6,234 research outputs found

    Strategi komunikasi Mujahidin Nur dalam menyusun kisah pendakwah Syekh Syarifuddin Khalifah

    No full text
    Kisah Syarifuddin Khalifah adalah bukti nyata dari kebesaran Allah SWT untuk meyakinkan hamba-hamba-Nya akan kebenaran agama Islam. Kisahnya yang fenomenal ini membuat Mujahidin Nur tertarik untuk menjadikannya sebuah buku dengan judul Bocah Yang Mengislamkan Ribuan Orang. Buku tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dengan menjadi Active Selling Book versi Gramedia Indonesia, penjualan buku tercepat versi Ufuk Publishing House, dan dalam dua minggu buku itu sudah memasuki cetakan kedua. Dalam menyusun kisah tersebut, Mujahidin tentu membuat strategi komunikasi yang tepat agar pembaca dapat memahami dengan baik dan benar isi pesannya. Strategi komunikasi merupakan cara tertentu yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan pesannya agar dapat diterima dengan baik dan memberikan efek sesuai harapan. Karena itu, strategi komunikasi perlu diterapkan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Adapun rumusan masalahnya adalah bagaimana strategi signing, framing, dan priming Mujahidin Nur dalam menyusun kisah pendakwah Syekh Syarifuddin Khalifah? Bagaimana Mujahidin Nur menghadapi faktor innocently, internality, dan externality? Dalam menyusun kisah Syarifuddin, Mujahidin menggunakan kata-kata (pesan verbal) yang mengandung makna positif (mengajak kebaikan). Ia juga menggunakan bahasa populis untuk memudahkan pembaca memahami maknanya. Beliau mengungkapkan fakta-fakta yang baik, menakjubkan, dan menginspirasi pembaca, serta meletakkan wacana utama di depan halaman, tempat yang mudah dilihat oleh pembaca. Untuk menghadapi faktor innocently, Mujahidin berusaha semaksimal mungkin untuk mencari informasi tentang Syarifuddin. Minat dan kepentingannya tidak untuk memihak siapa pun, tetapi lebih kepada ideologinya yang Islami, itu terbukti dari strategi signing dan framing-nya. Dalam menyusun kisah ini, tidak ada paksaan dan tekanan dari siapa pun. Karena itu, strategi signing, framing, dan priming penulis terlihat natural. Keterkaitan antara strategi signing, framing, dan priming sangat erat. Ketiganya mempunyai peran penting untuk memberikan efek tertentu. Strategi inilah yang menjadi salah satu pendukung suksesnya buku tersebu

    Peningkatan Kemampuan Berkomunikasi Melalui Metode Bercerita dengan Menggunakan Media Boneka Tangan Pada Anak Kelompok B2 Di TK Ilmu Al Qur'an Sempusari Kaliwates Jember Tahun Pelajaran 2015/2016

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di TK Ilmu Al Qur'an Sempusari Kaliwates Jember tahun pelajaran 2015/2016 dengan menerapkan media boneka tangan dalam metode bercerita untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak kelompok B2 yang masih kurang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak kelompok B2 dan peningkatan kemampuan berkomunikasi pada anak kelompok B2 melalui metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.  Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B2 TK Ilmu Al Qur'an Sempusari Kaliwates Jember dengan jumlah anak 20 yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, dokumentasi, observasi, dan tes. Hasil observasi dan tes kemampuan berkomunikasi anak dianalisis secara statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kemampuan berkomunikasi anak kelompok B2 mengalami peningkatan dengan kualifikasi sangat baik. Hasil pada siklus I meningkat yaitu yang tuntas 84,2% dan yang tidak tuntas 15,8%, sedangkan pada siklus II yang tuntas 94,4% dan yang tidak tuntas 5,6%

    Peningkatan Kemampuan Berhitung Permulaan Melalui Media Kartu Bergambar pada Anak Kelompok A2 di TK Jember Permai I Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2015/2016

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di TK Jember Permai I Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember tahun pelajaran 2015/2016 dengan menerapkan media kartu bergambar dalam pembelajaran berhitung permulaan untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak kelompok A2 yang masih rendah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan media kartu bergambar dalam pembelajaran berhitung permulaan dan peningkatan kemampuan berhitung permulaan dengan menggunakan media kartu bergambar pada anak kelompok A2 di TK Jember Permai I. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.  Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A2 TK Jember Permai I dengan jumlah anak 19 yang terdiri dari 11 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Hasil observasi kemampuan berhitung permulaan anak dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kemampuan berhitung permulaan anak kelompok A2 mengalami peningkatan dengan kualifikasi Sangat Baik. Nilai rata-rata kelas siklus I sebesar 77,05 pada pertemuan 1, 84,84 pada pertemuan 2 dan 91,78 pada siklus II

    Pengaruh Religiositas Terhadap Kepercayaan Diri pada Narapidana Menjelang Masa Bebas.

    No full text
    ABSTRAK Syarifuddin. 2014. Pengaruh Religiositas Terhadap Kepercayaan Diri pada Narapidana Menjelang Masa Bebas. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Pembimbing utama Ahmad Yasser, S.Psi., M. Si., Ph. D., dan pembimbing pendamping Muh. Nur Hidayat Nurdin, S.Psi., M. Si.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif antara religiositas terhadap kepercayaan diri narapidana menjelang masa bebas. Subyek penelitian ini adalah narapidana menjelang masa bebas di Lapas Klas I Makassar. Jumlah subyek pada penelitian ini adalah 30 orang (N = 30). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala religiositas dan skala kepercayaan diri. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik regression (regresi sederhana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif religiositas terhadap kepercayaan diri narapidana menjelang masa bebas, r = 0,446 , R Square = 0,199, F = 6,944,dan p = 0,014. Kata kunci: Religiositas, Kepercayaan Diri

    ANALISIS MODEL KOMUNIKASI HAROLD DWIGHT LASWELL TERHADAP NOVEL ASMA NADIA CINTA 2 KODI

    No full text
    This study discusses the application of Harold Dwight Laswell\u27s communication model on  Asma  Nadia’s  Cinta  2  Kodi.  By  applying  it,  the  author  only  uses  the  message elements.   The   author   has   classified   several   communication   messages   including: patriarchal and matriarchal culture, maternal affection over father, wife\u27s obedience to  husband  due  to  compulsion,  husband\u27s  advice  to  wife,  da\u27wah  and  the  main character  (Kartika  or  communicant).  The  results  of  this  study  by  applying  Harold Dwight  Laswell\u27s  communication  model  on  Asma  Nadia’s  Cinta  2  Kodi  showsthe messages and the effects. Based on the results of the study, it can be concluded that there  are  five  elements  of  Laswell’s  communication  model:  Communicators  (who), Message (says  what),  receiver  (to  whom),  Medium  (in  which  channel),  Effect  (with what effect). Key Words: Communication Model, Messages, Effects of Communicatio

    SURVEI MINAT BELAJAR PENJAS DAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI PADA SISWA SMPN 33 MAKASSAR

    No full text
    ABSTRAK NURSALAM SYARIFUDDIN 2019. Survei Minat Belajar Penjas Dan Tingkat Kesegaran Jasmani Pada Siswa SMPN 33 Makassar. Skripsi. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Makassar “di bimbing oleh Pembimbing I Imam Suyudi, Pembimbing II Masjumi Nur”. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui hasil dari survei minat belajar penjas pada siswa SMPN 33 Makassar.(2) Untuk mengetahui hasil survei dari tingkat kesegaran jasmani penjas pada siswa SMPN 33 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua siswa SMPN 33 Makassar. Sampel penelitian terdiri dari 30 orang siswa putra siswa SMPN 33 Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif menggunakan fasilitas komputer melalui program SPSS. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil : (1) Minat belajar penjas siswa SMPN 33 Makassar dalam katergori sedang 12 siswa (40%). (2) Tingkat kesegaran jasmani siswa SMPN 33 Makassar dapat dikategorikan sedang 25 siswa (83.3%) kata kunci : Minat belajar, Tingkat kesegaran jasman

    Internalization of The Educational Value of Salaf and Kholaf Pesantren: a Comparative Study Between Pesantren An-Nur and Bahjatul Ulum Probolinggo

    No full text
    Artikel ini dilatarbelakangi karena adanya fenomena yang terjadi di tengah masyarakat saat ini, seperti tindak kekerasan antar pelajar, pelajar dengan masyarakat, kehidupan masyarakat yang konsumtif, dan lain-lain. Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan pengembangan nilai pendidikan karakter pesantren An-Nur dan pesantren Bahjatul Ulum. Fokus artikel ini adalah untuk mengetahui internalisasi nilai pendidikan karakter apa saja yang dikembangkan di pondok pesantren An-Nur dan Pondok Pesantren Bahjatul Ulum Probolinggo dan bagaimana proses internalisasinya serta hambatan yang terjadi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kesimpulannya adalah bahwa nilai karakter yang dikembangkan di kedua pesantren sanagat bervariasi diantaranya: mandiri, peduli, tanggung jawab. Pelaksanaan pendidikan karakter di Pondok Pesantren An-Nur dilakukan melalui proses pengajian dan kultur pesantren, sedangkan di Pondok Pesantren Bahjatul Ulum dilakukan melalui proses pembelajaran pengembangan diri, ekstrakulikuler pesantren. Hambatan/kendala yang dihadapi dalam penerapan nilai karakter di pesantren yakni: pertama, kendala dari internal pesantren, kedua, kendala dari santri, ketiga, kendala dari lingkungan

    PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR DENGAN MEDIA “AKSELERASI INDONESIAâ€

    No full text
    The students’ low interest in learning Social science, especiallyon the changes of provinces in Indonesia, has an impact on their learning motivation which automatically makes the studying outcomes are not satisfying. This is experienced by class VI students of Jetis III Elementary school during 2016/2017 period. This article observes about the methods to increase learning motivation and student learning outcomes in Social Science particularly about the changes of Provinces in Indonesia by using media learning called "Indonesian Acceleration (I Love Learning Provinces in Indonesia). The method used to obtain data in the use of "Akselerasi Indonesia†or Indonesian Acceleration, learning media is Qualitative and quantitative research packaged in the classroom action research. The result of learning showsthe increase of students’ interest that can be proven bythe learning outcomes after using "Indonesian Acceleration" learning media

    PERANAN SUNAN AMPEL DALAM DAKWAH ISLAM DAN PEMBENTUKAN MASYARAKAT MUSLIM NUSANTARA DI AMPELDENTA

    No full text
    Islam entered the archipelago through several figures called Walisongo. Sheikh Maulana Malik Ibrahim was a leader and pioneer in the field of da\u27wah who succeeded in forming students to carry out his missions in preaching to the Archipelago and that had happened since the 15th century AD The Walisongo figures I studied were; Sunan Ampel who first came only briefly or stopped by the land of Java with the intention of looking at his aunt until finally settled in Java. Then, the way of preaching carried out by Sunan Ampel by means of da\u27wah without any element of coercion or the path of peace.                                                                                                                                                                                                                       Sunan Ampel conducts the spread of Islam in Majapahit with permission from Prabu Brawijaya, so that Sunan Ampel has full rights for Islamization in the Majapahit area. Furthermore, Sunan Ampel established a boarding school in the main door area of ​​the Majapahit kingdom where the Islamic boarding school area is a gift from Prabu Brawijaya. In the preaching carried out by Sunan Ampel, he has several tactics in the spread of Islam that I mentioned above. Then the students who were guided by Sunan Ampel also participated in the spread of Islam in all directions. Keywords : Sunan Ampel, Da\u27wah and Muslim AmpeldentaIslam entered the archipelago through several figures called Walisongo. Sheikh Maulana Malik Ibrahim was a leader and pioneer in the field of da\u27wah who succeeded in forming students to carry out his missions in preaching to the Archipelago and that had happened since the 15th century AD The Walisongo figures I studied were; Sunan Ampel who first came only briefly or stopped by the land of Java with the intention of looking at his aunt until finally settled in Java. Then, the way of preaching carried out by Sunan Ampel by means of da\u27wah without any element of coercion or the path of peace.                                                                                                                                                                                                                       Sunan Ampel conducts the spread of Islam in Majapahit with permission from Prabu Brawijaya, so that Sunan Ampel has full rights for Islamization in the Majapahit area. Furthermore, Sunan Ampel established a boarding school in the main door area of ​​the Majapahit kingdom where the Islamic boarding school area is a gift from Prabu Brawijaya. In the preaching carried out by Sunan Ampel, he has several tactics in the spread of Islam that I mentioned above. Then the students who were guided by Sunan Ampel also participated in the spread of Islam in all directions. Keywords : Sunan Ampel, Da\u27wah and Muslim Ampeldent
    corecore