1,720,961 research outputs found
MITOS DI ERA MODERN
Abstract The purpose of this study, is to reveal the perception of pilgrims to the tomb of Shekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) in Cirebon. Through the perception of the pilgrims are expected to be known the myth of Shekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) that developed in the midst of modern society. This paper also aims to reveal the reasons and motivation of the community in a pilgrimage to the Tomb of Shekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). This research uses qualitative research method. The results showed that the reason of the pilgrim community to the tomb of Shekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) because the big name Syekh Syarif Hidayatullah in spreading Islam in the area of West Java. Motivation of pilgrims in the tomb of Shekh Syarif Hidayatullah is distinguished in several groups. First, pilgrimage with the intention of just pilgrimage. Secondly, pilgrimage for wanting to gain blessings. Third, make a pilgrimage because want to get ease in obtaining rizki. Fourth, pilgrimage for wanting to get easiness in obtaining matchmaking. Fifth, make pilgrimage to get job and position. Abstrak Tujuan penelitian ini, adalah mengungkapkan persepsi peziarah terhadap makam Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) di Cirebon. Melalui persepsi peziarah tersebut diharapkan dapat diketahui mitos tentang Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) yang berkembang di tengah masyarakat modern. Tulisan ini juga bertujuan untuk mengungkap alasan dan motivasi masyarakat dalam berziarah ke Makam Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan masyarakat berziarah ke makam Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) karena nama besar Syekh Syarif Hidayatullah dalam menyebarkan Agama Islam di wilayah Jawa Barat. Motivasi peziarah di makam Syekh Syarif Hidayatullah dibedakan dalam beberapa kelompok. Pertama, berziarah dengan niat hanya berziarah. Kedua, berziarah karena ingin memperoleh keberkahan. Ketiga, berziarah karena ingin mendapatkan kemudahan dalam memperoleh rizki. Keempat, berziarah karena ingin memperoleh kemudahan dalam memperoleh Jodoh. Kelima, berziarah karena ingin memperoleh pangkat dan jabatan. Pengutipan: Syaripulloh. (2017). Mitos di Era Modern. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 4(1), 2017, 25-35.doi:10.15408/sd.v4i1.5924.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v4i1.592
KEBERSAMAAN DALAM PERBEDAAN: STUDI KASUS MASYARAKAT CIGUGUR, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT
This study was conducted to gain an overview of togetherness and harmony in the life of a multi-religious society Cigugur. The study was conducted using descriptive-qualitative methods deskriktif, with the observation, in-depth interviews, and documentation study as data collection techniques. The results showed that Cigugur people who have a diversity in religion, namely Islam, Christianity, Catholicism, Protestantism, Aga ma Djawa Sunda (ADS) can coexist peacefully. They can live together respectfully because they have strong blood ties. For the people together is more important than the divisions caused by differing views. The unifying fac tor is the chairman of each religion, in addition to the prominent role of Pangeran Djatikusumah as Madrais descent.As the dominant culture, Agama Djawa Sunda (ADS) implement a full tolerance for Cigugur society to embrace and practice religious
PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Poverty is a very complex development issues. Poverty is seen as spillovers from development and part of the problem in development. The existence of poverty is characterized by unemployment, underdevelopment, and inequality between regions. Poverty is also indicated by the presence of slums and squatter, and the existence of groups of people categorized as poor families caused by the limitations of economic, social and political life of their poor families. This phenomenon is demonstrated by the presence of several heads of families who are economically unable to meet the primary needs of family members. In addition, low levels of public education also makes it difficult to obtain jobs with adequate results or provide for his family. There are also a number of families whose low level of health that is hindering their work. This paper would like to discuss the steps that can be taken by the government to tackle poverty masalahan.
KEY WORDS:Poverty, Unemployment, Underdevelopmen, Inequality, Poor Family, Low Level of Education.Kemiskinan merupakan salah satu isu pembangunan yang sangat kompleks. Kemiskinan dipandang sebagai dampak ikutan dari pembangunan dan bagian dari masalah dalam pembangunan. Keberadaan kemiskinan ditandai dengan adanya pengangguran, keterbelakangan, dan ketimpangan antar wilayah. Kemiskinan juga ditunjukkan dengan adanya permukiman-permukiman kumuh dan liar, serta adanya golongan masyarakat yang masuk kategori keluarga miskin yang disebabkan oleh keterbatasan ekonomi, sosial dan politik dari masingmasing keluarga miskin tersebut. Fenomena ini ditunjukkan dengan adanya beberapa kepala keluarga yang secara ekonomi tidak dapat memenuhi kebutuhan primer anggota keluarganya. Selain itu, tingkat pendidikan masyarakat juga rendah sehingga mereka sulit memperoleh pekerjaan dengan hasil yang memadai atau mencukupi kebutuhan keluarganya. Terdapat pula sejumlah keluarga yang tingkat kesehatannya rendah sehingga menghambat mereka untuk bekerja. Tulisan ini ingin mendiskusikan langkah-langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk menanggulangi masalahan kemiskinan.
KEY WORDS:Poverty, Unemployment, Underdevelopmen, Inequality, Poor Family, Low Level of Education
Tradisi Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon Jawa Barat
Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai pencarian yang memiliki kebenaran absolut, tetapi mencoba mencari makna di balik realitas yang terjadi pada peziarah makam Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, pada tahun 2016−2020. Melalui pemahaman penulis yang masih terbatas ini, mungkin terdapat perbedaan pandangan dari para pembaca, yang bisa saja disebabkan dari kekurangan maupun kelemahan dalam tulisan ini. Oleh karena itu, kritik dan saran membangun dari pembaca sangat diperlukan untuk memperbaiki tulisan ini, selain itu dibutuhkan pula penelitian yang lebih mendalam sebagai tindak lanjut penyempurnaan buku ini
Tradisi Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon Jawa Barat
Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai pencarian yang memiliki kebenaran absolut, tetapi mencoba mencari makna di balik realitas yang terjadi pada peziarah makam Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, pada tahun 2016−2020. Melalui pemahaman penulis yang masih terbatas ini, mungkin terdapat perbedaan pandangan dari para pembaca, yang bisa saja disebabkan dari kekurangan maupun kelemahan dalam tulisan ini. Oleh karena itu, kritik dan saran membangun dari pembaca sangat diperlukan untuk memperbaiki tulisan ini, selain itu dibutuhkan pula penelitian yang lebih mendalam sebagai tindak lanjut penyempurnaan buku ini
Pengaruh manajemen Kurikulum Merdeka terhadap mutu pendidikan Madrasah Ibtidaiyah
Kemunculan berbagai macam teknologi semakin memudahkan perkembangan jaman, menyebabkan perubahan pada kurikulum madrasah. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementrian pendidikan budaya ristek guna mengatasi permasalahan yang ada ialah mencanangkan kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka adalah kurikulum yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Namun, pada pelaksanaannya guru mengalami kesulitan dalam penerapan kurikulum merdeka, sehingga dibutuhkan manajemen kurikulum merdeka untuk mengoptimalkan penerapan kurikulum tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen kurikulum merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Bandung, untuk mengetahui mutu pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Bandung, untuk mengetahui pengaruh manajemen kurikulum merdeka terhadap mutu pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Bandung
Penelitian ini menggunakan metode survei dan pendekatan kuantitatif berjenis korelasi yang dilakukan terhadap 62 orang pendidik yang sudah melakukan pelatihan kurikulum merdeka. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan dengan tahapan uji instrumen untuk mengetahui validitas dan reabilitas kuesioner, uji analisis parsial per indikator, uji prasyarat yang terdiri dari uji normalitas dan uji linieritas, serta uji hubungan atau korelasi.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hubungan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan keberhasilan penerapan kurikulum merdeka menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti adanya pengaruh secara signifikan antara Pengaruh Manajemen Kurikulum Merdeka Terhadap Mutu Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (Penelitian pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kota Bandung). Kemudian diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,205 memiliki kekuatan cukup baik. Adapun jenis hubungan dalam penelitian ini memperoleh hasil pearson correlation sebesar 0,205 yang bersifat positif (+) tanpa adanya sifat negatif (-) di depan angka tersebut. Selanjutnya nilai koefisien determinasi (R Square) memperoleh presentase sebesar 20,5%
Tradisi Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon Jawa Barat
Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai pencarian yang memiliki kebenaran absolut, tetapi mencoba mencari makna di balik realitas yang terjadi pada peziarah makam Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, pada tahun 2016−2020. Melalui pemahaman penulis yang masih terbatas ini, mungkin terdapat perbedaan pandangan dari para pembaca, yang bisa saja disebabkan dari kekurangan maupun kelemahan dalam tulisan ini. Oleh karena itu, kritik dan saran membangun dari pembaca sangat diperlukan untuk memperbaiki tulisan ini, selain itu dibutuhkan pula penelitian yang lebih mendalam sebagai tindak lanjut penyempurnaan buku ini
Tradisi Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon Jawa Barat
Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai pencarian yang memiliki kebenaran absolut, tetapi mencoba mencari makna di balik realitas yang terjadi pada peziarah makam Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, pada tahun 2016−2020. Melalui pemahaman penulis yang masih terbatas ini, mungkin terdapat perbedaan pandangan dari para pembaca, yang bisa saja disebabkan dari kekurangan maupun kelemahan dalam tulisan ini. Oleh karena itu, kritik dan saran membangun dari pembaca sangat diperlukan untuk memperbaiki tulisan ini, selain itu dibutuhkan pula penelitian yang lebih mendalam sebagai tindak lanjut penyempurnaan buku ini
Dampak Budaya Akademik Kampus Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa Perantau Mahasiswa Tadris IPS UIN Jakarta
This study aims to find out and explain how the impact of campus academic culture on the lifestyles of overseas students in the Social Sciences Tadris Study Program at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The method used is qualitative with the data analysis model of Miles and Hubberman on the basis of Peter L. Berger\u27s social construction theory and Weber\u27s Social Action. The results of this study are that campus academic culture becomes a habit and becomes values and norms that have gone through an institutional process and are present in a tangible form. Overseas students absorb the objective world and try to strengthen their existence as students depending on their association. The next step is that overseas students try to display it. Campus academic culture is only considered as a requirement during lectures by overseas students or wetrationalat. Campus academic culture is not an indicator of the lifestyle that is displayed, overseas students tend to display a lifestyle in accordance with their previous interests or those they just discovered while undergoing lectures. Campus academic culture has a more positive impact on improving the ability of individual overseas students such as adding insight and changing mindsets that affect their lives.Keywords: Academic Culture, Overseas Students, and Lifestyle
- …
