3 research outputs found

    Pelibatan Institusi Lokal Dalam Upaya Menciptakan Hubungan Yang Harmonis AntarUmat Beragama (Studi Terhadap Hubungan Antar Umat Beragama di Nagari Koto Baru, Kec. Luhak Nan Duo, Kab. Pasaman Barat

    No full text
    Keragaman agama yang terdapat di nagari Koto Baru membuat daerah ini sering dihadapkan kepada potensi konflik antarumat beragama. Meskipun sering diisukanberpontensi konflik antarumat beragama, namun pada kenyataannya hubungan antarumat beragama di daerah ini berlangsung harmonis. Hubungan yang harmonis antarumat beragama diciptakan melalui institusi lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelibatan institusi lokal dalam upaya menciptakan hubungan yang harmonis antarumat beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Informan penelitian dipilih melalui tekhnik purposive sampling, pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori fungsionalisme konflik Lewis Coser. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkanbahwa hubungan yang harmonis antarumat beragama terlihat dalam bentuk (1). Penerimaan terhadap keberadaan rumah ibadah masing-masing agama. (2). Kebersamaan dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri, Natal dan pesta perkawinan. (3) Kebersamaan pada kegiatan bersih desa, perayaan Hari Asy-Syuro, peringatan hari kemerdekaan dan kerjasama dalam pemeliharaan makam. Penelitian ini menemukanuntuk menciptakan hubungan yang harmonis antarumat beragama, masyarakat menggunakan institusi lokal rembug desa. Institusi lokal rembug desa berfungsi sebagai mekanisme khusus yang mampu mencegah masyarakat dari kemungkinan konflikantarumatberagama dan mampumembersihkan suasana masyarakat yang tengah kacau. Institusi lokal rembug desa berkontribusi dalam menyelesaikan beberapa konflik antarumat beragama, seperti:(1). Konflik pendirian gereja Pantai Kosta dan pelebaran teras gereja Keluarga Kudus Mahakaraya. (2). Konflik pemeliharaan babi di jorong Ophir dan jorong Mahakarya. (3). Konflik penyelenggaraan kegiatan donor darah di gereja Keluarga Kudus Mahakarya. Kata Kunci : Pelibatan, Institusi Lokal, Antar Umat Beragam

    PELESTARIAN TRADISI LOKAL DALAM UPAYA MEWUJUDKAN HARMONI (Studi Pada Masyarakat Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat)

    No full text
    The diversity of religions found in the New Koto Nagari does not lead to inter-religious conflict. This is because the local people preserve local traditions that are derived from the habits of their elders. Harmonious relations between religious communities are created through the practices of local traditions of village consultation, village clean, celebration of as-syuro day, kenduri and commemoration of August 17. Local tradition serves as a special mechanism that can prevent the community from possible conflicts between religious communities and is able to clean up the chaotic community atmosphere. Local traditions contribute to resolving several inter-religious conflicts, such as: Conflict of establishment of Kosta Beach church and widening of the terrace of the Mahakaraya Holy Family church, conflict of pig breeding in Jorong and Jakarya Mahakarya, and conflict in organizing blood donor activities in the Holy Family Mahakarya church

    PELESTARIAN TRADISI LOKAL DALAM UPAYA MEWUJUDKAN HARMONI (Studi Pada Masyarakat Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat)

    No full text
    The diversity of religions found in the New Koto Nagari does not lead to inter-religious conflict. This is because the local people preserve local traditions that are derived from the habits of their elders. Harmonious relations between religious communities are created through the practices of local traditions of village consultation, village clean, celebration of as-syuro day, kenduri and commemoration of August 17. Local tradition serves as a special mechanism that can prevent the community from possible conflicts between religious communities and is able to clean up the chaotic community atmosphere. Local traditions contribute to resolving several inter-religious conflicts, such as: Conflict of establishment of Kosta Beach church and widening of the terrace of the Mahakaraya Holy Family church, conflict of pig breeding in Jorong and Jakarya Mahakarya, and conflict in organizing blood donor activities in the Holy Family Mahakarya church
    corecore