Intizar (E-Journal)
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
Sarkasme Film Series Bidaah bagi Praktik Keagamaan Umat Islam di Indonesia: Tinjauan Teori Sosiologi Agama
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi wujud sarkasme dalam film series Bidaah serta dampaknya terhadap praktik keagamaan umat Islam di Indonesia. Jenis penelitian kualitatif dan pendekatan tinjauan pustaka. Tahapan pengumpulan data melalui identifikasi isi sajian konten film Bidaah pada akun TikTok Gol-Da (@gol.da_fanpage), yang kemudian dianalisis melalui analisis isi (content analysys) dengan tahapan reduksi dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarkasme dalam film series Bidaah pada representasinya tersebut bukan hanya sekadar ekspresi artistik, melainkan dapat menjadi wahana kritik sosial keagamaan yang positif sebab telah mencerminkan atas bagaimana mirisnya kondisi segelintir kecil praktik keagamaan yang dilakukan oleh oknum maupun kelompok di Indonesia. Kendati demikian, ia juga dapat menjadi wahana kritik sosial keagamaan yang negatif sebab berpotensi merubah perpesktif umat Islam terhadap oknum guru spiritual dan kelompok keagamaan yang memang benar-benar menjalankan praktik syari’at agama sesuai dengan syari’at Islam. Berkiblat sesuai tinjauan sosiologi agama, sarkasme dalam film ini mencerminkan tiga aspek utama yang memang patut dikritisi secara konsisten, ilmiah dan komprehensif, yakni fanatisme terhadap guru spiritual, pemujaan terhadap keberkahan secara berlebihan, serta sikap eksklusif dalam beragama.
Larangan Pernikahan Sampu Pisse Baja-Baja: Tradisi Lokal dan Relevansinya dalam Perspektif Maqashid al-Syariah
Penelitian ini bertujuan menganalisis larangan pernikahan sampu pisse, dampak yang ditimbulkan dari praktik pernikahan tersebut, serta menelaah larangan tersebut dari perspektif maqashid al-syariah. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan normatif dan sosiologis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa larangan pernikahan Sampu Pisse Baja-Baja di Desa Sampa, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu diwariskan secara turun-temurun karena pasangan yang menikah dianggap masih memiliki hubungan kekerabatan dekat, dikenal dalam adat sebagai sepupu “baja-baja”. Larangan ini bertujuan menjaga keharmonisan sosial dan menghindari risiko gangguan kesehatan pada keturunan, seperti cacat fisik dan mental. Secara sosial, pernikahan antar sepupu dipandang negatif dan dapat menyebabkan pengucilan. Dari perspektif maqashid al-syariah, larangan ini sejalan dengan prinsip-prinsip utama syariat Islam yang bertujuan mencapai kemaslahatan, yaitu menjaga agama, keturunan, jiwa, akal, dan harta
Perspektif Moderasi Beragama Melalui Seni: Analisis Fisika Bentuk Ruang pada Bangun Masjid Agung Demak
Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai moderasi beragama diaktualisasikan melalui arsitektur Masjid Agung Demak dengan pendekatan fisika bentuk ruang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, study dokumentasi, dan kajian literature. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Demak merepresentasikan moderasi beragama melalui perpaduan harmonis arsitektur tradisional Jawa dan nilai-nilai keislaman. Struktur bangunan seperti tajug berbentuk limas segi empat melambangkan prinsip iman, Islam, dan ihsan. Maksuroh berbentuk balok yang kokoh serta saka guru yang berbentuk tabung mencerminkan kekuatan, kestabilan, dan nilai spiritual. Konsep fisika bangun ruang tidak hanya memperkuat struktur fisik masjid, tetapi dibalik itu juga mengandung nilai simbolik yang sejalan dengan ajaran moderasi beragama. Kesimpulannya, arsitektur Masjid Agung Demak menjadi bukti nyata bagaimana seni dan budaya lokal dapat menjadi media efektif dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama yang inklusif dan toleran di Indonesia
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menginternalisasikan Nilai-Nilai Qur’ani
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menginternalisasikan nilai-nilai Qur’ani kepada santri di MA Plus Pondok Pesantren Abu Hurairah Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologis, melibatkan guru PAI, santri, pimpinan pesantren, dan musyrif asrama sebagai informan. Data dihimpun melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI meliputi keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan, pendekatan kontekstual, motivasi spiritual, serta pendampingan personal. Strategi ini diimplementasikan melalui kegiatan pembelajaran, pembinaan karakter, program tahfizh, dan pengawasan kehidupan asrama. Faktor pendukung meliputi kultur pesantren yang religius, struktur kurikulum yang berbasis Al-Qur’an, serta kedekatan emosional guru–santri. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan intelektual santri, latar belakang pendidikan, serta dinamika lingkungan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa peran strategis guru PAI sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter Qur’ani santri
Menjaga Identitas di Era Globalisasi: Respons dan Strategi Pelestarian Budaya Melayu Islam
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi budaya Melayu Islam dengan arus globalisasi, mengidentifikasi bentuk perubahan budaya yang terjadi, mengkaji respons masyarakat, serta merumuskan strategi penguatan identitas budaya Melayu Islam agar tetap relevan dan berkelanjutan di era global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan perspektif fenomenologis dan sosiokultural. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis dokumen, dan observasi non-partisipatif terhadap perkembangan budaya Melayu Islam, khususnya pada aspek bahasa, praktik adat, kesenian, pola komunikasi digital, dan aktivitas budaya yang terdokumentasi pada media daring periode 2023–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola interaksi, perubahan budaya, respons sosial, dan strategi pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi memengaruhi budaya Melayu Islam melalui intensifikasi penggunaan teknologi digital, media sosial, dan mobilitas informasi yang mempercepat pertukaran nilai global. Perubahan budaya tampak pada pergeseran nilai sosial, penggunaan bahasa daerah, ekspresi seni, praktik keagamaan, serta struktur sosial masyarakat. Meskipun menghadapi tekanan budaya global, masyarakat Melayu Islam menunjukkan respons selektif dengan menerima nilai-nilai positif dan menolak nilai yang bertentangan dengan adat dan syariat. Strategi penguatan identitas budaya dilakukan melalui digitalisasi budaya, revitalisasi tradisi, penguatan pendidikan budaya, serta peran lembaga adat sebagai penjaga nilai lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya Melayu Islam tidak hanya bertahan, tetapi terus beradaptasi melalui proses negosiasi identitas yang memungkinkan keberlanjutan budaya di tengah arus globalisasi
Konsep Mawaddah dalam Al-Qur\u27an: Studi Tafsir Maudhu\u27i tentang Transformasi Makna dan Relevansinya dalam Konteks Sosial Kontemporer
Penelitian ini bertujuan menganalisis makna konsep mawaddah dalam Al-Qur\u27an, transformasi penafsirannya, serta relevansinya sebagai paradigma etika sosial kontemporer. Metode utama yang digunakan adalah tafsir maudhu’i (tematik) yang dipadukan dengan analisis semantik-leksikal dan pendekatan historis-transformatif terhadap khazanah tafsir dan pemikiran Islam dari masa ke masa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mawaddah bukan sekadar sinonim cinta, melainkan konsep unik yang menekankan aspek aktif, timbal balik, dan perwujudan nyata dalam tindakan. Analisis terhadap tujuh ayat Al-Qur’an mengungkap spektrum maknanya yang luas, mencakup ikatan personal (suami-istri), solidaritas komunal, loyalitas politik, hingga parameter hubungan dengan non-Muslim. Kajian historis membuktikan dinamika pemaknaannya yang terus berkembang, dari basis kesukuan pra-Islam menuju basis akidah, lalu dikembangkan dalam diskursus fikih dan tasawuf klasik, wacana kebangsaan modern, hingga kajian ilmu humaniora kontemporer. Kesimpulan utama penelitian ini adalah bahwa mawaddah merupakan prinsip relasional Qur’ani yang dinamis dan multifaset. Kelenturannya sepanjang sejarah menunjukkan relevansi abadinya sebagai sumber nilai yang dapat menjawab tantangan kekinian, seperti krisis keluarga, polarisasi sosial, dan distorsi relasi digital. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pengayaan metode tafsir tematik integratif, tetapi juga menawarkan kerangka etis berbasis teks suci untuk memperkuat kohesi sosial di tengah fragmentasi dunia modern
Dilema Pinjaman Online di Kalangan Mahasiswa Islam: Solusi Ekonomi atau Ancaman Etika
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perspektif mahasiswa Islam terhadap penggunaan pinjaman online sebagai solusi ekonomi yang praktis dan cepat serta kesesuaiannya dengan nilai-nilai syariah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, berdasarkan data yang diperoleh dari 74 mahasiswa Islam Program Studi Sosiologi UIN Jakarta yang berpartisipasi dan mengisi kuesioner penelitian. Data dianalisis menggunakan SPSS IBM 20 melalui analisis frekuensi, crosstabs, dan regresi linier untuk menggambarkan kecenderungan data serta pola hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,2% mahasiswa menyatakan nilai-nilai agama mempengaruhi keputusan mereka dalam menggunakan pinjaman online, yang mengindikasikan bahwa aspek religiusitas berperan penting dalam pembentukan sikap dan pengambilan keputusan keuangan mahasiswa
Relevansi Konsep Spiritual dalam Kimiya’ Al-Sa’adah Imam Al-Ghazali untuk Mengatasi Krisis Mental dan Kesejahteraan Psikologis Generasi Z
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi relevansi konsep-konsep spiritual dalam Kimiya’ al-Sa‘adah karya Imam Al-Ghazali bagi kesehatan mental generasi Z. Menggunakan metode library research kualitatif, penelitian ini menelaah prinsip spiritual Al-Ghazali, seperti tazkiyatun nafs, riyadhah, dan as-sa‘adah. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga konsep tersebut membentuk kerangka spiritual-psikologis yang relevan untuk mengatasi problem mental kontemporer. Tazkiyatun nafs berfungsi sebagai terapi batin untuk meredakan kecemasan dan stres akibat tekanan sosial-digital. Riyadhah mengajarkan disiplin spiritual yang melatih kontrol diri terhadap godaan instan dunia maya. Sementara itu, as-sa‘adah memberikan orientasi hidup yang mendalam dengan menekankan kebahagiaan sejati melalui kedekatan dengan Allah SWT. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya menghubungkan literatur tasawuf klasik dengan krisis psikologis generasi Z. Implikasi praktisnya menegaskan bahwa pendidikan, khususnya pendidikan Islam, merupakan sarana paling efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai spiritual tersebut melalui kurikulum, pembinaan akhlak, dan praktik muhasabah. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam membangun ketahanan mental dan kesejahteraan psikologis generasi muda di era digital
Manifestasi Keberagamaan dalam Etos Ekonomi Pedagang Muslim Pasar Kliwon di Era Disrupsi Digital
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi keberagamaan dalam pembentukan etos ekonomi pedagang Muslim Pasar Kliwon Kudus di tengah disrupsi ekonomi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap pedagang Pasar Kliwon yang dipilih secara purposif untuk menggali pengalaman subjektif, pemaknaan, dan praktik keberagamaan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai religius Islam berperan signifikan dalam membentuk sikap dan etos ekonomi pedagang di tengah keterbatasan adaptasi terhadap teknologi digital. Keberagamaan memberikan rasa tenang dan aman secara psikologis, serta menjadi landasan moral dalam menghadapi tekanan ekonomi. Manifestasi religiusitas tersebut tercermin dalam beberapa sikap utama, yaitu penerimaan terhadap kemajuan teknologi sebagai keniscayaan, keteguhan untuk tetap berdagang secara offline meskipun minim kemampuan digital, serta sikap tawakal dengan menyerahkan hasil usaha dan rezeki kepada kehendak Tuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberagamaan tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi spiritual, tetapi juga sebagai sumber etos kerja dan strategi moral pedagang dalam merespons disrupsi ekonomi digital, khususnya pada konteks pasar tradisional di kota santri
Kampung Moderasi Beragama: Model Pencegahan Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi dan dampak positif Kampung Moderasi Beragama di Kelurahan Balai Panjang Payakumbuh Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat, pemuka agama, dan warga setempat, serta observasi langsung terhadap kegiatan kampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUA mensosialisasikan moderasi beragama dengan pembentukan kampung moderasi beragama kepada tokoh-tokoh agama kelurahan Balai Panjang. Kehadiran Kampung Moderasi Beragama di Balai Panjang mampu menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai. Kegiatan sosial antaragama, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keharmonisan atau ketahanan social yang baik menjadi faktor utama keberhasilan program ini. Dengan demikian, Kampung Moderasi Beragama berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan sosial yang inklusif, toleran, dan tangguh terhadap isu-isu sensitif keagamaan