1,720,960 research outputs found

    HUBUNGAN REST HOUR TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PELAUT

    Get PDF
    ABSTRAKSI Syahdian Arizki, 49124464, 2017, “Pengaruh Rest hour terhadap kesehatan dan keselamatan kerja pelaut”, Diploma IV, Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing: (1) Capt.Samsul Huda, MM,M.Mar. (II) Vega Fonsula Andromeda,S.St.,S.Pd,.M.Hum. Pelaut ialah pekerjaan yang meliputi aktivitas sebagai operator dan juga sebagai karyawan pada sebuah perusahaan bisnis niaga, dalam menjalankan pekerjaannya pelaut memiliki tanggung jawab serta resiko keselamatan yang besar.Untuk itu sangat penting dalam memperhatikan kesehatan dirinya, karena kesehatan dan kondisi kebugaran tubuh seseorang dapat mempengaruhi aktifitasnya baik dalam proses dan hasilnya, yang nantinya dapat mempengaruhi keselamatan dan kelancaran bisnis niaga tersebut, telah diatur juga bahwa minimal melakukan istirahat selama 10 jam sesuai dengan MLC,STCW,MMC. Tercatat dari berbagai konverensi bahwa pengaruh kecelakaan terbesar ialah Human Erorr.Oleh sebab itu penulis melakukan penelitian hubungan rest hour terhadap kesehatan dan keselamatan pelaut.Penulis meneliti dengan permasalahan sebagai berikut : (1) Bagaimanakah pengaruh periode waktu istirahat terhadap kesehatan keselamatan dan efektivitas kerja pelaut ? (2) Bagaimanakah periode waktu istirahat pelaut dapat meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja pelaut Dipaparkan pula referensi dan hasil penelitian yang dapat menunjang dari penelitian hubungan rest hour terhdap kesehatan dan keselamatan kerja pelaut.Metode penelitian yang digunakan ialah kuantitatif variabel untuk dapat membandingkan dan menemukan variabel – variabel dan faktor - faktor yang dapat mempengaruhi objek yang diteliti, sehingga mendapatkan hasil yang kemudian dapat di paparkan. Bedasarkan penelitian yang dilaksanakan terhadap objek yang diteliti, penulis mendapatkan hasil bahwa terdapat sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi jam istirahat dan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh dan keselamatan kerja pada pelaut dan penulis menyimpulkan bahwa ada sejumlah faktor yang harusnya diminimalisir dalam hal waktu memanfaatkannya yaitu : umur, jarak pelayaran, waktu lembur, refreshing,dan pengkonsumsian suplemen. Kata kunci : Rest hour, Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Pelau

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Hubungan Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dengan Partisipasi Siswa SMU dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kota Tebing Tinggi

    No full text
    Syahdian, 2000, melakukan penelitian dengan judul "Hubungan Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan Dan Lingkungan Hidup Dengan Partisipasi Siswa SMU Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Di Kota Tebing Tinggi" dibawah bimbingan: Prof. Usman Pelly, S.Pd, MA, Ph.D sebagai Ketua, Dr. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng dan Ir. Syamsinar Yusuf, MS sebagai Anggota. Kelompok usia remaja merupakan sumberdaya yang sangat potensial dimasa mendatang jika dipersiapkan dengan baik melalui proses pendidikan. Berkaitan dengan pengetahuan tentang pelestarian lingkungan hidup dan kependudukan guna menjamin pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, pemerintah melaksanakan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) secara formal mulai tingkat SD sampai Perguruan Tinggi sejak tahun 1975. Namun masih banyak pelajar terlibat masalah kenakalan remaja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) hubungan persepsi siswa tentang materi PKLH dengan partisipasinya didalam pengelolaan lingkungan hidup; 2) hubungan peran sekolah dalam menyampaikan materi PKLH dengan partisipasi siswa didalam pengelolaan lingkungan hidup; 3) hubungan peran orang tua dengan partisipasi siswa didalam pengelolaan lingkungan hidup; 4) hubungan pelaksanaan PKLH dengan partisipasi siswa dalam pengelolaan lingkungan hidup dan 5) implikasi PKLH dalam kehidupan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk Studi Hubungan (Interralation studies). Data primer diperoleh dari kuesioner, observasi dan wawancara. Analisis deskriptif dan statistik dengan korelasi Rank Spearman dan regresi berganda diolah dengan SPSS for windows 7.5. Metode pengambilan keputusan : jika probabilitas out put > 0,05 pengujian tidak signifikan (terima Ho ) dan bila probabilitas out put ≤ 0,05 pengujian signifikan ( terima Ha ). Penelitian dilaksanakan di Kota Tebing Tinggi dengan siswa SMU, orang tua siswa dan guru SMU di Kota Tebing Tinggi sebagai populasi dan sub populasi. Dari sub populasi diambil sampel dengan cara purposive siswa sebanyak 250 orang, orang tua siswa sebanyak 250 orang dan guru sebanyak 15 orang. Dari hasil analisis Korelasi Rank Spearman (rs) antara persepsi dengan partisipasi diperoleh koefisin korelasi sebesar 0,811 yang sangat signifikan dimana nilai t hitung = 21,911 lebih besar dari pada angka t (248; 0.05) = 1,645. Selanjutnya koefisien Korelasi Rank Spearman (rs) antara peran sekolah dalam menyampaikan materi PKLH dan partisipasi siswa adalah 0,182 yang sangat signifikan dimana nilai t hitung = 2,609 lebih besar dari pada angka t (248 ; 0,05) = 1,645 nilainya diatas taraf kepercayaan 0,05 Dengan demikian kondisi sosial guru yang baik seperti pengalaman mengajar, kesejahteraan, terjalinnya komunikasi dengan orang tua siswa, pengarahan dan pengawasan kepala sekolah/pimpinan sekolah, pengadaan literatur yang berhubungan dengan PKLH dan penataran PKLH dalam penelitian ini menunjukkan pengaruh positip terhadap partisipasi siswa dalam pengelolaan lingkungan hidup. Korelasi Rank Spearman (rs) antara peran orang tua dengan partisipasi siswa didalam pengelolaan lingkungan hidup adalah 0,737 signifikan dengan probabilitas 0.05 dan angka t hitung = 16,333 lebih besar dari pada angka t (248 ; 0,05) = 1,645 nilainya diatas taraf kepercayaan 0,05 (sangat signifikan atau terima Ha). Jadi peran orang tua seperti memberi contoh, mengawasi pergaulan anak- anaknya, memberikan hadiah/sanksi terhadap hasil perbuatan anaknya menimbulkan pengaruh positip terhadap partisipasi siswa didalam pengelolaan lingkungan hidup. Persamaan regresi bergandanya sebagai berikut : W = 0,607 + 0,533 X + 0,151 Y + 0,137 Z Keterangan : W : tingkat partisipasi siswa dalam pengelolaan lingkungsn hidup, X : persepsi siswa tentang materi PKLH; Y : peranan orang tua, Z : peranan sekolah (guru) dalam menyampaikan materi PKLH ; 0,607: koefisien regresi lintersep (dalam skala 1 - 5) . Secara umum variabel bebas ( persepsi siswa tentang materi PKLH, peranan guru dalam menyampaikan materi PKLH dan peranan orang tua berpengaruh terhadap variabel terikat partisipasi siswa didalam pengelolaan lingkungan hidup. Implikasi pelaksanaan PKLH oleh siswa didalam penelitian ini dapat dilihat pada hasil tabulasi silang parameter keterlibatan siswa didalam kegiatan 5K pada umumnya tingkat partisipasinya tinggi (36%), kesadaran akan akibat buruk penggunaan narkoba sehingga berusaha untuk melakukan tindakan pencegahan partisipasinya tinggi (33,2%). Yang memprihatinkan siswa cendrung menganggap merokok adalah hal biasa, ini tergambar dari rendahnya tingkat kemauan siswa untuk mencegah kecanduan merokok pada dirinya sendiri partisipasinya rendah (34,8%). Kegiatan keagamaan dan perawatan lingkungan sekolah, menjaga kebersihan diri dan pakaian, berperan mensosialisasikan bahaya narkotika, dan kesadaran membuang sampah ditempatnya serta mendiskusikan masalah 5K umumnya partisipasinya tinggi. Kegiatan membuat catatan khusus tentang kebersihan/kesehatan belum dianggap panting, partisipasinya sedang (26,6%). Implikasi pelaksanaan PKLH di lingkungan keluarga dan masyarakat dari hasil tabulasi silang ternyata partisipasi siswa menjaga kebersihan lingkungan rumah sangat tinggi (34,4%), kegiatan gotong royong dan agama, penghijauan, mematuhi tatakrama pergaulan, pembersihan parit, pemanfaatan waktu luang dan tanggung jawab partisipasinya tinggi, pencegahan kenakalan remaja partisipasi sedang (32,4%). Temuan penelitian yang perlu mendapatkan perhatian adalah tingkat pengintegrasian materi PKLH oleh guru didalam materi pelajarannya sebanyak 33,3% guru belum memiliki silabus PKLH sebanyak 40% dan belum memiliki pedoman pelaksanaan PKLH sebanyak 53,3%. Partisipasi siswa mencegah kecanduan merokok rendah (34,8%) dan pecegahan kenakalan remaja sedang (32,4). Sumber imformasi tentang pentingya lingkungan hidup dari ceramah keagamaan paling sedikit (11%), dibandingkan televisi (32%), surat kabar (22%), majalah (20%) dan radio (15%).3 HalamanTesis Magiste

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used

    Istinbath Hukum Terhadap Upah Mengajar Al-Qur’an (Analisis Pendapat Fuqaha Klasik Dan Kontemporer)

    Get PDF
    Syahdian Noor, Istinbath Hukum Terhadap Upah Mengajar Al-Qur’an (Analisis Pendapat Fuqaha Klasik Dan Kontemporer) di bawah bimbingan I: Dr. H. Fathurrahman Azhari, MHI dan II: Dr. H. Saifullah Abdussamad, Lc, MA, pada Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin, tahun 2016. Kata kunci: Istinbath Hukum, Upah Mengajarkan al-Qur’an. Menerima upah dalam mengajarkan Al-Qur’an pada saat ini sudah dianggap wajar karena selama ini relatif tidak ada keluhan dari masyarakat. Apalagi alam globalisasi menuntut masyarakat untuk bersikap profesional dan menghargai profesionalisme. Namun tidak demikian halnya dikalangan ulama fikih, baik Fuqaha Klasik maupun Kontemporer. Perbedaan pendapat ini menarik minat penyusun untuk menelaah lebih lanjut, bagaimana Istinbath Hukum yang mereka terapkan. Penelitian ini mengemukakan tentang Istinbath Hukum yang diterapkan Fuqaha Klasik dan Kontemporer terhadap Upah Mengajar al-Qur’an, dengan rumusan masalah; bagaimana pendapat ulama klasik tentang upah mengajar Al-Qur’an?, bagaimana pula pendapat ulama kontemporer tentang upah mengajar al-Qur’an? Lalu bagaimana metode istinbath hukum yang dilakukan oleh ulama klasik dan ulama kontemporer terhadap upah mengajar Al-Qur’an? Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, Sedangkan pendekatan penelitian dalam tesis ini adalah pendekatan formal-legalistik. Obyek penelitian dalam tesis ini mengenai pendapat dan metode istinbath hukum yang dilakukan oleh ulama klasik dan ulama kontemporer terhadap upah mengajar Al-Qur’an. Data penelitian adalah berbagai pendapat dan dalil-dalil yang dikemukakan oleh ulama klasik dan ulama kontemporer. Sedangkan sumber datanya adalah kitab-kitab fikih yang ditulis oleh ulama klasik dan ulama kotemporer mengenai upah terhadap perbuatan mengajarkan al-qur’an serta berbagai referensi fikih; yakni kitab, buku, makalah dan surat kabar, cetak maupun elektronik, yang memuat informasi tentang perkembangan penerimaan upah atas jasa mengajarkan Al-Qur’an. Penulisan tesis menggunakan teknik pengumpulan data melalui vi penelitian kepustakaan (library research). Dalam penelitian ini, data-data yang telah terhimpun dianalisis secara induktif-komparatif. Hasil Penelitian menujukkan bahwa para Fuqaha Klasik dari Mazhab Hanafi dan Mazhab Hanbali, mengharamkan menerima upah dari mengajarkan al-Quran. Sedangkan Fuqaha Klasik dari Mazhab Syafi'i dan Mazhab Maliki, membolehkannya. Sedangkan dari Fuqaha Kontemporer yakni Abdullah Nashih ‘Ulwan mengharamkan mengambil upah mengajar al-Qur’an. Sedangkan demikian pula dari Fuqaha Kontemporer yakni Wahbah az-Zuhaili, Yusuf al-Qaradhawi dan Muhammad Ali ash-Shabuni, membolehkannya. Adapun Metode Istinbath Hukum yang diterapkan adalah sebagai berikut: Fuqaha Klasik yang membolehkan menerima upah dari mengajarkan al-Quran menerapkan metode Qawa’id Ushuliyyah/ Lughawiyyah Thariqah al-Mutakallimin. Fuqaha Klasik yang mengharamkan menerima upah dari mengajarkan al-Quran menerapkan metode Qawa’id Ushuliyyah/ Lughawiyyah Thariqah al-Ahnaf. Fuqaha kontemporer yakni Muhammad Ali ash-Shabuni dari kalangan fuqaha yang membolehkan menerima upah dari mengajarkan al-Quran, menerapkan Maqashid asy-Syari’ah. Sedangkan Wahbah az-Zuhaili, Yusuf al-Qaradhawi menerapkan metode Qawa’id Ushuliyyah/ Lughawiyyah Thariqah al-Mutakallimin. Fuqaha kontemporer yang mengharamkan menerima upah dari mengajarkan alQuran yakni Abdullah Nashih ‘Ulwan menerapkan metode Qawa’id Ushuliyyah/ Lughawiyyah Thariqah al-Ahnaf. Menurut hemat penyusun bahwa pendapat Fuqaha Klasik dan Fuqaha Kontemporer yang menyatakan dibolehkannya hukum menerima upah atas jasa mengajarkan Al-Qur'an, lebih rajih sangat relevan untuk dilaksanakan. Demikian pula penyusun memilih Metode Istinbath Hukum yang mereka terapkan, karena lebih sesuai dengan keadaan sekarang
    corecore