1,720,983 research outputs found

    Manajemen pengembangan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Dompu

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses manajemen pengembangan kurikulum sekolah menengah kejuruan Negeri 1 Dompu. Ada dua hal yang menjdi fokus penelitian, yaitu (1) Proses manajemen pengembangan kurikulum, dan (2) faktor-faktor yang menjadi kendala/hambatan dalam pengembangan kurikulum sekolah menengah kejuruan Negeri 1 Dompu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan : (1) proses manajemen pengembangan kurikulum di SMK Negeri 1 Dompu meliputi, yaitu (a) perencanaan pengembangan kurikulum dilakukan tim pengembangan kurikulum (TPK, (b). pengorganisasian dan pengarahan pengembangan kurikulum, dilakukan dengan mengadakan rapat rutin/rapat koordinasi dengan melibatkan pihak DUDI (c) pengendalian pengembangan kurikulum memanfaatkan rapat rutin sebagai wahana pengendalian kemudian dalam pengendalian sekolah melibatkan pihak internal dan ekternal (DUDI). Berdasarkan pada hasil temuan penelitian, diajukan saran-saran kepada : (1) Sekolah yang diteliti :(a) Memperbanyak dokumen kurikulum dan diharapkan setiap guru memiliki dokumen kurikulum sebagai pegangan dalam kegiatan belajar mengajar, (b) mengikutsertakan guru-guru dalam diklat, seminar, maupun lokakarya khususnya tentang kurikulum.(2) Dinas Dikpora Propinsi/kabupaten Dompu : diharapkan dapat menatar/ melatih semua guru mata diklat secara bertahap sehingga guru-guru SMK Negeri 1 Dompu memiliki kemampuan dan pengetahuan yang komprehensif tentang kurikulum dan mengirim tim ahli untuk mendampingi tim pengembang kurikulum (TPK), (3) Komite Sekolah : Komite yang merupakan representative orang tua siswa untuk lebih meningkatkan lagi dukungannya dalam kegiatan manajemen pengembangan kurikulum, bukan sekedar memberikan masukan tetapi seharusnya terlibat secara langsung khususnya dalam membantu melengkapi sarana penunjang proses belajar mengajar di sekolah. (4) Peneliti berikutnya : Bagi peneliti berikutnya disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan mengembangkan fokus lain sehingga hasilnya dapat mendukung teori manajemen pengembangan kurikulum khususnya KTSP, memilih kasus lain yang memiliki karakteristik berbeda dengan kasus penelitian in

    Optimasi Parameter Pengelasan Gmaw Pada Baja Tahan Karat AISI 409 untuk Mengurangi Jumlah Spatter

    Full text link
    Tuntutan pelanggan terhadap kualitas suatu produk semakin tinggi. Dalam proses produksi knalpot sepeda motor, salah satu tuntutan pelanggan adalah tidak diinginkan adanya spatter yang menempel di permukaan body knalpot, karena akan menurunkan kualitas visual knalpot tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan parameter pengelasan yang optimal agar jumlah spatter berkurang pada knalpot sepeda motor yang menggunakan material baja tahan karat AISI 409. Optimasi menggunakan metode Taguchi dengan mengacu pada tabel orthogonal array. Parameter yang digunakan ada 4 dengan masing-masing 3 level yaitu Voltage dengan level 20V, 22V dan 25V, Arus listrik/Ampere dengan 180A, 200A dan 220A, perbandingan komposisi gas Argon dan CO2  yaitu 70:30, 60:40 dan 50:50 serta jarak nozzle welding dengan benda kerja 1mm, 1.5mm dan 2mm. Hasil optimasi menunjukkan bahwa parameter optimal adalah Voltage: 22V, Ampere: 180A, Komposisi gas Argon dan CO2 70:30 dan jarak nozzle 2mm. Parameter optimal ini diverifikasi dengan uji hipotesa terhadap rata-rata berat spatter hasil pengolahan data eksperimen Taguchi dengan parameter sebelum eksperimen. Hasil verifikasi menunjukkan berat spatter rata-rata memang berkurang. Penelitian diverifikasi ulang dengan uji hipotesa juga dengan membuat sampel ulang dengan setelan parameter adalah parameter optimal tadi, hasilnya menunjukkan tidak terlihat perbedaan signifikan berat rata-rata spatternya.  Hal ini membuktikan hasil eksperimen dengan menggunakan setting optimal menunjukkan apa yang diprediksikan tercapai

    PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

    Full text link
    Latar belakang masalah adalah ketika dilaksanakan ulangan harian pada mata pelajaran PAIkompetensi dasar dalam memahami struktur dan fungsi bagian tumbuhan , hanya 55% Dari34 siswa yang mencapai KKM sebesar 65 yang ditetapkan sekolah. Identifikasi masalah yaitumotivasi hasil belajar PAI masih rendah. tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswadalam memahami Fungsi Bagian Tumbuhan Batang dengan menggunakan metodedemonstrasi siswa kelas IV SDS Hubbulwathan Duri Kecamatan Mandau Tahun Pelajaran2020/2021. Subjek, Tempat, dan Waktu Penelitian, Tindakan Kelas ini dilakukan di kelas IV(empat) SDS Hubbulwathan Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, dengan jumlahsiswa kelas IV sebanyak 34 orang, yang terdiri dari 18 orang laki-laki dan 16 orangperempuan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 09 Oktober s/d 16 Oktober 2021. Duri. Padasiklus I siswa yang mendapat prestasi sangat baik sebanyak 22%.Pada tindakan perbaikandisiklus II ini, motivasi anak menjadi lebih baik dan hasil belajar siswa meningkat menjadi88% dari 34 orang siswa. Dengan penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkanmotivasi belajar PAI siswa kelas IV SDS Hubbulwathan duri Kecamatan Mandau. Saran sertatindak lanjut Pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi sangat baik digunakanpada siswa kelas IV dengan materi mengetahui fungsi bagian tumbuhan batang karena dapatmeningkatkan hasil belajar siswa

    KETIDAKSERAGAMAN STRUKTUR PRODUK COR BODEN PLATE L 800 EXCAVATOR PC 3000 AKIBAT PERLAKUAN PANAS INDUKSI QUENCING DAN TEMPERING DI PT KOMATSU INDONESIA

    No full text
    Alloy steels is steels that consist of some elements such as Nickel, Chromium , Manganese, Molebdenum, And Silicon. One of the alloy steels that will be discuss is boden plate, an alloy steels cast product. It is one of excavator parts Series PC 3000 with DIN standard Material GS 32 – NiCrMo64 V, Base material of this Components is soft and ductile and has Rockwell number average 32 HRC ( Hardness Rockwell Number ). So the heat treatment must be applied for this reasons, the heat treatment Induction Quenching And Tempering ( IQT ) is one of heat treatment that suitable for this part. First the cast metal is induced until reach homogenous austenite temperatures 910 o C, and then cooled fastly until form the martensite microstructure that have mechanical properties hard and brittle, this process known as Quenching. Because of martensit hard and britle so the tempering process must be applied to this product in the tempering temperatures 600 o C that have purposed to release the internal stess ( avoid cracking ) and reach mechanical properties strenght, ductile, and toughness afyer the heat treatment induced quenching and tempering applied . After IQT applied to this product, the hardness of the product increase significantly about average HRC 52 on the surface of this material that affected induced quenching and tempering process. Combination of this heat treatment has best result mechanical properties of steels, strong, ductile and tough

    OptimasiParameter ProsesHeating dan PressingQuenchingCakram Rem Berbahan S410

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan terhadap komponen otomotif yaitu cakram rem yang menggunakan material logam yaitu S 410. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menentukan parameter yang optimal pada waktu melakukan perbaikan proses untuk menaikkan kapasitas proses heating dan Press Quenching (HPQ) dengan melakukan perubahan metode dari satu kaviti menjadi dua kaviti setiap proses sehingga kapasitas proses mengalami peningkatan. Dari aspek kualitas maka kekerasan dan kerataan produk harus tercapai dengan HRC 32 – 38 serta kerataan maksimal 0,1 mm. Optimasi menggunakan metode taguchi dengan mengacu pada table orthogonal array. Parameter yang digunakan ada 4 dengan masing-masing 3 level yaitu :Waktu Pemanasan 25; 30 dan 35 s, Tekanan Mesin 60; 90; 150 Mpa, Waktu Squeeze 8; 10; 15 s dan Waktu Shower 8; 10; 12 s. Hasil optimasi menunjukkan bahwa parameter optimal untuk proses baru yaitu dua kaviti adalah Waktu pemanasan (A)35 s, Tekanan Mesin (B)90Mpa, Waktu Press (C)10 s, Waktu shower (B)12 s. Parameter hasil penelitian kemudian diuji dengan control chart dengan mengambil 100 data sampel menunjukkan masih dalam standard. Dengan perubahan menjadi 2 kaviti maka proses mengalami peningkatan 100 pcs menjadi 138 pcs atau mengalami peningkatan kurang lebih 38 %. &nbsp

    PENGECORAN BLOCK MESIN RC CAR NITRO ENGINE 27 CC METODE INVESTMEN CASTING

    No full text
    Rc nitro engine adalah sebuah mesin dengan pengendaliannya menggunakan remot control dan dalam proses pembakarannya rc engine menggunakan bahan bakar methanol dengan mesin motor torak. Dalam pengaplikasiannya rc nitro engine ini biasanya dipakai pada mainan mobil remot control, rc helicopter, dan remot control board. Blok mesin rc engine biasanya bermaterial aluminium ADC12 dimana material itu khusus digunakan untuk pembuatan blok mesin. Didalam dunia industri biasanya blok mesin diproduksi menggunakan metode pengecoran logam die casting. Dimana dalam proses pengecorannya memaksa logam yang sudah dilebur sampai cair lalu dimasukan kedalam cetakan baja (Die) dengan menggunakan tekanan yang tinggi. sama halnya dengan die casting ada satu metode yang biasanya digunakan oleh home industri yaitu investment casting metode lebih sering digunakan oleh perorangan (home industri) dari hasil investment casting dapat memperoleh nilai kekerasan benda kerja, struktur mikro dan makro, penyusutan benda kerja .Kata kunci : Rc nitro engine, blok mesin,piston,sejarah rc radio control,investment castin

    PERENCANAAN MESIN GUNCANG CASTING PLASTIK

    No full text
    guncang casting plastik merupakan alat untuk menghasilkan produk plastik. Dalam pengoperasiannya, Mesin guncang casting plastik ini dibantu oleh beberapa komponen penunjang yaitu motor listrik, puli, poros penghantar dan rangka. Dan peranan dari komponen penunjang tersebut sangatlah penting, karena itu perlu dilakukan perancangan yang baik dan salah satunya yaitu dari segi kekuatan , dimana rangka mesin menerima beban dari beberapa komponen itu sendiri. Dalam penulisan tugas akhir ini, akan dibahas mengenai perencanaan puli, dan proses pembuatan produk plastik ( air management ) dengan mesin guncang plastik serta analisa statik pada rangka melalui simulasi dengan menggunakan software CATIA V5R14. Analisa statik tersebut telah dilakukan pada rangka mesin dan material rangka mesin yang dipakai adalah baja konstruksi S 10 C (AISI 1010). Adapun hasil dari beberapa pembebanan tersebut menghasilkan tegangan von mises maksima

    PADUAN Al A356 SETENGAH PADAT DENGAN MENGGUNAKAN LAS ASETELIN DAN LAS LISTRIK

    No full text
    Proses pembuatan setengah padat merupakan bahan yang mempunyai sifat ulet yang terdapat pada daerah dengan tengangan geser yang besar dan bervikasitas relatif rendah bahan ini menjadi salah satu penyiapan bahan baku bermutu tinggi, untuk pembuatan komponen mesin dalam industri otomotif, paduan yang digunakan adalah Al-Si. Pada penelitian ini paduan yang digunakan aluminium A356. Paduan ini memiliki krakteristikpermanen yang kecil dan tarhapan yang rendah. Proses pembuatan padun Al A356 setengah padat melalui proses pengelasan las asetelin dan las listrik. Proses perlakuan panas pada las asetelin menggunakan gas co2dan o2dengan waktu 5–20 detik dengan pengerjaan dingin 50–60%. Sedangkan pengelasan untuk las listrik menggunakan arus 40A,60A,80A dan 100A dengan waktu 5–20 dan di lanjudkan pengerjaan dingin 44–48% dengan perlakuan tersebut struktur dendritik menjadi struktur yang terdiri dari fasa Al-αyang berbentuk globural dikeliling dengan fasa eutektik Al-Si. Uji kekerasan menunjukkan paduan setegah padat memiliki nilai kekerasan yang lebih baik dari paduan Al A356 yang dipengaruhi proses pengerjaan dingi
    corecore