1,721,055 research outputs found

    PEMBELAJARAN BIDANG STUDI AQIDAH AKHLAK HUBUNGANNYA DENGAN AKHLAK SISWA KELAS VII DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTS) YAYASAN TARBIYATUL MUTA’ALIMIN (YATAMU) PASAWAHAN KABUPATEN CIREBON

    Full text link
    SYAEFULLAH: Pembelajaran Bidang Studi Aqidah Akhlak Hubungannya dengan Akhlak Siswa Kelas VII di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yayasan Tarbiyatul Muta’alimin (Yatamu) Pasawahan Kabupaten Cirebon. Peranan pembelajaran aqidah akhlak terhadap pembangunan nasional Indonesia baik dalam proses pembanguan secara umum maupun secara spesifik terlihat peranan aqidah akhlak menempati posisi yang utama. Perilaku belajar yang terjadi pada peserta didik dapat dikenal dengan baik dalam proses maupun hasilnya. Ukuran yang ideal dimiliki oleh peserta didik adalah adanya kesadaran pada diri peserta didik akan adanya perubahan yang dialami atau sekurangkurangnya ia merasakan adanya perubahan dalam dirinya. Oleh karena itu kegiatan belajar mengajar bidang studi aqidah akhlak diberikan pada siswa MTs yang termasuk kedalam kategori usia remaja. Karena fungsi dari kegiatan belajar mengajar bidang studi aqidah akhlak pada siswa hakikatnya untuk mengarahkan agar diri siswa tumbuh akhlak yang mulia, dan sesuai dengan aspek-aspek kegiatan manusia pada umumnya, yakni kegiatan yang bersifat individual, kegiatan social, dan kegiatan yang bersifat keagamaan. Wilayah penelitian dalam skripsi ini termasuk kedalam bimbingan konseling dengan menggunakan pendekatan empiric dengan jenis penelitian lapangan (field research) tepatnya di Madrasah Tsanawiyah YATAMU Pasawahan Kabupaten Cirebon. Jenis masalah dalam penelitian ini adalah masalah pembelajaran bidang studi Aqidah hubungannya dengan akhlak siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang : (1) pembelajaran yang diberikan oleh guru bidang studi aqidah akhlak, (2) akhlak pada siswa, (3) pembelajaran bidang studi aqidah akhlak hubungannya dengan akhlak siswa di MTs YATAMU Pasawahan kabupaten Cirebon. Metodologi penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dokumentasi dan studi kepustakaan. Dalam menganalisis data menggunakan analisis data kuantitatif dengan perhitungan prosentase, sedangkan untuk perhitungan hubungan menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian ini bahwa pembelajaran bidang studi aqidah akhlak di MTs YATAMU Pasawahan Kabupaten Cirebon, berdasarkan perhitungan rata-rata yang mencapai nilai 69,8% berarti tergolong cukup. Akhlak siswa pada bidang studi aqidah akhlak di MTs YATAMU Pasawahan Kabupaten Cirebon, diperoleh perhitungan rata-rata mencapai nilai 72,4% berarti tergolong cukup. Berdasarkan uji korelasi diperoleh nilai 0,22 nilai tersebut tergolong rendah, dan nilai tersebut berada pada rentang 0,20-0,40 (kategori rendah), berdasarkan uji statistic, terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran bidang studi aqidah akhlak hubungannya dengan akhlak siswa, dengan tingkat signifikan sebesar 2,45%. Ini berarti terdapat 97,55% lagi factor lain. Dan Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh nilai thitung = 1,172 dan ttabel = 1,703 dengan demikian thitung lebih kecil dari ttabel. Dengan demikan, Ho diterima Ha ditolak

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    DISHARMONI TERHADAP GUGAT CERAI DALAM PERPSEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF ( STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA CIREBON TAHUN 2018-2019 )

    Full text link
    Abstrak Syaefullah, NIM : 18086040001, Disharmoni Terhadap Gugat Cerai Dalam perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif ( Studi Kasus Di Pengadilan Agama Cirebon Tahun 2018-2019 ) Gugat cerai menjadi problematika baru dimasyarakat Kota Cirebon, dimana banyak dari istri yang mengajukan gugatan perceraian dari tahun 2018-2019 jumlah gugatan perceraian meningkat signifikan, dengan berbagai macam faktor penyebab perceraian, terjunya seorang wanita dalam dunia kerja menjadi sebuah polemik baru ketika antara suami istri tidak bisa saling memahami antara hak dan kewajibanya sehingga timbulah masalah dan percekcokan secara terus-menerus yang mengakibatkan hubungan rumah tangga menjadi disharmoni sehingga terjadilah perceraian. Metodologi Penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori ini juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian Berdasarkan uraian hasil analisis dan observasi penulis dari beberapa putusan problematika disharmoni gugat cerai di Pengadilan Agama Kota Cirebon tahun 2018-2019 terdapat dua faktor penyebab disharmoni yaitu Faktor intern merupakan faktor yang berasal baik dari diri suami ataupun istri, dari suami meliputi tidak ada tanggung jawab nafkah ekonomi, krisis akhlak berkata kasar,membentak, menggebrak membanting pintu, memukul istri, memfitnah berburuk sangka dan cemburu sedangkan faktor internal dari istri yaitu sakit hati, tersiksa lahir batin sehingga memutuskan untuk mengajukan gugatan perceraian ke Pengadilan Agama Cirebon. Faktor eksternal merupakah faktor dari luar baik dari suami maupun dari istri dalam kasus ini faktor eksternal dari suami meliputi suami mempunyai wanita idaman lain telah menikah kembali, dan sering cemburu yang berlebihan, sedangkan faktor eksternal dari istri yaitu terdapat laki-laki idaman lain. Rumah tangga akan menjadi harmonis apabila antara suami dan istri bisa memahami akan hak dan kewajibanya dan bisa mewujudkan hubungan mu’asyaroh diantara keduanya yaitu hubungan kesalingan, saling memafkan, saling menghargai, saling menyayangi, saling menghormati, saling memahami sehingga membuat hubungan rumah tangga menjadi harmonis dan akhirnya tercapailah sebuah tujuan perkawinan membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Kata Kunci : Disharmoni, Gugat Cerai, Hukum Islam, Hukum Positi

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    AGAMA SEBAGAI KRITIK SOSIAL PADA FILM AKU KAU DAN KUA (DALAM TINJAUAN TEKNIK SINEMATOGRAFI)

    Full text link
    Ade Nanang Syaefullah. NIM 11210094. Film “Aku Kau dan KUA (Kantor Urusan Agama)” disutradarai oleh Monty Tiwa. Film ini menceritakan tentang persoalan sosial yang dihadapi remaja saat ini dengan bingkai agama. Penelitian ini berfokus kepada teknik sinematografi yang digunakan sebagai dasar dalam penelitian untuk mencari scene-scene yang bisa dijadikan penelitian mengenai kritik sosial dalam perspektif keagamaan. Dalam penelitian ini, film ini menceritakan tiga sidestory sehingga peneliti mengerucutkan tiga fokus penelitian yaitu Ta’aruf, Istiqomah, Ikhtiar. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi film aku kau dan KUA. Teknik sinematografi yang dipergunakan dalam penelitian film ini, antara lain tipe camera angle: objektif, level angle: eye level, medium close up dan juga longshot. Selain itu menggunakan teknik composittion: Teori sepertiga layar, dan juga teori area utama atau golden mean area. Hasil dari penelitian ini bahwa agama bisa menjadi sebuah alat atau metode dalam melakukan kritik sosial terhadap film dengan ditinjau dari teknik sinematografi. Teknik sinematografi yang digunakan dalam penelitian ini baik itu camera angle, movemen, maupun composittion tidak serta merta hanya untuk memberi kesan artistik atau visualisasi gambar yang menarik saja, teknik sinematografi yang dipakai dalam film ini juga mengusung sebuah pesan yang harus disampaikan melalui script, karakter, dan juga isi dari cerita kepada penonton film. Dengan pemahaman teknik sinematografi yang baik, maka akan dihasilkan sebuah visualisasi yang lebih baik dan menarik juga tidak meninggalkan pesan yang terkandung didalam film. Kata Kunci: Sinematografi, Film Aku Kau dan KUA, Agama Sebagai Kritik Sosial

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore