1,720,994 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun melalui picture word induktive model. Jenis penelitian ini adalah tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah anak-anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 16 anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Uji validitas kuantitatif menggunakan triangulasi konstruk sedangkan kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan deskriptif komparatif sedangkan data kualitatif menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan melalui penerapan picture word inductive model terjadi peningkatan kemampuan membaca permulaan. Peningkatan dapat dilihat melalui meningkatnya kemampuan membaca permulaan anak yaitu pada pengetahuan huruf abjad, membaca suku kata dan membaca kata berdasarkan gambar dan tulisan. Hasil keseluruhan peningkatan persentase setelah diterapkan picture word inductive model, pada siklus I diperoleh ketuntasan sebesar 50%. Peningkatan pada siklus II sebesar 75%. Penerapan picture word inductive model dilakukan dengan cara mengeksplorasi sebuah gambar yang bertujuan untuk mengenalkan kosakata ke anak dengan memanfaatkan kemampuan alamiah anak dalam bidang baca tulis. Pelaksanaan PWIM juga menggunakan kartu kata maka secara tidak langsung anak belajar kata dari kartu kata dan kata yang ada dibagan gambar yang dapat menambah pengetahuan anak tentang huruf dan bunyi huruf. Adanya kartu kata juga bisa melatih anak belajar membaca dan mencocokan makna kata dengan bagan gambar. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui picture word inductive model dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5-6 tahun. Key word : kemampuan membaca permulaan, picture word inductive model, anak usia 5-6 tahu

    EFEKTIVITAS BRAIN BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas brain based learning terhadap kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 1 dan TK Aisyiyah Nusukan 3 Surakarta tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi eksperimen dengan desain non equivalent control group design. Sampel penelitian ini sejumlah 37 anak usia 5-6 tahun. Validitas instrumen menggunakan validitas isi. Teknik pengumpulan data melalui tes. Uji normalitas dan uji homogenitas menggunakan kolmogrovsmirnov dan lavene test of equality of variance. Analisis data penelitian menggunakan statistik parametrik setelah data dinyatakan normal dan homogen dengan taraf signifikansi p ≤ 0,05. Uji hipotesis menggunakan t-test dengan SPSS 15 for windows. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikansi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (signifikansi p ≤ 0,05). Nilai signifikansi sebesar 0,008 yang menunjukkan bahwa brain based learning efektif meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun.

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan model pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan keterampilan proses sains pada anak kelompok A TK Al Huda. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana hasil penerapan model pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan keterampilan proses sains pada anak kelompok A TK Al Huda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun di TK Al Huda tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 15 anak didik. Teknik pengumpulan data melalui obsevasi, wawancara, unjuk kerja dan dokumentasi. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan deskriptif komparatif dan analisis data kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains mengalami peningkatan secara klasikal yaitu pada pratindakan sebesar 26,7% atau 4 anak, siklus I sebesar 66,7% atau 10 anak dan siklus II sebesar 86,7% atau 13 anak. Simpulan dari penelitian adalah model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan keterampilan proses sains pada anak kelompok A TK Al Huda Tahun Ajaran 2017/2018. Hal ini dibuktikan dengan anak dapat mengamati suatu objek, anak dapat mengklasifikasikan benda dan anak dapat mengkomunikasikan hasil percobaan.Kata Kunci: keterampilan proses sains, model pembelajaran kontekstua

    HUBUNGAN ANTARA PENDAPATAN ORANG TUA TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA DINI DI SEKOLAH

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan percaya diri anak dengan menerapkan gerak dan lagu di TK Aisyiyah 01 Semanggi Pasar Kliwon Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Terdiri dari dua siklus setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek pada penelitian ini adalah 21 anak usia 4-5 tahun yang terdiri dari 8 anak perempuan dan 13 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode, sedangkan validitas data kuantitatif menggunakan validitas konstruk. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa melalui kegiatan gerak dan lagu anak dapat menyalurkan atau mengekspresikan perasaan dan sikap positif anak melalui nyanyian dan gerakan sehingga melalui kegiatan gerak dan lagu dapat meningkatkan percaya diri anak pada kelompok A TK Aisyiyah 01 Semanggi Pasar Kliwon Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017 dari pratindakan sampai siklus II. Hasil ketuntasan percaya diri anak pada pratindakan sejumlah 7 anak dari 21 anak atau sebesar 33%. Hasil ketuntasan percaya diri anak pada siklus I meningkat menjadi 12 anak atau 57%. Hasil ketuntasan percaya diri anak pada siklus II menjadi 85% atau 18 anak. Berdasarkan uraian di atas, hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan kegiatan gerak dan lagu dapat meningkatkan percaya diri anak kelompok A TK Aisyiyah 01 Semanggi Pasar Kliwon Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan meningkatnya keberanian anak untuk menyatakan pendapat, bertanya dan menjawab pertanyaan serta anak lebih mandiri dan berani dalam melakukan seuatu, seperti maju kedepan kelas tanpa didampingi guru.Katakunci : percaya diri, gerak dan lagu, anak usia 4-5 tahu

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore