1,721,397 research outputs found
Patih Suwanda
Karya tulis ini merupakan laporan hasil perancangan seni naskah pakeliran Wayang Golek Purwa dengan judul Patih Suwanda. Di sini dipaparkan mengenai latar belakang masalah, permasalahan, batasan perancangan, tujuan perancangan, tinjauan pustaka dan karya, landasan pemikiran, metode perancangan, garis besar perancangan. Di samping itu juga dipaparkan mengenai penggarapan dan tinjauan lakon, konsep garapan serta deskripsi sajian lakon Patih Suwanda
Aktifitas H. Suwanda Dalam Penciptaan Pola-Pola Tepakan Kendang Jaipongan
Suwanda lahir di Citopeng, 3 Maret 1950, Sejak kecil Suwanda telah berkiprah dalam seni tradisional khususnya dalam alat musik kendang. Kini gerar maestro kendang pun telah melekat pada diri Suwanda. Karya Jaipongan yang telah la ciptakan telah mengharumkan Kota Karawang. Selain dijuluki sebagai maenstro kendang Suwanda juga disebut sebagai tokoh Jaipongan di Kabupaten Karawang. Di tahun 1990-an Suwanda di angkat menjadi Dewan Kesenian di Kabupaten Karawang. Kini diusianya yang sudah senja Suwanda tetap semangat untuk terus mewariskan kesenian tradisional kepada keluarga serta anak-anak disekitaran sanggar Suwanda Group. Puncaknya, pada tahun 1984, Suwanda bersama Jugala Grup melanglang buana ke Jerman Barat.
Pada tahun 1976, Suwanda membuat pola tepak kendang jaipongan pertamanya dalam lagu Oray welang yang direkam oleh Jugala Grup pimpinan Gugum Gumbira. Pada waktu itu namanya belum jaipongan, tetapi masih “Ketuk Tilu Perkembangan”. Di luar dugaan, hasil rekaman tepak kendang Oray Welang mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Hal ini terbukti dari hasil penjualan kaset Oray Welang yang mencapai 50.000 copy pada bulan pertama rekaman. Lakunya kaset Oray Welang, merupakan bukti keberhasilan yang luar biasa dan antusias masyarakat terhadap tepak kendang “Ketuk Tilu Perkembangan.”
Setelah sukses dalam rekaman perdananya serta tepak kendangnya diterima masyarakat, Suwanda dikontrak oleh beberapa studio rekaman. Selama dua tahun yaitu tahun 1976 sampai dengan 1978, Suwanda dikontrak oleh tiga studio rekaman sekaligus yaitu Tropic (Suara Parahyangan Record), Suara Merdika Record, dan Jugala Record. Suwanda dikontrak oleh Tropic untuk rekaman dua puluh kaset selama dua tahun. Menurut Suwanda, dari Tropic mulai ada sistem kontrak dalam kesenian tradisi (terutama para seniman). Tepak kendang jaipongan yang direkam di Tropic di antaranya tepak kendang dalam lagu Génjlong Jaipong, Lindeuk Japati, Énjing Deui, dan Kidung. Setelah habis masa kontrak dengan Suara Parahyangan dan Suara Merdika, sejak tahun 1978-1984, Suwanda resmi dikontrak langsung oleh Jugala Grup selama enam tahun. Tepak kendang karyanya yang ngeboom pada tahun 1980-an di Jugala di antaranya tepak kendang dalam lagu Daun Pulus Késér Bojong, Serat Salira, Banda Urang, Bulan Sapasi, Seunggah, Iring-Iring Daun Puring, dan Toka-Toka
Tepak Kendang Jaipongan Suwanda: Kontinuitas dan Perubahannya
Tepak kendang jaipongan karya Suwanda telah tiga puluh tahun lebih digunakan oleh para seniman sejak diciptakan tahun 1980-an hingga sekarang telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan.
Tujuan penelitian ini membahas perubahan kontinuitas dan perkembangan tepak kendang jaipongan Suwanda. Pembahasannya meliputi perkembangan, bentuk dan struktur, serta dampaknya terhadap kreativitas para pengendang. Metode deskriptif analisis dengan pendekatan sejarah digunakan untuk mengungkap berbagai fenomena tepak kendang jaipongan yaitu hadimya notasi yang dibuat oleh para pengendang serta perubahan tepak kendangjaipongan dalam struktur, tempo, dinamika, embat, motif, serta fungsi. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tepak kendang jaipongan karja Suwanda pada perkembangannya telah mengalami banyak perubahan dan variasi yang dipcngaru.hi olch kreativitas para pengen dang dan tuntutan fungsi artistik seni maupun pertunjukan hiburan.
Kata Kunci : Suwanda, tepak, kendang, jaiponga
Kreativitas Suwanda Dalam Tepak Kendang Jaipongan Di Jawa Barat
Penelitian tentang kreativitas Suwanda dirnaksudkan untuk
mengungkap seluk beluk dan tahapan-tahapan yang dilalui oleh
Suwanda dalarn menciptakan tepak kendang jaipongan. Di dalam
tesis ini dibahas secara rinci tentang gambaran umum karawitan
Sunda, sosok pribadi Suwanda, kreativitas Suwanda, ciri-ciri khas
tepak kendang Suwanda, faktor pendukung Suwanda dalam
melakukan kreativitasnya, serta analisis terhadap ragam tepak
kendang jaipongan dalam lagu Daun Pulus Késér Bojong.
Suwanda adalah seniman berbakat kreatif yang telah
menciptakan tepak kendang jaipongan sebagai tepak baru dalam
kendang Sunda di tahun 1980-an. Ia lahir pada tanggal 03 Maret
1950 di Citopéng Desa Bolang Kecamatan Batu Jaya Rengas
déngklok Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bakat kreatif dan
keterampilan seninya diperoleh dari lingkungan keluarga sebagai
seniman topéng banjét yang diwariskan secara turun temurun.
Berbekal kesenian ini, Suwanda memiliki daya ungkap tepak
kendang yang luar biasa sehingga mampu mengaktualisasikan
ide, konsep dan gagasan Gugum Gumbira dalam penciptaan
jaipongan. Oleh karena itu, Suwanda memiliki peranan yang
sangat penting dalam penciptaan jaipongan sehingga mencapai
puncak popularitasnya pada tahun 1980-an.
Proses kreatif Suwanda berawal dari ketertarikannya
terhadap berbagai fenomena tepak kendang Sunda dalam berbagai
jenis kesenian seperti ketuk tilu, topéng banjét, wayang golék,
kiliningan, bajidoran, penca silat dan tarling. Kekayaan ragam
tepak kendang Sunda, digarap dengan konsep “kebebasan dan
“kebaruan” menjadi bentuk baru yakni tepak kendang jazpongan.
Garap kendang memiliki peranan sangat penting dalam jazpongan,
merupakan cin' khas jaipongan, sebagai pembeda karawitan
jaipongan dengan yang lainnya. Kendang jaipongan dibuat dengan
konsep garap Suwanda yakni “ngolah nu aya maké cara: salambar
langsung saayana tinu heubeul, janten ku nyalira, ngarobah nu dya
(ditambah, dikurangan, dipotong, dikerepan, dicarangan).”
(mengolah yang ada dengan cara: semuanya langsung dari yang
lama, jadi dengan sendirinya atau improvisasi, merubah yang ada
(ditambah, dikurangi, dipotong, dipadatkan, di1onggarkan))
Gending-gending karya Palen Suwanda: Kajian proses kreatif
Tesis ini membahas proses kretif terhadap gending-gending karya Paleh Suwanda, fokus kajiannya pada kretifitas proses penciptaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciptaan gending Paleh Suwanda dipengaruhi ole faktor dari dalam yaitu keinginan untuk berprestasi dan faktor dari luar
PROSES BELAJAR TARI JAIPONG DI SUWANDA GRUP DESA TANJUNG MEKAR KABUPATEN KARAWANG
Kesenian tradisi merupakan warisan budaya yang harus terus dilestarikan dari masa ke masa. Mencintai dan melestarikan kesenian tradisi berarti memunculkan identitas atau jati diri suatu bangsa. Sama halnya dengan kesenian Jaipongan yang berasal dari Karawang, Jawa Barat, sebuah tradisi turun temurun yang hingga kini tetap ada, dan kita banggakan. Adalah Suwanda, seorang seniman Jaipong yang hidupnya dicurahkan terhadap seni tradisi ini, semata-mata karena kecintaannya pada budaya negeri sendiri. Skripsi ini membahas masalah yang terdiri atas latar belakang terciptanya Sanggar Suwanda Grup, proses belajar tari Jaipongan, dan pemberian materi tari Jaipongan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, yakni mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia. Sementara itu, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, yang berdasarkan situasi lapangan yang alamiah dan nyata. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Lokasi penelitian terdapat di Desa Tanjung Mekar, Kabupaten Karawang. Peneliti memberikan judul skripsi “PROSES BELAJAR TARI JAIPONG DI SUWANDA GRUP DESA TANJUNG MEKAR KABUPATEN KARAWANG”.
Berdasarkan temuan di lapangan, Sanggar Suwanda Grup merupakan warisan dari ayahnya, yang bernama Reman. Suwanda kemudian terus mengembangkan kesenian Jaipong hingga kini, yang ditandai aktifnya Sanggar Suwanda Grup mengajar dan melatih peserta kursus dari kalangan muda belia. Proses belajar tari Jaipongan di Suwanda Grup diawali dengan gerak-gerak olah tubuh, gerak-gerak dasar, kemudian dilanjutkan dengan berbagai gabungan gerak sehingga menghasilkan sebuah tarian yang lengkap. Semua peserta kursus menerima materi gerak yang sama dari pelatihnya
MUSI: A web-based tool for selecting the appropriate statistical inferential test
<p><a href="https://suwanda-priyadi.github.io/MUSI/" target="_blank" rel="noopener">MUSI (Memilih Uji Statistika Inferensial)</a> is an Indonesian web-based tool for choosing appropriate inferential statistical tests. MUSI was developed using JavaScript, and technical information about MUSI was provided on the webpage. The questions presented in MUSI are easy to reach and use decision trees. MUSI hopes to reduce Indonesian researchers' possibility of errors when conducting statistical analyses.</p>
Gending-gending karya Palen Suwanda kajian proses kreatif
Pada dasarnya tesis ini membahas mengenai proses kreatif
terhadap gending-gending karya Palen Suwanda. Fokus kajiannya
bukan pada sudut kualitas karya gendingnya, melainkan pada
kreativitas atau proses penyiptaannya yang ditekankan pada tiga
permasalahan yaitu faktor pendorong, metode atau proses penyiptaan,
dan bentuk gending.
Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah deskrlptif
kuatilatlf. Langkah penelitian dirinci menjadi tiga bag ian yakni
penggambaran fokus, per.gumpulan data, dan analisis data. Teknik
utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah content analysis
dengan pembacaan dan pemaknaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyiptaan gending Palen
Suwanda didorong oleh dua faktor, yakni faktor dari dalam dan faktor
dari luar. Faktor dari dalam adalah ingin berprestasi tinggi hingga
disebut "empu", menambah perbendaharaan gending-gending gaya
Yogyakarta. Faktor dari luar berupa pesanan suatu karya dari orang
lain. Metode atau proses penyiptaan dimulal dari dorongan (rangsang
awal), inspirasl, penuangan, dan pembentukan. Bentuk gendlngnya
terdiri darl gendlng alit meliputi bubaran ketawang, ladrang, srepeg,
sampak, dan gending ageng terdiri dari /ahe/a, candra/sarayuda,
gandrung-gandrung, semang alit, dan jangga. Sebaglan besar terdapat
pembaharuan pada ba/ungan gending, lagu dan cakepan gerongan dan
sindhenan
A web-based sample size calculator with desired precision for Cronbach's alpha
<p>The sample size is one of the most critical factors in designing a reliability study. If the sample size is too small, the test lacks statistical power, and the confidence interval becomes overly wide. Conversely, extensive samples lead to resource inefficiency. Therefore, the purpose of the <a href="https://suwanda-priyadi.github.io/ssc-alpha/" target="_blank" rel="noopener">web-based sample size calculator</a> is to assist researchers in determining the appropriate sample size for their reliability study design using Bonett & Wright’s (2015) sample size formula. This formula allows researchers to approximate the sample size with the desired precision for Cronbach’s alpha, the most used “internal consistency” reliability measure.</p>
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BP.CT DENGAN ANAK AI MENDERITA BERAT BADAN KURANG DI PUSKESMAS JETIS KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2018
ALB. Surip Suwanda. “ Asuhan Keperawatan Keluarga Bp.CT. Dengan Anak Ai. Menderita
Berat Badan Kurang Di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta Tahun 2018 “.
Latar Belakang : Asuhan Keperawatan Keluarga adalah merupakan program Puskesmas Jetis
Kota Yogyakarta yang di tujukan untuk keluarga yang mempunyai masalah kesehatan yang
tinggal di wilayah kerja Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta untuk mencapai derajad kesehatan
yang optimal.
Tujuan : Mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga Bp.CT. dengan anak Ai.dengan
berat badan kurang di Badran JT I/ 1061.
Metode : Studi kasus keperawatan keluarga pada keluarga Bp.CT. Dengan Anak Ai. Menderita
Berat Badan Kurang pada tanggal 3,4,5 Juni 2018.
Hasil : Keluarga sudah mencoba memberikan asupan gizi yang lebih baik, Bp.CT.ikut aktif
membantu Ny.N. dalam usaha meningkatkan berat badan An.Ai
Kesimpulan : 1. Keluarga sudah mencoba memberikan makanan yang bergizi untuk
meningkatkan berat badan anak Ai.
2. Bp.CT. Ikut aktif membantu Ny.N. dalam kegiatan meningkatkan berat badan An. Ai
3. Keluarga mengetahui arti di bawah garis merah KMS anak balit
- …
