1,722,298 research outputs found

    METODE DAKWAH BUYA SYARIFUDIN PADA MASYARAKAT KELURAHAN BARAN KABUPATEN KARIMUN

    Full text link
    ABSTRAK Nama : Putri Faira Nerysa Ardewisti Nim : 12040425633 Judul : Metode Dakwah Buya Syarifudin Pada Masyarakat Kelurahan baran Kabupaten Karimun Penelitian ini dilatar belakangi bahwa Buya Syarifudin melihat cara berdakwah di Kepulauan tidaklah bisa disamakan dengan berdakwah di masyarakat perkotaaan atau di daerah daratan, sebab berbedanya budaya dan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji metode dakwah apa yang dilakukan oleh Buya Syarifudin pada masyarakat Kelurahan baran Kabupaten Karimun. Data yang digunakan untuk mengumpulkan penelitian ini dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi, juga dianalisis dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif Informan penelitian ini berjumlah lima orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode yang digunakan Buya Syafaruddin dalam berdakwah di Kabupaten Karimun menggunakan metode Bil Al-Hikmah bijaksana, setelah itu metode Mauidzah Hasanah mendidik/membimbing dan yang terkahir metode Mujadallah berdiskusi. Kata Kunci : Metode, Dakwah, Buya Syarifudi

    Akhmad Syarifudin 175100012

    No full text
    Dalam dunia komunikasi kita sering mengenal istilah jaringan.jaringan itu sendiri dapat mempermudah kita dalam menghubungkan suatu PC dengan PCyang lainnya.untuk menghubungkan PC 1 dengan PC 2 maka diperlukan jaringan tanpa kabel dan jaringan menggunakan kabel.dalam kedua proses tersebut diperlukan tahap dalam memudahkan menghubungkan antar pc tersebut .yaitu dengan menggunakan TCP/IP.TCP/IP (singkatan dari transmission control protocol/internet protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunikasi internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet. Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni: Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada. Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error.Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255. Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada

    RESUME AUDIT (AKHMAD SYARIFUDIN / 175100012)

    No full text
    Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti – bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien. Ada beberapa aspek yang diperiksa pada audit sistem informasi yakni audit secara keseluruhan menyangkut efektifitas, efisiensi, availability system, reliability, confidentiality, dan integrity, aspek security, audit atas proses, modifikasi program, audit atas sumber data, dan data file. Audit sistem informasi sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain traditional audit, manajemen sistem informasi, sistem informasi akuntansi, ilmu komputer, dan behavioral science. Standar yang digunakan dalam meng audit sistem informasi adalah standar yang diterbitkan oleh ISACA yaitu ISACA IS Auditing Standard. Selain itu ISACA juga menerbitkan IS Auditing Guidance dan IS Auditing Procedure. Kata Kunci : Audit Teknologi Sistem Informas

    Konfigurasi Security Jaringan Cisco Akhmad Syarifudin 175100012

    No full text
    Security adalah hal dasar yang harus disetting supaya tidak diganggu atau dirusak orang lain yang sengaja ataupun tidak sengaja masuk ke perangktat-perangkat jaringan yang kita miliki. Dengan menggunakan password, setidaknya orang lain sudah kebingunan bagaimana cara masuknya. Dan cisco IOS IDS (Intrusion Detection System) adalah salah satu produk security berdaya guna yang ditawarkan Cisco Systen Inc, Cisco IOS Firewall Intrusion Detection System (IDS) atau dikenal dengan Net Ranger. Cisco IOS IDS memberikan level proteksi terhadap environment jaringan dari berbagai kesalahan dan usaha penyerangan yang datang dari user-user eksternal maupun internal. Teknologi ini memberi kelengkapan terhadap proteksi-prteksi yang ditawarkan system firewall. Cisco IOS IDS senantiasa mengambil aksi-aksi yang dipandang tepat terhadap paket-paket yang melanggar polic sekurity dan merepresentasikan aktifitas-aktifitas berbahaya dalam jaringan. Salah satu fitur utamanya adalah mengidentifikasi puluhan bentuk serangan umum dengan menggunakan “signature-signature”. Cisco IDS beraksi sebagai sebuah sensor deteksi intrusi, memperhatikan setiap paket yang melintas, dan memindai mereka untuk memastikan mereka tidak ada yang masuk kriteria signature-signature IDS. Saat sebuah aktifitas berbahaya terdeteksi, Cisco IDS segera meresponnya sebelum keutuhan jaringan terganggu dan mencatat log event tersebut melalui fasilitas syslog Cisco IOS atau Post Office Protokol. Pengelolah atau admistrator jaringan dapat merancang sistem IDS mereka untuk memilih tindakan-tindakan yang tepat terhadap bentuk pelanggaran yang spesifik. Kata Kunci : Konfigurasi Security Jaringan Cisco

    Audit Teknologi Sistem Informasi (Akhmad Syarifudin) 175100012

    No full text
    Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti – bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien. Ada beberapa aspek yang diperiksa pada audit sistem informasi yakni audit secara keseluruhan menyangkut efektifitas, efisiensi, availability system, reliability, confidentiality, dan integrity, aspek security, audit atas proses, modifikasi program, audit atas sumber data, dan data file. Audit sistem informasi sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain traditional audit, manajemen sistem informasi, sistem informasi akuntansi, ilmu komputer, dan behavioral science. Standar yang digunakan dalam meng audit sistem informasi adalah standar yang diterbitkan oleh ISACA yaitu ISACA IS Auditing Standard. Selain itu ISACA juga menerbitkan IS Auditing Guidance dan IS Auditing Procedure. Kata Kunci : Audit Teknologi Sistem Informas

    The Role of Local Governments In Improving The Quality of Human Development

    No full text
    Local governments, through their own spending budgets, must intervene in improving the quality of human capital. Government spending on education and health is part of government spending that can encourage improvements in the quality of human capital. This study aims to determine the interaction relationship between government spending and human development. This research was conducted in 491 districts / cities in the 2010-2019 time period. The use of the Fully Modified OLS (FMOLS) analysis method with panel data. The results of this study indicate that the interaction of government spending on education and health has a long-term impact on improving the quality of human development. Government spending on education and health is known to have a positive effect on improving human capital. The importance of public investment for improving the quality of human capital through education and health so as to increase the standard of living and welfare of the community.Local governments, through their own spending budgets, must intervene in improving the quality of human capital. Government spending on education and health is part of government spending that can encourage improvements in the quality of human capital. This study aims to determine the interaction relationship between government spending and human development. This research was conducted in 491 districts / cities in the 2010-2019 time period. The use of the Fully Modified OLS (FMOLS) analysis method with panel data. The results of this study indicate that the interaction of government spending on education and health has a long-term impact on improving the quality of human development. Government spending on education and health is known to have a positive effect on improving human capital. The importance of public investment for improving the quality of human capital through education and health so as to increase the standard of living and welfare of the community

    RESUME AUDIT TUGAS SELECTION 2 (AKHMAD SYARIFUDIN / 175100012)

    No full text
    Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti – bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien. Ada beberapa aspek yang diperiksa pada audit sistem informasi yakni audit secara keseluruhan menyangkut efektifitas, efisiensi, availability system, reliability, confidentiality, dan integrity, aspek security, audit atas proses, modifikasi program, audit atas sumber data, dan data file. Audit sistem informasi sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain traditional audit, manajemen sistem informasi, sistem informasi akuntansi, ilmu komputer, dan behavioral science. Standar yang digunakan dalam meng audit sistem informasi adalah standar yang diterbitkan oleh ISACA yaitu ISACA IS Auditing Standard. Selain itu ISACA juga menerbitkan IS Auditing Guidance dan IS Auditing Procedure. Kata Kunci : Audit Teknologi Sistem Informas

    Jaringan Komputer 4 Konfigurasi Routing Dynamic Akhmad Syarifudin 175100012

    No full text
    Dynamic Routing atau Routing Dynamic (dinamik) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis. Dengan menggunakan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan antara router lainnya . Protokol Routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan lain dan saling memberikan informasi antara satu router dengan router lainnya dan juga saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, Tergantung keadaan jaringannya . Dengan cara ini , router router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan data kearah yang benar. Dengan kata lain ,routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis. Konsep dasar dari routing adalah bahwa router meneruskan IP paket berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Dia mencocokkan IP address tujuan dengan routing table dengan harapan menemukan kecocokan entri–suatu entri yang menyatakan kepada router kemana paket selanjutnya harus diteruskan. Jika tidak ada kecocokan entri yang ada dalam routing table, dan tidak ada default route, maka router tersebut akan membuang paket tersebut. Untuk itu adalah sangat penting untuk mempunyai isian routing table yang tepat dan benar. Sedangkan Routing Dinamik adalah jenis routing yang bisa berubah sesuai dengan kondisi yang diinginkan dengan parameter tertentu sesuai dengan protokolnya. Routing Dinamik diterapkan pada PC yang berfungsi sebagai router dan dibutuhkan router lain yang sama-sama menerapkan sistem routing dinamik, jadi tidak bisa berdiri sendiri seperti halnya Router static. Dan Routing Dinamik menentukan gateway untuk network destination berdasarkan parameter yang didapat dari router lainnya melalui Protokol Multicast, seperti metrik, cost dsb. Protocol RIP dan OSPF menggunakan multicast untuk pertukaran informasi antar router. Kata Kunci : Konfigurasi Routing Dynamic

    Jaringan Komputer 3 Konfigurasi DHCP Server Akhmad Syarifudin 175100012

    No full text
    DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan penempatan alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. DHCP Server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua client yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, dan atau GNU/Linux. Dan DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah merupakan layanan yang secara otomatis memeberikan alamat IP kepada komputer yang meminta nya, komputer yang memberikan alamat IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta alamat IP disebut sebagai DHCP client. Kata Kunci : Konfigurasi DHCP Server

    Jaringan Komputer 4 Konfigurasi Routing Dynamic (Akhmad Syarifudin 175100012)

    No full text
    Dynamic Routing atau Routing Dynamic (dinamik) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis. Dengan menggunakan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan antara router lainnya . Protokol Routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan lain dan saling memberikan informasi antara satu router dengan router lainnya dan juga saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, Tergantung keadaan jaringannya . Dengan cara ini , router router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan data kearah yang benar. Dengan kata lain ,routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis. Sebuah konsep dasar dari routing adalah bahwa router meneruskan IP paket berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Dia mencocokkan IP address tujuan dengan routing table dengan harapan menemukan kecocokan entri–suatu entri yang menyatakan kepada router kemana paket selanjutnya harus diteruskan. Jika tidak ada kecocokan entri yang ada dalam routing table, dan tidak ada default route, maka router tersebut akan membuang paket tersebut. Untuk itu adalah sangat penting untuk mempunyai isian routing table yang tepat dan benar. Sedangkan Routing Dinamik adalah jenis routing yang bisa berubah sesuai dengan kondisi yang diinginkan dengan parameter tertentu sesuai dengan protokolnya. Routing Dinamik diterapkan pada PC yang berfungsi sebagai router dan dibutuhkan router lain yang sama-sama menerapkan sistem routing dinamik, jadi tidak bisa berdiri sendiri seperti halnya Router static. Kata Kunci : Konfigurasi Routing Dynamic
    corecore