1,720,968 research outputs found
TARI KREASI BARU ZAPIN SERIBU SULUK PADA MASYARAKAT PASIR PENGARAIAN KABUPATEN ROKAN HULU
Tari Kreasi Zapin Seribu Suluk memiliki unsur-unsur tari seperti: Tema, Gerak, Musik, Kostum, Desain Lantai, Dinamika, Tata Rias, dan Lighting. Tema tari yaitu orang-orang yang melakukan Suluk, dan sangat bersifat Islami. Gerakan pada tarian ini diambil dari gerakan langgam, bunga-bunga zapin dan gerak silat. Gerak-gerak yang tercipta dalam tarian ini adalah gerak berdo’a, gerak ruku’, gerak sujud, gerak dzikir sertta gerak-gerak yang bersifat Islami dan gerak tari ini adalah tari kreasi baru. Pada tarian ini digunakan musik kreasi baru. Alat musik yang digunakan adalah calempong, kompang, gambus, biola, darbuka, accordion, dan tambur. Kostum yang digunakan tidak tradisi akan tetapi modern, penari perempuan mengenakan pakaian yang tertutup, kain samping serta jilbab, dan penari laki-laki mengenakan baju teluk teluk belanga, kain samping dan peci. Desain Lantai yang digunakan adalah lurus, diagonal, dan lengkung. Dinamika yang digunakan adalah level tinggi, sedang, rendah, serta tempo cepat dan lambat. Tata rias yang digunakan untuk penari perempuan yaitu make-up cantik dan tata rias laki-lakinya make-up gagah. Dan lighting yang digunakan yaitu lighting panggung yang disesuaikan dengan suasana tarian
Kata Kunci: Tari Kreas
Penggunaan bahasa isyarat dalam pembelajaran seni tari bagi siswa tunarungu tingkat sekolah menengah pertama di sekolah luar biasa
This study aims to describe the use of sign language in dance learning in deaf students at the junior high school level at SLB Negeri Siak. This study uses a descriptive qualitative method. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The results showed that the use of sign language in dance learning for deaf students at the junior high school level at SLB is very effective in improving their understanding and skills. Teaching methods that use SIBI and BISINDO sign language help deaf students to more easily understand dance movement instructions. . The findings make an important contribution to the development of more inclusive and effective teaching methods in SLB, as well as providing practical guidance for teachers in teaching dance to deaf students
EKSISTENSI TARI CEGAK PADA MASYARAKAT SUKU BONAI DESA ULAK PATIAN KECAMATAN KEPENUHAN ROKAN HULU RIAU
Tari Cegak adalah salah satu bentuk kesenian tradisional yang ada di Desa Ulak Patian Kecamatan Kepenuhan Riau yang menampilkan gerakan-gerakan yang dinamis dengan tampilan kostum yang unik dan menarik. Tari Cegak merupakan tari tradisi asli dari masyarakat Suku Bonai, yang eksistensinya hingga saat ini masih terjaga dengan baik dan didukung penuh oleh masyarakat setempat dan pemerintah. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk melihat dan meneliti bentuk pertunjukan tari Cegak, keberadaan tari Cegak dan pembinaan yang dilakukan pemerintah pada tari Cegak. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan, observasi, wawancara yang dilakukan langsung kepada pimpinan tari, penari, masyarakat Suku Bonai, pemerintah Dinas Pariwisata Rokan Hulu, serta dokumentasi dengan bantuan alat kamera foto dan video. Teknik analisis data adalah dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yaitu melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) dalam bentuk pertunjukan tari Cegak terdapat dua unsur, unsur utama yaitu gerakan tari Cegak yang berjumlah 12 gerakan silat dan unsur pendukung yang terdiri dari dua hingga lima orang penari laki-laki yang berusia 28-79 tahun yang mengenakan kostum Krisiek Pisang serta penutup kepala yang terbuat dari pelepah pinang. Tari Cegak menggunakan properti ambung dan kajo, diiringi oleh empat atau lima orang pemusik yang memainkan alat musik tradisional yang terdiri dari calempong, gendang, dan gong. Tari Cegak dapat ditampilkan kapan saja baik siang maupun malam hari dan dapat ditampilkan dimana saja seperti di lapangan, halaman rumah, los pasar, maupun dipanggung pertunjukan, (2) keberadaan pertunjukan Tari Cegak sangat diterima dan ditanggapi dengan baik oleh masyarakat Suku Bonai itu sendiri, masyarakat Desa Ulak Patian, masyarakat Rokan Hulu serta masyarakat luar Rokan Hulu dan keberadaan tari Cegak tidak bertentangan jika ditinjau dari beberapa aspek yaitu aspek sejarah, aspek adat, aspek agama, aspek masyarakat, aspek pendidikan dan aspek seni pertunjukan, (3) pembinaan tari Cegak sudah dilakukan sejak tahun 2001 hingga saat ini, namun masih ada beberapa pembenahan dalam pembinaan yang akan dilakukan kearah yang lebih baik lagi untuk dapat menjaga dan memelihara tari Cegak agar tidak hilang terbawa oleh arus globalisasi.
Kata Kunci : Eksistensi, Tari Cegak, Suku Bona
EKSISTENSI TARI PERSEMBAHAN DI KUMPULAN SENI SERI MELAYU PADA MASA PANDEMI COVID-19
Kumpulan Seni Seri Melayu adalah sanggar yang berlokasi di pusat Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Di Kumpulan Seni Seri Melayu ada salah satu tari tradisi yang sering ditampilkan yaitu tari Persembahan. Tari Persembahan adalah tari penyambutan yang ditarikan oleh 5 sampai 7 orang penari dengan menggunakan tepak sirih yang dipegang oleh salah satu orang penari. Pada awal Pandemi Covid-19 penampilan Tari Persembahan di Kumpulan Seni Seri Melayu tidak sesering pada saat sebelum masa pandemi, namun permintaan Tari Persembahan di Kumpulan Seni Seri Melayu pada masa Pandemi Covid-19 ini masih sangat diminati meskipun dalam beberapa penampilannya harus menggunakan masker atau face shield. Fungsi Tari Persembahan di Kumpulan Seni Seri Melayu yaitu sebagai tari penyambutan untuk menyambut kedatangan tamu agung atau tamu penting lainnya. Faktor pendukung eksistensi Tari Persembahan di Kumpulan Seni Seri Melayu adalah banyaknya generasi muda yang bergabung di sanggar untuk mempelajari Tari Persembahan sehingga dapat ditarikan dan ditampilkan oleh semua anggota penari perempuan yang berbeda pada setiap penampilannya. Sedangkan faktor penghambat eksistensi Tari Persembahan di Kumpulan Seni Seri Melayu adalah Pandemi Covid-19 itu sendiri, karena mempengaruhi pelaksanaan latihan rutin yang berdampak pada kualitas gerak dan daya ingat penari dalam menarikan tari Persembahan. Tari Persembahan di Kumpulan Seni Seri Melayu sangat eksis dan sangat diminati oleh masyarakat Pekanbaru pada umumnya dan masyarakat Melayu khususny
Pembinaan Tari Cegak oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rokan Hulu
ABSTRAKManusia tidak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat, kebudayaan berfungsi sebagai identitas dan ciri khas masing-masing daerah. Kebudayaan bersifat turun-temurun, dari generasi ke generasi terus diwariskan. Di Desa Ulak Patian terdapat budaya dan seni tradisi yang diwarisi oleh masyarakat Suku Bonai, karena Desa Ulak Patian merupakan pusat pemukiman suku terasing di Rokan Hulu yaitu Suku Bonai. Lembaga yang berwenang sebaiknya melakukan pembinaan terhadap Suku Bonai yang memiliki seni tradisi yang sudah ada sejak lama, terutama Tari Cegak. Karena jika pembinaan tidak dilakukan, maka akan dikhawatirkan kesenian tradisi yang ada pada Suku Bonai akan punah ditelan perkembangan zaman yang semakin berkembang dari waktu ke waktu. Pembinaan Tari Cegak dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Rokan Hulu untuk melestarikan dan menjaga kebudayaan serta tradisi-tradisi yang ada di Rokan Hulu khususnya di Desa Ulak Patian. Cegak Dance Development by Rokan Hulu Department of Culture and Tourism ABSTRACT Culture and customs can’t be separated from humans. Culture has functioned as a character and identity for each region. Culture is hereditary, it is still inherited from generation to generation. In the village of Ulak Patian, there are cultural and artistic traditions were inherited by Bonai tribal society, because Ulak Patian Village is the centre of isolated settlements in Rokan Hulu, which is the Bonai Tribe. Bonai Tribe should be coached by the authorized institution because they have traditional art that has been around for a long time, especially Cegak dance. If they don’t act, it will be feared that traditional arts that exist in the Bonai Tribe will be extinct. Cegak dance can be done coaching by the Department of Culture and Tourism at Rokan Hulu to preserve the culture and traditions that exist in Rokan Hulu, especially at Ulak Patian Village
ANALISIS TARI GOA SIKAFIR DI SANGGAR RUMAH SENI BALAI PROCO KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU
Tari Goa Sikafir diangkat dari sebuah legenda yang ada di Kabupaten Rokan Hulu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis unsur-unsur pada tari Goa Sikafir dan untuk mengangkat tema legenda Goa Sikafir agar diketahui oleh masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Tari Goa Sikafir yang memiliki unsur-unsur yaitu gerak, musik, desain lantai, desain dramatik, dinamika, komposisi kelompok, tema, kostum, tata rias, properti, panggung dan ligthing. Gerak dasar tari ini yaitu merbah bopulun dan olang babega. Desain laintai diagonal, garis lurus, dan lingkaran. Alat musik Calempong, Gong, Biola, Gambang, Cello, Kompang, Bebano, Darbuka, Flute dan Vokal. Desain dramatik berbentuk kerucut tunggal. Dinamika mengalami banyak perubahan baik dari tempo, level, dan desain laintai. Komposisi Kelompok terdiri dari Balance, Unison, Alternate, Broken, dan Cannon. Tema tari tentang kisah seorang raja yang serakah, zalim dan sombong, sehingga rakyat murka dan mengutuknya menjadi batu yang berbentuk goa, yaitu Goa Sikafir. Kostum penari adalah baju kurung melayu dan kebaya laboh. Rias penari wanita yaitu makeup panggung, sedangkan rias penari laki-laki makeup natural. Tarian ini tidak menggunakan properti. Panggung yang digunakan panggung proscenium. Lighting yang digunakan general dan spot light
Development of Folk Games as an Android-Based Game for Advancement Riau Malay Culture
Indonesia is a heterogeneous country and has thirty-four provinces from Sabang to Merauke. There are many cultures in Indonesia. Every province has their different culture from others. One of the existing provinces in Indonesia is Riau province. Riau is a province that is located in Sumatera Island. Riau province has culture in folk games. A folk game is a game played traditionally that is owned by people and inherited to the next generation. Nowadays, the younger generation love to play alone using smartphone rather than played together in the folk game. So that the Author conduct research introduction to folk games to young generation by developed game that is played in smartphone, in this case is Android. Game introduces four folk games, which are adu biji para, statak, gasing, and congklak. All these folk games are found in Riau province. The game was developed using Game Development Life Cycle (GDLC) methodology that has six stages and every stage has output for the next stage. This research uses qualitative methodology in collected data that used in this research.Indonesia is a heterogeneous country and has thirty-four provinces from Sabang to Merauke. There are many cultures in Indonesia. Every province has their different culture from others. One of the existing provinces in Indonesia is Riau province. Riau is a province that is located in Sumatera Island. Riau province has culture in folk games. A folk game is a game played traditionally that is owned by people and inherited to the next generation. Nowadays, the younger generation love to play alone using smartphone rather than played together in the folk game. So that the Author conduct research introduction to folk games to young generation by developed game that is played in smartphone, in this case is Android. Game introduces four folk games, which are adu biji para, statak, gasing, and congklak. All these folk games are found in Riau province. The game was developed using Game Development Life Cycle (GDLC) methodology that has six stages and every stage has output for the next stage. This research uses qualitative methodology in collected data that used in this research
Preservation Efforts of Riau Malay Dance through Persembahan Dance Game
Persembahan Dance is a traditional Malay dance of Riau, possessing high cultural significance as a dance to welcome honored guests and is an integral component of Riau Malay cultural heritage. However, with the progression of time and globalization, there is a risk if the preservation of Persembahan Dance is not undertaken. This research aims to analyze the preservation efforts of Persembahan Dance through the development of an engaging game application for young generations. The research methodology employed is descriptive analysis with a qualitative approach, encompassing observation, interviews, and documentation. This study also identifies the preservation efforts made by the government, educational institutions, artists, and art studios. The government supports preservation by patenting Persembahan Dance as part of the regional cultural heritage and incorporating it into official events. Educational institutions integrate Persembahan Dance into the Cultural Arts curriculum and extracurricular activities for young generations. Artists and art studios contribute through education and cultural promotion both nationally and internationally. Conversely, the development of Persembahan Dance through educational games using the Game Development Life Cycle (GDLC) method creates an innovation that can attract young people\u27s interest in learning and appreciating traditional dance while preserving cultural values. This study is expected to provide a significant contribution to the preservation of Riau Malay art and promote public awareness of the importance of maintaining cultural heritage
KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA TARI KREASI KELAS XI SMA NEGERI 2 BANGKO KABUPATEN ROKAN HILIR PROVINSI RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai kreativitas siswa dalam pembelajaran seni budaya (seni tari) di SMA Negeri 2 Bangko Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Kreativitas siswa dilihat dari Teori Menurut Parnes, terdiri dari 5 teori yaitu: 1)Fluency (kelancaran) 2) Flexibility ( Keluwesan) 3) Originality (keaslian) 4) Elaboration (keterperincian) 5) Sensitivity (kepekaan). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, instrumen penelitian tidak terlibat langsung dalam aktivitas yang terjadi di lapangan. Teknik pengumpulan yang digunakan meliputi pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian kreativitas siswa pada pembelajaraan seni tari kreasi yaitu 1). Siswa memiliki kelancaran dalam berfikir.Keluwesan berfikir di lihat pada saat siswa mengeksplorasi, menata dan menyusun gerak-gerakkan menjadi sebuah tarian sesuai dengan tema yang telah ditentukan oleh 3) Kemampuan originality dilihat dari siswa saat menggambungkan hasil pemikiran atau ide dalam menciptakan gerakan tari. 4) Kemampuan Elaboration dilihat ketika saat siswa bekerja sama atau berdiskusi dalam pemecahan masalah. 5) Kemampuan sensitivity dilihat ketika siswa dapat menangkap dan menghasilkan ide ataupun menentukan tema, gerakan, musik, dan menetukan pola lantai dari tari kreasi yang di buat
Evaluasi Pembelajaran Seni Tari Pada Kelas VIIb SMP YLPI Perhentian Marpoyan Provinsi Riau
Evaluasi merupakan proses yang menentukan kondisi, dimana suatu tujuan telah dapat dicapai (2008:1).Definisi ini menerangkan secara langsung hubungan evaluasi dengan tujuan suatu kegiatan yang mengukur derajat, dimana suatu tujuan dapat dicapai. Evaluasi juga merupakan proses memahami, memberi arti, mendapatkan, dan mengkomunikasikan suatu informasi bagi keperluan pengambil keputusan.Evaluasi merupakan proses penilaian pertumbuhan siswa dalam proses belajar mengajar. Pencapaian perkembangan siswa perlu diukur, baik posisi siswa sebagai individu maupun posisinya didalam kegiatan kelompok.Hal yang demikian perlu disadari oleh seorang guru karena pada umumnya siswa masuk kelas dengan kemampuan yang bervariasi. Ada siswa yang cepat menangkap materi pelajaranMenurut M. Sobry sutikno evaluasi adalah kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrument (2009:117). Dalam penelitian ini memakai teknik analisis data observasi, wawancara, dokumentas
- …
