1,721,006 research outputs found

    HAKIKAT EVALUASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM

    Full text link
    Education is an activity that seeks to obtain knowledge that humans initially did not know so that they know. Starting from education, people begin to know the world, uncovering new discoveries that were previously unknown to people. In line with the existence of an activity, there must be an evaluation of that activity. Education is an activity that has been arranged through the applicable curriculum, the final activity of an education is evaluation (assessment). Educational evaluation is very necessary in education, among others, providing information that is used as a basis for: 1. Making policy and decisions. 2. Assessing the results achieved by students. 3. Assess the curriculum. 4. Giving trust to the school. 5. Monitor the funds that have been given. 6. Improve education materials and programs. The evaluation results on the world of national education are quite alarming, not only in terms of quality but also failure in shaping the character of the nation\u27s young generation. Education is the responsibility of all parties, where the goal of education is to humanize humans. Form high-quality human resources. The success or failure of Islamic education in achieving its goals can be seen after evaluating the output it produces. If the results are in accordance with what has been outlined in the objectives of Islamic education, then the educational effort can be considered successful, but if the opposite is true, then it is considered a failure. From this perspective, it can be understood how urgent evaluation is in the Islamic education process

    PENERAPAN PARADIGMA INTEGRASI-INTERKONEKSI DALAM PENINGKATAN MUTU LULUSAN

    Full text link
    The purpose of this study is to find out how the Integration-Interconnection Paradigm and the Application of the Integration-Interconnection Paradigm in Improving the Quality of Graduates at UIN Suanan Kalijaga Yogyakart.  This research is a study that utilizes the type of library research. Library research is research that collects data by collecting data from various literature. The research approach utilized is a qualitative approach, which is research whose findings are not obtained through quantification procedures, statistical calculations, or other forms of ways that use numbers.  Qualitative research is principally to understand the object under study in depth.   The results of this research are emphasized on an objective description of the actual state of the object under study. The concept of interconnection integration of State Islamic University Sunan Kalijaga is as follows: The scientific center of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta is the Qur\u27an and al-Sunnah which are developed through the process of ijtihad using various approaches and methods. In the development of the UIN Sunan Kalijaga Curriculum which offers four domains of integration-interconnection, namely: philosophical, material, methodology, and strategy: 1) In the philosophical realm, a scientific discipline always depends on other disciplines; 2) The realm of material, can be applied through three models, pertaining t

    MANAJEMEN KONFLIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM DAN PROBLEMATIKANYA: STUDI KASUS DI FAKULTAS DAKWAH UIN-SUKA YOGYAKARTA

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh: pertama, ada yang berpandangan bahwa konflik sudah menjadi hukum alam. Oleh karena itu, tidak dapat dihilangkan karena manusia diciptakan dalam kedaan berbeda-beda kepentingan Sebaiknya konflik dikelola sehingga membawa keuntungan bagi kelompok dan oragnisasi. Kedua, Konflik yang terjadi Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ketiga, peran pemimpin dalam mengelola konflik di Fakutas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan mengambil lokasi di Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data dilakukan dengan reduksi data, triangulasi, display data dan kesimpulan data. Sehingga data yang terkumpul dikelompokkan dengan cara memilah dan memilih data yang akan digunakan, kemudian data yang ada diperiksa kembali dengan cara membandingkan data hasil observasi, dokumentasi dan data hasil wawancara. Selanjutnya data disajikan dalam bentuk yang sesuai sehingga mudah dibaca dan dipahami. Kemudian data dianalisis dan diambil kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) konflik adalah realitas yang tidak mungkin dapat dihindari seratus persen dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu sikap yang dapat diambil bukan menghindari konflik yang ada secara terus menerus, akan tetapi harus menghadapi dan dicoba dicari jalan penyelesaiannya. Disinilah perlunya manajeman konflik, bagaimana mencari solusi yang tepat menyelesaikan konflik sebuah konflik. 2) indikasi konflik yang terjadi di Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunana Kalijaga adalah perbedaan pendapat antara dekan dan dosen Fakultas Dakwah terkait dengan kebijakan perubahan nama Fakultas Dakwah menjadi Dakwah Dan Komunikasi. Akan tetapi kalau dicermati lebih jauh, salah satu faktor ketidakcocokan tersebut adalah kerana perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok. 3)menghadapi konflik semacam ini, maka cara yang ditempuh adalah dengan mempersatukan dan perundingan (kompromi), dari kedua metode yang ditempuh ternyata tidak mampu menyelesaikan konflik. Oleh karena itu cara yang ditempuh dalam penyelesaian konflik ini adalah dengan cara naik banding yaitu meneruskan permasalahan tersebut pada pimpinan yang lebih tinggi yakni Rektor UIN-SUKA Yogyakarta untuk mendapatkan penyelesaian

    GURU YANG BERMORAL DALAM KONTEKS SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI, HUKUM DAN AGAMA (Kajian Terhadap UU No 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen)

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji pentingnya kompetensi kepribadian guru bahkan kompetensi ini melandasi atau menjadi landasan utama bagi kompetensi-kompetensi lainya. Dalam hal ini, guru tidak hanya dituntut untuk mampu memaknai pembelajaran, tetapi dan yang paling penting adalah bagaimana dia menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi peserta didik. Penelitian ini merupakan studi pustaka (library research) yaitu penelitian yang bersumber dari bahan-bahan kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Oleh karena itu, yang dilakukan adalah eksplorasi terhadap sejumlah data baik itu data primer maupun data sekunder dengan langkah konkret sebagai berikut: membaca serta menelaah secara mendalam data primer seperti buku, hasil penelitian skripsi, tesis maupun disertasi yang terkait dengan kompetensi kepribadian. Karena itu, sosok guru yang bermoral merupakan suatu keharusan. Ujian berat bagi guru dalam hal kepribadian ini adalah rangsangan yang sering memancing emosinya. Kestabilan emosi sangat diperlukan, namun tidak semua orang mampu menahan emosi terhadap rangsangan yang menyinggung perasaan, dan memang diakui bahwa tiap orang memiliki tempramen yang berbeda dengan orang lain. Untuk keperluan tersebut, upaya dalam bentuk latihan mental akan sangat berguna. Guru yang mudah marah akan membuat peserta didik takut, dan ketakutan mengakibatkan kurangnya minat untuk mengikuti pemebalajaran serta rendahnya konsentrasi, karena ketakutan menimbulkan kekuatiran untuk dimarahi dan hal ini membelokkan konsentrasi peserta didik

    PENDIDIKAN KARAKTER PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 PALEMBANG

    Full text link
    ABSTRAK Pendidikan Karakter pada Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang, 2020. Syarnubi, Mulyadi Eko Purnomo dan Kasinyo Harto.Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang mampu memberikan kontribusi besar dalam membentuk karakter anak bangsa hal ini bisa terjadi, karena Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang memiliki karakteristik yang berbeda dengan sekolah lain pada umumnya yaitu perpaduan dari kurikulum yang ada di pesantren dengan kurikulum dari sekolah yang bersifat umum yang ditandai oleh adanya pengintegrasian antara pengetahuan agama dengan pengetahuan umum. Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang adalah satu satunya MAN MODEL yang ada di wilayah Sumatera Selatan dengan menerapkan sistem pendidikan pesantren (Boarding School). Minimnya perilaku negatif yang terjadi di Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang hanya 3,9% dari jumlah peserta didik 973 Orang. Hal ini mengindikasikan bahwa peserta didik Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang memiliki karakter positif.Fokus penelitian ini menganalisis penerapan pendidikan karakter model kolaborasi antara integrasi pada kelompok mata pelajaran PAI (Al-Qur’an Hadits, Aqidah Akhlak, Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam) dan suplemen melalui kegiatan ekstrakurikuler Rohis tahun 2007 sampai dengan 2018. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis proses pendidikan karakter pada pembelajaran PAI dan kegiatan ekstrakurikuler Rohis, capaian yang diperoleh dari pendidikan karakter dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan pendidikan karakter di Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun analisa data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model penerapan pendidikan karakter adalah kolaborasi antara model integrasi dan suplemen. Pembentukan karakter melalui proses pembelajaran PAI dan kegiatan ekstrakurikuler Rohis. Kegiatan pembelajaran PAI dan kegiatan ekstrakurikuler Rohis menghasilkan pengetahuan, perasaan dan perbuatan moral. Keberhasilan pendidikan karakter di Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang dibuktikan dengan perilaku peserta didik,yaitu perilaku religius, jujur, disiplin, mandiri, tanggung jawab, peduli, santun, kerjasama, kreatif, kerja keras, rasa ingin tahu, gemar membaca, menghargai prestasi, bersahabat dan peduli sosial. Faktor yang mempengaruhi pendidikan karakter terdiri atas faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung yaitu program keagamaan, asrama, dan fasilitas. Sedangkan faktor penghambat adalah pengaruh xxi negatif teknologi, pengawasan yang dilakukan oleh pihak madrasah yang terbatas dan kerja sama pihak madrasah dengan orang tua kurang optimal.Merujuk pada teoridalam penelitian ini, pembentukan karakter dilakukan melalui pendidikan moral atau budi pekerti bukan pendidikan sains. Pendidikan moral atau budi pekerti dicakup oleh pendidikan keagamaan yaitu kelompok mata pelajaran PAI, yang dikembangkan, diberi tempat, fasilitas dan akses. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Integrasi, Mode

    PENDIDIKAN KARAKTER PADA MADRASAH: IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 PALEMBANG

    Full text link
    The purpose of this research is to see the character values instilled in extracurricular activities. Extracurricular activities at Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang are a series of activities carried out outside formal school hours. In this regard, in terms of time, extracurricular activities at Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang are carried out every day, namely: (a) Osis, (b) Pramuka, (c) Paskibra, (d) Rohis and Tahfiz Qura\u27n, (e) KIR, (f) Robotics, (g) Math Olympiad Club, (h) Economics Olympiad Club, (i) Geography Olympiad Club, (j) Basketball Sports Club, (k) Futsal Sports Club, (l) Volly Sports Club, (m) Ba dminton Sports Club, (n) Takraw Sports Club, (o) Pancak Silat, (p) karate, (q) Islamic Art Studio, (r) Environment/Adiwiyata, (s) Band Group, (t) Journalism and Photography, and (u) PMR.The character education values reflected in the behavior of Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang students are religious character, honesty, tolerance, discipline, hard work, creativity, independence, democratic, curiosity, respect for achievement, friendship, peace love, environmental care, social care and responsibility

    STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU RUMPUN PAI DI MTS. MU’ALLIMINISLAMIYAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN

    Full text link
    This study was to analyze the Pedagogical Competency Development Strategy for PAI Cluster Teachers in MTs. Mu'allimin Islamiyah, Musi Banyuasin Regency, includes strategies for developing pedagogic competence and what factors influence it.The type of qualitative research is to inform the principal, and teacher of the PAI family. The method of collecting data is an interviews, observation, and documentation. Non-statistical qualitative data analysis techniques with descriptive analysis as data presentation are collection, reduction, display, verification, and triangulation.The results of this study indicate the development of the pedagogic competence of PAI cluster teachers in MTs. Mu'allimin Islamiyah Musi Banyuasin Regency on aspect 1). Understanding, mastering students, teachers developing dialogical communication between students, recognizing the stages of development and individual differences both morally, intellectually and the potential of students. 2). By mastering theories and principles, and learning, teachers develop varied teaching techniques and motivate students with reciprocal responses and stimuli. 3). In curriculum development, teachers can formulate, compile, organize, and design learning planning programs, and use media and learning models by utilizing information and communication technology media. 4). The development of the potential of student teachers can direct students to take part in extracurricular activities, OSIS. Amtrak, arts and culture, social services with the aim of activity and creativity, thinking skills, identifying interests and talents facilitate students to develop academic and non-academic potential. 5). In the development of educational learning activities, teachers have been able to pay attention to the level of needs, environment, opportunity, intellectuality, spirituality, psychological and emotional students by applying skills.</jats:p

    MODEL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PAI BERBASIS LIVING VALUES EDUCATION (LVE)

    Full text link
    In fact, the realistic-empirical data shows that the morality and character of the nation is now degraded, thus in itself inviting various calamities and disasters that extend to the social, religious, and political spheres, even in education. The general public indirectly blames educators from elementary to college, as the party most responsible for the deterioration of this nation in its mindset and behavior patterns that are inconsistent with the guidance of the world\u27s citizens who should be cultured and dignified. Religious education in this case Islamic Education, hereinafter referred to as PAI, should be the basis of morality. But today it seems to have been seen as having lost its vital role in the effort to form the character of the nation\u27s child morality. This is due to the fact that PAI learning practices have only been concerned only with cognitive aspects and ignored the fostering of affective aspects, namely the willingness and determination to practice the values ​​of religious teachings. This imbalance results in a gap between knowledge and experience, between theory and practice, or in the practice of religious education transformed into religious teaching, thus unable to form moral persons. As an effort of ijtihad to restore the essence, function and strategic role of learning of PAI in the formation of morals of the nation of this research is done with the principal of research problem, that is through improvement and development of PAI quality learning model for character formation of learners by using Living Values ​​Education paradigm. The purpose of this research is to design and formulate the learning model of PAI based on living values ​​education and how to implement it in learning process of PAI. Then, this research includes library research, therefore the steps that will be carried out is the exploration of some data from various literatures, both primary data, and secondary data. The method of collecting data is done by collecting books, articles, journals, scientific opinion in which to reveal and study living values ​​education, then look for writing about the learning of Islamic religious education. The data analysis technique using descriptive-analytic method. The data have been analyzed and then presented with deductive methods that depart from general theory to lead to the conclusion which is the answer of the research problem formulation

    Gelar Adat dalam Upacara Perkawinan Adat Masyarakat Komering di Sukarami Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan

    Full text link
    Berbicara tentang Budaya Melayu, Suku Komering adalah&nbsp;&nbsp;rumpun budaya melayu&nbsp;&nbsp;yang memiliki beragam&nbsp;&nbsp;suku,&nbsp;&nbsp;dengan beragamnya suku-suku yang ada di Suku Komering&nbsp;&nbsp;maka dapat di jumpai bermacam-macam adat istiadat,&nbsp;&nbsp;tradisi,&nbsp;&nbsp;dan kesenian yang ada dan sampai pada saat sekarang&nbsp;&nbsp;masih tetap di lestarikan. Hal unik yang akan diteliti di sini adalah gelar adat yang diberikan kepada kedua mempelai dalam upacara perkawinan masyarakat Komering di Sukarami, OKI (Ogan Komering Ilir), Sumatera Selatan. Gelar adat yang dimaksud dalam konteks ini adalah simbol penghormatan terhadap seseorang yang telah menginjak dewasa yang ditandai dengan suatu perkawinan. Ukuran dewasa seorang ditentukan apabila telah berumah tangga. Oleh karena itu, untuk setiap pria pada saat upacara perkawinan ia harus diberi gelar adat, serta mempelai wanitanya juga. Tradisi pemberian gelar adat memiliki implikasi sosial dalam masyarakat berupa pemaknaan gelar adat tersebut di dalam kesehariannya
    corecore