1,721,268 research outputs found
Aktivitas dakwah ustadz Syamsul Hidayat di Majlis Zikir dan tausiyah al-Hikmah Ciriung-Bogor
Dakwah adalah suatu proses penyelenggaraan aktivitas atau usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja dalam upaya meningkatkan taraf dan tata nilai hidup manusia yang berlandaskan ketentuan Allah SWT dan Rasulullah SAW yang dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dan metode-metode tertentu dengan tujuan mendapatkan kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat. Bekal keilmuan yang Ustadz Syamsul Hidayat miliki menjadikan ia da�i, Ulama, serta kyai yang mempunyai keahlian serta dedikasi yang tinggi dalam khazanah perdakwahan. Disamping sebagai penceramah ia juga memiliki tugas sebagai Pembimbing di Majlis Zikir dan Tausiyah Al-Hikmah. Ustadz Syamsul Hidayat adalah da�i dan ulama yang cukup berpengaruh di daerah Bogor. Dalam mengembangkan kegiatan dakwah pelaksanaan zikir dan tausiyah ia menggunakan metode dengar dan ikuti. Dimana Ustadz Syamsul Hidayat membacakan lafadz-lafadz zikir dan di ikuti oleh seluruh jama�ah yang hadir. Dari pemaparan diatas dapatlah dirumuskan, Bagaimanakah aktivitas dakwah Ustadz Syamsul Hidayat dalam melaksanakan zikir dan tausiyah di Majlis Al-Hikmah? Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dengan menggunakan metodologi deskriptif analisis yaitu bahwa data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam dengan narasumber dan dokumentasi yang akan menghasilkan penafsiran penulis. Dari uraian yang telah dijabarkan di atas, penulis mencoba menganalisis tentang Aktivitas Dakwah Ustadz Syamsul Hidayat. Dari hasil pengamatan dalam penelitian ini penulis menyimpulkan, kegiatan dakwahnya, seperti: zikir bersama, pengajian fiqih, taklim umum, pembacaan maulid Nabi Muhammad saw (rawi), istighasah akbar,dan khutbah jumat. Dakwah merupakan kewajiban bagi manusia dalam menyampaikan kebaikan, yang bersumber dari Al-Qur�an dan Hadits. Salah satunya dengan seruan yang disampaikan oleh Ustadz Syamsul Hidayat yaitu dengan mengajak para jama�ah melaksanaan zikir dan tausiyah agar terciptanya peningkatan beribadah yang lebih baik, lebih merasa akan kehadiran Allah. Sehingga, bisa menjadi rem saat akan melakukan kesalahan. Karena, dalam dirinya yakin bahwa Allah senantiasa bersamanya. Sadar bahwa Allah Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Mengetahui
Dollar a Day Re-Revisited
Recently, the World Bank re-estimated the international poverty line used for global poverty measurement and the first Millennium Development Goal based on an updated country sample of national poverty lines and new results for PPP exchange rates. This generated the new international poverty line of .25 per capita per day in 2005PPP$. In this paper we show, using the same data, that the best statistical estimation of the relationship between mean consumption and national poverty lines generates an international poverty line that is substantially higher than .25 a day
Dollar a Day Re-Revisited
Recently, the World Bank re-estimated the international poverty line used for global poverty measurement and the first Millennium Development Goal based on an updated country sample of national poverty lines and new results for PPP exchange rates. This generated the new international poverty line of .25 per capita per day in 2005PPP$. In this paper we show, using the same data, that the best statistical estimation of the relationship between mean consumption and national poverty lines generates an international poverty line that is substantially higher than .25 a day
International income poverty measurement: Which way now?
In this paper, we critically review conceptual and empirical issues surrounding the derivation of the international poverty line, expressed in PPP-adjusted dollars and linked to various rounds of the International Comparison of Prices (ICP). We find that there are some limitations in the current estimation of these lines, but show that statistically superior methods lead to lines that are relatively robust and confirm the 1.67-1.71 using 2011PPPs; they also roughly confirm the current shape of the proposed "weakly relative" poverty line. Using the new absolute line using 2011 PPPs would lead to substantially lower poverty in our estimation. The extent of the decline depends on whether and how one treats China, India, and Indonesia differently from other countries in the 2005 and 2011 PPPs. More seriously, we note that the dependence on the conceptual and empirical problems associated with the link to successive ICP rounds creates problems that have gotten worse over time so that we suggest that it would be best to consider alternatives to the current reliance on ICP rounds and the resulting PPPs. As a quick fix we propose to fix the international poverty line in national currencies using either the 2005 or 2011 level; in the medium term, we argue for global poverty measurement based on internationally coordinated national poverty measurement
Analysis of Unemployment Rate in the Monetary Inflationary Targeting Framework Policy System in Developed and Developing Countries
Tingkat pengangguran di dunia terus mengalami fluktuasi seiring dengan variabel makroekonomi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari pemberlakuan kebijakan Inflationary Targeting Framework (ITF) beserta faktor lainnya seperti tingkat inflasi dan tingkat pertumbuhan PDB dan nilai tukar terhadap tingkat peganggura di dunia. Data yang digunakan berbentuk data panel dengan periode analisis dari tahun 1980 hingga 2019 dengan 114 negara di dunia. Data penelitian ini besumber dari World Economic Outlook dan International Financial Statistics yang dirilis oleh International Monetary Fund (IMF). Penelitian ini menggunakan analsis regresi data Unbalanced Panel dengan metode Pooled Least Square . Hasil penelitian ini menunjukan kebijakan ITF memberikan perbedaan yang nyata dan positif terhadap tingkat pengangguran di dunia dan negara maju serta tidak memberikan perbedaan nyata pada tingkat pengangguan di negara berkembang. Pertumbuhan PDB berpegaruh signifikan positif terhadap tingkat pengangguran di dunia negara maju dan berkembang.The unemployment rate in the world continues to fluctuate along with other
macroeconomic variables. This study aims to analyze the effect of the
implementation of the Inflationary Targeting Framework (ITF) policy along with
other factors such as the inflation rate and GDP growth rate and the exchange rate
on the level of peganggura in the world. The data used is in the form of panel data
with an analysis period from 1980 to 2019 with 114 countries in the world. The
research data comes from the World Economic Outlook and International
Financial Statistics released by the International Monetary Fund (IMF). This study
uses Unbalanced Panel data regression analysis with the Pooled Least Square
method. The results of this study indicate that the ITF policy provides a real and
positive difference to the unemployment rate in the world and developed countries
and does not make a real difference in the level of disturbance in developing
countries. GDP growth has a significant positive effect on the unemployment rate
in the world, developed and developing countries
Analisis Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter Jalur Harga Aset Melalui Instrumen Sukuk Negara di Indonesia
Mekanisme kebijakan moneter hingga memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan
inflasi disebut sebagai mekanisme transmisi kebijakan moneter. Penelitian ini
menggunaan data bulanan periode Februari 2011 hingga Desember 2016 dengan
metode VAR/VECM. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Indeks
Harga Konsumen (IHK), Indeks Produksi Industri (IPI), pembiayaan konsumsi
perbankan syariah (FKON), pembiayaan investasi perbankan syariah (FINV),
equivalent rate deposito mudharabah (ERDEPOS), tingkat imbal hasil PUAS,
fee SBIS, dan yield Sukuk Negara (YSUKUK). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa yield Sukuk Negara memiliki peran penting dalam transmisi kebijakan
moneter di Indonesia. Sukuk Negara memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan
output riil dan inflasi
Preferensi Penggunaan Uang Fiat Dibandingkan Uang Berbasis Logam Mulia dengan Pengaruh Harga Emas dan Informasi Return Asset
Fenomena uang fiat yang dipakai pada negara-negara yang ada di dunia,
termasuk rupiah, dinilai menjadi salah satu faktor penyebab instabiltas kinerja
perekonomian yang tercermin dari fluktuasi laju inflasi dan volatilitas nilai tukar.
Penelitian ini berupaya untuk memberikan alternatif instrumen pembayaran yang
ada di Indonesia maupun yang ada di dunia karena uang fiat tidak memiliki nilai
intrinsik. Dengan menggunakan instrumen pembayaran di Indonesia berupa uang
berbasis logam mulia, yaitu uang memiliki nilai intrinsik berupa beberapa gram
emas pada uang tersebut sesuai dengan nominal uang. Nilai intrinsik pada uang
berbasis logam mulia ini diharapkan dapat menahan laju inflasi serta depresiasi
nilai tukar suatu negara khususnya rupiah terhadap mata uang negara lain sehingga
mampu mencapai dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui sejauh mana uang berbasis logam mulia dapat diterima oleh
masyarakat dengan mengetahui preferensi pilihan uang yang akan digunakan
dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan uang fiat
dibanding uang berbasis logam mulia.
Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis inferensial dan
model regresi logistik dengan pendekatan eksperimental ekonomi. Hasil penelitian
menunjukan bahwa jenis uang yang paling banyak dipilih oleh responden dengan
pengaruh harga emas dan informasi return asset adalah uang berbasis logam mulia.
Secara umum, faktor yang berpengaruh terhadap preferensi penggunaan uang
dengan pengaruh harga emas adalah umur, pendapatan dan asal universitas.
Adapun faktor yang mempengaruhi preferensi dengan pengaruh informasi return
asset terdiri dari umur, asal universitas dan departemen
Pembentukan Portofolio Saham Optimal Menggunakan Model Korelasi Konstan pada Jakarta Islamic Index (JII).
Indonesia memiliki dua indeks saham dengan komposisi saham-saham
paling liquid yaitu LQ45 untuk saham konvensional dan Jakarta Islamic Index
(JII) untuk saham syariah. Rata-rata return dari LQ45 memiliki nilai yang lebih
tinggi dari JII. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kondisi saham-saham JII,
menganalisis portofolio optimal saham-saham JII menggunakan Model Korelasi
Konstan, serta menganalisis kinerja portofolio yang terbentuk menggunakan
Sharpe Index pada periode jangka panjang dan jangka pendek. Kondisi sahamsaham
JII pada kedua periode penelitian memiliki nilai expected return dan risiko
yang bervariasi. Portofolio optimal yang terbentuk pada periode jangka panjang
terdiri dari saham KLBF dan UNVR dengan tingkat expected return 2.53% dan
risiko sebesar 0.06748. Periode jangka pendek menghasilkan investasi optimal
UNTR dengan tingkat expected return 5.03% dan risiko sebesar 0.04721. Nilai
Sharpe Index pada dua periode penelitian dikategorikan memiliki kinerja yang
baik
Analisis Pengaruh Instrumen Kebijakan Moneter terhadap Volatilitas Indeks Harga Saham Keuangan di Indonesia.
Kebijakan moneter sebagai salah satu kebijakan ekonomi berperan penting
dalam suatu perekonomian. Terdapat instrumen-instrumen kebijakan moneter
yang dipergunakan oleh bank sentral antara lain Operasi Pasar Terbuka (OPT),
intervensi rupiah, sterilisasi valuta asing, fasilitas diskonto, Giro Wajib Minimum
(GWM), dan Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI). Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh instrumen kebijakan moneter terhadap volatilitas
harga saham sektor keuangan di Indonesia. Data yang digunakan adalah data
sekunder yang diperoleh dari instansi terkait seperti Bank Indonesia dan Bursa
Efek Indonesia. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
GARCH. Hasil menunjukan bahwa GWM dan Fasilitas Diskonto berpengaruh
terhadap volatilitas IHSK sedangkan, Operasi Pasar Terbuka tidak. Pada
penelitian ini menunjukan bahwa volatilitas IHSK dipengaruhi oleh GWM
dimana memiliki pengaruh yang positif
Risiko Insolvensi dan Faktor – Faktor yang Memengaruhinya pada Perusahaan Asuransi di Indonesia
Asuransi sebagai lembaga jasa keuangan merupakan salah satu pendukung
pertumbuhan ekonomi. Rendahnya partisipasi masyarakat, persaingan dan regulasi
yang semakin ketat menjadikan perusahaan asuransi rentan akan risiko insolvensi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan insolvensi serta faktor –
faktor yang memengaruhinya pada perusahaan asuransi di Indonesia. Data yang
digunakan adalah data 48 perusahaan asuransi dari tahun 2012 hingga 2017 yang
diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan dan website perusahaan asuransi. Analisis
yang digunakan pad a penelitian ini adalah z-score dan Metode OLS. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat kemungkinan terjadinya insolvensi pada
beberapa perusahaan asuransi serta aset dan debt ratio merupakan faktor – faktor
yang memengaruhi risiko insolvensi
- …
