1,377 research outputs found
The Untranslated Campaign Speeches of Narendra Modi
Most speeches of Narendra Modi are found on the Narendra Modi website, on the Press Information Bureau and on the PM India website. However, some of the campaign speeches, mostly in Hindi and Gujarati have never been translated in English. This post lists selected speeches that were purposively left out from the translation endeavour of the Modi team. HINDI SPEECHES HERE WITH THEIR UNIQUE ID TITLES t20131121987001.txt भारत माता की जय, भारत माता की जय... मंच पर विराजमान उत्तरप्रदेश भार..
Bābā Nāgārjuna
Comprises a Hindi poet's letters to Narendra Kohli, b. 1940, Hindi fiction writer; includes editor's reminiscences about the author
The Effect of Temperature on Bipolar Junction Transistor Noise
Title: The Effect of Temperature on Bipolar Junction Transistor Noise, Author: Narendra K. Shah, Location: ThodeThe effect on temperature on the noise characteristics at mid-frequencies of a low-noise silicon bipolar junction transistor is investigated theoretically and experimentally. Over a range of temperatures, an optimum device temperature is sought, and base resistance data is obtained from the noise measurements.ThesisMaster of Engineering (ME
El populismo hinduista de Narendra Modi: reimaginando la nación india
Este artículo analiza el impacto que el populismo del actual primer ministro Narendra Modi está teniendo sobre la democracia india. Nuestro análisis defiende que el populismo ha sido una herramienta útil en la profundización democrática en la India. La apelación al «pueblo», como construcción política de amplia base social, ha ayudado a transcender las tradicionales divisiones identitarias. Frente a esa tradición de populismo transversal e incluyente, el artículo examina la versión actual de Modi que, por el contrario, se construye sobre un exclusivismo hinduista. Dicha narrativa excluyente hace peligrar el contrato social nacido de la idea de la India como unidad en la diversidad.Palabras clave: India, Narendra Modi, Indira Gandhi, populismo, secularism
PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) TERHADAP KINERJA OPERASIONAL PT. NARENDRA DEWA YOGA BENGKULU
Kinerja operasional merupakan kesesuaian proses dan evaluasi kinerja dari
operasi internal perusahaan dari segi biaya, pelayanan pelanggan, pengiriman
barang kepada pelanggan, kualitas, fleksibilitas, dan kualitas proses barang atau
jasa. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja operasional,
digunakan faktor yang memiliki keterkaitan yang cukup tinggi berdasarkan hasil
penelitian terdahulu yaitu, Total quality management.
Kinerja operasional menurut Sobandi dan Kosasih (2014) dapat diartikan
sebagai kesesuaian proses dan evaluasi kinerja dari operasi internal perusahaan
dari segi biaya, pelayanan pelanggan, pengiriman barang kepada pelanggan,
kualitas, fleksibilitas, dan kualitas proses barang atau jasa. TQM menurut Yamit
(2013:181) adalah sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan
(customer satisfaction) dengan kegiatan yang diupayakan sekali benar (right first
time), melalui perbaikan berkesinambungan (continous improvement) dan
memotivasi karyawan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh
masing-masing dimensi TQM (Komitmen manajemen puncak, Fokus kepuasan
pelanggan, Pelibatan dan pemberdayaan karyawan, Pendidikan dan pelatihan serta
Budaya kualitas perusahaan) terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa
Yoga Bengkulu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan metode pengumpulan
data yang digunakan adalah kuisioner untuk mengukur total quality management
terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. Pengambilan
sampel menggunakan teknik sensus pada karyawan PT. Narendra Dewa Yoga
Bengkulu sebanyak 95 responden. Pengujian alat ukur instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Dari hasil uji validitas
dan reliabiltas terhadap 95 responden, instrumen dinyatakan valid apabila nilai
factor loading lebih besar dari 0,50 dan hasil uji reliabilitas dinyatakan reliabel
apabila nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,60. Metode analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda, uji kelayakan
model (simultan), uji t (parsial), dan koefisien determinasi R2
yang dihitung
menggunakan aplikasi SPSS 25.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen manajemen puncak tidak
berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu.
Sedangkan, dimensi fokus kepuasan pelanggan, pelibatan dan pemberdayaan
karyawan, pendidian dan pelatihan dan budaya kualitas perusahaan memiliki
pengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu.
Secara berurutan H2, H3, H4, dan H5 diterima dan H1 ditolak.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, 1) Komitmen manajemen puncak tidak
berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. 2)
x
Fokus kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap kinerja operasional PT.
Narendra Dewa Yoga Bengkulu. 3) Pelibatan dan pemberdayaan karyawan
berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. 4)
Pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra
Dewa Yoga Bengkulu. 5) Budaya kualitas perusahaan berpengaruh terhadap
kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. Penelitian ini
merekomendasikan evaluasi efektifitas model kepemimpinan yang lebih lanjut
serta komunikasi terbuka antara manajer dan karyawan dalam menetapkan mutu
dan sasaran. PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu juga diharapkan mampu
mempertahankan penerapan TQM yang sudah baik dan meningkatkan faktor�faktor lain yang masih kurang.
Kata Kunci: Kinerja Operasional, Total Quality Management, Komitmen
Manajemen Puncak, Fokus kepuasan Pelanggan, Pelibatan dan
Pemberdayaan Karyawan, Pendidikan dan Pelatihan, Budaya
Kualitas Perusahaa
PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) TERHADAP KINERJA OPERASIONAL PT. NARENDRA DEWA YOGA BENGKULU
Kinerja operasional merupakan kesesuaian proses dan evaluasi kinerja dari
operasi internal perusahaan dari segi biaya, pelayanan pelanggan, pengiriman
barang kepada pelanggan, kualitas, fleksibilitas, dan kualitas proses barang atau
jasa. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja operasional,
digunakan faktor yang memiliki keterkaitan yang cukup tinggi berdasarkan hasil
penelitian terdahulu yaitu, Total quality management.
Kinerja operasional menurut Sobandi dan Kosasih (2014) dapat diartikan
sebagai kesesuaian proses dan evaluasi kinerja dari operasi internal perusahaan
dari segi biaya, pelayanan pelanggan, pengiriman barang kepada pelanggan,
kualitas, fleksibilitas, dan kualitas proses barang atau jasa. TQM menurut Yamit
(2013:181) adalah sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan
(customer satisfaction) dengan kegiatan yang diupayakan sekali benar (right first
time), melalui perbaikan berkesinambungan (continous improvement) dan
memotivasi karyawan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh
masing-masing dimensi TQM (Komitmen manajemen puncak, Fokus kepuasan
pelanggan, Pelibatan dan pemberdayaan karyawan, Pendidikan dan pelatihan serta
Budaya kualitas perusahaan) terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa
Yoga Bengkulu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan metode pengumpulan
data yang digunakan adalah kuisioner untuk mengukur total quality management
terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. Pengambilan
sampel menggunakan teknik sensus pada karyawan PT. Narendra Dewa Yoga
Bengkulu sebanyak 95 responden. Pengujian alat ukur instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Dari hasil uji validitas
dan reliabiltas terhadap 95 responden, instrumen dinyatakan valid apabila nilai
factor loading lebih besar dari 0,50 dan hasil uji reliabilitas dinyatakan reliabel
apabila nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,60. Metode analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda, uji kelayakan
model (simultan), uji t (parsial), dan koefisien determinasi R2
yang dihitung
menggunakan aplikasi SPSS 25.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen manajemen puncak tidak
berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu.
Sedangkan, dimensi fokus kepuasan pelanggan, pelibatan dan pemberdayaan
karyawan, pendidian dan pelatihan dan budaya kualitas perusahaan memiliki
pengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu.
Secara berurutan H2, H3, H4, dan H5 diterima dan H1 ditolak.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, 1) Komitmen manajemen puncak tidak
berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. 2) Fokus kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap kinerja operasional PT.
Narendra Dewa Yoga Bengkulu. 3) Pelibatan dan pemberdayaan karyawan
berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. 4)
Pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra
Dewa Yoga Bengkulu. 5) Budaya kualitas perusahaan berpengaruh terhadap
kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. Penelitian ini
merekomendasikan evaluasi efektifitas model kepemimpinan yang lebih lanjut
serta komunikasi terbuka antara manajer dan karyawan dalam menetapkan mutu
dan sasaran. PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu juga diharapkan mampu
mempertahankan penerapan TQM yang sudah baik dan meningkatkan faktor�faktor lain yang masih kurang.
Kata Kunci: Kinerja Operasional, Total Quality Management, Komitmen
Manajemen Puncak, Fokus kepuasan Pelanggan, Pelibatan dan
Pemberdayaan Karyawan, Pendidikan dan Pelatihan, Budaya
Kualitas Perusahaa
STRATEGI PEMERINTAH INDIA DALAM MENGATASI TERORISME J-E-M DIBAWAH PEMERINTAHAN NARENDRA MODI 2014-2022
The ongoing acts of terrorism by JeM threatened the security and resilience of the Indian state, so the then prime minister of India, Narendra Modi, made a resolution to eliminate and fight all forms of JeM terrorism. This research aims to find out how the Indian government's strategy during the Narendra Modi era in overcoming JeM terrorism. The research method used is descriptive method and data collection is done by library research. The author uses the concept of Counter-Terrorism proposed by Barry R. Posen which consists of efforts to form alliances and cooperation, increase resilience and offensive efforts. India formed alliances and cooperation with several international organizations such as the Shanghai Cooperation Organization, BRICS, Financial Action Task Force (FATF), UN, and also with Pakistan. The improvement of defense capabilities was carried out by the Indian government with efforts to increase the number of NSG personnel and weapons through the purchase of SIG 716 G2 rifles and Rafale fighter jets, as well as increasing the ability of personnel in the field of counter-terrorism through military training such as indra and yudh abhyas exercises. Offensive efforts were made by India through India's Surgical Strike Across the Line of Control 2016 and The Indian Air Force Airstrike on Balakot in 2019 in response to attacks from J-E-M terrorism. All efforts made by India in overcoming J-E-M terrorism are in accordance with the theory of Counter-Terrorism proposed by Barry R. Posen.
Keywords: JeM Terrorism, Counter-Terrorism, Narendra Modi
FAKTOR KEMENANGAN BHARATIYA JANATA PARTY (NARENDRA MODI) PADA PEMILIHAN UMUM LOK SABHA KE-17 INDIA TAHUN 2019
AbstrakSetelah kemenangannya pada Lok Sabha ke-16 tahun 2014, pada pemilihan umum Lok Sabha ke-17 tahun 2019 dengan memperoleh 303 kursi di Dewan Rakyat India, Bharatiya Janata Party (Narendra Modi) kembali menduduki posisi sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di Parlemen India yang membawa Modi menjadi Perdana Menteri India. Penulis menggunakan Teori Rational Choice milik Angus Chambell untuk menjelaskan bagaimana perilaku pemilih yang menjadi faktor penyebab kemenangan BJP (Modi) pada Lok Sabha ke-17 India. Data – data yang digunakan untuk menganalisis topik ini bersumber dari buku, jurnal dan artikel internet. Dari pengolahan data yang dilakukan penulis menyimpulkan bahwa faktor kemenangan BJP (Modi) pada Pemilihan Umum Lok Sabha ke 17 India tahun 2019 dipengaruhi oleh : 1.) Program Keamanan Nasional dan Ekonomi India. 2.) Sosok Modi yang Berkarisma. 3.) Pendukung BJP yang Loyal; dimana hal tersebut berhasil menciptakan hubungan timbal balik yang positif antara pemerintahan BJP (Modi) dengan masyarakat India. Kata Kunci : Bharatiya Janata Party (BJP), Narendra Modi, Lok Sabha, Hindu di India, Perilaku Pemiih. AbstractAfter winning the 2014 Lok Sabha, In the 17th Lok Sabha general election 2019 with 303 seats in the Indian People’s Council. The Bharatiya Janata Party (Narendra Modi)’s victory re-occupied the posotion as the hightest authority in the Indian Parliament which brought Modi return to his position as Prime Minister of India. The author uses Angush Chambell’s Rational Choice Theory to explain how the voter behavior was a factor in BJP (Modi)’s Victory in India’s 17th Lok Sabha. The data used to analyze this topic comes from a book, journals and Internet articles. From the data processing carried out, the author conclude that BJP (Modi)’s Victory factor in India’s 17th Lok Sabha General Election in 2019 influenced by: 1.) India’s National Security and Economi Program. 2.) Modi’s Charismatic Figure. 3.) BJP’s Loyal Supporters; where these points created a positive reciprocal relationship between the BJP (Modi) government and the people of India. Key word: Bharatiya Janata Party (BJP), Narendra Modi, Lok Sabha, Hinduism in India, Voter Behavior
PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) TERHADAP KINERJA OPERASIONAL PT. NARENDRA DEWA YOGA BENGKULU
Kinerja operasional merupakan kesesuaian proses dan evaluasi kinerja dari
operasi internal perusahaan dari segi biaya, pelayanan pelanggan, pengiriman
barang kepada pelanggan, kualitas, fleksibilitas, dan kualitas proses barang atau
jasa.
Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja operasional,
digunakan faktor yang memiliki keterkaitan yang cukup tinggi berdasarkan hasil
penelitian terdahulu yaitu, Total quality management.
Kinerja operasional menurut Sobandi dan Kosasih (2014) dapat diartikan
sebagai kesesuaian proses dan evaluasi kinerja dari operasi internal perusahaan
dari segi biaya, pelayanan pelanggan, pengiriman barang kepada pelanggan,
kualitas, fleksibilitas, dan kualitas proses barang atau jasa. TQM menurut Yamit
(2013:181) adalah sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan
(customer satisfaction) dengan kegiatan yang diupayakan sekali benar (right first
time), melalui perbaikan berkesinambungan (continous improvement) dan
memotivasi karyawan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh
masing-masing dimensi TQM (Komitmen manajemen puncak, Fokus kepuasan
pelanggan, Pelibatan dan pemberdayaan karyawan, Pendidikan dan pelatihan serta
Budaya kualitas perusahaan) terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa
Yoga Bengkulu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan metode pengumpulan
data yang digunakan adalah kuisioner untuk mengukur total quality management
terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. Pengambilan
sampel menggunakan teknik sensus pada karyawan PT. Narendra Dewa Yoga
Bengkulu sebanyak 95 responden. Pengujian alat ukur instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Dari hasil uji validitas
dan reliabiltas terhadap 95 responden, instrumen dinyatakan valid apabila nilai
factor loading lebih besar dari 0,50 dan hasil uji reliabilitas dinyatakan reliabel
apabila nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,60. Metode analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda, uji kelayakan
model (simultan), uji t (parsial), dan koefisien determinasi R2 yang dihitung
menggunakan aplikasi SPSS 25.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen manajemen puncak tidak
berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu.
Sedangkan, dimensi fokus kepuasan pelanggan, pelibatan dan pemberdayaan
karyawan, pendidian dan pelatihan dan budaya kualitas perusahaan memiliki
pengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu.
Secara berurutan H2, H3, H4, dan H5 diterima dan H1 ditolak.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, 1) Komitmen manajemen puncak tidak
berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. 2)Fokus kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap kinerja operasional PT.
Narendra Dewa Yoga Bengkulu. 3) Pelibatan dan pemberdayaan karyawan
berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. 4)
Pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra
Dewa Yoga Bengkulu. 5) Budaya kualitas perusahaan berpengaruh terhadap
kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. Penelitian ini
merekomendasikan evaluasi efektifitas model kepemimpinan yang lebih lanjut
serta komunikasi terbuka antara manajer dan karyawan dalam menetapkan mutu
dan sasaran. PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu juga diharapkan mampu
mempertahankan penerapan TQM yang sudah baik dan meningkatkan faktor
faktor lain yang masih kurang.
Kata Kunci: Kinerja Operasional, Total Quality Management, Komitmen
Manajemen Puncak, Fokus kepuasan Pelanggan, Pelibatan dan
Pemberdayaan Karyawan, Pendidikan dan Pelatihan, Budaya
Kualitas Perusahaa
- …
