1,720,985 research outputs found

    Potensi ekstrak biji kebiul sebagai kandidat suplemen pada penyakit Alzheimer (sertifikat hak cipta)

    Full text link
    Biji kebiul (Caesalpinia banduc (l). Roxb) adalah salah satu tanaman yang telah dikenal sebagai tanaman obat. Tanaman ini memiliki aktivitas antimalaria, antijamur, antioksidan, antikanker, antipiretik, antivirus, antifertilitas, antidiabetes, antibakteri, dan antimalaria. Tujuan Penelitian untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kernel biji kebiul dengan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil). Metode yang digunakan untuk ekstraksi dengan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE), identifikasi senyawa dengan uji fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan dengan DPPH. Nilai IC50 ditentukan dengan menghitung analisis regresi % inhibisi terhadap ekstrak kernel biji kebiul. Hasil uji fitokimia senyawa yang terkandung dalam ektrak kernel biji kebiul adalah Alkaloid, Flavanoid, Tanin, Saponin, Steroid, dan Terpenoid. Ekstrak kernel biji kebiul memiliki nilai aktivitas antioksidan sangat lemah dengan nilai IC50 sebesar sebesar 499.946 ppm (> 200 ppm)

    Toksikologi

    No full text
    Farmakologi Keperawatan bukan sekadar kumpulan informasi tentang obat-obatan, tetapi lebih dari itu, merupakan upaya untuk mengaitkan pengetahuan farmakologi dengan aspek praktis keperawatan. Kami percaya bahwa penguasaan yang baik terhadap ilmu farmakologi akan memperkaya keterampilan klinis para perawat, membantu mereka mengambil keputusan yang tepat, serta memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas. Buku ini dirancang untuk menjadi sumber daya yang mudah dipahami dan relevan, dengan memberikan penekanan pada penggabungan konsep-konsep farmakologi dengan konteks keperawatan. Pembaca akan dibimbing melalui pengenalan obat-obatan, mekanisme kerja, efek samping, interaksi, dan pemantauan pasien secara holistik

    Potensi ekstrak biji kebiul (Caesalpinia banduc (l). Roxb) sebagai kandidat suplemen pada penyakit alzheimer

    No full text
    Biji kebiul (Caesalpinia banduc (l). Roxb) adalah salah satu tanaman yang telah dikenal sebagai tanaman obat. Tanaman ini memiliki aktivitas antimalaria, antijamur, antioksidan, antikanker, antipiretik, antivirus, antifertilitas, antidiabetes, antibakteri, dan antimalaria. Tujuan Penelitian untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kernel biji kebiul dengan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil). Metode yang digunakan untuk ekstraksi dengan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE), identifikasi senyawa dengan uji fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan dengan DPPH. Nilai IC50 ditentukan dengan menghitung analisis regresi % inhibisi terhadap ekstrak kernel biji kebiul. Hasil uji fitokimia senyawa yang terkandung dalam ektrak kernel biji kebiul adalah Alkaloid, Flavanoid, Tanin, Saponin, Steroid, dan Terpenoid. Ekstrak kernel biji kebiul memiliki nilai aktivitas antioksidan sangat lemah dengan nilai IC50 sebesar sebesar 499.946 ppm (> 200 ppm)

    Potensi ekstrak biji kebiul sebagai kandidat suplemen pada penyakit Alzheimer (sertifikat hak cipta)

    Full text link
    Biji kebiul (Caesalpinia banduc (l). Roxb) adalah salah satu tanaman yang telah dikenal sebagai tanaman obat. Tanaman ini memiliki aktivitas antimalaria, antijamur, antioksidan, antikanker, antipiretik, antivirus, antifertilitas, antidiabetes, antibakteri, dan antimalaria. Tujuan Penelitian untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kernel biji kebiul dengan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil). Metode yang digunakan untuk ekstraksi dengan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE), identifikasi senyawa dengan uji fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan dengan DPPH. Nilai IC50 ditentukan dengan menghitung analisis regresi % inhibisi terhadap ekstrak kernel biji kebiul. Hasil uji fitokimia senyawa yang terkandung dalam ektrak kernel biji kebiul adalah Alkaloid, Flavanoid, Tanin, Saponin, Steroid, dan Terpenoid. Ekstrak kernel biji kebiul memiliki nilai aktivitas antioksidan sangat lemah dengan nilai IC50 sebesar sebesar 499.946 ppm (> 200 ppm)

    Toksikologi

    No full text
    Farmakologi Keperawatan bukan sekadar kumpulan informasi tentang obat-obatan, tetapi lebih dari itu, merupakan upaya untuk mengaitkan pengetahuan farmakologi dengan aspek praktis keperawatan. Kami percaya bahwa penguasaan yang baik terhadap ilmu farmakologi akan memperkaya keterampilan klinis para perawat, membantu mereka mengambil keputusan yang tepat, serta memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas. Buku ini dirancang untuk menjadi sumber daya yang mudah dipahami dan relevan, dengan memberikan penekanan pada penggabungan konsep-konsep farmakologi dengan konteks keperawatan. Pembaca akan dibimbing melalui pengenalan obat-obatan, mekanisme kerja, efek samping, interaksi, dan pemantauan pasien secara holistik

    Potensi ekstrak biji kebiul (Caesalpinia banduc (l). Roxb) sebagai kandidat suplemen pada penyakit alzheimer

    No full text
    Biji kebiul (Caesalpinia banduc (l). Roxb) adalah salah satu tanaman yang telah dikenal sebagai tanaman obat. Tanaman ini memiliki aktivitas antimalaria, antijamur, antioksidan, antikanker, antipiretik, antivirus, antifertilitas, antidiabetes, antibakteri, dan antimalaria. Tujuan Penelitian untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kernel biji kebiul dengan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil). Metode yang digunakan untuk ekstraksi dengan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE), identifikasi senyawa dengan uji fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan dengan DPPH. Nilai IC50 ditentukan dengan menghitung analisis regresi % inhibisi terhadap ekstrak kernel biji kebiul. Hasil uji fitokimia senyawa yang terkandung dalam ektrak kernel biji kebiul adalah Alkaloid, Flavanoid, Tanin, Saponin, Steroid, dan Terpenoid. Ekstrak kernel biji kebiul memiliki nilai aktivitas antioksidan sangat lemah dengan nilai IC50 sebesar sebesar 499.946 ppm (> 200 ppm)

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Nutraseutikal (Pengembangan Produk Ntrasetikal dan Pangan Fungsional) dan (Nutrasetikal dalam Kesehatan Tulang)

    No full text
    buku ini mencakup pendahuluan pengantar nutrasetikal, substansi nutrasetikal beserta regulasi nutrasetikal di Indonesia dan berbagai negara, aspek klinis dalam nutrasetikal dan pangan fungsional, toksisitas dan interaksi dalam nutrasetikal, pengembangan produk nutrasetikal dan pangan fungsional, teknologi dalam produksi nutrasetikal dan pangan fungsional, karakterisasi dan analisis nutrasetikal, nutrasetikal dalam sistem kardiovaskular dan menurunkan kolesterol, nutrasetikal dalam keseimbangan glukosa dan diabetes, nutrasetikal dalam kesehatan tulang, nutrasetikal dalam gangguan pernapasan, probiotik dan prebiotik, nutrasetikal dalam kesehatan kognitif, dan kurkumin dan kafein dalam nutrasetikal

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore