1,720,963 research outputs found

    Strukturalisme Genetik Asmaraloka

    No full text
    The research of Asmaraloka novel, the work of Danarto was literature sociological research with Genetic Structuralism approach supported by Systemic Functional Linguistic approach; the mental process meets the scientific principles in collecting and analysing of data. The novel, has been an object of research because: first the it was produced by Indonesian author of good reputation, the outhor had been encouraged to describe a fantacy-based event about a reality occuring in community into his work. Danarto had repeatedly received awards of both national and international litrature works. There have been many work of Danarto translated into foreign languages; second, the novel was a monumental work: third, socially the background of this novel was intergroup wars in Indonesia during reform ation era leading to relevance for reseach by genetic structuralism theory to consolidate the emergence of autor’s view in the novel. The focus of the research included: (1) The structure of Asmaraloka novel, the work of Danarto, reflection of the problematic characters due to intercharacter relationship or environment; (2) the social life of Danarto the author related to Asmaraloka novel; (3) The historic background or social events of Indonesian people consolidating the birth of Asmaraloka novel; (4) The Danarto’s view about Indonesian people in the Asmaraloka novel; and (5) mental process in Asmaraloka novel.Penelitian terhadap novel Asmaraloka karya Danarto ini merupakan penelitian sosiologi sastra dengan pendekatan Strukturalisme Genetik yang ditopang pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik: Proses Mental yang memenuhi prinsip-prinsip ilmiah dalam pemerolehan dan penganalisisan data. Novel Asmaraloka karya Danarto dijadikan objek penelitian, karena: pertama, novel tersebut diciptakan seorang pengarang Indonesia yang memiliki reputasi baik, pengarang yang berani membuka jalan untuk menggambarkan suatu peristiwa berdasarkan fantasi tentang realita peristiwa yang terjadi dalam masyarakat ke dalam karyanya. Danarto beberapa kali memperoleh penghargaan dalam bidang sastra tingkat nasional dan internasional. Karya-karya Danarto telah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Kedua, novel Asmaraloka merupakan karya monumental. Ketiga, novel ini secara sosial berlatar belakang perang antargolongan di Indonesia masa reformasi sehingga relevan diteliti dengan teori strukturalisme genetik yang mengkondisikan lahirnya pandangan pengarang dalam novel Asmaraloka. Fokus dalam penelitian, yakni (1) Struktur novel Asmaraloka karya Danarto yang menceminkan problematika tokoh akibat hubungan antar tokoh maupun lingkungannya; (2) Kehidupan sosial pengarang Danarto yang berhubungan dengan novel Asmaraloka; (3) Latar belakang sejarah atau peristiwa sosial masyarakat Indonesia yang mengkondisikan lahirnya novel Asmaraloka; (4) Pandangan Danarto tentang masyarakat Indonesia dalam novel Asmaraloka; dan (5) proses mental dalam novel Asmaraloka206 halamanTesis Magiste

    Kearifan Masyarakat Melayu Langkat dalam Teks dan Konteks Istiadat Membangun Rumah

    No full text
    Judul Skripsi ini “Kearifan Masyarakat Melayu Langkat Dalam Teks dan Konteks Istiadat Membangun Rumah”. Skripsi ini merupakan hasil dari penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menjawab tiga rumusan masalah yakni sebagai berikut: pertama, bagaimanakah tahap istiadat masyarakat Melayu langkat dalam membangun rumah? Kedua, bagaimanakah struktur rumah panggung tradisional Melayu Kabupaten Langkat? Ketiga, bagaimanakah Teks dan Konteks pada istiadat dalam membangun masyarakat rumah Melayu Langkat? Maknateks dan konteks pada istiadat dalam membangun rumah masyarakat melayu langkat? Data yang digunakan adalah data Primer dan Sekunder. Data primer yang diperoleh langsung dari pihak yang memahami lapangan atau lokasi penelitian yaitu Masyrakat Dusun Ampera 2 stabat Lama Barat Kec. Wampu Kabupaten Langkat dan data sekunder diperoleh dari lokasi penelitian yaitu studi dokumentasi, perpustakan, dan website. Berdasarkan hasil penelitian, Masyarakat Dusun Ampera II Stabat Lama Barat Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat sudah menerapkan proses pembangunan rumah dengan tahapan dan struktur rumah panggung tradisional Melayu mengikuti teks dan konteks pada istiadat membangun rumah, dan itu masih berlangsung dan terus di pakai sampai saat ini dalam proses pembangunan rumah Melayu. Sehingga dengan teks dam konteks tersebut Masyarakat Melayu Langkat bisa membangun rumah dengan baik.72 HalamanSkripsi Sarjan

    Tradisi Bakar Batu Bata di Desa Lubuk Dendang Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap-tahap dalam ritual bakar batu dan nilai-nilai budaya apa saja yang terkandung dalam ritual bakar batu pada masyarakat di Desa Lubuk Dendang. Penelitian ini bersifat deskriptif yakni berusaha menggambarkan secara objektif dan tepat tentang tradisi dalam bakar batu bata pada masyarakat Lubuk Dendang dengan teknik analisis yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahap-tahap ritual dalam pembakaran batu bata terdiri dari menyediakan ayam kampung jantan panggang dan pulut kuning, bunga rampai, mengundang tetua adat seperti ustad, membaca doa ritual, memilih tanah, mencetak tanah, menjemur tanah, dan melakukan pembakaran. Terdapat beberapa nilai budaya yang terkandung dalam ritual pembakaran batu bata pada masyarakat di desa lubuk dendang, diantaranya adalah nilai agama, nilai budaya, dan nilai solidaritas.63 HalamanSkripsi Sarjan

    Nilai Solidaritas Masyarakat dalam Cerita Lisan Raja Asal Hulu dan Hilir di Barus

    No full text
    Judul Skripsi: Nilai Solidaritas Masyarakat Dalam Cerita Lisan Raja Asal Hulu Dan Hilir Di Barus. Penelitian ini membahas nilai solidaritas pada cerita Raja Asal Hulu dan Hilir di Barus. Permasalahan yang di bahas dalam penelitian ini yaitu nilai solidaritas Raja Hulu dan Hilir di Barus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui cerita yang sesungguhnya tentang nilai solidaritas masyarakat dalam cerita Raja asal Hulu dan Hilir di Barus. Teori yang digunakan adalah teori sosiologi sastra. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskripti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengetahui cerita Raja asal Hulu dan Hilir di Barus juga nilai solidaritas masyarakat dalam cerita lisan Raja asal Hulu dan Hilir di Barus.62 HalamanSkripsi Sarjan

    Kearifan Masyarakat Melayu Langkat dalam Teks dan Konteks Istiadat Membangun Rumah

    No full text
    Judul Skripsi ini “Kearifan Masyarakat Melayu Langkat Dalam Teks dan Konteks Istiadat Membangun Rumah”. Skripsi ini merupakan hasil dari penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menjawab tiga rumusan masalah yakni sebagai berikut: pertama, bagaimanakah tahap istiadat masyarakat Melayu langkat dalam membangun rumah? Kedua, bagaimanakah struktur rumah panggung tradisional Melayu Kabupaten Langkat? Ketiga, bagaimanakah Teks dan Konteks pada istiadat dalam membangun masyarakat rumah Melayu Langkat? Maknateks dan konteks pada istiadat dalam membangun rumah masyarakat melayu langkat? Data yang digunakan adalah data Primer dan Sekunder. Data primer yang diperoleh langsung dari pihak yang memahami lapangan atau lokasi penelitian yaitu Masyrakat Dusun Ampera 2 stabat Lama Barat Kec. Wampu Kabupaten Langkat dan data sekunder diperoleh dari lokasi penelitian yaitu studi dokumentasi, perpustakan, dan website. Berdasarkan hasil penelitian, Masyarakat Dusun Ampera II Stabat Lama Barat Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat sudah menerapkan proses pembangunan rumah dengan tahapan dan struktur rumah panggung tradisional Melayu mengikuti teks dan konteks pada istiadat membangun rumah, dan itu masih berlangsung dan terus di pakai sampai saat ini dalam proses pembangunan rumah Melayu. Sehingga dengan teks dam konteks tersebut Masyarakat Melayu Langkat bisa membangun rumah dengan baik.72 HalamanSkripsi Sarjan

    Nilai Budaya Legenda Tengku Raden di Masyarakat Melayu Kualuh–Leidong di Desa Kuala Beringin Kabupaten Labuhanbatu Utara

    No full text
    Dalam penelitian ini membahas tentang unsur – unsur intrinsik dan nilai – nilai budaya yang terkandung dalam legenda Tengku Raden tersebut.Dengan tujuan untuk memaparkan unsur – unsur intrinsik legenda Tengku Raden serta menguraikan nilai – nilai budaya yang terkandung dalam legenda Tengku Raden.Seperti yang diungkapkan Teeuw (1984:135), “Analisis struktural bertujuan untuk membongkar dan memaparkan secara cermat keterkaitan dan keterjalinan semua unsur dan aspek karya sastra yang bersama – sama menghasilkan makna menyeluruh”. Secara garis besar sastra terbagi atas dua bagian yaitu : sastra lisan dan sastra tulisan. Sastra lisan dalam penyampaiannya adalah dari mulut ke mulut yang berisi cerita – cerita terhadap sesama (sastra oral) yang merupakan warisan turun – temurun dan mempunyai nilai – nilai luhur yang perlu dikembangkan misalnya mitos, legenda, dan dongeng.Sastra tulisan dalam penyampaiannya adalah melalui tulisan yang sudah dibukukan dan dibaca orang banyak. Etnis Melayu Kualuh merupakan salah satu etnis yang sudah mempunyai kebudayaan dan karya sastra sendiri.Sebagai suatu contoh sastra lisan Melayu Kualuh ialah legenda.Legenda merupakan cerita yang mengisahkan terjadinya sesuatu yang dapat dibuktikan kebenarannya dan masih bisa dilihat bukti peniggalannya.Dari kebenaran itu diyakini memiliki magis oleh masyarakat penganutnya. Metode yang dipergunakan dalam penganalisisan ini adalah metode analisis deskriptif dengan teknik penelitian lapangan.Penelitian deskriptif adalah penelitian yang memaparkan secara rinci hubungan antara suatu objek tertentu dengan dengan populasi yang ada di daerah tersebut, demikian juga halnya dengan Tengku Raden tersebut kepada masyarakatnya serta nilai – nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa legenda Tengku Raden terdapat unsur – unsur intrinsik yaitu : Tema, tema dalam legenda Tengku Raden menggambarkan tentang seorang pendekar yang sakti mandraguna yang ingin memperjuangkan kemerdekaan untuk Nusantara pada umumnya dan Sumatera Timur khususnya dari penjajahan Belanda, Alur atau Plot, Latar atau Setting, dan perwatakan dalam legenda Tengku Raden terdiri dari beberapa tokoh yaitu Tengku Raden, Puteri Bedagai ( Permaisuri Kualuh ) dan Raja Kualuh. Dalam penelitian ini terdapat nilai – nilai Budaya yang terkandung pada legenda Tengku Raden yaitu sistem kekerabatan, tanggung jawab, kasih sayang, dan pertentangan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah legenda Tengku Raden dalam masyarakat memiliki hubungan yang erat karena lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat serta mempunyai objek dari berbagai aspek kehidupan yang terjadi dalam masyarakat begitu juga dengan unsur – unsur intrinsik yang dipelajari oleh masyarakat khususnya terarah pada nilai – nilai budaya yang terdapat dalam legenda Tengku Raden.105 HalamanSkripsi Sarjan

    Nilai Budaya Legenda Tengku Raden di Masyarakat Melayu Kualuh–Leidong di Desa Kuala Beringin Kabupaten Labuhanbatu Utara

    No full text
    Dalam penelitian ini membahas tentang unsur – unsur intrinsik dan nilai – nilai budaya yang terkandung dalam legenda Tengku Raden tersebut.Dengan tujuan untuk memaparkan unsur – unsur intrinsik legenda Tengku Raden serta menguraikan nilai – nilai budaya yang terkandung dalam legenda Tengku Raden.Seperti yang diungkapkan Teeuw (1984:135), “Analisis struktural bertujuan untuk membongkar dan memaparkan secara cermat keterkaitan dan keterjalinan semua unsur dan aspek karya sastra yang bersama – sama menghasilkan makna menyeluruh”. Secara garis besar sastra terbagi atas dua bagian yaitu : sastra lisan dan sastra tulisan. Sastra lisan dalam penyampaiannya adalah dari mulut ke mulut yang berisi cerita – cerita terhadap sesama (sastra oral) yang merupakan warisan turun – temurun dan mempunyai nilai – nilai luhur yang perlu dikembangkan misalnya mitos, legenda, dan dongeng.Sastra tulisan dalam penyampaiannya adalah melalui tulisan yang sudah dibukukan dan dibaca orang banyak. Etnis Melayu Kualuh merupakan salah satu etnis yang sudah mempunyai kebudayaan dan karya sastra sendiri.Sebagai suatu contoh sastra lisan Melayu Kualuh ialah legenda.Legenda merupakan cerita yang mengisahkan terjadinya sesuatu yang dapat dibuktikan kebenarannya dan masih bisa dilihat bukti peniggalannya.Dari kebenaran itu diyakini memiliki magis oleh masyarakat penganutnya. Metode yang dipergunakan dalam penganalisisan ini adalah metode analisis deskriptif dengan teknik penelitian lapangan.Penelitian deskriptif adalah penelitian yang memaparkan secara rinci hubungan antara suatu objek tertentu dengan dengan populasi yang ada di daerah tersebut, demikian juga halnya dengan Tengku Raden tersebut kepada masyarakatnya serta nilai – nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa legenda Tengku Raden terdapat unsur – unsur intrinsik yaitu : Tema, tema dalam legenda Tengku Raden menggambarkan tentang seorang pendekar yang sakti mandraguna yang ingin memperjuangkan kemerdekaan untuk Nusantara pada umumnya dan Sumatera Timur khususnya dari penjajahan Belanda, Alur atau Plot, Latar atau Setting, dan perwatakan dalam legenda Tengku Raden terdiri dari beberapa tokoh yaitu Tengku Raden, Puteri Bedagai ( Permaisuri Kualuh ) dan Raja Kualuh. Dalam penelitian ini terdapat nilai – nilai Budaya yang terkandung pada legenda Tengku Raden yaitu sistem kekerabatan, tanggung jawab, kasih sayang, dan pertentangan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah legenda Tengku Raden dalam masyarakat memiliki hubungan yang erat karena lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat serta mempunyai objek dari berbagai aspek kehidupan yang terjadi dalam masyarakat begitu juga dengan unsur – unsur intrinsik yang dipelajari oleh masyarakat khususnya terarah pada nilai – nilai budaya yang terdapat dalam legenda Tengku Raden.105 HalamanSkripsi Sarjan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore