1,721,020 research outputs found
EKSISTENSI TRADISI DAN BUDAYA MASYARAKAT BALI TRANSMIGRAN DI DESA JATI BALI KECAMATAN RANOMEETO BARAT KABUPATEN KONAWE SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi tradisi dan budaya Masyarakat Bali tranmigran di Desa Jati Bali Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yakni penelitian lapangan yang dengan teknik deskriptif analitik. Subjek dan objek penelitian ditentukan melalui teknik pursposive sampling, yakni memilih narasumber yang dianggap dapat mewakili keseluruhan masyarakat. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, studi kepustakaan, studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat transmigran Bali di Desa Jati Bali masih berusaha mempertahankan tradisi dan budaya Bali dalam berbagai aspek, antara lain system kepercayaan, upacara keagamaan dalam berbagai kegiatan hari perayaan, sistem kekerabatan, dan upacara kematian. Adapun perubahan yang mempengaruhi pola kehidupan Masyarakat transmigrant di Desa Jati Bali yakni coral arsitektur pemukiman dan perkawinan campuran. Meski demikian, perubahan-perubahan yang melingkupi masyarakat tidak melunturkan eksistensi tradisi dan budaya masyarakat sebagai etnis Bali
TEMBIKAR PADA GUA LADORI DI DESA BENDEWUTA KECAMATAN OHEO KABUPATEN KONAWE UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA (KAJIAN BENTUK DAN RAGAM HIAS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan ragam hias tembikar di Gua Ladori dan teknik pembuatan ragam hias. Penelitian ini menggunakan teori Sa Huynh-Kalanay, Out Of Taiwan dan Sejarah Budaya. Penelitian kualitatif adalah suatu prosedur pengambilan data yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa studi pustaka dan observasi. Tahap pengolahan data mengunakan analisis morfologi, analisis teknologi dan analisis stilistik.
Hasil penelitian ini menunjukan bentuk-bentuk gerabah yang ditemukan di Gua Ladori. Berdasarkan hasil rekonstruksi yang diambil dari 41 sampel, dari jumlah tersebut terdapat 31 fragmen tembikar yang dapat direkonstruksi 15 diantaranya berupa periuk, 7 diantaranya tutupan, 3 mangkuk, 3 mangkuk berkaki dan 10 diantara tidak dapat di rekonstruksi. Berdasarkan hasil analisis ragam hias tembikar yang terdapat di Gua Ladori berupa geometris yang terdiri dari 6 ragam hias yang dapat diidentifikasi yaitu garis berjumlah 4, belah ketupat berjumlah 12, lingkaran berjumlah 4, empat persegi berjumlah 2 dan segitiga berjumlah 1. Berdasarkan analisis teknik pembuatan ragam hias terdiri dari 4 teknik yaitu teknik tekan berjumlah 22, teknik tusuk berjumlah 2, teknik gores berjumlah 8 dan teknik tempel berjumlah 1
Analisis Nilai Penting Dalam Upaya Pelestarian Sumberdaya Arkeologi Di Kawasan Pangkalan Militer TNI AU Haluoleo Desa Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan
Archaeological resources in the Haluoleo Air Force Military Base region have a variety of remnantsof Japanese residence during the defense period in Kendari. But the threat of damage toarcheological resources is very potential due to natural factors andhuman factors. Thereforearchaeological resources must be carried out as soon as possible to prevent conservation frommore serious damage. The problem in this research is the inheritance of any archeologicalresources, what important valuesare contained in archeological resources, and what conservationefforts should be done. Archaeological resources in the Haluoleo Air Force Military Base area arebunkers, revetments, ammunition warehouses, and structures. Archaeological resources in theHaluoleo Military Air Force Base area contain important historical, scientific, cultural, educationaland economic values. Preservation of archeological resources in this area includes physical andlegal preservation. Physical preservation in the form of Adaptation, Restoration, Reconstruction,Rehabilitation, and Consolidation. While in terms of law, it is to provide legal legality toarcheological resources in the region.Sumberdaya arkeologi di kawasan Pangkalan Militer TNI AU Haluoleomemiliki keberagaman tinggalan bangunan pertahanan masa kependudukan Jepangdi Kendari.Namun keterancaman kerusakan terhadap sumberdaya arkeologi sangatpotensial yang diakibatkan oleh faktor alamiah dan faktor manusia.Oleh karena itusumberdaya arkeologi harus secepatnya dilakukan upaya pelestarian untukmenghindari dari kerusakan yang lebih serius. Permasalahan dalam penelitian iniyaitu tinggalan sumberdaya arkeologi apa saja, nilai penting apa saja yang dikandung sumberdaya arkeologi, dan upaya pelestarian apa saja yang harusdilakukan. Tinggalan sumberdaya arkeologi di kawasan Pangkalan Militer TNI AUHaluoleo berupa bungker, revetment, gudang amunisi, dan struktur.sumberdayaarkeologi di kawasan Pangkalan Militer TNI AUHaluoleomemiliki kandungan nilaipenting sejarah, ilmu pengetahuan, kebudayaan, pendidikan dan ekonomi. Upayapelestarian sumberdaya arkeologi di kawasan ini meliputi pelestarian fisik danhukum.Pelestarian fisik berupa Adapatasi, Restorasi, Rekonstruksi, Rehabilitasi,dan konsolidasi.Sedangkan dari sisi hukum yaitu untuk memberikan legalitas hukumterhadap sumberdaya arkeologi di kawasan tersebut
SEJARAH RITUAL TUTURANGIANA ANDALA PADA MASYARAKAT PULAU MAKASSAR KOTA BAU-BAU ABAD XVIII
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) Sejarah Ritual Tuturangiana Andala pada Masyarakat Pulau Makassar Kota Baubau, (2) Proses Pelaksanaan Ritual Tuturangiana Abdala Masyarakat Pulau Makassar Kota Baubau, (3) Fungsi Tradisi Ritual Tuturangiana Andala Bagi Masyarakat Pulau Makassar Kota Baubau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode sejarah dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: (1) Pemilihan Topik, (2) Heoristik Sumber, (3) Verifikasi Sumber, (4) Interpretasi Sumber, (5) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Sejarah Ritual Tuturangianan Andala Pada Masyarakat Pulau Makassar Kota Baubau. Disebut Pulau Makassar karena pada abad XVIII pulau ini didiami prajurit Kerajaan Gowa Sultan Hasanuddin yang ditawan oleh Kesultanan Buton. Saat akan memulai mencari mata pencaharian sebagai nelayan, pada abad XVIII masyarakat Pulau Makassar membuat Ritual Tuturangiana Andala yang masih dipertahankan hingga saat ini. (2) Proses pelaksanaan ritual tuturangiana Andala memiliki makna agar diberi keselamatan dan keberkahan oleh penguasa kepada nelayan saat beraktivitas di laut. (3) Ritual Tuturangiana Andala berasal dari bahasa Wolio, yakni dari kata Tuturangiana yang berarti upacara ritual atau yang diupacarakan dan Andala berarti laut. Kata dari Tuturangiana Andala berarti melakukan upacara ritual di lautTuturangiana Andala merupakan salah satu tradisi masyarakat nelayan Pulau Makassar yang bermukim didaerah Kota Baubau dan diwariskan secara turun-temuru
SEJARAH PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA: 1980-2016
This study aims to describe the history of the Regional Library of Southeast Sulawesi Province in 1980-2016. The method used in this study was the historical method conducted by Kuntowijoyo which consisted of five stages, namely: (1) selection of topics, (2) collection of sources, (3) verification of sources, (4) interpretation of sources and (5) historiography. The results of the study showed that: (1) the Regional Library of Southeast Sulawesi Province was established since 1980. (2) Management of the Regional Library of Southeast Sulawesi Province played an important role in providing information. (3) Development of the Regional Library of Southeast Sulawesi Province was in line with the development of the number of employees, col lections and visitors. (4) Management system of the Regional Library of Southeast Sulawesi Province started from planning, organizing, implementing, monitoring and evaluating.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah Perpustakaan Daerah ProvinsiSulawesi Tenggara: 1980-2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarahyang dikemukakan oleh Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahapan yaitu: (1) Pemilihan topik, (2)Pengumpulan sumber, (3) Verifikasi sumber, (4) interpretasi sumber, (5) Historiografi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: (1) Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara pada awalnyaberdiri sejak tahun 1980. (2) Pengelolaan Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggaraberperan penting untuk memberikan informasi. (3) Perkembangan Perpustakaan Daerah ProvinsiSulawesi Tenggara seiring dengan perkembangan jumlah pegawai, koleksi dan pengunjung. (4)Sistem manajemen Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara mulai dari perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi
TINGGALAN ARKEOLOGIS SITUS BENTENG RONGI DI KECAMATAN SAMPOLAWA
his study aims to determine the types of remains found on the site of the rongi fortress and how the function of the rongi fort is for the buton sultanate based on its remains. This study uses spatial archeology theory andsettlement approaches. This study uses data collection techniques as a literature study that collects literature relatedto the title of research, observation, documentation, and interviews. Then the stage of data processing and dataanalysis is using contextual analysis.The results of the study showed that the archeological remains were found inthe form of baruga, old house, cannons, weapons, kususuli, tombs, ceramic fragments and pottery fragments. Thefunction of the fort rongi for the buton sultanate based on its archeological remains which functions as a fortress aswell as a settlement.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis-jenissisa tinggalan arkeologi yang ditemukan di situs benteng rongi dan fungsi benteng rongi berdasarkan sisa-sisanya. Penelitian ini menggunakan teori arkeologi spasialdan pendekatan pemukiman. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sebagai studi literatur yangmengumpulkan literatur yang berkaitan dengan judul penelitian, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kemudiantahap pengolahan data dan analisis data menggunakan analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwasisa-sisa arkeologisditemukan dalam bentuk baruga, rumah tua, meriam, senjata, kususuli, makam, pecahan kera-mik dan pecahan tembikar. Fungsi benteng rongi untuk kesultanan buton didasarkan pada sisa-sisa arkeologisnyayang berfungsi sebagai benteng serta pemukiman
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Budaya Masyarakat NTT dan Citra Peran Perempuan (Sebuah Pendekatan Antropologis)
Women play a central role in the lives of people worldwide. This article aims to explore the female figure from the perspective of East Nusa Southeast society, through a process of cultural reflection and analysis. Research results (2011, 2015) guide the pattern and strategy of this article, supplemented by discussions between the two authors from different backgrounds. The two authors reached a consensus to employ an anthropological approach in their joint study and reflection on the writing topic. The strong influence of culture or tradition on the perception of women\u27s roles and functions is critical to the narrative. When confronted with the diverse advancements brought about by globalization, a range of reactions, both positive and negative, seem to emerge. This article\u27s focus and objective is a practical effort to empower women\u27s roles and functions in accordance with their social potential. In this way, women can actively participate in all activities related to the development of society, nusa, and nation
IDENTIFIKASI KOMPLEKS MAKAM KUNO ANAKIAMBU’UTOBU WEPOINDO DIKELURAHAN MELUHU KECAMATAN MELUHU KABUPATEN KONAWE PROVINSI SULAWESI TENGGARA
The purpose of this study was to find out theshape of the tomb, and to find out whether thetomb is a culture of Islam or pre-Islamic times. The research method used was descriptive analysisconsisting of several stages, namely surface survey, interview, observation, reviewing documents,documentation and then added with morphological analysis. The results of this study indicate that thesite of the ancient tomb complex of anakia mbu\u27utobu Wepoindo in Meluhu Village, Meluhu District,Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province is generally in the form of a square, which was laterbuilt using a mound, has tombs and tombstones. There are 4 types of tombs based on the number oftombs, namely types A1, A2, A3, A4 and A5, and there are 4 forms of headstone namely type, PS, LJ,TB and P. In addition there are loose findings in the form of a bowl with the number 6, plates with anumber of 10 glass with number 1 and total currency 1. Through the form of tombs, loose findings andtheir history, it can be concluded that the ancient tomb complex of anakia mbu\u27utobu Wepoindo is anIslamic tomb which later was still influenced by the megalithic tradition.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk makam, temuan lepas serta untukmengetahui apakah makam tersebut merupakan budaya masa Islam atau pra Islam. Metode penelitianyang digunakan adalah deskriptif analisis yang terdiri dari beberapa tahap yaitu survei permukaan,wawancara, observasi, mengkaji dokumen, dokumentasi dan kemudian ditambah dengan analisismorfologi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Situs kompleks makam kuno anakia mbu’utobuWepoindo di Kelurahan Meluhu, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggarapada umumnya berbentuk persegi, yang kemudian dibangun menggunakan gundukan tanah, memilikijirat serta nisan. Terdapat 4 tipe makam berdasarkan jumlah jirat yaitu tipe A1, A2, A3, A4dan A5,serta terdapat 4 bentuk nisan yaitu tipe, PS, LJ, TB dan P. Selain itu terdapat temuan lepas berupamangkuk dengan jumlah 6, piring dengan jumlah 10, gelas dengan jumlah 1 dan mata uang berjumlah1. Melalui bentuk makam, temuan lepas serta sejarahnya maka dapat disimpulkan bahwa kompleksmakam kuno anakia mbu’utobu Wepoindo merupakan makam masa Islam yang kemudian masihdipengaruhi tradisi megaliti
- …
