2,344 research outputs found
Indahnya Negeri Tanpa Kekerasan - Lebih Dekat Dengan SBY (Seri 3)
Hasan Syukur kali ini menceriterakan bagaimana SBY berperilaku, khususnya ketika menatap fenomena negerinya. Negeri yang dikata "Gampah Rimpah Loh Jinawi" ini ternyata penuh dengan kekayaan baik flora dan faunanya, namun juga menyisakan persoalan. Bangsanya yang di kenal ramah-ramah itu ternyata juga sempat menampakan kejutan-kejutan. Rupanya SBY melihat realitas ini, ingin membuat rumus-rumus tertentu, agar negeri yang Indah dengan lautan luas, bisa nir kekerasan. Atau setidak-tidaknya rakyat itu faham pentingnya hidup berdampingan.Watak kesatriya tertancap di benak dan pribadinya, oleh karenanya sangat tidak suka jika bangsa ini terusik oleh tingkah polah teroris. Menjaga ibu pertiwi setara dengan menjaga segenap tumpah darah, bangsa ini tidak boleh dipencundangi teroris, SBY mengambil langkah bijak, teroris harus enyah di bumi pertiwi.Kantong keberhasilan telah menggelembung, sedikit demi sedikit, ditambah dengan keberhasilan mengurangi kekerasan. SBY sangat fasih melantunkan ajaran anti kekerasan, bahkan membelajarkan tentara kita untuk tidak berperilaku kasar. Bagi SBY cinta kebijakan adalah wahana menepis kekerasan
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI, DUKUNGAN SOSIAL, DAN RASA SYUKUR PADA PENDERITA LUPUS DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerimaan diri dengan rasa syukur, dukungan sosial dengan rasa syukur, dan penerimaan diri dan dukungan sosial secara bersama-sama dengan rasa syukur pada penderita lupus di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan partisipan berjumlah 206 orang penderita lupus perempuan. Instrumen pada penelitian ini menggunakan Self-Acceptance Scale untuk mengukur penerimaan diri, Social Provision Scale untuk mengukur dukungan sosial dan GQ-6 untuk mengukur rasa syukur. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi sederhana dan regresi linear. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan penerimaan diri dengan rasa syukur sebesar 0,307. Dukungan sosial juga memiliki hubungan yang positif dengan rasa syukur sebesar 0,373. Selain itu penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerimaan diri dan dukungan sosial secara bersama-sama memiliki hubungan yang positif dengan rasa syukur sebesar 0,397.;---This study aims to determine the relationship between self-acceptance with gratitude, social support with gratitude, and also self-acceptance and social support together with gratitude in lupus patient at Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. The research method used is quantitative method with sample amounts 206 women with lupus. This research used Self-Acceptance Scale to measure self-acceptance, Social Provision Scale to measure social support and GQ-6 to measure gratitude. Data analysis technique used in this research are simple correlation and linear regression. The results obtained shows that there is a relationship between self-acceptance and gratitude of 0.307, similarly with social support that also has a positive relationship with gratitude of 0.373. Furthermore, this study also shows that self-acceptance and social support together have a positive relationship with gratitude of 0.397
ANALISIS HADIS TENTANG SYUKUR PERSPEKTIF KESEHATAN MENTAL
DETI HELVIKA (2023) : ANALISIS HADIS TENTANG SYUKUR PERSPEKTIF KESEHATAN MENTAL
Skripsi ini berjudul “Analisis Hadis Tentang Syukur Perspektif Kesehatan
Mental”. Syukur adalah pengakuan terhadap nikmat yang telah diberikan Allah
yang dibuktikan dengan ketaatan kepadanya, dengan bersyukur atas apa yang
telah Allah berikan, menjadikan hidup seseorang lebih damai dan tenang. Dalam
hal ini seseorang akan menjalani kehidupan dengan ketenangan jiwa. Dan mampu
melihat sisi positif dari keadaan yang ia hadapi, sehingga akan terhindar dari rasa
cemas, khawatir dan stress, serta akan memperoleh kesehatan mental. Namun,
kebanyakan umat Muslim belum bisa memahami dan menerapkan rasa syukur
kepada Allah atas nikmat yang sudah mereka terima. Rumusan masalah penelitian
ini yaitu bagaimana status dan pemahaman hadis tentang syukur serta bagaimana
perananan hadis tentang syukur perspektif kesehatan mental. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian library research. Adapun
hasil dari penelitian ini adalah status hadis tentang syukur: pertama, pada jalur
periwayatan Imam Ahmad bin Hanbal berkualitas shahih karena semua perawinya
dinilai tsiqah dan tidak satupun yang dinilai jarh. Kedua, pada jalur periwayatan
Imam ad-Darimi dinilai hasan lighairihi karena salah satu perawinya dinilai jarh
yaitu Rauh bin Aslam. Adapun peranan hadis tentang syukur perspektif kesehatan
mental yaitu: mendatangkan kebahagiaan bagi orang yang bersyukur, senantiasa
merasa cukup dan meningkatan kepuasan hidup, menjadikan seseorang
memperoleh ketenangan dan kedamaian.
Kata Kunci: Hadis, Syukur, Kesehatan Mental
Korelasi konsep kebahagiaan dalam Etika Eudaimonia dan konsep syukur Abu al-Hasan al-Shadhili
Skripsi ini membahas tentang korelasi dari etika eudaimonia sebagai pembahasan dalam filsafat moral yang menjelaskan tentang kebahagiaan dengan konsep syukur dalam ajaran tasawuf Abu al-Hasan al-Shadhili. Mengacu dari pemahaman masyarakat tentang filsafat dan tasawuf yang dianggap sebagai pengetahuan rumit dan hanya boleh dipelajari dan diterapkan oleh golongan tertentu saja. Penulis menggunakan teknik hermeneutika untuk memahami makna dari ajaran yang disampaikan oleh filosof dan al-Shadhili. Selain itu, teknik sosiologi pengetahuan berguna untuk mengkaji dampak dari pemikiran para tokoh dalam suatu masyarakat maupun problem yang terjadi dalam masyarakat yang menjadi pijakan munculnya pemikiran para tokoh dalam riset ini. Penelitian ini mengungkapakan bahwa filsafat dan tasawuf bisa dipelajari dan diterapkan oleh semua kalangan, bahkan pemahaman filsafat dan tasawuf sangat bermanfaat dan berguna bagi semua orang. Memahami filsafat moral dalam etika eudaimonia sangat membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang sempurna dengan memperoleh kebahagiaan sejati. Selain itu, berbagai pendapat yang menerangkan tentang eudaimonia diambil dari para filsuf Yunani seperti: Sokrates, Plato, Aristoteles, Epikuros dan Stoa. Dari semua filosof tersebut dapat dibandingkan beberapa argumen tentang kebahagiaan dengan kebaikan-kebaikan dan berbagai pemikiran yang diajarkan oleh mereka. Penulis mengambil pendapat yang tepat dari salah satu filosof yakni Stoa untuk penelitian ini sebagai dasar dalam korelasi dengan pemahaman dari ajaran tasawuf al-Shadhili dengan konsep syukur yang dikembangkannya. Tasawuf yang diajarkan al-Syadzili bersifat moderat dan modern serta mampu diterapkan oleh semua kalangan. Konsep syukur al-Shadhili menjadi jalan dalam ajaran tasawufnya untuk menyikapi pemahaman tasawuf yang menyimpang dan berlebihan sehingga menimbulkan peradaban Islam mengalami kemunduran. Skripsi ini menemukan korelasi antara kebahagiaan dan syukur yang menjadi titik terang dalam penelitian ini untuk dibahas dan diterapkan baik secara individu maupun sosial
IMPLEMENTASI SYUKUR DALAM MENGATASI INSECURE PERSPEKTIF HADIS (Kajian Hadis Tematik)
ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “Implementasi Syukur Dalam Mengatasi Insecure Perspektif Hadis (Kajian Hadis Tematik)”. Syukur adalah sikap mampu menerima, merasa cukup, dan memanfaatkan segala sesuatu yang diberikan Allah pada ketetapan-Nya. Syukur kata yang sering didengar dan mudah untuk diucapkan, namun masih banyak manusia yang kurang bersyukur, akibatnya menimbulkan kecemasan, kegelisahan dan ketakutan atau dikenal dengan istilah insecure. insecure adalah problem yang saat ini semakin sering terjadi di seluruh
kalangan, problem tersebut apabila dikaitkan dengan syukur, maka syukur merupakan kunci utama untuk mengatasi insecure. adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu, Bagaimana status dan pemahaman hadis syukur dan bagaimana implementasi syukur dalam mengatasi insecure perspektif hadis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bentuk penelitian kepustakaan (Library Research). Data yang diperoleh dalam penelitian ini bersumber pada kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Ibnu Majah, The Power Of Syukur, Psikologi Abnormal. Hasil dari penelitian ini yaitu status dan pemahaman hadis
syukur, beberapa klasifikasi syukur dalam perspektif hadis, dengan makna yang berbeda-beda. Hadis yang diteliti juga berstatus shahih dan maqbul (dapat diterima dan dijadikan hujjah). Meskipun memiliki sanad yang hasan pada riwayat
Ibnu Majah. Adapun implementasi syukur dalam mengatasi insecure perspektif hadis ada 3 cara, yaitu pertama dengan hati, selalu merasa cukup dan menerima ketetapan Allah SWT, kedua dengan lisan, mengakui dengan ucapan bahwa
semua nikmat berasal dari Allah, dengan cara memuji dan menyebut nikmat tersebut atau berterima kasih kepada manusia atau mendoakannya, ketiga dengan perbuatan, jangan melihat orang diatas dari segi harta, fisik, dan kedudukan, lihatlah orang yang dibawah agar menambah ketakwaan dan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Kata Kunci: Syukur, Hadis, Insecure, Implementasi, Tematik
Hasan Fehmi Tümerkan's life and works
İttihat ve Terakki Cemiyeti, Osmanlı Devleti'nin son zamanlarında ve Cumhuriyet Dönemi'nin ilk zamanlarında siyasi olarak oldukça etkili olmuştur. Bu cemiyetin sarıklı mebuslarından Hasan Fehmi Tümerkan Meclis-i Mebusan'da ve akabinde TBMM'de yapmış olduğu konuşmalarla, önerilerle ve kanun teklifleriyle ön plana çıkan mebuslardan biri idi. Kendisi, dönemin yenilikçi anlayışını benimseyerek reform taraflısı oldu. Hasan Fehmi Bey eğitimini bitirince İlahiyat Fakültesi'nde müderrislik yapmış ve Sinop Müftülüğü görevini icra etmiştir. İstanbul'un işgalinin ardından ise Malta'ya sürgün edilen isimler arasındadır. Esaret hayatı boyunca kendisini Kur'an'ı Türkçe'ye çevirme işine adamıştır. Böylelikle sadece bir siyasetçi değil; aynı zamanda dini ilimlere katkı sunan bir yazar da olmuştur. Şunu da belirtmek gerekir ki Sinop mebusu ve ardından Kastamonu milletvekili olarak görev yaptığı zamanlarda, kaleme aldığı eserleri ile ilmi ve fikri yönünü ortaya koymuştur.The Committee of Union and Progress (İttihat ve Terakki Cemiyeti) played a pivotal role in the political landscape during the final years of the Ottoman Empire and the early period of the Turkish Republic. Among its notable members was Hasan Fehmi Tümerkan, a turbaned deputy who distinguished himself through his speeches, legislative proposals, and policy suggestions in both the Ottoman Chamber of Deputies (Meclis-i Mebusan) and later in the Grand National Assembly of Turkey (TBMM). Tümerkan embraced the progressive ideology of the era and was a staunch advocate of reform. Following his education, Hasan Fehmi served as a professor at the Faculty of Theology and later held the position of Mufti of Sinop. After the occupation of Istanbul, he was among those exiled to Malta. During his time in captivity, he dedicated himself to translating the Qur'an into Turkish. In doing so, he emerged not only as a politician but also as an author contributing to Islamic scholarship. It is also worth noting that during his tenure as a deputy representing Sinop and later Kastamonu, he demonstrated his intellectual and scholarly inclinations through the works he authored
Syukur dalam al-Qur’an
Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam memiliki kandungan yang sangat
luas. Di dalamnya terdapat pesan-pesan Allah SWT yang harus diaplikasikan
manusia sebagai bukti pengabdian kepada-Nya. Pesan-pesan tersebut dituturkan
dalam bahasa Arab dengan uslub dan gaya bahasa yang tinggi, yang tidak dapat
dipahami dengan mudah kecuali dengan pemahaman dan penafsiran.
Dengan berkembangnya dinamika sosial dan semakin tingginya tingkat
kebutuhan manusia terhadap al-Qur’an, telah menjadikannya pegangan sakral
aktifitas manusia. Sehingga dibutuhkan penafsiran yang sesuai dengan kebutuhan
zaman yang menghantarkan manusia beriman menuju kebahagiaan dunia dan
akhirat di era kompleksitas ini.
Dari segi lafal, al-Qur’an layak diteliti, misalnya lafal “syukur”, satu kata yang
digunakan al-Qur’an berulang kali dalam segala bentuk derivasinya. Kata tersebut
tersebar dalam berbagai surat dan ayat. Otomatis konteks masing-masing ayat juga
berbeda. Akan tetapi, dengan pendekatan maudhu’i (tematis), akan terlihat korelasi
satu ayat dengan ayat lain sehingga melahirkan pemahaman yang utuh
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
MATERI AKHLAK DALAM KETELADANAN KHADIJAH MENURUT IBRAHIM MUHAMMAD HASAN AL-JAMAL
Seiring dengan perkembangan zaman wanita mengalami krisis akhlak, mereka sepertikehilangan sosok teladan. Cara untuk memperbaiki akhlak muslimah saat ini adalah salahsatunya mengkaji sejarah dan biografi kehidupan Khadijah binti Khuwailid dalam bukuKhadijah teladan agung wanita mukminah karya Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal.Penelitian ini merupakan jenis penelitian literatur yang dilaksanakan menggunakan metoderiset perpustakaan (liberary research). Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif.Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu buku Khadijah karya IbrahimMuhammad Hasan Al-Jamal (primer) dan buku-buku yang relevan dengan penelitian ini.Metode analisisnya menggunakan analisis deskriptif dan analisis isi. Berdasarkan penelitianpustaka yang telah dilakukan teladan akhlak bagi muslimah yang terkandung dalam bukuKhadijah teladan agung wanita mukminah dapat disimpulkan terdiri dari akhlak terhadap Allah(meliputi: mentauhidkan Allah, takwa kepada Allah, dzikrullah, tawakal, dan syukur), akhlakterhadap diri sendiri (meliputi: sabar, amanah, iffah / memelihara kesucian diri, sidqu / benar,wafa’ / menepati janji, teguh), akhlak terhadap sesama (meliputi: berbuat baik kepada sesama,suka menolong orang lain / dermawan), akhlak terhadap orang tua (meliputi: memuliakan orangtua), akhlak terhadap suami (meliputi: perhatian dan pengertian terhadap suami, selalumendukung suami dalam hal kebaikan, setia kepada suami, meringankan beban suami, menaatiperintah suami
Three-Dimensional Compatible Sacrificial Nanoimprint Lithography for Tuning the Wettability of Thermoplastic Materials
We report the tuning of surface wetting through sacrificial nanoimprint lithography (SNIL). In this process, grown ZnO nanomaterials are transferred by imprint into a metallic glass (MG) and an elastomeric material, and then etched to impart controlled surface roughness. This process increases the hydrophilicity and hydrophobicity of both surfaces, the Pt57.5Cu14.7Ni5.3P22.5 MG and thermoplastic elastomer (TPE), respectively. The growth conditions of the ZnO change the characteristic length scale of the roughness, which in turn alters the properties of the patterned surface. The novelty of this approach includes reusability of templates and that it is able to create superhydrophilic and superhydrophobic surfaces in a manner compatible with the fabrication of macroscopic three-dimensional (3D) parts. Because the wettability is achieved by only modifying topography, without using any chemical surface modifiers, the prepared surfaces are relatively more durable.Peer reviewe
- …
