1,720,998 research outputs found
Kepercayaan Diri Mahasiswa yang Terlambat dalam Penyelesaian Studi
Latar belakang penelitian ini adalah adanya fenomena mahasiswa yang mengalami keterlambatan dalam penyelesaian studi. Kondisi ini berdampak pada kepercayaan diri yang dimiliki oleh mahasiswa. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang penting dalam kehidupan. Mahasiswa yang masa studinya lebih lama dari teman-temannya merasa tidak percaya diri dalam menjalankan masa studinya karena individu menganggap dirinya kurang berusaha lebih baik dan bekerja keras untuk menajalankan studinya dengan tepat waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kepercayaan diri mahasiswa yang terlambat dalam penyelesaian studi ditinjau dari aspek rasa aman, ambisi normal, yakin pada kemampuan diri, mandiri, optimis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kauntitatif dengan jenis penelitian deskripstif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa S1 tahun masuk 2018, yang belum menyelesaikan studi terhitung periode Juli-Desember 2023. Jumlah sampel 278 orang mahasiswa yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kepercayaan diri mahasiswa yang terlambat dalam penyelesaian studi, dengan model skala likert yang dibuat dalam bentuk google form. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri mahasiswa yang terlambat dalam penyelesaian studi kebanyakan berada pada kategori sedang dengan rata-rata 84,2 (56,1%) yang terdiri dari 1) aspek rasa aman berada pada kategori sedang (56,2%);2) aspek ambisi normal berada pada kategori sedang (58,2%); aspek yakin pada kemampuan diri berada pada kategori rendah (51,2%); aspek mandiri berada pada kategori sedang (60,3%); aspek optimis berada pada kategori sedang (61,7%). Berdasarkan penelitian ini, layanan Bimbingan dan Konseling yang dapat diberikan untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa yang terlambat dalam penyelesaian studi adalah layanan individu, layanan konseling kelompok, dan layanan bimbingan kelompok
Gambaran Self Efficacy Guru BK SMPN di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena di lapangan bahwa masih ada guru BK yang belum menguasai bagaimana pelaksanaan layanan BK di sekolah dan guru BK melaksanakan tugas-tugas non BK. Oleh karena itu masih banyak layanan BK yang tidak terlaksana sesuai SOP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran self efficacy guru BK SMPN ditinjau dari aspek level, strenght dan generality. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari 36 guru BK SMPN yang ada di Kecamatan Koto Tangah tahun ajaran 2023/2024. Penetapan sampel menggunakan sampel jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert yakni kusioner self efficacy yang sudah diuji validitas dengan rumus pearson correlation (0,361) dan diuji reliabilitas dengan rumus cronbach’s alfa (0,686). Pengolahan data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self efficacy guru BK SMPN di Kecamatan Koto Tangah yang terbanyak berada pada kategori tinggi yakni dengan persentase 72% yang terdiri dari; (1) self efficacy aspek level berada pada kategori tinggi dengan persentase 69%, (2) self efficacy aspek strenght berada pada kategori tinggi dengan persentase 69%, (3) self efficacy aspek generality berada pada kategori sedang dengan persentase 47%
Hubungan Sarana dan Prasarana dengan Minat Siswa Mengikuti Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Sarana dan prasarana bimbingan dan konseling merupakan fasilitas yang digunakan untuk mengikuti layanan bimbingan dan konseling. Ketersediaan sarana dan prasarana bimbingan dan konseling di sekolah ikut memberikan andil cukup besar terhadap minat layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Namun masih terdapat sarana dan prasarana di SMA Negeri 9 Sijunjung yang kurang memadai seperti halnya ruangan bimbingan dan konseling kelompok, konseling individual, serta kurangnya pencahayaan dan penerangan didalam ruangan BK sehingga minat siswa mengikuti layanan bimbingan dan konseling rendah/kurang. Sedangkan di SMA Negeri 2 Sijunjung sudah memadai seperti halnya ruang konseling lengkap serta minat siswa yang tinggi dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara sarana dan prasarana dengan minat siswa mengikuti layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 9 Sijunjung yang pernah mengikuti layanan bimbingan dan konseling yang berjumlah 60 orang siswa. Sampel ditarik menggunakan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 60 orang responden. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan metode skala likert yang dibagikan langsung kepada siswa yang menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) Rata-rata skor capaian minat siswa mengikuti layanan bimbingan dan konseling (Y) adalah 60,23 (48,18%) dengan kategori rendah, (2) Rata-rata skor capaian sarana dan prasarana bimbingan dan konseling (X) adalah 58,70 (39,13%) dengan kategori sedang, (3) Terdapat hubungan yang positif signifikan antara sarana dan prasarana dengan minat siswa mengikuti layanan bimbingan dan konseling dimana peroleh harga koefisien korelasi sebesar 0,405 dengan taraf signifikansi 0,001. Artinya hubungan antara sarana dan prasarana dengan minat siswa mengikuti layanan bimbingan dan konseling berada pada kategori rendah. Semakin tinggi/memadai sarana dan prasarana BK maka akan semakin tinggi minat siswa mengikuti layanan bimbingan dan konseling
Manfaat Pusat Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Masalah Mahasiswa
Pusat Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan wadah dalam mengatasi masalah akademik dan non akademik yang dialami oleh mahasiswa. Adanya wadah tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh bimbingan dan arahan melalui layanan konseling hingga mencapai perkembangan yang optimal. Nyatanya, masih banyak mahasiswa yang tidak mengetahui adanya pusat layanan BK di Universitas Negeri Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manfaat pusat layanan BK dalam mengatasi masalah mahasiswa ditinjau dari beberapa manfaat: 1) manfaat dalam penyelesaian studi tepat waktu, 2) dalam meningkatkan prestasi, 3) dalam pemecahan masalah, dan 4) dalam mencegah munculnya masalah-masalah baru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa yang telah mengikuti konseling di Pusat Layanan BK pada tahun 2020-2022 sebanyak 150 mahasiswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner manfaat pusat layanan BK bagi mahasiswa, dengan model skala Likert yang dibuat dalam bentuk google form. Data diolah menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat layanan BK bagi mahasiswa pada umumnya berada pada kategori tinggi (79,57%). Hasil penelitian manfaat pusat layanan BK diantaranya 1) manfaat dalam penyelesaian studi tepat waktu berada pada kategori tinggi (78,95%), 2) manfaat dalam meningkatkan prestasi berada pada kategori tinggi (79,68), 3) manfaat dalam pemecahan masalah berada pada kategori tinggi (79,73%), 4) manfaat dalam mencegah munculnya masalah-masalah baru berada pada kategori tinggi (80,07%
Empowering Students to Prevent Sexual Harassment: The Impact of Contextual Teaching on Assertiveness through Sumbang Duo Baleh Information Services
The increasing cases of sexual harassment, particularly among teenagers, have become a critical issue that requires immediate attention. One preventive effort is enhancing assertiveness skills, which can be improved through informational services provided by guidance and counseling teachers. This study aims to examine the effectiveness of informational services based on sumbang duo baleh using a contextual learning approach to enhance students' assertive behavior in preventing sexual harassment. The research employs a quantitative approach with a quasi-experimental method and a time-series design. The sample was randomly selected, involving one class as the experimental group, consisting of 29 female students of Minangkabau ethnicity. Data were collected using a scale measuring students' assertive behavior in preventing sexual harassment, administered as a pretest and posttest. The results show that informational services based on sumbang duo baleh with a contextual learning approach are moderately effective in improving students' assertive behavior, with an N-Gain score of 54.5% (0.5450). The percentage of students' assertive behavior increased by 12.89%, from 59.54% in the pretest to 76.61% in the posttest. Furthermore, the average score improved from 111.75 in the pretest to 176.2 in the posttest. These findings indicate that informational services based on sumbang duo baleh can serve as an effective approach to enhancing students' assertiveness as a preventive measure against sexual harassment
Gambaran Pemahaman Diri Siswa dalam Belajar di SMAN X
Penelitian ini berawal dari fenomena yang terjadi di sekolah, yaitu masih banyak siswa belum memahami dirinya dengan baik terutama dalam belajar. Hal ini, membuat siswa tidak mengetahui siapa dirinya, kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki sehingga mereka tidak bisa mengembangkan potensi yang mereka miliki. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman diri siswa SMA dalam Belajar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini terdiri dari 899 siswa dengan sampel 277 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket pemahaman diri dengan metode skala Likert. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) pemahaman diri siswa SMA dalam belajar secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, (2) pemahaman diri siswa SMA dalam belajar ditinjau dari aspek konsep diri berada pada kategori sedang, dan (3) pemahaman diri siswa SMA dalam belajar ditinjau dari aspek harga diri berada pada kategori tinggi
Gambaran Kecerdasan Emosional Mahasiswa FIP UNP Yang Sedang Menyusun Skripsi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang ditemukan bahwa skripsi dikerjakan secara perorangan, dan waktu pembimbingan sangat relatif sesuai dengan kesempatan yang diberikan dosen dan kesiapan mahasiswa. Kondisi ini dapat mempengaruhi keadaan emosional mahasiswa sehingga adanya mahasiswa yang menunjukkan emosionalnya, seperti; mengalami rasa takut dan cemas pada saat menemui dosen pembimbing, perasaan sensitif saat ditanya mengenai progres skripsinya, Adapun mahasiswa yang sedang menyusun skripsi menunjukkan penyebab kecerdasan emosionalnya terganggu seperti; menunda-nunda menyelesaikan atau mengerjakan skripsi dimana dapat menimbulkan rasa tertekan dan cemas, terlalu fokus mengerjakan skripsi tanpa mengingat waktu istirahat cukup dimana dapat menimbulkan kurangnya energi dan menyebabkan kelelahan mental, sulit menerima kritikan dari dosen pembimbing yang menimbulkan rasa cemas dan rendah diri oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan emosional mahasiswa yang sedang menyusun skripsi ditinjau dari jenis kelamin dan tempat tinggal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif komparatif. Populasi penelitian yaitu mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang tahun masuk 2019, berjumlah 128 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Proportional Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah instrumen kecerdasan emosional dengan model skala Likert. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan teknik statistik T-test (uji beda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional mahasiswa FIP UNP yang sedang menyusun skripsi yaitu 69,95% dengan kategori tinggi, 30,47 % dengan kategori sedang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kecerdasan emosional mahasiswa laki-laki dan perempuan, serta tidak terdapat pula perbedaan signifikan antara kecerdasan emosional mahasiswa yang tinggal dengan keluarga dan tinggal dikos.
 
PENGEMBANGAN LEMBARAN KERJA PESERTA DIDIK DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan mengembangkan lembar kerja peserta didik PBL Model yang diharapkan dapat mencapai peningkatan output pada peserta didik. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4-D yang terdiri dari pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (dessiminate). Subjek uji coba adalah peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Negeri 05 Padang Utara. Lembar kerja peserta didik berbasis PBL pada kelas IV Sekolah Dasar telah dinyatakan valid, dengan rata-rata mencapai 4,24. Hasil uji praktikalitas secara keseluruhan diperoleh persentase kepraktisan sebesar 87,3 dengan kategori sangat praktis. Demikian, lembar kerja peserta didik yang dikembangkan oleh peneliti telah membantu proses pembelajaran. Hasil uji efektifitas secara keseluruhan diperoleh persentase efektifitas sebesar 83,2 dengan kategori sangat efektif. Demikian, lembar kerja peserta didik yang dikembangkan oleh peneliti telah membantu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik.Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa lembar kerja peserta didik berbasis integrated model di kelas IV Sekolah Dasar yang telah dihasilkan dapat dinyatakan valid, praktis, dan efekti
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
