperti kesehatan dan infrastruktur pendidikan. Implementasi Otonomi daerah juga menciptakan dampak negatif seperti ketidaksetaraan yang lebih besar antar daerah jika tidak didukung oleh kemampuan manajerial walikota atau Kepala daerah untuk mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), dan Sumber dana yang mereka miliki

    KORUPSI DANA DESA TAHUN 2018: STUDI KASUS KORUPSI DANA DESA DI NAGARI SUNGAI JANIAH KECAMATAN GUNUNG TALANG KABUPATEN SOLOK

    Get PDF
    ABSTRAK YOLANDA FRIGUSTIN, 1710832002. Skripsi S1. Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Judul skripsi “Korupsi Dana Desa Tahun 2018: Studi Kasus Korupsi Dana Desa Di Nagari Sungai Janiah Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok”. Dibimbing Oleh: Dr. Asrinaldi, M.Si dan Dr. Tengku Rika Valentina, S.IP,MA. Dana desa merupakan salah satu dari sembilan Nawacita yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat desa dan mengejar ketertinggalan desa dari kota. Program dana desa pertama kali dikucurkan pada Tahun 2015 menimbulkan pro dan kontra. Di mana satu sisi dana desa mampu meningkatkan pembangunan desa dan sisi lain mampu menimbulkan ladang korupsi baru di pemerintahan terendah. Korupsi dana desa salah satunya terjadi di Nagari Sungai Janiah Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana desa serta faktor penyebab terjadinya korupsi dana desa di Nagari Sungai Janiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan berasal dari aktor-aktor yang terlibat dalam pengelolaan dana desa Tahun 2018. Peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data yang diperoleh selama di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi prinsip akuntabilitas dan transparansi pengeloaan dana desa di Nagari Sungai Janiah telah terlaksana sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 dan Peraturan Bupati Solok Nomor 4 Tahun 2017. Penyebab utama korupsi yang terjadi di Nagari Sungai Janiah bukan karena tidak akuntabel dan transparannya pengelolaan dana desa namun korupsi yang terjadi disebabkan oleh empat faktor utama menurut Jack Bologne yaitu keserakahan, kesempatan, kebutuhan dan pengungkapan. Kepentingan pribadi yang menimbulkan faktor keserakahan, kesempatan karena spesimen pencairan dana desa berada di tangan walinagari dan bendahara nagari, adanya faktor kebutuhan untuk mencalon menjadi anggota DPD RI dan tidak adanya efek jera yang diberikan oleh niniak mamak atau masyarakat ketika terjadi sebuah pelanggaran. Kata Kunci: Akuntabilitas, Transparansi, Dana Desa, Korupsi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore