449 research outputs found

    INSTITUSIONALISASI PARTAI POLITIK (Studi tentang Rekomendasi Dukungan DPW PAN Sulawesi Selatan pada Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu???mang Tahun 2013)

    Full text link
    2014ANDI RAHMAT HIDAYAT. NIM E11108283. INSTITUSIONALISASI PARTAI POLITIK (Studi tentang Rekomendasi Dukungan DPW PAN Sulawesi Selatan pada Syahrul Yasin Limp-Agus Arifin Nu???mang Tahun 2013. Dibawah bimbingan Prof. Dr. Muh. Kausar Bailusy M.A sebagai Pembimbing I dan A. Ali Armunanto S.IP, M.Si sebagai Pembimbing II.\ud Partai politik mempunyai posisi dan peranan (role) yang sangat vital dalam sistem demokrasi. Oleh karena itu, partai merupakan pilar yang sangat penting untuk diperkuat derajat pelembagaannya dalam setiap sistem politik yang demokratis. Institusionalisasi partai menjadi solusi mutakhir agar partai politik mampu memiliki pola tertentu dalam menunjang demokratisasi. Permasalahan Internal yang kerap menghinggapi perjalanan aktivitas politik telah menjadi permasalahan utama dari proses institusionalisasi partai dewasa ini, termasuk pada DPW PAN Sulawesi Selatan. Kasus pada DPW PAN SULSEL dalam memberikan rekomendasi dukungan kepada Pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu???mang pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan Tahun 2013 telah sediikit banyak memberikan gambaran tentang bagaimana upaya yang dilakukan DPW PAN SULSEL dalam menyelesaikan polemik internal guna menunjang institusionalisasi partai politik.\ud Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih seksama tentang bagaimana dinamika internal DPW PAN SULSEL pasca rekomendasi tersebut dikeluarkan dalam upaya-upaya institusionalisasi partai politik. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan dasar penelitian studi kasus. Penelitian ini melibatkan para fungsionaris DPW PAN SULSEL sebagai sumber informasi untuk menarik kesimpulan secara komprehensif. Selain itu, berbagai cara pengumpulan data yang dilakukan diantaranya adalah wawancara mendalam dan dokumentasi dengan telaah mendalam hal-hal yang terkait dalam masalah penelitian ini. Adapun pendekatan dan konsep yang digunakan ialah pendekatan institusionalisme baru, konsep partai politik, anatomi partai, dan institusionalisasi partai.\ud Dalam Hasil penelitian ditemukan beberapa indikasi yang telah melemahkan kedaulatan institusi partai secara kelembagaan. Permasalahan yang dihadapi berupa perbedaan pendapat dalam menyikapi rekomendasi dukungan yang dikeluarkan oleh DPP PAN. Beberapa elit dan entitas partai di tingkat grassroot memperlihatkan sikap yang bertolakbelakang dengan keputusan tersebut, yang notabenenya mengikat bagi seluruh elemen dalam partai. Sehingga hali ini berimplikasi pada kedaulatan institusi partai secara menyeluruh dimana beberapa kader membelokkan dukungan ke pasanagan Ilham???Aziz (IA). Namun secara umum, DPW PAN SULSEL tetap menunjukkan bahwa dinamika yang berlangsung di internal partai mampu disikapi secara baik dalam menunjang penguatan institusionalisasi partai, diantaranya dengan melakukan upaya penguatan aturan organisasi partai sebagai bentuk kedaulatan partai secara menyeluruh. hal ini terbukti ketika DPW PAN sebagai partai koalisi mampu memaksimalkan peranannya dalam memenangkan Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu???mang di PILGUB SULSEL tahun 2013

    Rancangan Alat Pemandu Jalan Bagi Kaum Tuna Netra dengan Menggunakan Sensor Jarak

    No full text
    Perkembangan dan kemajuan teknologi yang demikian pesat sangat membantu manusia dalam segala proses penyelesaian kerjanya, penemuan – penemuan disegala bidang terus berkembang, begitu pula halnya dengan kemajuan teknologi dalam bidang elektronika yang terus semakin canggi dan semakin mudah dan efisien. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih tuna netra membutuhkan alat bantu yang digunakan untuk memandu jalan. Maka dirancang suatu alat elektronik sebagai pendeteksi dini adanya penghalang. Piranti - piranti yang dipakai yaitu : penentu jarak adalah sensor ultrasonic (transmitter, receiver) yang dapat bekerja dengan radius gelombang yang telah ditentukan. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan teknik echo sounder atau pemantulan gelombang suara. Outputnya akan dikeluarkan dalam bentuk suara semakin dekat jarak penghalang dengan alat maka semakin besar pula suara yang ditimbulkan., Outputnya berupa suara yang akan diolah dalam rangkaian pengolah suara menggunakan system mikrokontroler AT89S51. Untuk catu dayanya menggunakan baterai 9 volt. Dari perancangan tersebut menghasilkan adanya tingkat kesensitivitasan sensor ultrasonik semakin berkurang dengan jarak penghalang yang semakin jauh serta semakin kecil juga tegangannya. Frekuensinya adalah 4O KHz. Pada rancangan alat pemandu jalan bagi kaum tuna netra dengan menggunakan sensor ultrasonic berbasis mikrokontroler AT89S51 jarak maksimal yang di ukur adalah 200 cm meter,sedangkan jarak minimal yang dapat diukur adalah 3 cm.67 HalamanKertas Karya Diplom

    KIPRAH BASUKI RAHMAT DALAM BIDANG MILITER TAHUN 1945-1966

    Full text link
    ABSTRAK Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Basuki Rahmat dalam Bidang Militer Tahun 1945-1966” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya yaitu mengenai latar belakang kehidupan Basuki Rahmat, faktor yang memengaruhi keputusan Basuki Rahmat untuk berkecimpung ke dalam bidang militer, dan kontribusi Basuki Rahmat terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1945-1966. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas dan tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau disebut juga sebagai metode historis yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Basuki Rahmat merupakan seorang prajurit yang lahir pada 4 November 1921 di Tuban, Jawa Timur. Pendudukan Jepang dan kondisi Indonesia menjelang kemerdekaan menjadi faktor Basuki Rahmat berkecimpung dalam bidang militer. Kontribusi Basuki Rahmat melalui bidang militer dimulai pada tahun 1945 dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kecakapan militer yang dimilikinya, Basuki Rahmat selalu ikut andil dalam berbagai peristiwa di Indonesia dari tahun 1945-1966, mulai dari perang kemerdekaan saat melawan Belanda, berbagai pemberontakan dalam negeri, operasi Irian Barat, Gerakan 30 September 1965, dan peristiwa paling bersejarah pada tahun 1966 mengenai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Basuki Rahmat sebagai seorang pemimpin yang bertanggungjawab atas prajurit-prajurit di bawahnya memiliki sifat yang tenang, namun tetap tegas dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga ia seringkali dipercaya untuk mengemban jabatan dengan tanggungjawab yang besar dalam bidang militer. Kata Kunci: Basuki Rahmat, Perjuangan, Militer ABSTRACT In this research entitled “The Gait of Basuki Rahmat in the Military Field in 1945-1966” there are several problems studied, including the background of Basuki Rahmat’s life, the factors that influenced Basuki Rahmat’s decision to engage in the military field, and Basuki Rahmat’s contribution to the Indonesian state through the military field in 1945-1965. The purpose of this research is to obtain clear and precise information about the problems studied. In this research, the author uses historical research methods or also known as historical methods which consist of four stages, these include heuristics, source critism, interpretation, and historiography. Based on the result of the research, Basuki Rahmat was a soldier who was born on 4th November 1921 in Tuban, East Java. The Japanese occupation and the condition of Indonesia before independence became a factor in Basuki Rahmat’s involvement in the military. Basuki Rahmat contribution through the military began in 1945 in an effort to defend Indonesia’s independence. Through his military skills, Basuki Rahmat always took part in various events in Indonesia from 1945-1966, starting from the war of independence against the Dutch, various domestic rebellions, the West Irian operation, The 30 September 1965 Movement, and the most historic event in 1966 about the 11 March Order (Supersemar). Basuki Rahmat as a leader who was responsible for the soldiers under him had a calm nature, but was still firm in addressing a problem so that he was often trusted to take positions with great responsibility in the military. Keywords: Basuki Rahmat, Struggle, Militar

    PROSES KREATIF MAMAT RAHMAT DALAM KENDANG TARI TRADISI SUNDA

    Full text link
    ABSTRAKMamat Rahmat adalah sosok pengendang tari tradisi Sunda yang pada saat ini masih konsisten dalam bidangnya sebagai pengendang. Kemampuannya dalam kendang tari tradisi Sunda banyak didedikasikan untuk ISBI Bandung karena telah memberikan penghidupan bagi dirinya. Di sisi lain, kemampuannya pun banyak diminta oleh sanggar sanggar tari yang ada di kota Bandung seperti Studio tari Indra, Pusbitari, dan sebagainya. Sebagai pengendang tari tradisi Sunda, ia mampu memberikan pengungkapan karakter dalam tari tradisi Sunda melalui tepakan kendangnya. Maka[PO1]  tidaklah berlebihan dan sepantasnya apabila ia menyandang gelar sebagai maestro kendang tari. Dalam tulisan ini akan diungkap bagaimana proses kreatif Mamat Rahmat dalam mencapai kompetensinya sebagai pengendang tari Tradisi Sunda. Penulis akan mengupas pembahasannya melalui metode observasi dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Mamat Rahmat mampu menjadi seorang pengendang tari Sunda yang kreatif, karena ditunjang oleh faktor keturunan (genetik), keterampilan, pengalaman, kepribadian, dan juga bisa menari.Kata Kunci: Mamat Rahmat, Proses Kreatif, Kendang Tari Sunda.  ABSTRACTA Creative Process of Mamat Rahmat in Sundanese Traditional Dance Kendang, June 2020. Mamat Rahmat is a figure of drummer of Sundanese traditional dance who is still consistent in his field as a drummer. His skill in Sundanese traditional dance drums (kendang) is mostly dedicated to ISBI Bandung because he has been given his livelihood here. On the other hand, his skill has been much demanded by many dance studios in Bandung such as Indra dance studios, Pusbitari, and so on. As a drummer of Sundanese traditional dance, he is able to provide the expression of character in Sundanese traditional dance through his drum beat. So it is not excessive and appropriate if he bears the title as a maestro of dance kendang. In this paper, it will be revealed how is the creative process of Mamat Rahmat in achieving his competence as a drummer of Sundanese traditional dance. The author will explore the discussion through the method of observation and interviews. The result of this study shows that Mamat Rahmat is able to become a creativeSundanese dance drummer because he is supported by heredity (genetic), skills, experience, personality, and dancing ability.Keywords: Mamat Rahmat, Creative Process, Sundanese Dance Kendang.   [PO1]Oleh sebab itu

    Urgensi Kode Etik Guru dalam Membentuk Karakter Siswa: Studi Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari

    Full text link
    K.H. Hasyim Asy'ari in formulating the teacher's code of ethics, he first looked at the teacher as a profession that was very sacred and loaded with values of worship. The task of the teacher is not only limited to the activity of providing teaching, but also to provide education in the real sense. Namely directing students to have noble character and personality and noble behavior in accordance with religious and ethical norms. This paper aims to examine the code of ethics of a teacher described by KH. Hasyim Ash'ari in Chapters 5 through 8 of the book of Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim. Using library research methods by taking several discussion points related to the purpose of writing. And among the results of this study are: 1. The Adabul Book ‘Alim Wal Muta’allim is one of the monumental works of KH Hasyim Asy’ari who talks about morals for education practitioners. 2. The author can pull some of the main substances that the author classifies into 5 important points, namely: related to the nature of the teacher; teacher as a profession; basic concepts of teaching / educating; teaching / educating methods; and the progression of KH. Hasyim Asy'ari about the teacher's code of ethics. 3. Teacher code of conduct formulated by KH. Hasyim Asy'ari has a significant level of relevance, especially regarding efforts to realize the ideals and goals of national education.   Keywords: Code of ethic, KH. Hasyim Asy’ari, Adabul Alim wal Mutaallim

    PERAN PENYULUH AGAMA PADA PROGRAM BINAAN KELUARGA SAKINAH (KBKS) DI DESA TELUK MERBAU KECAMATAN DAYUN KABUPATEN SIAK

    Full text link
    ABSTRAK Nama : Syahrul Azmil Hakim NIM : 11940112317 Judul : Peran Penyuluh Agama Pada Program Kampung Binaan Keluarga Sakinah (KBKS) Di Desa Teluk Merbau Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Penyuluh agama memiliki peran penting dalam mendukung Program Binaan Keluarga Sakinah (KBKS) di Desa Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Program ini bertujuan untuk menerapkan nilai-nilai agama dalam berbagai aspek kehidupan keluarga, menciptakan keluarga yang sejahtera, harmonis, dan berlandaskan ajaran agama. Dalam pelaksanaannya, penyuluh agama berperan sebagai fasilitator dan motivator bagi keluarga peserta. Mereka aktif melaksanakan kegiatan ibadah bersama-sama, seperti shalat lima waktu dan membaca Al-Quran. Selain itu, mereka juga menghadiri kegiatan keagamaan di masjid, sehingga membantu keluarga untuk lebih mendekatkan diri kepada agama dan menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang di guankan dalam penelitian ini yakni dengan pengunaan metode kualitatif, lokasi penelitian dilakukan di Desa Teluk Merbau Kecamatan Dayun Kabupaten Siak infomren dalam penelitian ini berjumlah 7 orang, teknik pengumpulan data mengunakn, observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam kesimpulannya, peran penyuluh agama dalam Program KBKS di Desa Teluk Merbau sangat signifikan dalam membentuk keluarga yang beriman, bertakwa, dan berdaya saing. Melalui pendekatan berkelanjutan dan kemitraan yang kuat, program ini berhasil menciptakan dampak positif dalam kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga di wilayah tersebut. Dengan terus menerapkan nilai-nilai agama dan mengambil manfaat dari program ini, diharapkan masyarakat dapat hidup lebih harmonis dan bermakna dalam bimbingan dan rahmat Tuhan. Kata Kunci : Program Kampung Sakinah, Penyuluh Agama, Partisipasi Masyaraka

    PERAN PHBS DI SDN PASIRBIRU UNTUK PENCEGAHAN STUNTING: PENDEKATAN LINGKUNGAN DAN EDUKASI KESEHATAN

    Full text link
    Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama di daerah dengan tingkat gizi dan sanitasi yang rendah. Program edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Dasar mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Pasirbiru, Rancakalong dengan metode edukasi interaktif, demonstrasi, serta sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 73,1 (kategori cukup) menjadi 90,8 (kategori sangat baik), dengan peningkatan sebesar 23,1%, yang membuktikan bahwa edukasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap PHBS. Selain itu, tim juga menyerahkan alat cuci tangan sebagai kontribusi untuk mendukung kebiasaan hidup bersih di sekolah. Diharapkan, program ini dapat berdampak luas dalam menurunkan angka stunting dengan penerapan PHBS secara konsisten.Abstract:  Stunting remains a significant health issue in Indonesia, particularly in areas with poor nutrition and sanitation. This educational program aims to increase primary school students' understanding of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) as a preventive measure against stunting. The activity was conducted at SDN Pasirbiru, Rancakalong, using interactive education methods, demonstrations, and Q&A sessions. Evaluation was carried out through pre-test and post-test assessments to measure the program's effectiveness. The results showed an increase in the average score from 73.1 (fair category) to 90.8 (excellent category), with a 23.1% improvement, indicating that the education was effective in raising students' awareness of PHBS. Additionally, the team provided a handwashing facility as a contribution to support clean living habits in schools. This program is expected to have a broader impact in reducing stunting rates through the consistent implementation of PHBS

    Analisi Dosis Radiasi Untuk Aplikasi Ruangan ICU

    No full text
    Pada penulisan Skripsi ini telah dibahas masalah yang berjudul “Analisa Pembobotan Sagital Short Time Inversion Recovery (STIR) Dan Parameter Axial Multi Block Pada Pemeriksaan Lumbal” analisa ini bertujuan untuk mengetahui dari fungsi serta peranan parameter atau sequence yang digunakan dalam pembuatan gambar serta kontras gambar yang dihasilkan, diamana salah satu parameter atau sequence yang sering digunakan dalam pencitraan organ tulang belakang ialah Short Time Inversion Recovery (STIR) Serta Parameter Axial Multi Block, dimana parameter STIR merupakan cabang dari parameter Inverse Recovery (IR) mempunyai peran untuk menekan sinyal dari jaringan adiposa atau jaringan yang mengandung lemak dengan pengiriman pulsa RF 137,732 MHz sehingga membuat sudut sebesar 180º setelah itu di iringi waktu invers yang pendek maka nilai lemak mencapai nol maka sinyal tersebut akan ditahan dengan pengiriman pulsa RF sebesar 68,866 MHz sehingga membentuk sudut 90º yang bergerak pada bidang magnetisasi transversal sehingga kontras yang dihasilkan pada jaringan adiposa ialah kontras gelap sedangkan jaringan yang lainya akan lebih terang dari pada jaringan adiposa. Pada Parameter Axial Multi Block dimana menggunakan beberapa block atau area scan, sehingga waktu pemeriksaan dapat optimalkan, karena pada setiap pemeriksaan MRI membutuhkan waktu lebih kurang 45-60 menit dimana setiap parameter membutuhkan waktu lebih kurang 7 menit. Karena pada pemeriksaan MRI, subjek diwajibkan untuk tidak melakukan pergerakan, maka dari itu menggunkan parameter Axial Multi Block sangatlah membantu untuk mengoptimalkan waktu pemeriksaan.37 HalamanSkripsi Sarjan

    Respon Elit Partai Golkar Makassar Terhadap Dualisme Kepemimpinan DPP Pusat : Studi Tentang Kubu Aburizal Bakrie dan Kubu Agung Laksono

    Full text link
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai Elite Partai GOLKAR Makassar ada yang cukup koperatif memiliki kecenderungan terhadap Aburizal Backrie maupun Agung laksono dan ada pula yang cukup diplomatis dalam merespon konflik tersebut. respon elite Golkar Makassar menjelang penyelenggaraan Munaslub serta pada saat munaslub sangat dinamis karena terjadi perubahan sikap dimana sebelum penyelenggaraan Munaslub Elite DPD II Makassar melakukan konsolidasi dengan Agung Laksono sebagai upaya mendukung Syahrul Yasin Limpo sebagai calon ketua umum dan memandang majunya Syahrul Yasin Limpo sebagai langkah tepat untuk mereformasi GOLKAR, namun pada saat penyelenggaraan Munaslub sampai pada Pasca Munaslub Elite DPD II GOLKAR Makassar sangat pragmatis, dimana sebelumnya kompromi dukungan dengan Agung Laksono berubah dan Elite GOLKAR Makassar beberapa kali menghadiri undangan konsolidasi mendukung kandidat lain di Munaslub sehingga indikasi praktik jual beli suara juga melibatkan Elite DPD II GOLKAR Makassar. Elite DPD II GOLKAR Makassar yang lain juga menaggapi pesimistis keluarnya struktur kepengurusan hasil munaslub dikarenakan tidak adanya nama Syahrul Yasin Limpo sebagai repesentase Elite GOLKAR Sulawesi Selatan dan menilai Munaslub hanya sebagai ajang transaksi kekuasaan antara elite di DPP Pusat

    DOES THE SKILLS OF READING NEED TO LEARN INDONESIAN LANGUAGE AND LITERATURE?

    No full text
    Basically reading skill is one of the activities that have been carried out by everyone. Not only students, teaching staff and other professions working in the field of archiving only do reading activities, but everyone in all fields does reading activities. According to Putri and Syahrul (2017 ) communicative reading is used to search for, find, and obtain information from various sources in accordance with the understanding of each individual obtained
    corecore