100 research outputs found
Manajemen Pelayanan Sekretariat Dprd Mendampingi Reses Anggota Dewan Menyerap Aspirasi Masyarakat Kabupaten Tabalong: Mahlina, Riduansyah Syafari
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis manajemen pelayanan Sekretariat DPRD mendampingi reses Anggota Dewan menyerap aspirasi masyarakat Kabupaten Tabalong, Serta menganalisis faktor-faktor apa saja yang menghambat manajemen pelayanan Sekretariat DPRD mendampingi reses Anggota Dewan menyerap aspirasi masyarakat Kabupaten Tabalong. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan sumber data utama dari informan seperti Wakil Ketua DPRD, Sekretaris DPRD, Anggota DPRD, Kabag Fasil Anggran dan Pengawasan, Kabag Persidangan, PPTK Reses, dan Pendamping Reses. Data sekunder berasal dari laporan historis dalam dokumen seperti laporan kinerja pegawai, Profil Sekretariat Dewan, dan Rencana Strategis (Renstra). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan, dengan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi Berdasarkan hasil analisis data penelitian manajemen pelayanan Sekretariat DPRD mendampingi reses Anggota Dewan menyerap aspirasi masyarakat Kabupaten Tabalong sudah terlaksana dengan baik. Hal ini berdasarkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan. Adapun hasil yang telah dicapai yaitu tanggal 15 Maret 2024 Raperda tentang Pemberdayaan Tenaga Kerja Daerah di sahkan secara resmi dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tabalog Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan ketenagakerjaan. Sementara faktor-faktor yang menghambat manajemen pelayanan Sekretariat DPRD mendampingi reses Anggota Dewan menyerap aspirasi masyarakat Kabupaten Tabalong terdiri dari keterlambatan proses pencairan dana, kekurangan sumber daya ASN, dan kurangnya sarana atau fasilita
Tata Kelola Kehumasan Pemerintah Pada Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia
Fairuz Hayatus Syafari, BP. 1320869001- Tata Kelola Humas Pemerintah
merupakan pola pengaturan layanan informasi yang bertumpu pada pilar kerangka
hukum dalam proses pengambilan keputusan, kebijakan, kelembagaan atau
struktur organisasi, mekanisme kerja, dan implementasi kegiatan humas instansi
yang dilakukan berdasarkan prinsip tata kelola yang baik. Sedangkan Excellence
Theory merupakan alat yang dapat membantu organisasi berkomunikasi lebih
efektif dan membangun hubungan baik dengan publik. Teori ini memaparkan
bentuk ideal dari peran humas dalam organisasi, di mana humas memiliki
pengetahuan yang baik mengenai perannya dan manajemen strategis, dan
membangun komunikasi yang simetris antara organisasi dengan publik sehingga
organisasi dapat berkembang menjadi lebih baik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mendeskripsikan
dan menganalisa tata kelola humas KPU RI yaitu kelembagaan humas, dukungan
sumber daya manusia, pelaksanaan kebijakan dan mekanisme kerja serta
implementasinya dalam kegiatan humas yang dilakukan KPU menyelenggarakan
Pemilu 2014 dengan prinsip the Excellence Theory dan ketentuan dalam Peraturan
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 28
Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Komunikasi Organsisasi di Lingkungan
Pemerintah dan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 30 Tahun 2011 tentang Tata Kelola Humas Pemerintah sebagai
panduan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi
langsung. Informan penelitian ini terdiri atas informan internal; para
pegawai/pejabat KPU dan publik; pemilih pada Pemilu 2014.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola humas KPU RI sudah
dilaksanakan dengan baik namun belum memiliki kebijakan humas yang tepat dan
belum melaksanakan riset sebagai dasar pembuatan kebijakan tersebut.
Pengimplementasian the Excellence Theory dan ketentuan dalam Permen PANRB
Nomor 28 Tahun 2011 dan Permen PANRB 30 tahun 2011 perlu dilakukan untuk
meningkatkan tata kelola humas KPU agar dapat mencapai visinya sebagai
penyelenggara pemilu yang memiliki integritas, profesional, mandiri, transparan
dan akuntabel.
Kata Kunci: humas pemerintah, tata kelola huma
Developing Algebra Structure Module and Model of Cooperative Learning Helping Concept Map Media for Improving Proofing Ability
This research was purposed to develop module and learning model and instrument of proofing ability in algebra structure through cooperative learning with helping map concept media for students’ of mathematic major and mathematics education in State University and Private University in North Sumatra province. The subject of this research was the students’ of mathematic and mathematics education in Medan State University and Qualitye University. Developmental Research that oriented on developing product at stage and first year was done identification of proofing and positive behavior on algebra structure based on curriculum and was developed module and model cooperative learning with helping concept media map. The result that got at the first stage was the formula of proofing ability and positive behavior on algebra structure with first module and model cooperative learning assisting concept media map that assumed effective, efficient in algebra structure. Module and model of this learning consist of the book of lecturing guiding (lecturing unity schedule, lecturing contract, and lesson plan), module, and book of students’ assignment.</jats:p
Model Optimisasi Terintegrasi untuk Memprediksi Kualitas Air Sungai
This study examine the development of integrated models to predict the water quality of the river. Water quality is determined by the concentration of pollutants in the water flow. The model was developed by taking into account the interaction between the two types of pollutants found in the water flow, namely nitrogen and, phosphorus. Pollutants from nitrogen derivatives consist of organic nitrogen, ammonia, nitrite and nitrate. While the phosphorus derivatives are organic phosphorus and dissolved phosphorus.
The model obtained, is a system of differential equations that describe the
interaction between nitrogen and phosphorus. From the obtained model, we can
predict concentrations of pollutants at any time. From the analysis of the
to be obtained that concentrations of pollutants at any time strongly influenced
the waste organic phosphorus in the watershed.67 HalamanDisertasi Dokto
PERILAKU SOLUSI PERSAMAAN DIFERENSIAL LOGISTIK DENGAN PEMBERIAN DELAY
Banyak fenomena dalam kehidupan dapat dianalisis dengan menggunakan pemodelan matematika. Terdapat beberapa macam model pertumbuhan populasi yang kontinu diantarnya model populasi eksponensial dan model populasi logistik. Model populasi logistik merupakan model pertumbuhan yang memperhitungkan faktor logistik berupa ketersediaan makanan dan ruang hidup. Penelitian ini membahas perilaku solusi persamaan diferensial logistik dengan waktu delay. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian deskriptif dan kepustakaan. Dengan mengamati hasil simulasi numerik dari solusi persamaan diferensial logistik dengan delay dan persamaan logistik tanpa delay. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fungsi dan interval delay yang diberikan berpengaruh terhadap perilaku solusi persamaan logistik. Panjang interval delay yang relatif besar menyebabkan solusinya tidak memiliki titik kesetimbangan. Namun untuk interval delay yang relatif kecil tetap menuju titik kesetimbangan y = 1 dengan cara berfluktuas
Kebijaksanaan manajemen dalam mengelola Pusat Koperasi Pegawai Negeri Kotamadya Banda Aceh
iv+38hlm.;29c
The Differences of Student Learning Result by Using Cooperative Learning Model of Team Games Tournament Type and Conventional Learning Model
Analisis Komparasi hasil belajar mahasiswa yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal di kosan: Studi pada mahasiswa jurusan PIPS semester ganjil tahun akademik 2014/2015
ABSTRAK
Hasil belajar merupakan suatu usaha atau kegiatan yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran yang berupa perubahan tingkah laku, dimana perubahan itu berupa pengetahuan, sikap atau keterampilan, setelah mengikuti proses pembelajaran. Selama menjalani perkuliahan, mahasiswa tinggal di kosan, biasanya mahasiswa mencari tempat tinggal yang lebih dekat dengan kampus dan sebagaian mahasiswa memilih tinggal di pondok, sambil yantri di pondok pesantren, tujuannya untuk memperdalam pengetahuannya tentang ilmu agama. Pondok pesantren, menurut Yunus adalah tempat santri-santri atau murid-murid belajar ilmu agama Islam. Sedangkan pondok adalah tempat penginapan mereka seperti asrama pada masa sekarang, sedangkan Kosan merupakan tempat yang disediakan untuk memfasilitasi wanita maupun pria, dari pelajar, mahasiswa, dan pekerja umumnya untuk tinggal, dan dengan proses pembayaran per bulan, atau sesuai pemilik (ada yang per beberapa bulan atau per tahun).
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Untuk menjelaskan seberapa besar hasil belajar mahasiswa yang tinggal di Pondok Pesantren. (2) Untuk menjelaskan seberapa besar hasil belajar mahasiswa yang tinggal kosan. (3) Untuk menjelaskan apakah ada perbedaan hasil belajar mahasiswa yang tinggal di Pondok Pesantren dengan yang tinggal di Kosan (studi pada mahasiswa jurusan PIPS semester ganjil tahun Akademik 2014/2015).
Untuk mencapai tujuan di atas, digunakan pendekatan kuantitatif. Yang menjadi subjek penelitian adalah semua mahasiswa IPS pada semester ganjil angkatan 2012 dan angkatan 2013, pada semester 5 dan semester 3 dengan jumlah seluruh mahasiswa 291. Mahasiswa yang tinggal di pondok sebanyak 56 mahasiswa, sedangkan untuk mahasiswa yang tinggal di kosan sebanyak 235 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah hanya menggunakan teknik dokumentasi. Data-data yang sudah diproleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis uji komparasi uji t-tes (uji beda).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar mahasiswa yang tinggal di kosan (studi pada jurusan PIPS semester gajil tahun akademik 2014/2015) diperoleh sebesar 3,64. hal ini berarti bahwa hasil belajar mahasiswa yang tinggal di kosan (studi pada mahasiswa jurusan PIPS semester gajil tahun akademik 2014/2015) dalam kategori “baik sekali” yaitu pada interval 3,6 – 4,0. (2) hasil belajar mahasiswa yang tinggal pondok pesantren dengan tinggal di kosan pada (studi pada mahasiswa jurusan PIPS semester ganjil tahun akademik 2014/2105) diatas dapat diketahui bahwa, mean dari variabel hasil belajar mahasiswa yang tinggal di kosan sebesar 3,35 hal ini berarti bahwa hasil belajar mahasiswa yang tinggal pondok pesantren dengan tinggal di kosan pada (studi pada mahasiswa jurusan PIPS semester ganjil tahun akademik 2014/2105) dalam kategori “baik” yaitu pada interval 3.1 – 3.5. (3) dari uji t-tes hasil belajar mahasiswa IPS yang tinggal pondok dengan tinggal di kos/kontrakn pada semester ganjil tahun akademik 2014/2105 menunjukkan bahwa t-tes > t-tabel = 4,141 > 1,960. Berdasarkan hasil uji t-tes yang sudah di lakukan dapat di simpulkan bahwa ada perbedaan Hasil Belajar Mahasiswa Yang Tinggal Di Pondok Pesantren Dengan Yang Tinggal Di Kosan (Studi Pada Mahasiswa Jurusan PIPS Semester Ganjil Tahun Akademik 2014/2015).
ABSTRACT
Learning outcomes is effort or activities of students after participating the learning process in the form of changes in behavior, which changes the form of knowledge, attitudes or skills, after participating in the learning process. During his or her lecture, students usually living in boarding house, which is not so far from campus. and some of the students choose to live in the isamic bording (Pondok), while become Santri, in order to deepen knowledge of the science of religion. Islamic Boarding (Pondok), according to Yunus is a santri or students studying Islam and The islamic bording (Pondok) becomes living place like dormitories at the present time, while rent house is the place provided to facilitate women and men, from students, workers and other to live by payment prosses .
The purpose of this study is : (1) To explain how great the learning outcomes of students who live in islamic boarding (Pondok). (2) To explain how great the learning outcomes of students who stay rent house. (3) To explain that there are differences in learning outcomes of students who live in islamic boarding with living in rent house (PIPS study of PIPS student on semester academic year 2014/2015).
To achieve the above object, quantitative approach was used. the subject of research is all IPS students on singgle semester on 2012 - 2013, total number of students the 5th semester and 3rd is 291. Students who live in the islamic boarding are 56 students, while the students who live in rent house are 235 students. Data collection techniques used are only using the techniques of documentation. The data fond was analyzed using t-test analysis comparison (test different).
The research results showed that: (1) learning outcomes of students who live in rent house (Study for PIPS departement, single semester of academic year 2014/2015) obtained 3.64. This means that the learning outcomes of students who live in rent house is "very well" category that is in the interval from 3.6 to 4.0. (2) learning outcomes of students who live in islamic boarding with rent house to (Study for PIPS departement, single semester of academic year 2014/2015) can be seen that mean of the variable learning outcomes of students who live in islamic boarding of 3.35 it means that the learning outcomes of students who live in islamic boarding l with rent house in(Study for PIPS departement, single semester of academic year 2014/2015) is in the category of "good" that is in the interval 3.1 to 3.5. (3) the t-test results of IPS students' living in islamic bording with living rent house shows that the t-test > t-table = 4.141> 1.960. Based on the results of t-test that have been done can be concluded that there is a difference in Learning Outcomes of student Who Lived In islamic Boarding With rent house (Study for PIPS departement, single semester of academic year 2014/2015)
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS “SKIN PREPARATION” DESINFEKSI KULIT TERHADAP KEPADATAN KOLONI KUMAN PADA AREA KULIT OPERASI SECTIO CAESARIA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSD Dr. SOEBANDI JEMBER
ANALISIS JUMLAH UANG BEREDAR M2 DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN BARAT
The title of the study is "Money Supply Analysis and Growth Rate Against West Kalimantan". This study aimed to determine the effect of the money supply and interest to economic growth western Kalimantan and analyze the elasticity of the money supply and interest rates to economic growth western Borneo. This study uses time series data since 2001 first quarter to 2010 fourth quarter, which is the data from the Central Bureau of Statistics and Bank Indonesia. This study using correlative and regression analysis using eviews program. Based on the estimates, the study found that the variables that affect the amount of money supply and interest rates have a very strong relationship to economic growth. Money supply variables significantly influence economic growth and interest rates that significantly influence economic growth. Test results obtained from the elasticity of the elasticity of the money supply and interest rates to economic growth is elastic West Kalimantan. Based on the classic assumption test found that the estimates of the regression model containing positive autocorrelation, does not contain muktikolinearitas, and contains no heterocedastisity. Keywords: Keywords: Economic Growth, Money Supply and Interest Rates
- …
